DIY Mengganti Head Board Cover Dengan Cara Paling Mudah

Thursday, January 11, 2018

Head board itu penting bagi tempat tidur, selain untuk estetika, juga secara psikologis membuat tidur pemiliknya lebih nyaman. Artikel kali ini, saya mau memasang cover baru head board tempat tidur saya. Maaf foto-fotonya kurang jelas.



Rasanya nggak enak sekali kalau tidur tapi kepala langsung berhubungan dengan tembok, tidak ada pembatas.

Jaman dulu head board lebih banyak menggunakan kayu. Saya paling senang dengan head board kuno dari kayu jati yang ada laci-lacinya. Kami punya beberapa seperti itu berukuran single bed. Kami bisa meletakkan benda-benda pribadi disana dan buku-buku. Sebelum tidur, tinggal pilih dari reading list yang ada. Tapi yang sehari-hari kami pakai sekarang tidak ada lacinya. 

Sejak kayu lapis atau plywood digunakan karena lebih ringan dan lebih murah, head board juga mengalami penyesuaian. Apalagi ketika kayu tidak lagi digunakan sebagai material utama dengan digantikan oleh spring bed dan alas yang ditumpuk. Bentuk head board menjadi lebih sederhana dan kebanyakan menggunakan busa yang ditutup dengan bahan yang sama dengan kasurnya.

Bahan kesukaan saya adalah suede, semacam beludru tapi tekturnya lebih lembut. Ya, memang agak norak tapi bahan suede memberikan nuansa hangat di dalam kamar ber-AC. Sayang, saya tidak punya yang seperti itu dirumah. Kalau sedang menginap di hotel dan head board nya suede, saya pasti senang sekali.

Saya punya 1 set kasur springbed yang dulu beli ketika pendapatan masih sangat terbatas. Designnya norak seperti springbed murahan di hotel kelas melati. Kasur ini hanya saya pakai sebentar karena harus pindah jauh. Orangtua berbaik hati menyimpannya di gudang mereka karena tidak masuk akal jika membawa perabotan yang biaya kirimnya lebih mahal dari nilai benda tersebut.

Ketika kembali ke kota ini dan harus mengisi rumah baru, orangtua segera mengirim semua barang kami dari gudang mereka termasuk kasur tersebut. Tadinya saya merasa kurang sreg, karena sudah berangan-angan mengisi rumah baru dengan perabotan kekinian. Memang tidak bisa sekaligus karena keterbatasan dana, tapi justru karena itu saya bisa sambil merancang perabotan yang serasi dan modern.

Namun, orangtua berprinsip kalau masih ada yang lama dan tidak rusak, tidak usah beli. Mengingat beliau yang bela-belain menyimpan perabotan kami selama bertahun-tahun, ikhlas rumah beliau disesaki barang-barang murahan kami, akhirnya kami patuh. Satu hal yang selalu kami jaga adalah jangan pernah membantah orangtua. Tidak setuju boleh saja, tapi diusahakan dengan cara se persuasif mungkin. Maksud orangtua itu selalu baik, hanya beda persepsi dan selera saja. Tidak usah dibesar-besarkan.

Jadi head board butut ini harus mendapatkan solusi. Saya bisa saja meloakkannya, tinggal whatsapp (WA), pemilik usaha barang bekas yang ada di contact list saya akan langsung datang dan mengambil. Tapi kemudian saya berpikir, kalau masalahnya cuma head board, apa tidak ada penyelesaian yang lebih simple?

Lalu saya ingat kursi yang joknya sudah saya ganti agar tidak kelihatan buluk banget. Mungkinkah itu bisa menjadi solusi?

Baca: DIY Makeover Kursi Dan Jok Monochrome

Sewaktu mengganti cover jok kursi, modal saya hanya kain jok dan stapler paling besar. Memang sih, bagian belakang jok kurang rapi karena cuma dijepret-jepret, tapi kan tidak kelihatan?

Head board itu kan kokoh ya? Jadi saya berasumsi kalau kerangkanya kayu yang dibungkus kain cover kasur. Wah, apa stapler bisa menembus bidang kayu? Akhirnya saya putuskan jalan terus dengan pemikiran kalau stapler nggak bisa menembus kayu, saya akan pakai paku meski nggak kebayang juga berapa gram paku yang saya butuhkan.


Ternyata, head board ini ringan saja. Mungkin karena murah ya, jadi bahannya disesuaikan tanpa kayu solid. Saya tidak mengintip isinya sih, tapi tampaknya menggunakan rangka papan titip dan ditutup karung polyester. Karena tidak ada kayu solid, maka stapler dapat menancap dengan kuat.

Bahan cover yang saya gunakan bukan kain jok maupun kain matras, melainkan kain yang biasanya saya gunakan  untuk membuat pouch di instagram @beyouprojects, yaitu kanvas. Sedangkan alat yang saya perlukan hanya stapler ukuran paling besar dan gunting untuk menggunting sedikit diseputar kayu penyangga/

Kain ini tidak saya ukur sama sekali, melainkan langsung saya hamparkan di lantai dan saya paskan head board diatasnya. Saya bahkan tidak menggunting kelebihannya agar rapi. Toh tidak kelihatan. Yang penting, sebelum ditutup dengan cover baru, bersihkan dulu si head board tersebut. Jangan pelit stapler tapi jangan obral juga, agar kain menempel di head boar dengan baik. Jika tepi kain banyak rongga, akan mengakibatkan banyak debu dan serangga.



Nah, beginilah jadinya. Meski belum seperti tempat tidur modern, tapi setidaknya lebih bersih. Selamat bobok....

You Might Also Like

22 comments

  1. Mba lusi hebat.. headboardku juga udah mbrodholi e mba..busa. Jahitannya udah ucul. Selama ini tak diemin aja.. nggak bisa jahit aku. Paling banter jahit kancing lepas😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba ini mbak, nggak perlu dijahit, cuma distapler aja

      Delete
  2. headboard kayu dirumah aq juga masih ada mbak, dipake sama ibu bapak.. kl aq sih kurang suka kayu apalagi skrg ada anak yg msh tidur bareng, seneng yang bahan kulit biar gampang bersihin,, kalo suede aq juga suka, mewah dan klasik kalo menurut aq, tergantung warna sih.. hehehe.. headboard-nya yg sekarang jadi kekinian yah mbak gara2 motifnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, kalau anak2 bagusnya kulit, gampang dilap.

      Delete
  3. Kasurku tidak ada head boardnya, habis pindahan kayaknya rusak deh jadi nggak dipakai lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadinya kepikir mau tak buang juga itu mbak hehee

      Delete
  4. Motif kainnya cakep, matching dengan warna kain sprei-nya, kak :)

    Thanks for sharing ya!

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete
  5. Tempat tidur saya setelah menikah terbuat dari kayu yang ada sandaran diatas kepala. Ada laci panjang dengan penutup kaca dan di atasnya bisa difungsikan seperti meja gitu. Meskipun akhirnya laci itu jadi semacam gudang kecil yang segala benda tersimpan disana, termasuk guci-guci super mini suvenir pernikahan haha..

    Sekarang sudah usang dimakan usia, dan berganti dengan spring bed dengan sandaran yang sama seperti cerita mbak Lusi di atas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuuul, jadi tempat penyimpanan macem2. Hahaaa

      Delete
  6. Jadi terlihat lebih bersih, tertara juga. Bener-bener kreatif ini. Bisa dicontoh :)

    ReplyDelete
  7. Kreativ banget ih mbak lusiii, duh kapan aku bisa merenovasi head boardku ya, hhhh

    ReplyDelete
  8. paduan warna yang cocok dengan bed cover
    rapi mbak bikinnya, jadi kembali seperti baru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ntar kalau punya uang beli baru. Aamin.

      Delete
  9. Mom hebat, kreatif,,perlu ditiru nih biar disayang istri,,hehe

    ReplyDelete
  10. wah simpel juga ya, bisa gonta ganti suasana kamar tanpa nguras dompet nih~ makasih sharingnya ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan mbak. Kalau ada duit, mending beli baru. Tapi kalau cuma mau ganti suasana, mending gitu aja heheee

      Delete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.