Menstabilkan Tanah di Halaman Dengan Rumput

Rumput bisa digunakan untuk menstabilkan tanah dari gerusan atau air.

Rumput di halaman
Rumput setelah 3 minggu ditanam.

Oleh petani, rumput dianggap gulma atau tanaman pengganggu. Tapi ada beberapa jenis rumput yang berfungsi untuk menutup tanah di halaman supaya kelihatan hijau dan segar. Rumput jenis ini banyak dijual di depot tanaman. Tinggal pilih saja sesuai dengan selera. Sebagai catatan, saya tidak percaya rumput tetangga lebih hijau karena halaman tetangga saya sudah disemen semua. Wkwkwkkk

Di musim hujan yang seperti tak berujung di tempat saya tinggal ini, tanah terbuka seperti habis tergerus atau hanyut oleh air. Selain mengotori area lain yang terkena percikan tanah, sayang sekali jika lapisan atasnya hilang terbawa air.

Menutup tanah dengan rumput sebenarnya bukan hobi saya. Saya lebih suka memenuhinya dengan berbagai tanaman buah-buahan atau bunga. Tapi musim hujan kurang menyenangkan untuk dipakai bercocok tanam (halah) karena tanahnya jadi becek dan banyak cacing. Memang menurut kebanyakan orang, menanam di musim penghujan itu diuntungkan oleh hawa yang kondusif untuk tanaman. Tapi saya keukeuh lebih suka menanam di musim yang tidak terlalu basah.

Akhirnya saya putuskan untuk menutup dengan rumput sementara waktu. Dengan halaman yang lumayan mungil, tidak butuh terlalu banyak rumput. Setelah googling tentang berbagai macam rumput, saya pilih rumput gajah mini. Gajah kok mini? Hihiii....

Rumput di halaman
Rumput sehari setelah ditanam.

Harga per meter persegi rumput gajah mini Rp 25.000,- . Tapi jangan membeli persis seperti luas tanahnya, mihil dong. 

Beli saja sesuai budget, lalu disebar. Misalnya, saya beli 15 m2 seharga Rp 375.000 ,- lalu saya sebar di depan 2 lokasi dan samping. Pokoknya, gimana caranya segitu harus cukup. Hehehee.... Oya, itu sudah termasuk pupuknya lo.

Cara tanamnya, tanah digemburkan dulu dengan pacul atau sekop, lalu taburi dengan pupuk. Ini pupuk kandang ya. Sama juga bohong kalau hobi bertanam tapi nggak suka pegang-pegang pupuk kandang heuheuheu. Eiya, jangan pegang pupuk langsung, bisa tetanus, pakai sarung tangan atau diskup kapai cetok. 

Karena area saya ada 3, jadi rumput saya bagi 3 dulu untuk masing-masing area. Setelah itu, baru saya ratakan di tiap area. Jangan khawatir nggak rapi berjejer seperti tentara. Nanti kalau sudah tumbuh sehat akan merapat. Nah, kalau teman-teman bagaimana caranya supaya lapisan tanah terlindungi dari hujan?

7 comments for "Menstabilkan Tanah di Halaman Dengan Rumput"

Admin April 21, 2015 at 9:38 AM Delete Comment
Ruput gajah mini tuh ntar kl udah nutup tanah semua, keliatan bagus jg koq, Mah. Motongnya juga gak terlalu repot. Jadi inget dulu waktu aku kecil, seneng banget babatin rumput gajah mini pake clurit wkwkwkwk
bunda asraf April 21, 2015 at 12:22 PM Delete Comment
syngnya halaman rumah sudah penuh dgn beton dan aspal.. jadi mau tanam2 pun sulit kecuali di pot doang!
Lyliana Thia April 21, 2015 at 3:48 PM Delete Comment
Di rumah saya juga nggak ada rumput mak.. ahahahaa.. dikitt... tapi banyakan krikil...

Mama yg hobi berkebun lebih suka tanam2an bunga :D
Lidya Fitrian April 22, 2015 at 4:00 PM Delete Comment
butuh waktu ya mbak supaya bisa terlihat rapi, kalau mau uru-buru di games adanya hehehe. Mbak Lusy rajib banget ya serba bisa
HM Zwan April 22, 2015 at 7:33 PM Delete Comment
gajah kok mini hahahahaha...
kalau aku dulu semua gratis mak,kebetulan di kantor suami banyak rumput gajah di taman belakang, jadi seminggu sekali pasti bawa,kalau libur baru deh kita nguprek taman depan rumah hehehe
Dwi Puspita April 24, 2015 at 3:36 AM Delete Comment
jadi cantik ya mak Lus, aku kapan hari beli permeter perseginya 20ribu tapi lupa yg mau nanem dan tetep tersimpan di karung akhirnya rumputnya mati...hiks
Kanianingsih April 24, 2015 at 6:42 AM Delete Comment
enak mak kalo halaman ada tanahnya, bisa bertanam dong. kalo saya udah disemen semua :(