Tuesday, May 21, 2019

4 Cara Murah Mendekorasi Interior Rumah

Tuesday, May 21, 2019 1 Comments
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pemasaran jual rumah atau sewa rumah yang sedang kita pasarkan ke calon konsumen adalah dengan membuat hunian tersebut menjadi menarik. Jika biasanya cukup dengan membersihkan area-area dan menata furnitur yang ada, alangkah baiknya hunian milik kita didekorasi ulang menjadi ruang dengan nuansa yang baru.

interior rumah
Photo by Terje Sollie

Berbicara tentang nuansa baru pada ruangan, pasti kita akan berpikir untuk mengeluarkan sejumlah budget besar untuk membuatnya menjadi lebih menarik dari sebelumnya. Dibanding harus pusing memikirkan budget besar, sebenarnya ada beberapa cara minim budget untuk membuat udara baru pada interior sebelum kita membawa aktivitas jual rumah atau sewa ke dalam pasar jual beli sewa properti.

Dilansir dari Freshome.com, terdapat empat cara murah untuk mendekorasi interior kita menjadi lebih menarik.

Mengatur Ulang Tata Letak Elemen pada Ruangan


Cara ini mungkin terlihat sederhana dan mudah dilakukan, namun pada pengaplikasiannya kita harus memutar otak untuk mengkurasikan furnitur-furnitur yang kita miliki untuk sebuah ruang yang berbeda. Kita dapat memulainya perlahan-lahan yakni mengubah satu ruang pada satu waktu, bisa harian atau mingguan.

Kunci untuk membuat penataan ruang ini adalah berpikiran terbuka dan out of the box. Mungkin awalnya tata letak baru furnitur dan aksesoris yang ada bisa terasa sangat aneh dan tidak pada tempatnya serta ada indikasi kita tergoda untuk segera mengatur tata letak kita kembali seperti semula.

Untuk menangani perasaan seperti ini, sekiranya kita harus bersabar dan beradaptasi dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: DIY Membuat Boxy Cushion Cover Jok Bangku Panjang

Menghilangkan Kesan Berantakan


Kesan berantakan tentu lahir dari keberadaan barang-barang yang dianggap tidak diperlukan atau barang rusak. Barang-barang tersebut dapat dikatakan sangat sensitif hingga membawa energi negatif pada ruang kita. Hal tersebut tentu akan menjadi nilai minus saat konsumen yang tertarik harga jual rumah kita datang untuk menyurvei keadaan unit tersebut.

Untuk melakukan ini, caranya dengan berkeliling ruangan dan mengambil barang-barang yang kita pikir mungkin dianggap berantakan satu per satu. Tanyakan pada diri kita, apa fungsi dari barang-barang tersebut. Jika tidak ada fungsinya, silahkan singkirkan secepat mungkin.

rak
Photo by Carlos Diaz


Tata Gaya Permukaan


Salah satu trik yang digunakan oleh para desainer interior untuk menyegarkan tampilan ruangan adalah dengan memastikan barang-barang tertata pada tempatnya. Ada sebuah trik dalam ilmu desain interior yang bernama groupings. Groupings didefinisikan sebagai metode dimana desainer akan melakukan pengelompokkan barang dalam satu tempat baik untuk meningkatkan visualisasi yang terbaik. Biasanya, hal tersebut berkaitan dengan pengelompokan berdasarkan jumlah barang. Secara visual, pengelompokkan barang bernomor ganjil akan menciptakan visualisasi yang lebih baik dibanding pengelompokkan barang-barang berjumlah genap.

Baca juga: DIY Makeover Meja Makan Mudah Dengan Cat

Ganti Aksesoris Rumah


Memajang aksesoris ke dalam sebuah ruangan hakikatnya harus mempermanis kesan pada ruangan tersebut. Jika tidak, ada baiknya dapat segera kita singkirkan. Mungkin sedikit merugikan ketika harus memilah dan menyingkirkan beragam aksesoris yang kalian telah miliki.

Namun tidak usah berkecil hati, beberapa aksesoris yang tidak terpakai tersebut, dapat kita kolaborasikan secara khusus untuk ruangan-ruangan yang lain. Dari aksesoris-aksesoris tersebut, kita bisa membuat sebuah spot berfoto yang dimana dapat menjadi daya tarik konsumen terhadap unit jual rumah yang kita pasarkan.


Monday, May 13, 2019

Belajar Food Content Sambil Menikmati Kopi Dari Barista Bertaraf Nasional Di Gudang Kopi Yogyakarta

Monday, May 13, 2019 5 Comments
Photo dan coffee kok jadi Photocoffee? Apa hubungan foto dan kopi kok malah membayangkan mesin fotokopi daripada grinder? Itulah yang terjadi di Gudang Kopi Yogyakarta. Bagaimana ceritanya sih?

gudang kopi indonesia yogyakarta
Coffee bar

Ceritanya ada workshop tentang cara menjadi food blogger sukses dengan narsum mas Andre, pemilik akun @makankeliling di instagram dan youtube. Kesempatan ini tak kami sia-siakan karena kami sedang memulai blog baru yaitu www.chordfood.com. Blog tersebut fokus tentang makanan dengan tambahan sejarah, budaya, kandungan gizi, usaha dan sebagainya. Kami ingin belajar cara mempopulerkan blog beserta akun media sosial chordfood dengan cara yang kreatif tapi tetap baik, yaitu tidak menggunakan cara kontroversial atau membeli followers. Workshop ini bertempat di Gudang Kopi, Jl. Gejayan no. 6-8 Demangan, Yogyakarta.

GUDANG KOPI INDONESIA


gudang kopi jogja
Pintu masuk Gudang Kopi

Sebenarnya saya sudah sering lewat daerah ini, terutama kalau mau ke Amplaz. Tapi saya tidak pernah memperhatikan kalau tepat di belokan ke kiri jalan terus di ujung selatan Jl. Gejayan ada cafe. Begitu mendapatkan informasi tentang venue workshop ini, terus terang saya sedik panik membayangkan kondisi belokan yang selalu padat itu. Banyak pengemudi curang yang memenuhi jalur ke kiri jalan terus itu padahal mau belok kanan sehingga mengakibatkan macet yang tidak perlu. Saya membayangkan harus parkir mobil di trotoar karena sempitnya bahu jalan disana. Tapi karena tekad untuk belajar sangat besar, saya bismillah saja berangkat ke Gudang Kopi atau disingkat Gudkop.

gudkop jogja
Ruangan non AC

Ternyata sampai disana, kepanikan saya sama sekali tidak beralasan. Karena tidak pernah memperhatikan sekitar tiap kali lewat sana, saya tidak tahu kalau depan Gudkop sudah dirapikan dan sangat mudah untuk parkir. Halaman depan Gudang Kopi dan Gudang Digital menyatu dan luas karena satu pemilik. 

Namun demi kenyamanan bersama, tukang parkir mengosongkan halaman depan Gudang Kopi khusus untuk pengunjungnya. 

snack bar gud kop
Snack bar Gudang Kopi

Dari halaman parkir, kita langsung naik tangga ke cafe. Karena posisinya diatas, maka Gudkop terbebas dari hiruk pikuk pengkolan yang terkenal padat itu. Gudkop mempersembahkan suasana yang cozy, seperti terputus dengan dunia di luarnya. 

Gudkop terbagi menjadi 3 ruangan, yaitu ruangan AC yang menyatu dengan barista, ruangan non AC buat yang mau merokok dan ruang AC lain yang cocok untuk workshop atau acara khusus komunitas. 

gudang kopi
Kiri: mas Hary, pemilik Gudang Kopi. Kanan: mas Echa, pengelola Gudang Kopi.

Mas Hary
sebagai pemilik Gudkop memang menyambut baik semua komunitas yang ingin mengadakan event disini. Khusus untuk pecinta fotografi, dinding Gudkop disediakan untuk memamerkan karya-karya fotografi.

Mas Hary bercerita jika pertama kali datang ke Jogja tanpa teman, bahkan sempat tidak berhasil di usaha terdahulu. Namun dengan konsep baru dan kemauan berteman yang tinggi, mas Hary membuka Gudang Kopi. Niat awalnya sederhana, yaitu membangun tempat berkumpul bagi komunitas fotografi yang dekat dengan keseharian beliau. Niat tersebut dikembangkan menjadi usaha yang lebih besar, yaitu cafe yang bisa digunakan untuk komunitas apa saja. Pertemanan yang dibangun mas Hary kini sudah sangat luas. Selain sering menyapa teman-teman blogger, sahabat saya di komunitas kerajinan juga mengenal beliau.


your photo coffee begins here
Ice Coffee Papandayan

Sebagai sebuah cafe, kebanggaan utama Gudkop tentusaja terletak pada kopinya. Ada 3 jenis es kopi yang diperkenalkan mas Echa, pengelola Gudkop, pada kami, yaitu Photocoffee, Papandayan dan Arjuna. Nah, jadi Photocoffee adalah nama kopi khas Gudkop ya. Photo terinspirasi dari Gudang Digital dan komunitas fotografi sebagai cikal bakal ide cafe ini. Semuanya menggunakan 100% kopi arabika. Saya menghabiskan satu porsi Ice Coffee Papandayan yang diramu dari papandayan sirup, creamer, milk dan single shot. Rasanya unik, seperti ada citarasa dawet. Harganya murah saja untuk ukuran cafe bagus yaitu Rp 20.000,-.

Saya berani memberikan rekomendasi cafe bagus untuk Gudang Kopi karena baristanya atas nama Arief Rachman meraih posisi ke-6 di Indonesia Barista Championship atau IBC 2019 dalam gelaran kompetisi perkopian tingkat nasional yang bernama Indonesia Coffee Events atau ICE 2019.

menu gudang kopi jogja
Ayam Kari Kuning

Kami juga diperkenalkan dengan berbagai menu makanan berat, antara lain Nasi Cumi Hitam, Ayam Kecombrang, Nasi Goreng Gudkop, Omurice dan Aglio Balado. Siapa sangka, cafe yang biasanya didominasi dengan kopi dan makanan ringan, juga memiliki menu makanan berat termasuk nasi. Karena saya belum pulih benar dari sakit, maka saya ambil menu yang ramah di perut alias tidak pedas dan tidak gorengan, yaitu Ayam Kari Kuning. Ayam Kari Kuning terdiri dari nasi, ayam panggang, kuah kuning, acar dan kerupuk. Untuk porsi yang mengenyangkan ini hanya dihargai Rp 35.000,-.

Yang spesial dari Gudang Kopi lainnya adalah buka jam 07.00 pagi.

Kebanyakan cafe di Jogja buka siang jam 11.00 atau malah sore jam 17.00. Tapi di Gudkop kita bisa datang pagi-pagi untuk sarapan. Ada berbagai makanan kecil seperti cake, croissant dan sebagainya. Kalau saya sudah pasti memilih croissant kesukaan saya. Jika ada yang perlu didiskusikan dengan teman atau kolega dahulu sebelum memulai aktivitas seharian itu, bisa janjian disini. Saya sendiri sebelumnya beberapa kali janjian dengan ibu-ibu ngumpul di pagi hari karena jadwalnya memudahkan, yaitu setelah mengantar anak-anak sekolah. Daripada pulang dulu terus keasikan sibuk mengurus rumah, mendingan ketemu pagi hari. Masalahnya agak sulit menemukan tempat yang santai untuk ngobrol di pagi hari. Yang kebanyakan ada berupa restoran yang ramai dan serba cepat, seperti warung soto atau restoran cepat saji. Nah, sekarang sudah ada Gudkop.

croissant gudkop
Croissant

Buat adik-adik mahasiswa yang mau nugas disini seharian tidak masalah karena ada musholla di lantai atas. Tidak ada alasan lagi buat anak gaul meninggalkan sholat.

Lebih jauh tentang Gudang Kopi bisa dilihat di www.gudangkopi.co.id . Jika ingin melihat update lebih cepat, follow saja akun instagram @gudangkopi.id.

Baca juga: Resep Olahan Nanas

@MAKANKELILING


Bagi followers @makankeliling, pasti sudah hapal dengan wajah ganteng mas Andre. Nah, Jumat lalu saya ketemu sendiri dengan orangnya. Tak beda dengan di instagram dan youtube, aslinya mas Andre memang ganteng, lucu dan tentu saja banyak ilmu tentang food blogger dan vlogger. 

andre christian
mas Andre

Mengawali karir sebagai programmer dan sempat menjadi eksportir, dunia digital sudah melekat dalam diri mas Andre sejak lama. Namun, pada akhirnya mas Andre memilih aktif di media sosial. Sejujurnya, sayang juga orang semeriah mas Andre duduk terus di belakang meja sebagai programmer. Menjadi food influencer sudah paling cocok buat beliau.

Awal mula terjun sebagai instagrammer sama saja kok seperti kita. Dimulai dari foto berbagai makanan dan mereview makanan yang dibelinya sendiri alias gratisan. Pada masa itu belum banyak akun seleb dengan puluhan ribu followers seperti sekarang. Tapi melihat kesuksesan beberapa food instagrammer Jogja, mas Andre makin yakin dengan usahanya. 



Ada satu hal yang pantang dilakukan mas Andre, yaitu membeli followers. Hayo nih, saya tahu lo ciri-ciri akun teman-teman yang beli followers. Jangan diteruskan, ya. Itu sama saja membohongi publik. Enggak berkah.

Dengan rajin posting rutin sehari 3 kali seperti minum obat, mas Andre bisa menemukan pola postingan seperti apa yang disukai followersnya. Misalnya, jika sedang tren posting bakso, mas Andre justru tak akan posting bakso. Kalaupun posting bakso, maka baksonya harus fenomenal dan belum diposting akun lain. Dengan kata lain, jangan sama dengan postingan akun-akun lain.

Sukses mas Andre juga didukung oleh kenekadan dan wajah gantengnya. Mas Andre berkesimpulan bahwa makanan itu harus diekspresikan agar benar-benar terpancar kelezatannya. Maka, mulailah beliau membuang rasa malu dan nekad merekam wajahnya sendiri memakan hidangan yang akan direview. Mas Andre berusaha maksimal dalam merekam video sehingga tak perlu kerja terlalu berat ketika mengedit.

menu gudang kopi
Menu-menu Gudang Kopi siap direview dengan tips mas Andre.

Keberanian dan keyakinan mas Andre segera membuahkan hasil dengan tumbuhnya jumlah followers yang signifikan. Mas Andre mulai menawarkan diri untuk review berbayar ketika followersnya mencapai 10.000. Nah, teman-teman yang suka curhat baper di media sosial karena tidak terpilih job review karena followers cuma 1.000, hayo instropeksi diri dong, berjuang lebih keras lagi. Malu dong sama mas Andre. 

Sekarang follower @makankeliling sudah 133.000!

Mas Andre menyebut "mental" beberapa kali dalam slide-nya. Terbukti kesiapan mental itulah yang mampu mendongkrak jumlah followers. Mental disini tidak hanya tentang berani atau tidaknya mengunggah wajah sendiri di medsos, tapi yang utama adalah kesiapan mental ketika komat-kamit sendiri memberi narasi video di tempat umum. Teman-teman juga harus siap mental jika ditolak untuk merekam. Dari cerita mas Andre sih, justru ketika di lapangan malah ditunjukkan tempat-tempat lain yang lebih menarik oleh orang-orang disekitarnya. Makanya, jangan lupa minta ijin dan berperilaku sopan selama merekam, niscaya para penonton proses perekaman itu malah banyak membantu.

hangout jogja
Betah nongkrong di Gudang Kopi, ngobrol tentang food influencer.

Selain itu, kita juga wajib melengkapi diri dengan peralatan yang memadai seperti kamera, mikrofon, tripod dan sebagai. Perlengkapan tersebut ada semua di Gudang Digital dan murah. Ya masa foto burem semua dari ponsel setting auto dalam ruang kurang cahaya mengharap followers 100K?

Saya tahu, banyak teman-teman blogger yang punya akun kedua atau ketiga yang khusus tentang makanan. Bagaimanapun, tema makanan itu memang sangat menarik karena selalu dibutuhkan dan bahan konten juga bertaburan. Tapi tak semua bisa menjadi food blogger, food influencer, food reviewer atau food photographer yang sukses. Coba deh, ikuti kiat dari mas Andre diatas. Semoga berhasil!


Saturday, May 11, 2019

Hobi Jadi Bisnis, Jangan Biarkan Pengeluaran Selamanya Jadi Pengeluaran

Saturday, May 11, 2019 3 Comments
Hobi itu adalah pengeluaran, sedangkan bisnis itu adalah penghasilan. Demikian yang sering terlintas dalam pikiran saya meski bisnis belum tentu sukses jadi penghasilan. Karena hobi adalah kegiatan yang sangat kita sukai, kita tak pernah menyebut uang yang kita habiskan disana sebagai pengeluaran. Hal itu sama sekali bukan masalah jika kita masih dikasih jatah oleh orangtua, dapat nafkah dari suami atau kita punya pekerjaan lain. Bagaimana jika tidak ada dukungan dari ketiganya atau ada dukungan tapi kurang?

hobi jadi bisnis


HOBI VS FREELANCE


Katakanlah umurmu 30 tahun, hobi ngeblog, serumah dengan orangtua, wifi tak pernah ikut bayar, listrik gratis, makan dimasakkan ibu dan motor pinjam bapak. Sesekali ikut event blogger dan dapat fee untuk membayar domain dan beli pulsa. Akankah masih terus bertahan dengan, "Ngeblog tu hobi kok, nggak ngoyo cari uang. Dapat sponsored post ya syukur, nggak dapat juga nggak apa-apa."

Banyak yang masih gengsi menguangkan hobinya, bahkan ketika sebenarnya hanya hobi itu yang dia punyai untuk bisa dikembangkan menjadi penghasilan. 

Suatu hari, dalam Whatsapp chat, Carolina Ratri (Carra) ngobrol sedikit tentang masa awal jadi freelancer. Tantangan menjadi freelancer adalah no clue. Saya juga begitu, mengikuti saja kemana hobi ini mengalir, bahkan sampai sekarang. Tapi Carra beda. Dia kemudian tahu bahwa dunianya adalah menulis. Maka dia tinggalkan semuanya dan hanya fokus menulis, baik dalam bentuk cetak maupun digital.

Jika mungkin masih banyak yang terjebak diantara 2 dunia itu, yaitu kalau pas dapat uang jadi freelancer, kalau pas tidak ada penghasilan dianggap hobi, sebaiknya segera memutuskan akan jadi apa. Jika tetap jadi hobi, carilah penghasilan lain untuk membiayai hobi tersebut. Jika ingin menjadi freelancer maka harus total di bidang itu termasuk dalam hal research, development, production dan marketing, apapun bidangnya.

Baca juga: Pengalaman Ikut Popup Market Pasar Santai Yogya

HOBI ATAU PASSION


Sering kan mendengar orang mengatakan, "Passionku masak."

Passion itu lebih dari hobi, atau hobi yang kebangetan gitu lah. Kalau hobi sifatnya rekreatif, maka passion itu enggak bisa enggak melakukan hobi itu.

Beberapa waktu lalu, seorang dokter membuat thread panjang di twitter soal passion. Dia bilang, lupakan passion lebih dulu sampai kebutuhan dasar terpenuhi. Apa yang terjadi? Selama dia menjadi dokter PTT yang jauh di daerah terpencil dengan penghasilan seupil, dia nyambi jadi apa saja termasuk jadi makelar. Ketika keadaan membaik bertahun-tahun kemudian, bolehlah passion diteruskan.

Wah, passion bisa dihentikan dulu seperti itu ya? Tentu saja bisa bagi yang tahu diri! Sebesar apapun hasrat mengejar passion, pikiran masih bisa dibawa realistis jika mau. Misalnya tentang blogger 30 tahun tadi, yang makin hari makin cinta ngeblog sehingga menjadikannya passion. Setiap hari ada saja yang diposting. Tapi dia lupa, kondisinya itu adalah privilege. Tanpa orangtuanya dia tak bisa menjalankan passionnya. Orangtuanya pun lama-lama tak akan mampu mendukung passionnya karena usia.

Kalau memang sudah passion, tak bisa hidup tanpanya, mengapa tidak sekalian menjadikannya sumber penghasilan? Tak ada passion yang dikorbankan dan tak ada hobi yang dianggap sebagai mesin penyedot uang. Dan yang paling penting, bisa dijadikan nafkah untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain. Give yourself some respects!

HOBI JADI BISNIS


Hobi Jadi Bisnis adalah buku terbaru Carolina Ratri. Saya mengulasnya bukan semata karena nama saya disebut dihalaman persembahan (Terima kasih kembali, Carra. Muah muah :D) tapi karena buku ini sangat berhubungan dengan tema-tema diskusi dengan anak-anak saya.

Di halaman awal, Carra langsung mengangkat kisah Yoyok Heri Wahyono pemilik SS atau Special Sambal. Figur Yoyok sangat dekat dengan mahasiswa-mahasiswa di kampus anak saya. Anak saya sendiri sudah beberapa kali mendapatkan sharing darinya yang kadang membuat saya takjub dengan cara pandangnya yang sangat relevan di lapangan tapi tak pernah terlintas dalam pikiran saya.

Contohnya ketika kami makan di cabang terbesar, terbaru dan termodernnya tapi kok pelayanannya justru lama banget dibandingkan dengan cabang lain? Kata anak saya, mas Yoyok pernah bilang jika teknologi canggih itu bagus tapi bisa juga justru memperlambat pekerjaan jika belum sepenuhnya terlatih. Lalu kami iseng ke dapurnya dan ya ampun, memang benar, banyak layar besar canggih disana untuk mengatur pesanan tapi tampaknya para pegawai masih kebingungan. Lalu anak saya mengatakan, "Tenang mah, biar aku komplain ke ownernya. Aku dikasih nomor hpnya."

Di buku Hobi Jadi Bisnis ini, kisah Yoyok dan Herlina (pendiri Stilleto Book yang menerbitkan buku ini) adalah favorit saya. Alasannya karena mereka sukses berkat perencanaan matang. Mereka tahu apa yang mereka maui dan mereka tahu apa yang mereka kerjakan. Sebagai orang yang lebih percaya pada kerja keras dibandingkan dengan keberuntungan-keberuntungan, saya baca tuntas kisah mereka yang memperlihatkan langkah-langkah konkrit dan berani tapi tetap terukur.

Baca juga: How To Join Small Craft Fair

Lalu, bagaimana sih cara menjadikan hobi sebagai bisnis?


1. Di buku Hobi Jadi Bisnis ini diungkap cara melihat SWOT (Strength, Weaknesses, Oppotunities and Threats), persiapan modal dan time planning dari bulan ke bulan.

2. Buku ini mengungkap 29 hobi yang bisa dijadikan bisnis dan bagaimana caranya.

3. Buku ini juga merinci cara melambungkan bisnis kita.

Apakah buku ini mudah dimengerti? Tentu saja! Bapak-bapak, ibu-ibu, pensiunan dan remaja bisa dengan mudah memahami. Anak saya saja langsung menyimak karena meski dia masih kecil tapi sudah punya merk buat calon produk bakpaonya. Heheheee.

Yang dibutuhkan untuk memahami dan mempraktekkan isi buku ini adalah, ambil kertas, pegang pulpen dan cari tempat yang tenang untuk membaca. Insya Allah hobi, passion, idealisme, cita-cita dan impian bisa disatukan dalam bisnis idaman tanpa banyak mengorbankan kesenangan.

Cara mendapatkan buku ini:

  • Beli di toko buku
  • Email: info@stilettobook.com
  • Fan Page: Stiletto Book
  • Twitter: @Stiletto_Book
  • Instagram: @Stiletto_Book

Wednesday, May 01, 2019

5 Alasan Pentingnya Membuat Blog Bagi Sebuah Bisnis Craft

Wednesday, May 01, 2019 39 Comments
Beberapa tahun belakangan, tren blog semakin fenomenal dari waktu ke waktu. Perkembangan blog yang makin menjanjikan ini menimbulkan pertanyaan: perlukah membuat blog khusus untuk bisnis kita? Jawabannya tentu saja HARUS. Jumlah blog yang bertambah setiap harinya ini juga disebabkan oleh makin banyaknya pemilik usaha dan brand yang aware dengan tren digital marketing yang mengutamakan Search Engine Optimization (SEO) untuk meningkatkan omset penjualannya.

kerajinan pasar beringharjo


Seperti tools marketing lainnya, blog dinilai sebagai salah satu cara efektif yang digunakan pada berbagai jenis bisnis dalam mempromosikan produknya. Begitu pula dengan bisnis kerajinan tangan atau yang akrab disebut dengan craft. Mengapa blog menjadi salah satu media penting yang harus dimiliki untuk melancarkan suatu pemasaran? Berikut 5 alasan pentingnya blog bagi sebuah bisnis craft.

1. Tidak Membutuhkan Modal Terlalu Banyak


Aspek paling utama dalam membangun suatu bisnis adalah berapa jumlah modal yang harus dikeluarkan untuk mengakomodir penjualan produknya. Tidak bisa dipungkiri apabila kualitas produk dan pelayanan  menentukan baik tidaknya suatu usaha. Namun, modal menjadi pondasi penting dalam pengembangannya apabila usaha tersebut ingin terus berjalan. 

Berbicara tentang modal, hal ini juga berlaku saat saya mengalihkan niche blog yang sejalan dengan bisnis craft saya. Pada dasarnya, tidak diperlukan biaya fantastis untuk membuatnya. Kita bisa memulai dengan menggunakan Content Management System (CMS) gratis seperti Blogger atau Wordpress dan membeli domain yang murah di penyedia jasa web-hosting. Akan lebih baik lagi apabila teman-teman menggunakan self-hosting untuk menjual produk-produk craft milik teman-teman melalui website dan menambahkan menu blog di dalamnya. 

2. Meningkatkan Interaksi dengan Para Pelanggan


Pada sebuah website bisnis, menu blog dapat difungsikan sebagai media yang menyediakan informasi lebih mendalam seputar produk-produk craft yang kita jual. Dari sini, blog mampu meningkatkan interaksi kita dengan para pelanggan. Interaksi ini bisa terjadi dengan diskusi mengenai jenis-jenis produk, apa saja keunikannya, hingga pelayanan apa yang diberikan. 

Adanya diskusi terbuka ini juga memberikan kesempatan pada kita sebagai pemilik bisnis untuk menambahkan lebih banyak variasi konten yang berkaitan dengan produk kita dan dibutuhkan oleh para pelanggan. Dengan adanya konten yang lebih bervariasi, blog kita akan semakin ramai pengunjung dan pelanggan kita pun bisa mendapatkan informasi produk yang paling update.

craft shop

3. Bisnis Terasa Lebih Hidup dan Mudah Dijangkau 


Melalui peningkatan interaksi dengan para pelanggan, bisnis craft yang teman-teman jalani pun akan terasa lebih hidup. Para pelanggan pun merasa lebih mudah untuk menjangkau kita. Beda halnya dengan website yang hanya berisi keterangan produk saja, blog bisa membawa suara tersendiri untuk produk-produk yang terdapat di dalamnya. Sebagai pemilik, kita bisa membagikan pengalaman pribadi seputar produk craft yang kita jual. 

Katakanlah teman-teman menjual produk-produk craft seperti sarung bantal dan menuliskan informasi seputar seberapa sering kita harus mengganti sarung bantal setiap minggunya. Di dalamnya, teman-teman sisipkan pengalaman pribadi semacam efek dari tidak mengganti sarung bantal terlalu lama. Melalui pengalaman ini, kita tidak hanya memberikan informasi, tapi juga awareness kepada para pelanggan. Jangan lupa mengajak mereka untuk membagikan pengalamannya juga, ya!

4. Membuka Potensi Kolaborasi dengan Bisnis Lain


Bisnis craft teman-tema mungkin sudah berkembang pesat dengan banyaknya order yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Tidak ada salahnya untuk berbagai tips sukses teman-teman dalam berbisnis, dari awal memulainya dengan modal yang tidak seberapa hingga akhirnya menghasilkan omset berkali-kali lipat jumlah modal awal. Dengan membagikan tips ini, teman-teman bisa menginspirasi mereka yang ingin memulai bisnis serupa atau murni tertarik ingin mempunyai bisnis saja.

Seiring berjalannya waktu, teman-teman mungkin juga akan melihat makin tingginya antusiasme para pengunjung blog untuk menggali lebih banyak informasi seputar bisnis dan mempelajarinya langsung dari teman-teman. Mengamati hal ini, ada peluang untuk berkolaborasi dengan mereka yang benar-benar tertarik untuk belajar atau bahkan membangun kerjasama langsung dengan teman-teman untuk memperluas market bisnisnya. Peluang inilah yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan exposure yang lebih luas kepada bisnis craft milik teman-teman.


5. Bisa Diurus Kapan Saja dan di Mana Saja


Last but not least, sebuah blog bisa kita urus di mana saja dan kapan saja. Sewaktu-waktu inspirasi datang, kita bisa langsung memperbaruinya dengan informasi-informasi yang bermanfaat untuk para pelanggan. Selama kita memperhatikan kebutuhan para pelanggan dan menjaga hubungan personal dengan mereka melalui tulisan-tulisan kita, mereka akan kembali lagi untuk membaca blog dan membeli produk craft kita. 

Bisnis tanpa adanya interaksi personal hanya akan menjadi tempat jual beli tanpa ikatan yang berarti antara pemilik bisnis dan pelanggan. Mulailah blog bisnis craft teman-teman dari sekarang dan bangun suatu bisnis yang juga meningkatkan kepercayaan pelanggan kepada kita. Selamat berbisnis, teman-teman!