Pengalaman Pertama Membordir Aplikasi Kain Di Sarung Bantal

Wednesday, October 11, 2017

Meski judulnya serem ya, pengalaman pertama membordir, tapi sebenarnya "cuma" buat menempelkan aplikasi kain. Biarpun begitu, lumayan bikin gemes awalnya. Setelah seharian, selesai juga satu sarung bantal Owly Cover Pillow yang saya ambil dari Crafta Project.

bordir aplikasi kain di sarung bantal


Berhubung pengalaman pertama, hasilnya sama sekali tidak rapi. Apalagi jika dilihat dari dekat, kelihatan banget jahitan yang tidak konsisten dan kadang melompat. Melihat hasilnya sih lucu juga kalau dijadikan hadiah, dengan aplikasi yang disesuaikan dengan momennya.

Crafta Project adalah ilmu yang dibagikan oleh para crafter kepada para crafter juga di buletin Craftalova. Biasanya ada sekitar 5 penyaji, yang berhubungan dengan serba kain. Cara penyajiannya termasuk jelas dengan step by step yang detil. Namun bukan berarti itu mudah untuk dilakukan. 

Saran saya bagi pemula, di tutorial apapun, pilihlah yang disukai dari pandangan pertama. Tak perlu mati-matian menaklukan satu tutorial yang tidak selesai-selesai atau salah melulu. Biasanya kalau dari pandangan pertama sudah suka, kita akan mampu menyelesaikannya dengan tenang, meskipun perlu waktu lama dan beberapa kali mendedel atau membongkar. Nanti setelah master, barulah balik lagi ke tutorial yang belum ditaklukkan tersebut. Ini akan menghemat waktu juga.

Ada 3 tas dan 1 dompet di Crafta Project Terbaru. 2 tas wanita yang disajikan enggak saya banget, jadi saya skip. Satu tas lagi sepertinya keren tapi saya tidak punya bahannya. Padahal toko yang menjual bahan tersebut cukup jauh dari rumah saya. Perlu waktu khusus untuk kesana. Dompet itu sebenarnya juga enggak saya banget tapi saya coba juga karena pikir saya, ah kecil ini. Eh, beneran, di tengah jalan saya merasa ruwet sendiri dan akhirnya pundung, nggak bisa menyelesaikannya. Karena itulah, penting sekali untuk suka dulu sebelum mencoba membuatnya, bukan semata-mata mudah atau sulit. Buktinya, tas kulit ransel yang sulit banget saja saya bisa.


Tutorial sarung bantal bergambar burung hantu ini persembahan mbak Mei dan mas Wawan. Foto mereka berdua yang ada di kiri bawah buletin itu, ya. Mbak Mei adalah founder Jogja Fabric Club (Jaric). Pasangan ini memiliki usaha bernama Azza Urban Craft. Meskipun tinggal jauh diluar kota Jogja, tapi banyak event besar yang berhasil beliau selenggarakan bersama pengurus Jaric yang lain. Beliau dan teman-teman Jaric juga rajin ikut pameran.


Dalam project ini, saya menggunakan sarung bantal dari blacu, sedangkan burung hantunya dari perca seadanya. Kalau contoh dari mbak Mei itu lucu banget karena pemilihan kain yang cermat. Jadi jelas ya bedanya mengapa punya saya compang camping? Hehehee....

Yang saya sukai dari tutorial ini adalah ada cara membuat sarung bantalnya juga, jadi tidak hanya cara menempelkan aplikasi kain saja. Meski sepertinya mudah, tinggal menangkupkan kain lalu dijahit keliling, tapi untuk menghasilkan sarung bantal yang rapi ada beberapa tips yang mbak Mei berikan.

Sedangkan untuk bentuk burung hantunya, saya pikir tinggal digambar di kain dan langsung digunting. Ternyata harus dibuat cetakannya dulu, baru kemudian di copy ke kain. Supaya tidak bergerak saat dibordir, cetakan harus direkatkan di kain. Setelah itu, barulah langkah yang menggetarkan jiwa, yaitu membordir.

Dalam tutorial tersebut, sudah diberikan tips lengkap cara membordir yang sukses. Ternyata, beda mesin jahit, beda setting juga. Ya iyalah, hahahaaa.... Akhirnya 3/4 hari saya habiskan untuk gemes dengan mesin jahit. Setelah gagal mengikuti setting berdasarkan mesin jahit mbak Mei, saya mencoba berbagai setting yang kira-kira bisa sukses. Tapi semua gagal, termasuk mengganti jarum beberapa kali. Beberapa kali pula sudah berhasil di kain perca tapi ngadat lagi di bahan sarung bantal.

Akhirnya saya berpikir, bukankah bentuknya sama saja sedang jahit zigzag hanya saja lebih rapat? Lalu saya kembali ke setting jahit overcasting yang biasa saya gunakan untuk menjahit pinggiran kain sebagai ganti obras. 

Setting bordir yang saya gunakan di mesin jahit Janome L-395-F adalah pattern A dengan pola zigzag yang ada ditengah supaya lebih rapat. Biasanya saya menggunakan pola zigzag paling besar. Ketegangannya di no 5, length di 1,5. Pressure yang diatas itu diatur yang ringan saja. Untuk jarum, saya gunakan Singer no 13. 
Sebenarnya ada jarum bawaan Janome yang pasti bisa nembus dengan baik tapi saya eman-eman. Mendingan menggunakan jarum Singer yang mudah ditemukan di pasaran dan lebih murah. Dibelain keringetan nyari selanya, sih. Hihiii....

Setelah setting pas, ternyata cepat selesai lo dan bordiran juga lebih rapi. Yang perlu dicatat, kita harus rileks waktu membordir. Pegang kainnya jangan kenceng-kenceng dan kain jangan ditarik. Biar saja jalan dan kita arahkan. Kalau ditarik, jaraknya jari renggang tak beraturan. Kalau kita berhenti tarik napas, seolah-olah intensitas bordirannya juga mengendur. Tapi kalau sabar mengikuti kecepatan mesin jahit dan lekukan polanya, bordiran bisa rapat dan rapi. Supaya nggak heboh mengikuti kecepatan mesin jahit, pijakan mesinnya juga harus pakai perasaan, jangan digas poll.

Nah, setelah tahu dasarnya seperti itu, kapan-kapan saya pengin membuat pola-pola lain yang lucu-lucu. Pola ini tidak hanya bisa diterapkan di sarung bantal, tapi juga di runner atau taplak dan hiasan-hiasan rumah yang lain. Asik, ya? Jadi semangat jahit terus. Teman-teman pengin nyoba?

You Might Also Like

16 comments

  1. Mak Lus rajin bener..aku ki sok ora telaten je..*ojo dibalang bantal yo* :)

    ReplyDelete
  2. adikku nomor 3 baru masuk jurusan tata busana di UNJ, diantara aku dan sodara2ku yg paling telaten menjahit itu si adik nomor 3, dia jago desain ilustrasi juga ... aku senengnya ngumpulin buku jahit, tapi belum pernah jahit2 kayak gini mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau punya adik bisa jahit mungkin sudah aku jajah wkwkwkwk

      Delete
  3. wah aku juga suka bikin aplikasi dari kain2 perca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Posting dong mbak, aku pengin lihat. :)

      Delete
  4. aku belajar mbordir dari SD, secara di kampungku rata2 ibu2 pada mbordir daster. sekarang udah lupa lagi...hemmm

    ReplyDelete
  5. Pas baca judulnya, sempat gagal pokus, ta kira memborbardir, jebule membordir tho.

    Ditunggu kiriman bordirnya yang lucu- lucu ya Mbak. #njur diajari mbordir

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah mau perang ya jd membordardir heheee

      Delete
  6. Mak Lus salut aku telaten pisan euy, aku nek lihat tutorial itu mumet, pgnnya belajar langsung

    ReplyDelete
    Replies
    1. main kesini, cuma 2 pengkolan kan?

      Delete
  7. Beloom pernah ngebordir, pernah diajarin bibiku yg penjahit belom mauu wktu ituh .

    Maak, makin rajin deh, aku padamuh,!

    ReplyDelete
    Replies
    1. belajar lagi, mesin jahit sekarang gampang

      Delete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.