Sunday, June 16, 2013

Ujian SIM

Notes: pemenang hiburan.

“Bener  ya, Pak, enggak pakai ujian, kan?”

“Enggak Mbak, tinggal foto saja. Semua beres!”

Aphrodita menepuk-nepuk wajahnya dengan tissue, menyusutkan keringat yang menetes sambil berusaha mencegah pulasan bedaknya yang sempurna ikut meleleh. Ruang tunggu ini memang panas, tapi bukan itu yang membuatnya gerah, melainkan KTP hasil nembak di kecamatan yang digenggamnya. Bagaimana jika dipermasalahkan?

“Enggak perlu ngisi formulir juga, Mbak. Tinggal cap jari saja.”

Aphrodita menghembuskan nafas perlahan, mencoba menghilangkan kegelisahan.

“Ayo Mbak, masuk ke bilik foto.”


Aphrodita diserahterimakan oleh si calo kepada seorang briptu. Briptu itu tersenyum genit. Perempuan putih, mulus, tinggi, langsing dan sexy ini tersenyum sayu pada si briptu. Sebuah undangankah? Sang briptu terlonjak oleh gejolak. Mendorong aba-aba tak lagi dari singgasananya didepan komputer pengendali foto, melainkan harus secara manual. Skin to skin.

“Apa kabar, Her?”

Wibawa sang briptu teraduk-aduk oleh desah sapaan yang pasti dipenggal dari tanda nama didadanya. Sang briptu menyibakkan rambut burgundy Aphrodita yang menjuntai ke wajah dengan lembut.

“Thank you, Her.”

Sang briptu merasa mendapatkan sejuta langkah maju. Setiap hari kantornya berurusan dengan perempuan-perempuan cantik yang tak punya batas diri, hasil kerja keras patroli malam. Tapi yang dihadapannya ini lain. Penampilannya elegan dan tidak terucap sumpah serapah cabul. Sang briptu menjawil tipis dagu Aphrodita untuk mengetes reaksi. Senyum Aphrodita melebar. Ada jingkrak-jingkrak meriah di dalam dada dan perut sang briptu.

“Rumahmu di jalan Pasundan? Boleh aku main kesana?”

“Hahahaaa.... Tentu saja, Her.”

“Sebelah mananya bengkel Abadi?”

Aphrodita terlihat bingung.

“Kamu tidak mengenaliku? Kamu kan pernah main ke rumahku.”

Sang briptu menatap wajah Aprodhita. Ada kilasan wajah seseorang. Tapi....

“Aku dulu memang jelek, jerawatan dan gendut. Kamu sering mengolok-olokku, bahkan ngerjai aku sampai aku bolos dua hari karena malu. Jakarta dan uang sudah mengubahku. “

“Tapi....”

“Ya, termasuk mengubah KTP-ku. Satriyo Prakoso menjadi Aphrodita Wilhelmina.”

Cerita fiksi ini ikutkan di Kinzihana's GA. Semoga giveawaynya sukses! :D

13 comments:

  1. wakakakakakk #ngakakpagipagi
    seru makk ^^

    ReplyDelete
  2. Whakakaka kerennn wuihhhh si emak satu nih makin hebat euy fiksinya

    makasih ya Mak sudah ikutan.

    ReplyDelete
  3. OMG..!!! no comment speechless... akhir yg bikin nganga...

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah... terima kasih kalau bisa membuat teman2 tertawa heheheee.... Gak kyk briptu yg di tipi2, briptu yg ini emang apes :D

    ReplyDelete
  5. Satriyo Prakoso menjadi Aphrodita Wilhelmina dari nama laki-laki ke nama perempuan ya mbak :) idenya keren banget mbak

    ReplyDelete
  6. @Mak Lidya: semoga para briptu lebih teliti sebelum menguji SIM hehehe

    ReplyDelete
  7. wah, ga nyangka deh Mak Lusi imajinasinya hebat banget! Keren euy!
    Sukses yaaaa. :)

    ReplyDelete
  8. bhahahaha.. nggilaniii endingnya

    ReplyDelete
  9. Geneo bisa bikin FF wkwkwkwkwk :lol:

    ReplyDelete
  10. @Mak Alaika: terima kasih heheehee
    @Mak Noorma: ancene
    @Milo: :D

    ReplyDelete
  11. @Mak Lisa: heheheee
    @Mak Carra: yaaah kolo2 :D

    ReplyDelete
  12. udah, maak.. ikutan MFF ajah! *tarik2 tangan mak lusi*

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.