DIY Membuat Cover Mesin Jahit Paling Mudah

Wednesday, May 16, 2018

DIY membuat cover mesin jahit ini masih merupakan kelanjutan langkah thimik-thimik saya menata sewing and craft corner dirumah. Daripada berbulan-bulan nggak ada kemajuan kan lebih baik dicicil satu per satu. Kemarin sudah menyamarkan kabel, hari ini bikin cover mesin jahit. Semoga pas Lebaran sudah rapi. Cover ini untuk digunakan di tempat. Dulu saya pernah membuat DIY tas untuk membawa mesin jahit bepergian tapi foto-foto step by step nggak ketemu. Hiks.


Sebelumnya saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Bulan Ramadhan. 
Sebagai blogger, saya tahu Ramadhan itu kadang malah banyak undangan event. Tahun lalu saya tidak mengambil undangan bukber satupun karena sedang prihatin menginginkan sesuatu untuk masa depan kami. Bagi saya, jika menginginkan sesuatu itu selain diperjuangkan dengan usaha, juga dengan menunda semua kesenangan duniawi. Kesannya terpenjara keinginan tapi begitulah, kalau belum tercapai masa ya hore-hore aja.



Ramadhan kali ini belum punya keputusan mau menerima undangan bukber atau tidak. Mungkin saya ingin melihat-lihat dulu rundown acaranya. Sedih banget lo kalau mengikuti event yang masih saja livetweet ketika maghrib. Kesannya bukber cuma tempelan agar bisa masuk trending topic. Yang sebenarnya tetap iklan sampai mati. Jadi esensi Ramadhan itu apa? Penginnya kalau ambil undangan bukber yang sebenarnya, yaitu berhenti beberapa menit sebelum maghrib untuk diisi dengan kultum, lalu menikmati bukber dan dilanjutkan sholat maghrib tanpa buru-buru.

Oke, kembali ke bukber, eh tutorial cover mesin jahit. Judul artikel ini DIY (Do It Yourself), bukan "ide" atau "tutorial". Kalau ada judul artikel saya gunakan "ide" berarti itu hasil kreasi atau pemikiran saya sendiri, meski tetap ada kemungkinan mirip dengan yang lainnya. Karena apa yang terpikir di otak manusia itu juga dipengaruhi oleh kilasan-kilasan ingatan terhadap sesuatu yang pernah dilihat atau didengarnya. Meski begitu, dijamin bukan hasil copas dan jiplakan. Kalau judul ada judul artikel saya menggunakan "tutorial" dan "DIY" berarti itu saya berusaha merekonstruksi pattern atau tutorial orang lain tapi tetap ada beberapa modifikasi karena dalam craft pun cara orang mengerjakan sesuatu bakal berbeda meski teori sama. Tentu saja saya tidak menggunakan foto orang orang tersebut, pasti saya membuat sendiri. Untuk tutorial yang saya ambil dari satu sumber, akan saya sebutkan sumbernya. Tapi jika hasil modifikasi atau penggabungan beberapa tutorial, maka saya hanya menyebutkan bahwa itu bukan murni ide saya dan sudah banyak dikerjakan orang lain.

Beda tutorial dan DIY di blog beyourselfwoman adalah langkah-langkah DIY tidak selengkap tutorial. Sebenarnya kemarin saya merekam menggunakan mirrorless. Eladalah pas dibuka kok yang video nggak ada semua? Mungkin saya terbalik pencetnya. Yang harusnya pencet record, tapi sebenarnya off. Entahlah. Pengalaman merekam sendiri. Lain kali harus tes kamera dulu sampai benar-benar yakin terekam dengan baik. Ya sudah, gagal lagi nambah video youtube-nya. Syedih.

Jadi ini kapan dimulai? Hahahaaa yuk lah kita mulai DIY membuat cover mesin jahit paling mudah, sudah kepanjangan curhatnya.


Sebelumnya, saya menggunakan taplak jadul untuk menutup mesin jahit agar terhindar dari debu. Fotonya ada dibawah ini, taraaa....


Tutup taplak itu terlihat berantakan dan terkesan asal taruh saja. Itulah yang akan saya rapikan.

Jadi yang kita butuhkan adalah selembar kain tebal. Saya menggunakan kain kanvas. Kalau punya kain tipis, dilapisi saja dengan bus dan kain inner. Banyak tutorial beredar di internet tapi saya membuat yang mudah saja karena saya tidak perlu saku-sakunya dan saya punya kain yang cukup lebar. 

Pattern saya ini adalah untuk Janome L395F. Untuk mesin jahit lain, ukur sendiri saja. Gampang banget sih untuk yang sudah bisa menjahit. Mengukurnya seperti dibawah ini. Jangan lupa memasukkan knop dan tonjolan-tonjolan tiang benang.


Nah, kita sudah mendapatkan ukuran: 
panjang = 42 cm
lebar = 21 cm
tinggi = 25 cm.

Ukuran tersebut kita transfer ke sketsa seperti dibawah ini. Skala 1:5. Saya selalu menggunakan sketsa dengan skala sebagai alat bantu daripada dibayangkan saja bentuknya. Jika ada pesanan dalam jumlah banyak, barulah menggunting pola ukuran asli.


Nanti akan ada 1 lembar kain lebar untuk badan dan 2 lembar kain untuk penutup kiri kanannya. Ada pola yang bagian sampinya cukup menggunakan pita tapi saya kurang suka karena tetap saja debu bisa masuk akibat tidak tertutup secara keseluruhan. 

Perhatikan motif kain ya. Kebetulan saya menggunakan motif kain yang vertikal, jadi ketika membuat pola, saya pastikan motifnya berdiri.

Untuk lembar kain yang lebar, terdiri dari panjang mesin jahit (42 cm) dan gabungan 2x tinggi + 1x lebar mesin jahit (71 cm). 

Untuk 2 lembar kain samping, masing-masing terdiri dari lebar x tinggi mesin jahit, yaitu 21 x 25 cm.

Sampai disini saya tidak punya foto untuk tutorial step by step yang rencananya mau saya ambil dari screen shoot video. Tapi prinsipnya:
  1. Sambung dan yang ukuran 21 cm dengan 21 cm, yang ukuran 25 cm dengan 25 cm dengan posisi kain yang buruk di luar.
  2. Obras atau semi obras atau jahit zig zag sisa kain yang disambung tapi agar tidak mudah terurai. Apalagi kain kanvas seratnya besar-besar mudah brodol.
  3. Kelim bagian bawahnya biar rapi. 
  4. Balik! Jadi, deh!
Nah sekarang meja mesin jahit bisa lebih rapi. Kabel-kabel juga bisa disembunyikan didalamnya. Semoga bermanfaat. Kalau teman-teman membuat karya sejenis, jangan lupa colek saya, ya. Boleh juga tag di IG @beyourselfwoman. Yuk, semangat berkreasi.


You Might Also Like

10 comments

  1. Membaca ini, saya jadi kepikiran ingin membuat cover juga untuk printer saya yg selama ini cuma tertutup cover plastik jelek....tapi saya gak punya mesin jahit huhuuu gimana cara menyambung2 kainnya😭

    ReplyDelete
  2. Kalau saya dulu masih menggunakan kain taplak asal taruh saja. Dan kini kalau beli mesin baru sudah dikasih bonus tutup atau covernya yang terbuat dari bahan semi kulit.
    livetweet, kadang saya dibuatnya jenggak atau terganggu, terlalu memuja produk atau event. Tidik ada kejujuran. Kalau saya jika bulan ramadhan mengurangi kegiatan, demi focus puasanya.

    ReplyDelete
  3. Aku bayangin rumah mb lusi pasti rapii...dan kelihatan banget sentuhan perempuan di dalamnya...

    ReplyDelete
  4. Selain rapi, mesin jahit tampil lebih keren ya...

    ReplyDelete
  5. Apik banget mbak, saya pengen banget bisa njahit, almarhum simbah saya seorang penjahit, masak anak cucunya ga ada yang bisa njahit...

    ReplyDelete
  6. Saya nutupin mesin jahit masih pakai kain apa saja. memang terlihat berantakan sih. ntar bikin ini aaaah.

    ReplyDelete
  7. Haha... Mesin jahit ibu sama nenekku pakai taplak. Iys banget ya nggak rapi dan nggak shabby chic krn taplak nya batik wkwkwkwk. Thanks inspirasinyaaaa maklus, nanti kutunjukin ibuku kalau pulang

    ReplyDelete
  8. Trus sekarang lagi nyari mesin jahit mamaku yang di rumah disimpan dimana ya, hahahah :D
    Dulu sih cuma ditutupin taplak meja aja :D

    ReplyDelete
  9. asli cantik banget kayak punya bule bule mba,,,ehehhe...

    ReplyDelete
  10. kalau mba Lusi yang buat kok kayaknya gampaaang aja hehe

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.