Monday, May 13, 2019

Belajar Food Content Sambil Menikmati Kopi Dari Barista Bertaraf Nasional Di Gudang Kopi Yogyakarta

Photo dan coffee kok jadi Photocoffee? Apa hubungan foto dan kopi kok malah membayangkan mesin fotokopi daripada grinder? Itulah yang terjadi di Gudang Kopi Yogyakarta. Bagaimana ceritanya sih?

gudang kopi indonesia yogyakarta
Coffee bar

Ceritanya ada workshop tentang cara menjadi food blogger sukses dengan narsum mas Andre, pemilik akun @makankeliling di instagram dan youtube. Kesempatan ini tak kami sia-siakan karena kami sedang memulai blog baru yaitu www.chordfood.com. Blog tersebut fokus tentang makanan dengan tambahan sejarah, budaya, kandungan gizi, usaha dan sebagainya. Kami ingin belajar cara mempopulerkan blog beserta akun media sosial chordfood dengan cara yang kreatif tapi tetap baik, yaitu tidak menggunakan cara kontroversial atau membeli followers. Workshop ini bertempat di Gudang Kopi, Jl. Gejayan no. 6-8 Demangan, Yogyakarta.

GUDANG KOPI INDONESIA


gudang kopi jogja
Pintu masuk Gudang Kopi

Sebenarnya saya sudah sering lewat daerah ini, terutama kalau mau ke Amplaz. Tapi saya tidak pernah memperhatikan kalau tepat di belokan ke kiri jalan terus di ujung selatan Jl. Gejayan ada cafe. Begitu mendapatkan informasi tentang venue workshop ini, terus terang saya sedik panik membayangkan kondisi belokan yang selalu padat itu. Banyak pengemudi curang yang memenuhi jalur ke kiri jalan terus itu padahal mau belok kanan sehingga mengakibatkan macet yang tidak perlu. Saya membayangkan harus parkir mobil di trotoar karena sempitnya bahu jalan disana. Tapi karena tekad untuk belajar sangat besar, saya bismillah saja berangkat ke Gudang Kopi atau disingkat Gudkop.

gudkop jogja
Ruangan non AC

Ternyata sampai disana, kepanikan saya sama sekali tidak beralasan. Karena tidak pernah memperhatikan sekitar tiap kali lewat sana, saya tidak tahu kalau depan Gudkop sudah dirapikan dan sangat mudah untuk parkir. Halaman depan Gudang Kopi dan Gudang Digital menyatu dan luas karena satu pemilik. 

Namun demi kenyamanan bersama, tukang parkir mengosongkan halaman depan Gudang Kopi khusus untuk pengunjungnya. 

snack bar gud kop
Snack bar Gudang Kopi

Dari halaman parkir, kita langsung naik tangga ke cafe. Karena posisinya diatas, maka Gudkop terbebas dari hiruk pikuk pengkolan yang terkenal padat itu. Gudkop mempersembahkan suasana yang cozy, seperti terputus dengan dunia di luarnya. 

Gudkop terbagi menjadi 3 ruangan, yaitu ruangan AC yang menyatu dengan barista, ruangan non AC buat yang mau merokok dan ruang AC lain yang cocok untuk workshop atau acara khusus komunitas. 

gudang kopi
Kiri: mas Hary, pemilik Gudang Kopi. Kanan: mas Echa, pengelola Gudang Kopi.

Mas Hary
sebagai pemilik Gudkop memang menyambut baik semua komunitas yang ingin mengadakan event disini. Khusus untuk pecinta fotografi, dinding Gudkop disediakan untuk memamerkan karya-karya fotografi.

Mas Hary bercerita jika pertama kali datang ke Jogja tanpa teman, bahkan sempat tidak berhasil di usaha terdahulu. Namun dengan konsep baru dan kemauan berteman yang tinggi, mas Hary membuka Gudang Kopi. Niat awalnya sederhana, yaitu membangun tempat berkumpul bagi komunitas fotografi yang dekat dengan keseharian beliau. Niat tersebut dikembangkan menjadi usaha yang lebih besar, yaitu cafe yang bisa digunakan untuk komunitas apa saja. Pertemanan yang dibangun mas Hary kini sudah sangat luas. Selain sering menyapa teman-teman blogger, sahabat saya di komunitas kerajinan juga mengenal beliau.


your photo coffee begins here
Ice Coffee Papandayan

Sebagai sebuah cafe, kebanggaan utama Gudkop tentusaja terletak pada kopinya. Ada 3 jenis es kopi yang diperkenalkan mas Echa, pengelola Gudkop, pada kami, yaitu Photocoffee, Papandayan dan Arjuna. Nah, jadi Photocoffee adalah nama kopi khas Gudkop ya. Photo terinspirasi dari Gudang Digital dan komunitas fotografi sebagai cikal bakal ide cafe ini. Semuanya menggunakan 100% kopi arabika. Saya menghabiskan satu porsi Ice Coffee Papandayan yang diramu dari papandayan sirup, creamer, milk dan single shot. Rasanya unik, seperti ada citarasa dawet. Harganya murah saja untuk ukuran cafe bagus yaitu Rp 20.000,-.

Saya berani memberikan rekomendasi cafe bagus untuk Gudang Kopi karena baristanya atas nama Arief Rachman meraih posisi ke-6 di Indonesia Barista Championship atau IBC 2019 dalam gelaran kompetisi perkopian tingkat nasional yang bernama Indonesia Coffee Events atau ICE 2019.

menu gudang kopi jogja
Ayam Kari Kuning

Kami juga diperkenalkan dengan berbagai menu makanan berat, antara lain Nasi Cumi Hitam, Ayam Kecombrang, Nasi Goreng Gudkop, Omurice dan Aglio Balado. Siapa sangka, cafe yang biasanya didominasi dengan kopi dan makanan ringan, juga memiliki menu makanan berat termasuk nasi. Karena saya belum pulih benar dari sakit, maka saya ambil menu yang ramah di perut alias tidak pedas dan tidak gorengan, yaitu Ayam Kari Kuning. Ayam Kari Kuning terdiri dari nasi, ayam panggang, kuah kuning, acar dan kerupuk. Untuk porsi yang mengenyangkan ini hanya dihargai Rp 35.000,-.

Yang spesial dari Gudang Kopi lainnya adalah buka jam 07.00 pagi.

Kebanyakan cafe di Jogja buka siang jam 11.00 atau malah sore jam 17.00. Tapi di Gudkop kita bisa datang pagi-pagi untuk sarapan. Ada berbagai makanan kecil seperti cake, croissant dan sebagainya. Kalau saya sudah pasti memilih croissant kesukaan saya. Jika ada yang perlu didiskusikan dengan teman atau kolega dahulu sebelum memulai aktivitas seharian itu, bisa janjian disini. Saya sendiri sebelumnya beberapa kali janjian dengan ibu-ibu ngumpul di pagi hari karena jadwalnya memudahkan, yaitu setelah mengantar anak-anak sekolah. Daripada pulang dulu terus keasikan sibuk mengurus rumah, mendingan ketemu pagi hari. Masalahnya agak sulit menemukan tempat yang santai untuk ngobrol di pagi hari. Yang kebanyakan ada berupa restoran yang ramai dan serba cepat, seperti warung soto atau restoran cepat saji. Nah, sekarang sudah ada Gudkop.

croissant gudkop
Croissant

Buat adik-adik mahasiswa yang mau nugas disini seharian tidak masalah karena ada musholla di lantai atas. Tidak ada alasan lagi buat anak gaul meninggalkan sholat.

Lebih jauh tentang Gudang Kopi bisa dilihat di www.gudangkopi.co.id . Jika ingin melihat update lebih cepat, follow saja akun instagram @gudangkopi.id.

Baca juga: Resep Olahan Nanas

@MAKANKELILING


Bagi followers @makankeliling, pasti sudah hapal dengan wajah ganteng mas Andre. Nah, Jumat lalu saya ketemu sendiri dengan orangnya. Tak beda dengan di instagram dan youtube, aslinya mas Andre memang ganteng, lucu dan tentu saja banyak ilmu tentang food blogger dan vlogger. 

andre christian
mas Andre

Mengawali karir sebagai programmer dan sempat menjadi eksportir, dunia digital sudah melekat dalam diri mas Andre sejak lama. Namun, pada akhirnya mas Andre memilih aktif di media sosial. Sejujurnya, sayang juga orang semeriah mas Andre duduk terus di belakang meja sebagai programmer. Menjadi food influencer sudah paling cocok buat beliau.

Awal mula terjun sebagai instagrammer sama saja kok seperti kita. Dimulai dari foto berbagai makanan dan mereview makanan yang dibelinya sendiri alias gratisan. Pada masa itu belum banyak akun seleb dengan puluhan ribu followers seperti sekarang. Tapi melihat kesuksesan beberapa food instagrammer Jogja, mas Andre makin yakin dengan usahanya. 



Ada satu hal yang pantang dilakukan mas Andre, yaitu membeli followers. Hayo nih, saya tahu lo ciri-ciri akun teman-teman yang beli followers. Jangan diteruskan, ya. Itu sama saja membohongi publik. Enggak berkah.

Dengan rajin posting rutin sehari 3 kali seperti minum obat, mas Andre bisa menemukan pola postingan seperti apa yang disukai followersnya. Misalnya, jika sedang tren posting bakso, mas Andre justru tak akan posting bakso. Kalaupun posting bakso, maka baksonya harus fenomenal dan belum diposting akun lain. Dengan kata lain, jangan sama dengan postingan akun-akun lain.

Sukses mas Andre juga didukung oleh kenekadan dan wajah gantengnya. Mas Andre berkesimpulan bahwa makanan itu harus diekspresikan agar benar-benar terpancar kelezatannya. Maka, mulailah beliau membuang rasa malu dan nekad merekam wajahnya sendiri memakan hidangan yang akan direview. Mas Andre berusaha maksimal dalam merekam video sehingga tak perlu kerja terlalu berat ketika mengedit.

menu gudang kopi
Menu-menu Gudang Kopi siap direview dengan tips mas Andre.

Keberanian dan keyakinan mas Andre segera membuahkan hasil dengan tumbuhnya jumlah followers yang signifikan. Mas Andre mulai menawarkan diri untuk review berbayar ketika followersnya mencapai 10.000. Nah, teman-teman yang suka curhat baper di media sosial karena tidak terpilih job review karena followers cuma 1.000, hayo instropeksi diri dong, berjuang lebih keras lagi. Malu dong sama mas Andre. 

Sekarang follower @makankeliling sudah 133.000!

Mas Andre menyebut "mental" beberapa kali dalam slide-nya. Terbukti kesiapan mental itulah yang mampu mendongkrak jumlah followers. Mental disini tidak hanya tentang berani atau tidaknya mengunggah wajah sendiri di medsos, tapi yang utama adalah kesiapan mental ketika komat-kamit sendiri memberi narasi video di tempat umum. Teman-teman juga harus siap mental jika ditolak untuk merekam. Dari cerita mas Andre sih, justru ketika di lapangan malah ditunjukkan tempat-tempat lain yang lebih menarik oleh orang-orang disekitarnya. Makanya, jangan lupa minta ijin dan berperilaku sopan selama merekam, niscaya para penonton proses perekaman itu malah banyak membantu.

hangout jogja
Betah nongkrong di Gudang Kopi, ngobrol tentang food influencer.

Selain itu, kita juga wajib melengkapi diri dengan peralatan yang memadai seperti kamera, mikrofon, tripod dan sebagai. Perlengkapan tersebut ada semua di Gudang Digital dan murah. Ya masa foto burem semua dari ponsel setting auto dalam ruang kurang cahaya mengharap followers 100K?

Saya tahu, banyak teman-teman blogger yang punya akun kedua atau ketiga yang khusus tentang makanan. Bagaimanapun, tema makanan itu memang sangat menarik karena selalu dibutuhkan dan bahan konten juga bertaburan. Tapi tak semua bisa menjadi food blogger, food influencer, food reviewer atau food photographer yang sukses. Coba deh, ikuti kiat dari mas Andre diatas. Semoga berhasil!


8 comments:

  1. Penasaran sama ide mba Lus yang mau merambah ke dunia makanan. Soalnya yang craftingnya aja udah kece.

    ReplyDelete
  2. untung aku ke sini pas malem, auto lapar kalau lihat postingan kayak gini, mak. Ikut mencatat ilmu dari mas Andre. makasih mak

    ReplyDelete
  3. Seru ya mba pembahasannya, inspiratif pisan euy Mas Andre..

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.