Tuesday, June 11, 2013

Shortcuts

cpo

Orang-orang selalu bilang, tidak ada jalan pintas, semua harus dimulai dari awal dan kamu harus mengusahakannya dengan tekun dari waktu ke waktu dengan kerja keras. Tapi belakangan saya berpikir, tidak semua harus seperti itu. Setiap orang punya deadline atas apa yang mereka kehendaki. Ada yang punya planning bagus, ada pula yang berkutat dengan bad plan.


Yang punya planning tentulah sudah mempersiapkan diri sedini mungkin dengan tambahan plan B, jika plan A tidak berjalan dengan semestinya. Ada pula yang sudah punya planning runtut tapi lemah dalam eksekusi sehingga banyak waktu yang terbuang percuma. Ada pula yang sudah right on track, tiba-tiba mendapat musibah ditengah jalan, membuat planning tersebut bubar. Yang benar-benar kita perlukan kemudian adalah to catch up.


Misalnya ketika dulu kita bercita-cita menjadi wartawan. Planning tidak dipersiapkan dengan baik lantaran yang ada dalam bayangan adalah pokoknya setelah kuliah segera mendapatkan pekerjaan, apapun itu, asal segera mendapatkan gaji. Bertahun-tehun kemudian, setelah secara ekonomi mapan dan mandiri, tiba-tiba keinginan menjadi wartawan itu menguat lagi. Tidak mungkin kan, bersaing dengan fresh graduate yang masih muda, segar, cekatan dan cemerlang di tahap perekrutan?


Jadi mengapa tidak menggunakan shortcuts saja? Kondisi yang sudah kehabisan banyak waktu untuk mengikuti jalur umum itu bisa kita atasi dengan jalan pintas. Kita bisa gunakan keahlian di bidang tertentu untuk menjadi koresponden bidang tersebut, kita bisa memanfaatkan networking untuk membuka peluang atau sekedar mencari informasi, kita bisa memanfaatkan komunitas untuk menempa diri, atau membuka diri terhadap berbagai kompetisi, presentasi dan sosialisasi.


Kesimpulannya, memang kita harus berusaha lebih keras tapi lebih praktis dari jalur biasa. Namun bukan berarti kita tidak menikmati proses seperti orang lain, tidak, jangan matikan rasa karena itulah esensinya manusia. Hanya saja untuk shortcuts perlu fokus dengan hal-hal utama dan segera move on jika itu tak lagi bisa membuat kita menikmati prosesnya.


Saat ini shortcuts sudah lazim karena kompetisi hidup juga semakin ketat, tidak ada yang mau berlama-lama terlena. Tapi jangan sampai karenanya kita kehilangan kesopanan dan empati. Karena tanpa itu, jalan sependek apapun tak akan mulus. Dalam keberhasilan-keberhasilan kita, selalu ada campur tangan orang lain.


1 comment:

  1. kalau mengandalkan idealis akan tertinggal ya mbak :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.