5.7.17

DIY Box Bekas dan Vitrage Lama Jadi Kotak Cantik

Liburan sekolah yang sangat lama setelah Lebaran ini bikin mati gaya ya? Pengin piknik terus tapi sudah habis-habisan buat mudik. Heheheee.... Sebelum Lebaran saja sudah libur juga, tapi waktu itu suasana puasa jadi lebih banyak diam dirumah dan cari-cari kegiatan. Diantaranya kotak cantik yang saya buat sambil ngobrol dengan teman-teman di WAG (whatsapp group).




Teman-teman mungkin sudah sering melihat saya membungkus box bekas. Kali ini saya padukan dengan vitrage lama. Vitrage lama saya ini masih bagus dan warnanya masih putih bersih. Vitrage ini sudah menemani perjalanan hidup saya sejak pertama kali menempati rumah sendiri lebih dari 15 tahun lalu. Awet banget, ya? Selama itu, vitrage ini tidak selalu dipakai sih, karena kami sering pindah, tergantung jendelanya juga. Tapi jika tidak sedang dipakai, selalu saya laundry dan saya simpan dalam kondisi bersih dan wangi dalam plastik laundry sehingga kondisinya selalu siap pakai dan awet.

Vitrage ini terakhir saya pasang di Pekanbaru. Karena jendelanya banyak dan besar-besar, saya menambah beberapa vitrage baru. Sayangnya, setelah pindah ke Jawa, dimana jarang ada rumah berjendela banyak dan besar-besar kecuali rumah lama, beberapa vitrage saya menumpuk saja di kotak. Ini cukup merepotkan karena rumah kami sekarang tidaklah besar sehingga menyimpan barang-barang yang tidak pernah dipakai itu membuat saya selalu berpikir untuk memberikan saja pada orang lain, menjualnya atau dijadikan sesuatu yang lain.

Tadinya vitrage ini akan saya berikan pada ibu saya karena milik beliau sudah bolong-bolong. Tapi sayang, ril korden beliau menggunakan kerekan jadi cantelan atasnya harus fixed. Ya sudahlah, akhirnya saya gunting-gunting saja untuk dijadikan bermacam-macam kegiatan DIY (Do It Yourself). Lucu kali ya membayangkan efek tampilannya akan seperti benda-benda vintage atau shabby chic yang berenda gitu.





Artikel ini bukan artikel berbayar, tapi tak apa kan saya sebut merk supaya ceritanya enak. Jadi, saya pernah mereview produk kebersihan rumah dari Scotch Brite. Supaya saya bisa benar-benar memberikan testimoni yang sesuai, dikirimlah hampir semua kebutuhan alat kebersihan dari produk tersebut, meskipun sebenarnya saya juga sudah pakai sih untuk beberapa produk.


Packagingnya itu terbuat dari carboard yang bagus, jadi sayang kalau dibuang. Karenanya saya simpan dulu sambil mikir mau diapain. Tadinya mau saya potong menjadi 2 bagian dan dijadikan pot bunga kering untuk ditaruh diruang tamu. Oiya, ukuran box ini sangat panjang ya, cukup untuk mengemas alat pel dan sapu. Tapi setelah lama sekali menghuni pojokan karena belum sempat mengerjakan, akhirnya saya putuskan untuk memotongnya menjadi 4 bagian dan menjadikannya 4 buah kotak.




Caranya mudah saya kok. Saya memotong box tersebut menjadi 4 bagian menggunakan cutter. Pisau cutternya harus baru dan tajam karena bahan kotak ini hardboard, terlalu keras untuk cutter kecil atau tumpul. Setelah itu singkirkan semua flap agar ujung dan ujung bisa disatukan. Beda dengan membuat kotak dari kertas manila atau karton tipis yang harus kita beri flap untuk tempat mengoles lem, maka jika bahannya hardboard atau karton tebal tidak perlu menggunakan flap.

Untuk hardboard seperti ini, bisa langsung ujung ketemu ujung, lalu disatukan dengan isolasi kertas di bagian luar. Simple banget dan tidak akan lepas. Hanya saja, setelah itu harus dicover lagi agar isolasi kertas yang berantakan tampilannya itu tertutup dan boxnya jadi bagus.




Untuk cover, gunakan bahan yang ada saja, bisa kertas kado atau kain. Pokoknya jangan dibikin ribet. Kebetulan saya punya banyak simpenan kain kanvas, jadi itulah yang saya gunakan. Cara menempelkan kain kanvas yang efektif itu bisa pakai stapler besar, lem tembak atau lem putih. Berhubung tagihan listrik naik dan capek juga megangi lem tembak, jadi saya gunakan lem putih.

Di pasaran ada berbagai jenis lem. Untuk kerajinan, yang sering dipakai adalah lem putih dan lem kuning. Lem putih digunakan untuk bahan yang ringan semacam kertas, kanvas dan sebagainya. Sedangkan lem kuning digunakan untuk bahan yang lebih tebal, misalnya vinil atau box karton. Lem putih juga sering digunakan oleh tukang bangunan untuk plamir tembok karena daya tutupnya lebih baik dan hasilnya lebih rata. Penggunaan lem ini tidak seperti lem kertas yang langsung nempel tapi seiring dengan pengeringannya, jadi harus ditekan-tekan sampai benar-benar menempel.




Perhatikan pola guntingan diatas untuk mencover kotak tersebut. Lem tidak perlu dioleskan merata, cukup di bagian pinggir-pinggirnya saja. Pola guntingan cover kotak sama persis dengan pola guntingan kain linning yang menggunakan vitrage. Bedanya, untuk kain vitrage tidak dilem, melainkan dijahit, karena tidak akan ditempelkan langsung di kotaknya, melainkan bisa dilepas. Jika tidak punya mesin jahit, bisa menggunakan jahit tangan. 




Nah, sekarang kotak cantiknya sudah jadi. Kotak seperti ini bisa diletakkan di kamar untuk menyimpan benda-benda memorabilia yang paling mengesankan dari orang-orang tersayang. Kotak cantik ini bisa juga digunakan untuk merapikan peralatan kecantikan agar lebih semangat lagi berdandan. Bisa juga untuk membuat parcel berisi coklat, seserahan atau lainnya.




Sedangkan saya menggunakan 4 buah kotak cantik ini untuk merapikan peralatan jahit yang sampai sekerang belum mendapatkan tempat seperti yang saya inginkan. Saya sih pengin tempat tertutup, bisa lemari atau laci-laci untuk menyimpan peralatan jahit saya agar tidak berdebu. Saya kurang menyukai rak atau kotak terbuka karena harus kerja keras membersihkannya dari debu secara rutin. Tapi sementara waktu pakai kotak cantik ini dulu aja, biar semangat belajar menjahitnya.


14 comments:

  1. Aih kotaknya nampak romantis. Sukaa :*

    ReplyDelete
  2. mbak lusi, aq jadi pengen buat juga dengan kotak sepatu bekas yang pas lebaran kemarin ada beberapa dirumah, sengaja masih aq simpan. oiya mbak lem putih itu ada merk-nya gak ?

    mohon maaf lahir bathin mbak lusi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merk apa aja bisa mbak. Saya pakai fox karena mudah nemunya di pasaran :)

      Delete
  3. jadi terinpsirasi nih...tinggal nyari kainnya yg lucu kotaknya udah ada

    ReplyDelete
  4. Kreatif deh mbak, syukak banget sama motif shabby chic :D

    ReplyDelete
  5. Duuh kain gini aku banyak dulu pas msh di acehm. Trus pas pindah dikasih ke mana2 :D. Pdhl lucu jg kalo dibikin gini.. Kmrn sih mikirnya krn menuhin tempat mba :D. Nyesel skr

    ReplyDelete
  6. Inspiratif mbak, kotaknya makin cantik setelah dicover pakai renda putih

    ReplyDelete
  7. Kreatip banget, aku mah apa adanya aja kotak jadi wadah, atau kadang langsung diloakkin hihihi

    ReplyDelete
  8. Aaakkk... Sayangnya, vitragenya digunting-gunting.. 😱

    ReplyDelete
  9. wah, kotaknya cantik banget mbak :)

    box bekas bisa berubah jadi mewah ditangan yang tepat :)

    ReplyDelete
  10. iyaaa jadi cantik bangeeet mba..suka liatnya :)..mau coba aah

    ReplyDelete
  11. Telaten banget mbak! Bagus basketnya.

    ReplyDelete
  12. Kepikiran aja Mbak, dilapisi sama kain vitrage biar lebih manis. Bagus lho..

    ReplyDelete
  13. Kalo urusan permak2 gini aku kurang telaten, nggak kreatif lagi duh.
    Ini jadi cantik kotaknya.

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.