Liburan Telah Tiba, Ajak Lansia Berwisata Juga



Tiap liburan nasional atau hari raya, di medsos terjadi serangan penawaran dan ajakan wisata bertubi-tubi baik dari individu, pelaku usaha pariwisata maupun pemerintah. Postingan-postingan tentang kuliner, destinasi dan transportasi berseliweran karena memang banyak yang membutuhkan. Diantara tips liburan bareng keluarga dan balita yang selalu update, kok tips bepergian bareng lansia atau manula alias manusia lanjut usia tidak terlalu banyak ya? Apakah kakek nenek, pakdhe budhe, om tante nyusahin? Apakah mereka nggak diajak?

Teman saya mengatakan, "Bukannya nggak diajak, tapi oma emang nggak pernah mau ikut. Jangankan piknik, makan di mall saja oma nggak mau, pilih nunggu dirumah saja. Serba salah juga sih. Waktu liburan kami terbatas. Kalau dirumah oma terus, kami nggak bisa refreshing dong. Tapi kalau oma nggak ikut piknik, kami tuh kayak transit doang dirumah oma."

Mengajak lansia berlibur itu kadang memang lebih repot dari anak-anak. Kalau anak-anak ngeyel, bisa kita tenangkan. Kalau sudah capek, anak-anak bisa kita marahin. Tapi lansia tidak bisa begitu jika sudah punya kemauan dan tak sedikit yang keras kepala. Namun demikian, untuk momen seperti mudik lebaran, rasanya kok nggak tega ya membiarkan mereka jaga kandang walau mereka mengatakan tidak keberatan? Minimal buat jajan bakso rame-rame lah setelah 2 hari hari makan ketupat opor yang dihangatkan berulang-ulang.

Teman-teman pernah melihat sebuah keluarga yang mengajak nenek-nenek ngemall pakai kursi roda? Mungkin ada yang membatin, "Yaelah, bela-belain amat sih."

Kalau saya sih malah terharu ya, mbrebes mili gitu. Baik banget keluarganya mau repot-repot mengajak si nenek ke mall. Sudah uzur dan tidak bisa jalan kaki itu bukan berarti tinggal menunggu waktu. 

Waktu itu saya melayani pembeli di Inacraft dan melongo melihat betapa baiknya pembeli saya pada sang ibu yang dipanggilnya "mami." Pembeli saya itu sudah cantik dan kaya laksana sosialita papan atas tapi sangat berbakti pada sang mami. Beliau membiarkan sang mami turut berpendapat dan mengambil keputusan terhadap produk-produk yang akan mereka beli. Sang mami yang sudah sangat sepuh itu menggunakan kursi roda dan pembeli saya itu dengan sabar mendorongnya ditengah pengunjung yang sangat ramai. Mereka terlihat sangat menikmati belanja seru itu dan terus bercanda karena sang mami terpaksa memangku kotak-kotak besar yang mereka beli dari saya.

Untuk bisa sampai tahap "nggak ada kata nyusahin walaupun gerakan terbatas", kedua belah pihak, yaitu yang mengajak jalan-jalan dan lansia, haruslah sama-sama bisa menikmati suasana, apapun kesulitannya. Bonding seperti ini nggak bisa dadakan tapi harus dibiasakan sejak awal karena lansia itu sama seperti anak-anak, tidak bisa menerima sesuatu yang tiba-tiba. Karenanya, sebelum liburan, sering-seringlah mengajak beliau keluar "sarang". Biasanya, senjata paling ampuh adalah cucu. Dengan alasan sang cucu pengin bareng neneknya, akan lebih mudah mengajak beliau jalan-jalan.

Rumah adalah sarang bagi sebagian besar lansia. Makanya kalau beliau-beliau itu tidak betah tinggal di rumah anak-anaknya, jangan tersinggung.

Jika beliau sudah mau diajak liburan, semoga tips berikut bisa bermanfaat buat teman-teman dan mengurangi kekhawatiran selama bepergian.

1. MEMILIH TRANSPORTASI

Problem utama lansia dalam perjalanan adalah kebelet pipis dan masuk angin. Kakek-kakek banyak yang mengalami masalah prostat sehingga membuat beliau sulit mengendalikan pipis dan hampir bisa dipastikan beliau tidak akan mau mengenakan popok dewasa kecuali jika sedang tak berdaya di rumah sakit. 
Mengendarai mobil pribadi adalah pilihan utama karena bisa berhenti kapan saja untuk ke toilet Tapi jika harus menggunakan transportasi publik, pastikan letak kursi dekat dengan toilet. Untuk kereta api dan pesawat, pemilihan tempat duduk bisa dilakukan secara online. Sedangkan untuk bus, hanya bus tertentu yang ada toiletnya. Jadi, pastikan untuk sangat detil dengan letak kursi dan siapa yang berada disebelah beliau untuk kemungkinan perlu diantar.
Masuk angin itu bisa berupa pusing atau mual. Saya tidak tahu istilah medisnya yang tepat. Sebab masuk angin bermacam-macam, antara lain angin jika kendaraan tidak ber AC, kedinginan jika ber AC, pusing melihat gerak pohon dan sebagainya. 
  • Pencegahan awalnya adalah jangan stress dengan persiapan. Lakukan dengan santai meski banyak benda P3K yang harus dipersiapkan, agar lansia tidak tegang sebelum berangkat. 
  • Siapkan minyak angin, kantong muntah, tissue basah dan tissue kering. Jangan memberikan sembarang obat anti mabuk karena sebagian lansia tidak akan tahan, malah bisa memicu maag atau darah tinggi.
  • Buatlah obrolan santai selama perjalanan untuk mengalihkan perhatian dari perasaan tidak enak didalam tubuh.
  • Tidak seperti anak-anak, kebanyakan lansia tidak suka ngemil di jalan. Untuk mengurangi rasa asam di mulut, siapkan air mineral dan teh manis.
Jangan bosan memastikan beliau dalam kondisi duduk yang nyaman selama perjalanan. Betulkan letak bantal dan selimut jika perjalanan malam.

2. MEMILIH PENGINAPAN

Booking hotel jaman sekarang sudah mudah banget, bisa online dan bisa memilih fasilitas yang dibutuhkan. Tapi berhubung bersama lansia, wajib menghubungi hotel tersebut secara langsung untuk memastikan letak kamar dan fasilitas kamar yang aman bagi lansia. Fasilitas kamar yang harus dicek adalah:
  • Jika letak kamar diatas, harus ada lift.
  • Udara kamar harus cukup nyaman, usahakan bukan AC sentral sehingga bisa diatur temperaturnya.
  • Kamar mandi bukan bathtub untuk menghindari kemungkinan tergelincir. Usahakan pula ada air hangat untuk mandi.
Terkadang fasilitas hiburan outdoor resort cukup menggoda tapi tidak cocok untuk kakek nenek. Tak perlu merasa bersalah jika ingin mencobanya tapi tak bisa mengajak beliau. Pastikan saja resort tersebut memiliki lobi yang nyaman dan hidangan yang menarik sehingga beliau bisa duduk-duduk diluar kamar sehingga tidak bosan menunggu atau tidak merasa diabaikan. Lagipula, tak semua oma opa masa kini yang cuma mau duduk-duduk saja, ada yang suka karaoke, ada yang suka berenang, bahkan masih kuat main tenis. Eksplore fasilitas hotel yang bisa beliau gunakan selama menunggu kita berkegiatan di fasilitas lain,

3. MEMILIH OBYEK WISATA

Di musim liburan, dimanapun rame, macet dan antri. Karenanya, pelajari dengan detil destinasi yang dipilih., termasuk bagaimana antri tiketnya (apakah bisa membeli online), tempat istirahat, tempat makan, toilet dan sebagainya. Sebaiknya sih membawa kursi lipat dari bahan ringan yang gampang ditenteng untuk berjaga-jaga jika terjadi antrian atau tempat itu terlalu ramai sehingga tidak ada kursi yang tersisa. 
Biasanya yang membuat kondisi lansia cepat turun adalah cuaca yang terlalu panas karena cuaca yang panas membuat tubuh cepat lelah ketika berjalan. Jaga pula agar beliau tidak over-excited karena akan memicu kerja jantung, walaupun secara fisik terlatih. Misalnya bapak saya yang rajin jogging tiap pagi dan lebih kuat jogging daripada saya. Tapi jika over-excited, beliau tidak ingat usia sehingga setelahnya ada saja keluhan yang timbul, dari masuk angin hingga linu-linu sehingga harus periksa ke dokter atau pijet. 
Karena itu, jika outdoor menjadi pilihan, pastikan ada tempat beristirahat didekatnya yang memadai, minimal ada peneduhnya. Jadi, jika ikut beraktivitas, beliau tak perlu menempuh jarak yang terlalu jauh untuk beristirahat. Sedangkan jika tidak ikut beraktivitas, beliau tetap bisa menyaksikan kegiatan anggota keluarga lain dari tempat istirahat tersebut.
Selain itu, cek pula fasilitas yang mempermudah mobilitas. Misalnya di Borobudur itu ada kereta yang berkeliling area dan golf car, sedangkan di Jatim Park II ada skuter listrik. Memang fasilitas tersebut tidak gratis, tapi bisa membuat liburan lebih asik tanpa khawatir sang eyang kelelahan.
Wisata yang paling ditunggu adalah wisata kuliner. Penginnya mencoba semua yang sedang hits. Tapi ingat, kelemahan lansia itu terletak di perut. Hindari bumbu yang terlalu tajam, apalagi terlalu pedas. Hindari pula warung-warung yang tidak yakin kebersihannya. Beliau gampang sekali diare. Jika pengin banget nyicip oseng-oseng mercon di Jogja, belikan dahulu makanan lain yang lebih aman untuk beliau.

Orang bilang, merawat lansia itu sama seperti merawat balita. Well, sebenarnya tidak sepenuhnya sama, karena beliau masih punya perasaan. Kalau balita kan tahunya ngantuk, lapar, capek dan sebagainya. Karena itu jagalah perasaan beliau meski kita sendiri mungkin sudah gemas didalam hati. Telan saja rasa bosan dan tak sabar itu karena ini adalah waktu yang tepat untuk membalas jasa beliau. Buatlah beliau senang karena kalau beliau senang, kita pun tidak stress di jalan. Tak usah muluk-muluk pasang target harus bisa foto di obyek tertentu atau memborong oleh-oleh. Semua senang saja sudah luar biasa. 

Percayalah, setelah beberapa hari pulang dari perjalanan itu, kita akan lupa dengan target yang tak tercapai. Adanya cuma bahagia melihat beliau tak henti-hentinya bercerita betapa senangnya beliau dengan liburan tersebut ke teman-teman pengajian beliau.


6 comments:

  1. Betul banget, Maklus. Jadi ngingetin dulu almarhum ibuku begitu telaten ngajakin nenek jalan-jalan. Walau cuma ke pasar, nenek saya begitu senang wakty itu. Dia beli banyak makanan untuk cucu2nya. Ah,lagi2 saya sedih. Karena sejak nikah, jalan2 dan piknik bersama orang tua jaraang banget, karena emang jarang piknik juga hehe. Tiap mudik pun kadang ga sempat. Hiks.Sekarang dengan mertua ya piknik yg dekat2 aja dan medannya tidak sulit.

    ReplyDelete
  2. Saya jg pernah mbak, liat nenek2 diajak ke mall pake kursi roda. Teeharu liatnya, pasalnya ibu saya jg jarang mau ikut kalau diajakin main ke mall.

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah banget kalau orang tua kita masih sehat dan kuat ya mbak... Lebih mudah diajak keluar. Kalau ibuku sering nolak karena malas jalan jauh tapi sesekali kita pergi juga bareng biasanya jalan-jalan ke rumah saudara yang agak jauh gitu. Pernah juga ke pantai dan beliau disana lebih milih duduk lesehan di bale sambil neglihat para cucu yang asik main. Itu aja udah senang bisa diajak hehehe

    Itu foto di atas cakep banget mbak... Pantainya keliatan teduh dengan pohon hijau yg rindang

    ReplyDelete
  4. Duh, baca ini jadi keingetan zaman dulu saat masih ada nenek. Kemana pun kita liburan, nenek selalu ikut. Walopun nenek sakit-sakitan, tapi giliran liburan pasti sembuh. Dia seneng banget diajak liburan. Dan kalo liburan bareng nenek, pasti segala dibeliin di tempat liburan itu. Jadi kangen nenek deh.

    ReplyDelete
  5. Betuuul mba.. kami agenda lebaran adalah kumpul dengan para senior di keluarga dan jalan2. Rame dan seruuu lho

    ReplyDelete
  6. Betul mba, harus perhatian kalo liburan bersama orang tua yang usia senja.
    Aku pernah tuh nginep di hotel, ternyata nggak ada liftnya. Dapat kamar lantai 4. Kami minta pindah lantai dasar, untung masih ada kamar.

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.

Like us