[WAHM] Jual Apa di Toko Kelontong Online?

Monday, March 16, 2015

Jual Apa di Toko Kelontong ini adalah kelanjutan tulisan iseng saya tentang Ngepoin Toko Kelontong dan Grosiran Online. Meskipun sudah menyatakan diri pucing pala berbih memikirkannya tapi kok ya jadi muncul beberapa ide dari komentar teman-teman. Sayang kalau nggak dijabarkan. Nggak enak ya menyimpan pikiran. Toko kelontong memang ribet karena itemnya banyak dan harganya murah-murah. Marjin didapat dari volume penjualan yang tinggi. Tapi bukannya tidak mungkin. Sobat Ngemil milik mak Suci Lestarini sudah membuktikannya. Snack jadul murah meriahnya laris manis.

Sebelum menentukan jualan, mendingan memikirkan dulu (kayak mau cari mumet nih) siapa konsumennya. Begitu kata para pakar marketing. Ada beberapa yang terlintas dalam pikiran. Yang utama, mereka sudah familiar dengan gadget.
1. Para pekerja perempuan di kota-kota besar. Teman-teman saya yang perempuan dan bekerja sering curhat, weekend itu penginnya santai bersama keluarga, entah dirumah, entah diluar rumah. Yang jelas, belanja kebutuhan sehari-hari adalah pilihan terpaksa. Sudah parkirnya sulit, di kasir antri panjang. Jadinya sama ribet dan capeknya dengan hari kerja, hanya berbeda bentuk.
2. Para ibu rumah tangga yang tinggal jauh dari kota. Kemarin ada yang komen, kalau didesa mendingan ke warung aja deh. Jangan salah, sekarang banyak perumahan kelas menengah yang terletak jauh dari kota. Waktu saya ke Kembangarum saja, ternyata banyak perumahan mewah sampai jauh ke desa dekat Merapi. Jelas nggak ada warung. Selain biasanya didalam perumahan elit nggak ada warung, juga adanya satpam membuat warga perumahan dan kampung nggak gaul.
3, Para ibu atau bapak yang tinggal di pedalaman. Jangankan warung, pasar saja hanya ada di hari-hari tertentu. Kota-kota industri tambang dan perkebunan di Sumatra, Kalimantan, Natuna, Halmahera dan sebagainya, dihuni oleh penduduk dari seluruh penjuru dunia, bukan hanya Indonesia saja. Meski biasanya perusahaan menyediakan minimarket didalam kompleks, tapi isinya terbatas.
Ya begitu deh, namanya juga lagi iseng, ada aja celah. Hahahaaa.....
Jadiii....
1. Dengarkan curhat teman, begitu ada poin-poin diatas terungkap, coba tawarin, "Mau aku bantu belanja? Kirim aja daftar belanjaannya. Tapi usahakan sekali kirim dalam jumlah banyak. Selain bisa dapat diskon grosir, juga untuk menghemat biaya kirim."
2. Dekati teman-teman yang tergabung dalam komunitas-komunitas memasak atau sejenisnya di kota-kota kecil. Hobi mereka sering terhambat bahan.
3. Sediakan free delivery untuk yang tinggal satu kota dengan minimum order tertentu. Jangan sampai ya free delivery sebungkus garam seharga Rp 2.000,-.
4. Jangan terlalu melebar. Toko kelontong menjual kebutuhan sehari-hari. Tapi banyak toko kelontong yang pokoknya menjual semua yang dititipkan agen produsen. Itu jangan ditiru, kurang pusing apa? Kalaupun mendekati kelompok hobi, usahakan yang menjadi hobi mereka itu berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari. Ini supaya fokus pemasaran, branding dan inventory lebih mudah.
Nah, sudah ketahuankah kira-kira apa saja yang mau dijual di toko kelontong online? Hayuuuk tulis di komen yang sudah nemu ide barangnya. :D

You Might Also Like

24 comments

  1. Mau order ke toko kelontong maklus aj akhhh... 😄

    ReplyDelete
  2. Hmm....bayangin toko kelontong itu biasanya sedia sembako, kebutuhan mandi, cuci dan juga makanan2 ringan/snack, ada juga beberapa kosmetik hehe

    ReplyDelete
  3. Kok aku jadi inget toko kelontong lenny marlina tahun 90an ya... eh...sekarang juga masih... dia jual layaknya supermarket gitu..tapi online... eh..tapi sekarang malah jadi banyak sih yg ngikutin...macam elevania, cipika dll itu

    ReplyDelete
  4. Kalo semua supermarket provide toko kelontong online kita jd lebih hemat waktu ya. Weekend dipake buat jalan2 aja, bukan belanja :D

    ReplyDelete
  5. Garam 2000 delivery 7000 wkwkwk... mahalan ongkirnya yah mak... :D

    Aku jg lebih suka belanja online... :-D tinggal klik2... semoga ke depan makin rame dunia yg online-online :D

    ReplyDelete
  6. aku jadi konsumennya aja dulu lah untuk sementara ini hehehe

    ReplyDelete
  7. Ternyata bisa ya toko kelontong di online kan. Untungnya mepet kadang pikir2 juga mau jualan online.

    ReplyDelete
  8. Jadi inget dengan usaha kakakku dulu. Waktu itu aku masih kuliah, kakakku cowok dan masih single. Tiap bulan dia terima orderan bahan-bahan kebutuhan pokok dari kompleks2 perumahan pejabat. Dia belanja sendiri, anter sendiri, dan hasilnya lumayan banget tuh. Aku jg sering kecipratan banyak :D

    ReplyDelete
  9. toko kelontong online ini membantu ibu-ibu yang gak bisa bawa motor atau mobil sedangkan di daerah perumahannya biasanya cluster gitu gak ada yang jualan. Daripada pergi jauh2 lebih baik belanja online ya mbak

    ReplyDelete
  10. Penting banget ada, kalau barangnya, makanan siap saji.. hehe.. nggak masuk kriteria barang toko kelontong yaa..

    ReplyDelete
  11. kalo di tempat saya ada yang namanya jasa kurir untuk belanja kebutuhan sehari-hari.. tapi seringnya sih mahal di ongkir, padahal masih satu kota. jadi berpikir kalau belanjaan banyak, baru nyewa kurir dan jika sedikit pergi sendiri ke minimarket (ini yang ternyata boros).

    ReplyDelete
  12. wah tips menarik ni mak... secara di kami adanya delivery order aqua dan gas.. hihihihi...

    ReplyDelete
  13. Mak Lus ada jual whizkaz juga..wow...
    Mampir...ya mak..salam :)

    ReplyDelete
  14. boleh juga nih ya toko kelontong online...mak lusi idenya mah yahud :)

    ReplyDelete
  15. aku jadi konsumennya ajaaaa.... doyan belanja onlen :D

    ReplyDelete
  16. Wah.. Ada makanan kucing jugak :D

    ReplyDelete
  17. Belanja di toko kelontong online seru juga sepertinya, cocok nih klo suamiku pas keluar kota, secara aku nggak bisa nyetir sepeda motor ato mobil.

    ReplyDelete
  18. ayo maklus...kalau mau buka toko kelontong kabar2i heheeee... makin lengkap makin dicari ya maaak...

    ReplyDelete
  19. Toko kelontong itu nritik tapi kalau ditekuni hasilnya banyak.
    Wah, ada kelontong online ya?

    ReplyDelete
  20. Wah, idenya hebat. Bisa aja nyari celah.. :)

    ReplyDelete
  21. Memudahkan orang2 malas seperti aku2 ini sebenernya, malas kluar, di rumah duduk manis belanjaan datang :v :v

    ReplyDelete
  22. Idenya ciamik mak. Sekarang udah jamannya klik-klik, bayar, sampe yaa. Hemat waktu, tenaga juga. :D

    ReplyDelete
  23. Aku belum pernah mak belanja di toko kelontong online, hihi.. Sembako biasa beli di supermarket sekalian jalan2 soalnya :D

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.