Friday, December 06, 2019

Punya Simpanan Bahan Kain Untuk Craft Jahit? Jangan Lupa Beri Label!

Friday, December 06, 2019 0 Comments
Jika teman-teman punya banyak simpanan bahan kain untuk craft jahit dan belum akan habis dalam waktu dekat, jangan lupa untuk memberi label pada kain-kain tersebut.

label kain

Saya tidak tahu bagaimana craft jahit yang sudah bertaraf industri membeli kain. Tidak mungkin mereka membeli sedikit, tapi tidak mungkin membeli terlalu banyak. Untuk kelas industri, membeli dalam jumlah sedikit itu berarti hanya mengumpulkan sedikit keuntungan jika sudah menjadi barang dan terjual, sedangkan stok yang terlalu banyak itu artinya modal tidak berputar. 

Buat yang hobi atau menerima pesanan dalam jumlah kecil kebanyakan tidak punya banyak gudang tersendiri untuk menyimpan kain. Paling-paling di rak atau lemari. Yang sudah canggih mungkin akan membeli kain pas dengan perhitungan kebutuhannya meski masih akan menyisakan perca. Bagi yang masih belajar, akan melebihkan pembelian sebagai cadangan jika ada kekeliruan dalam menghitung, kesalahan pengguntingan atau jahitan yang tidak sempurna.

Saya sendiri masih terus belajar menjahit sehingga pesanan bijian pun saya terima supaya makin terbiasa. Karena itu, saya tidak membeli bahan berdasarkan jumlah pesanan. Kalau misalnya hanya ada pesanan tempat tisu yang cuma menghabiskan kain 25 cm, tentu saya akan kena omel pemilik toko kain jika hanya membeli kain 25 cm. Jadi saya akan membeli kain minimal 1 meter. Kalau saya punya bayangan pengin membuat tas dari sisa kainnya, saya akan membeli 2 meter. Begitu pula jika saya belum punya rencana akan membuat apa dari sisa kain tapi suka dengan motifnya, maka saya akan membeli lebih. Dari situlah simpanan bahan kain saya berasal.

Mengapa simpanan bahan kain untuk craft jahit perlu diberi label?


Saya punya sisa kain yang setahun tidak digunakan. Tiba-tiba ada yang pesan pouch dengan bahan tersebut. Pesanannya cukup banyak sehingga kain tersebut tidak cukup. Kalau saya tidak punya catatan dimana membeli kain tersebut, saya akan menghabiskan waktu untuk mengecek ke semua toko di kota saya. 

Demikian pula kalau saya tidak punya catatan harga kain per meter, maka saya akan kesulitan memberikan perkiraan harga pouch tersebut. Kadang pemesan minta perkiraan harga produk dulu sebelum dibuat untuk melihat apakah cocok dengan budgetnya atau tidak.

Mungkin teman-teman sudah tahu, harga kain itu mengalami fenomena yang sama dengan harga-harga barang lain, yaitu naik terus. Salah satu jenis kain kanvas misalnya, dalam 2 tahun lebih sudah merembet dari Rp 36.000,- ke Rp 45.000,- per meter. Susah kan kalau menjual dengan standar harga lama karena untuk beli kain yang baru akan tekor. Idealnya jangan simpan kain lama-lama karena tidak adil juga untuk pemesan jika membeli dengan harga baru sementara kondisi bahan sudah tidak terlalu bagus akibat lamanya penyimpanan.

Baca juga: How To Store Fabric Scraps

Apa saja yang harus ada di label kain tersebut?


1. Jenis kain.


Saya hanya beberapa jenis kain yang sering saya gunakan saja. Padahal jenis kain di dunia craft jahit itu banyak banget. Simpanan saya yang cuma seuprit itu saja sudah ada lebih dari 5 jenis kain. Jadi kalau kita menemukan tutoril membuat sesuatu dan ingin membuatnya juga, tinggal melihat kita punya kain jenis itu atau tidak. Catatan jenis-jenis kain ini juga sangat membantu jika ingin membeli bahan secara online.

2. Nama toko kain.


Tulisan nama toko penting sekali jika suatu waktu kita memerlukan kain yang sama. Nama toko disini tidak hanya toko konvensional tapi juga toko online dan membeli dari teman. Kadang sesama crafter saling menyuplai jika ada kelebihan simpanan. Informasi ini juga bermanfaat untuk membandingkan harga toko satu dan yang lain. Saya tidak pernah menggunakan informasi tersebut untuk menawar, misalnya dengan kata-kata "Toko sana kok harganya cuma segini?"

Saya percaya tiap toko punya kebijakan dan rejeki masing-masing. Tak ada yang bermaksud menipu, kecuali toko palsu yang tidak punya barang. Jika harganya lebih mahal untuk bahan yang sama, mungkin memang dia belum tahu tempat kulakan yang tepat. Kadang juga selisih sedikit lebih mahal tapi lokasinya dekat dengan rumah. Jadi, take it or leave it aja.

3. Harga kain per meter.


Ini penting untuk menghitung perkiraan harga produk. Jika stok kurang, kita bisa memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membeli kain lagi. Info harga kain juga diperlukan untuk melihat apakah harga kain yang baru tetap atau naik. Jika naik, siap-siaplah merevisi harga produk. Kemungkinan harga turun itu hampir tidak ada. Kalaulah ada bisa karena stok lama dalam kondisi kurang prima atau sudah telanjur digunting tapi tidak ditebus calon pembeli.

4. Lebar kain.


Lebar kain (saya menggunakan satuan ukur cm) penting untuk menghitung harga pokok produk.

Rumusnya = Harga kain : (100 cm x lebar kain).
Hasilnya tinggal dikalikan dengan luas kain yang dibutuhkan atau yang digunakan, ditambah tenaga dan pernak pernik lainnya, maka ketemulah harga pokok produksinya, lalu dimark up untuk mendapatkan harga jual.

5. Tanggal beli kain.


Jika melihat tanggal beli kain yang sudah terlalu lama, cepatlah mencari ide untuk membuat sesuatu sebelum kain tersebut kusam dan berubah warna atau rusak.

Label kainnya terbuat dari apa?


Terserah, yang ada saja, teman-teman. Tidak perlu sedikit-sedikit beli. Kalau yang saya pakai adalah bekas demo workshop yang tidak terpakai lagi. Bagian depannya sudah print tulisan, jadi saya pakai bagian belakang yang masih kosong. Tulisan tangan pun tak apa jika tak bisa setting buat tulisan print. Nggak harus pula pakai tulisan cantik alias hand lettering, yang penting harus terbaca dengan jelas. Kalau punya stiker malah mudah, bisa ditempelkan di bagian luar kain. Kalau saya cuma diselipkan di lipatan kain saja.

Catatan pendukung label kain.


Selain melabeli, saya juga punya catatan pendukung. Dalam catatan itu tidak saya tulis sisa stok karena saya malas mengukur setiap selesai menggunting, apalagi jika bentuknya tidak beraturan. Itu sebabnya penting sekali menata simpanan bahan kain kita serapi mungkin agar bisa langsung tahu motif apa saja yang masih tersedia dengan sekali pandang seperti postingan saya sebelumnya.

Baca: Cara Melipat Bahan Kain Jahit

Jadi isi catatan pendukung ini kurang lebih sama dengan apa yang tertulis di dalam label. Jika ada harga yang sudah tidak valid lagi alias naik, tinggal coret saja tapi dilanjutkan dengan mewaspadai kenaikan harga itu untuk pesanan berikutnya.

Nah, demikian tentang pelabelan simpanan bahan kain untuk craft jahit. Maaf saya tidak punya banyak fotonya, tapi saya yakin teman-teman bisa membuat sendiri label dan catatan yang lebih kreatif daripada buatan saya. Semoga bermanfaat.

Tuesday, December 03, 2019

Cara Melipat Bahan Kain Jahit Agar Berukuran Sama Ketika Ditumpuk

Tuesday, December 03, 2019 1 Comments
Saya kebingungan menyimpan bahan kain untuk hobi menjahit saya karena tempat yang terbatas. Ternyata setelah tahu cara melipatnya agar berukuran sama, kain-kain itu bisa ditumpuk rapi dan tidak membutuhkan ruang yang terlalu luas.

bahan kain jahit

Sebelumnya saya sudah pernah menulis Tips Menata Dan Menyimpan Bahan Kain Di Rumah. Di artikel ini saya akan melanjutkannya dengan lebih detil, khusus untuk cara melipatnya. Setelah saya posting fotonya di instagram, saya baru menyadari kalau artikel terdahulu terlalu umum, kurang terperinci berikut fotonya, sehingga masih ada teman yang bertanya. Sedangkan detil cara memberi labelnya akan saya buatkan artikel tersendiri lagi nanti.

Selama ini bahan jahit tersebut saja simpan didalam sebuah kotak besar yang terbuat dari kulit sintetis agar tidak bersemak. Tapi karena itu pula, saya tidak bisa memantau bahan apa saja yang masih saya miliki. Tiap ada calon pemesan yang bertanya, saya harus mengambil kain tersebut satu per satu, memotret, lalu mengambalikannya lagi ke kotak tersebut.

Efek lain dari koleksi kain yang tak terlihat adalah susahnya mencari ide menjahit. Dengan melihat motif dan jenis kain yang masih dimiliki akan membuat ide-ide kita terpancing untuk menjahit sesuatu.

Kain yang tertata rapi bisa dimanfaatkan untuk background pemotretan atau pembuatan video instagram dan youtube. Pada dasarnya ruang kerja yang rapi memang memberikan suasana yang menyenangkan dan meningkatkan produktivitas.

CARA MENGUKUR LEBAR LIPATAN BAHAN KAIN JAHIT


Supaya lebar kain lipatan sama dan cepat mengerjakannya, kita harus menyiapkan cetakan dari kertas kaku. Jenis kertas kakunya bisa karton, manila, bekas kardus atau bekas kalender. Apa saja yang penting memanfaatkan yang ada, tidak perlu beli. Usahakan kertasnya tidak terlalu tebal agar lipatannya tidak terlalu besar pula sehingga tidak memakan tempat.

menata kain

Teman-teman bebas menentukan ukuran cetakan, tergantung ukuran lemari dan kain. Ini hanya contoh saja menggunakan lemari saya. 

Saya mempunyai berbagai jenis kain, antara lain kanvas, vinil, katun, pvc, blacu dan sebagainya. Saya mengelompokkan kain tersebut ke dalam 2 kategori. Pertama, kain yang kaku dan tebal seperti kanvas, vinil, laminating dan sebagainya. Kedua, kain yang lemes seperti katun, pvc, dan sebagainya. Sedangkan kain kaku yang tinggal sedikit atau tidak terlalu lebar, saya masukkan ke kategori kedua saja. Tiap kategori saya jadikan 2 tumpu jadi semuanya ada 4 tumpuk.

Cetakan yang saya buat ada 2 ukuran, yaitu 26 x 24 cm untuk kain kaku dan tebal, serta 26 x 12 cm untuk kain yang lemes dan kain kaku yang tinggal sedikit. Ukuran cetakan jika dijajarkan memang tidak sama dengan lebar lemari karena kita harus memberi ruang untuk tebal lipatan kain. Saya memberi ruang kurang lebih 1 cm di kanan dan kiri cetakan karena stok saya tidak banyak sehingga kain tidak akan terlalu tebal jika dilipat.

Jumlah cetakan yang saya buat untuk cetakan yang besar hanya satu saja seperti foto paling atas di artikel ini. Tiap satu lipatan kain yang kaku, cetakannya bisa ditarik. Jika sudah selesai, cetakan tersebut bisa dipakai lagi untuk melipat kain selanjutnya.

Sedangkan cetakan kecil untuk kain yang lemes saya buat sebanyak jumlah lembar kainnya. Ini karena kain yang lemes atau lembut dan sisa kain yang tinggal sedikit mudah ambyar. Cetakan yang tetap di dalam akan membantu mempertahankan bentuk lipatan sehingga tidak perlu bolak balik merapikan.

Baca juga: How To Store Fabric Scraps

POSISI PENATAAN BAHAN KAIN JAHIT


Agar penataannya rapi dan enak dilihat, letakkan seperti foto di bawah ini, ya. Dengan peletakkan seperti di bawah ini maka lipatan yang terlihat tidak akan terlalu banyak. Tiap kain hanya akan tampak satu lipatan saja jika dilihat dari depan. Jika dilihat di foto pengukuran di atas, maka sisi depan adalah yang berukuran 24 cm. Sedangkan yang lipatannya banyak akan berada di samping dan belakang atau tak terlihat.


Ada tips dan trik melipat kain-kain itu agar yang berada di bagian depan sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan.

CARA MELIPAT BAHAN KAIN JAHIT


Yang paling menentukan memang cara melipat kainnya. Tujuan kita adalah dari depan hanya tampak satu lipatan saja. Lipatan yang banyak harus berada di samping dan belakang atau tak terlihat dari depan.

cara melipat kain

Perhatikan foto di atas. Perhatikan angka 24. Itu adalah ukuran bagian depan tumpukan besar di lemari saya. Maka cetakannya saya posisikan seperti itu.

Selanjutnya, lipat ke arah atas atau memanjang mengikuti anak panah no 1. Jika sudah sampai ujung satunya, maka kita akan mendapatkan satu lipatan memanjang. Jika menggunakan cetakan besar, jangan lupa untuk menariknya keluar dulu, lalu letakkan di posisi yang sama tapi di atas kain. Untuk cetakan kecil, teruskan saja. Setelah itu, lipat ke arah anak panah merah itu agar menjadi kotak-kotak. Selesai!

Bagaimana? Mudah, bukan? Cara itu bisa teman-teman terapkan untuk koleksi scarf, pasmina, selimut, kain pantai dan sebagainya. Untuk hijab, saya belum berani merekomendasikan karena belum mencoba untuk melihat apakah ada lipatan yang mengganggu penampilan saat dibuka atau tidak

Selamat mencoba! Semoga bermanfaat.

Friday, November 29, 2019

7 Cara Pemanfaatan Baju Bekas

Friday, November 29, 2019 5 Comments
Jika punya rumah yang luas dan lemari yang besar-besar, tentu mudah menyimpan banyak baju. Sedangkan yang rumahnya mungil akan berjuang untuk meminimalkan tumpukannya. Bagi umat Islam, ada kepercayaan bahwa semua barang milik kita akan dihisab. Jadi pastikan benda-benda milik kita bermanfaat, tidak mubazir. Namun, menghilangkan baju bekas dari pandangan kita juga tidak selalu mudah karena tidak setiap saat ada bakti sosial. Ada banyak cara pemanfaatan baju bekas tapi yang 7 ini sudah pernah saya lakukan dan mungkin bisa teman-teman terapkan juga.

pemanfaatan baju bekas


1. DIJADIKAN LAP


Paling gampang, baju bekas itu dijadikan lap. Lap ini bisa digunakan untuk membersihkan perabotan, membersihkan kendaraan atau mengeringkan lantai basah. Jangan gunakan lap dari baju bekas untuk membersihkan perabotan yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Lap dari baju bekas, meski sudah dicuci bersih, tetap memiliki kemungkinan terkontaminasi jamur atau kuman lain dari tubuh kita. 

Agar mudah penggunaannya, gunting semua jahitan yang menyatukan bagian-bagian dari baju tersebut. Gunting pula keliman yang ada di pinggiran baju. Buang semua jahitan dan keliman tersebut. Sekarang kita memilih beberapa lembar lap dari satu baju yang siap digunakan. Lipat yang rapi dan simpan. Saya menyimpannya dalam kotak sepatu.

Baca juga: How To Fold Socks And Hijab Inner Cap

2. DIJADIKAN KESET


Pernah melihat keset (floor mat) dari perca yang djual di toko dan pedagang keliling. Teman-teman bisa membuatnya sendiri menggunakan baju bekas. Ada beberapa macam cara membuat keset dari baju bekas. Salah satunya digunting memanjang lalu dikepang. Jangan lupa untuk membuang bagian jahitan dan keliman agar kepangannya bagus. Bentuk kepangan itu menjadi bundar dengan bantuan lem tembak atau dijahit tangan. Bisa juga disusun berbentuk kotak.

Saya sendiri lebih suka menyambung guntingan kain-kain itu dengan posisi melebar. Kita butuh 2 lembar sambungan kain untuk bagian atas dan bawah. Bagian tengah harus diberi sedikit busa atau lebaran kain yang agak tebal agar empuk. Setelah menjahit sambungan 2 lembar kain tersebut, jangan lupa jahit bagian tengah berbentuk kotak agar tidak menggembung. Kapan-kapan akan saya buatkan tutotialnya dan linknya akan saya letakkan disini jika tutorialnya sudah tayang.

3. DIJADIKAN TAS


Saya pernah membuat tutorial membuat tas dari kaos di website www.emak2blogger.com. Fotonya seperti di bawah ini.

tas dari kaos


Sebenarnya tidak hanya kaos saja yang bisa dibuat tas seperti itu. Kemeja pun bisa. Tidak disarankan untuk membuatnya dari dress, apalagi long dress karena akan banyak bagian yang terbuang jika membuat tas berukuran normal. Tapi jika suka banget dengan bahan tersebut, tak apa memanfaatkan dress, kain sisanya bisa buat lap atau keset.

Baca juga: Tutorial Daur Ulang Celana Jeans Bekas

4. DIJADIKAN SARUNG BANTAL


Meski membutuhkan jahitan, tapi ini cukup mudah kok. Jika lebarnya pas dengan bantal yang akan kita sarungi, tinggal menjahit bagian atas dan bawah, serta membuat lubang jalan masuk bantal. Tapi jika terlalu lebar, terpaksa gunting semua sambungan dan membuat sambungan baru. Hasilnya sepadan kok, unik, apalagi jika dibuat dari kemeja yang ada kancingnya. Usahakan posisi deretan kancing itu ada di bagian depan sarung bantal.

5. DISUMBANGKAN


Menyumbangkan baju bekas menjadi pilihan banyak orang jika baju tersebut masih layak pakai. Rasanya sayang sekali kalau dijadikan lap. Ada banyak saluran bisa digunakan untuk menyumbangkan baju bekas, antara lain memberikan ke tetangga atau saudara dan titip ke panitia bakti sosial.

Jika ingin memberikan langsung, perhatikan apakah orang tersebut memang butuh dan tidak tersinggung dengan penawaran kita. Perkirakan pula bahwa ukurannya akan cukup.

Tujuan bakti sosial sangat beragam, ada yang untuk korban bencana, warga miskin, yatim piatu dan sebagainya. Ada yang dibentuk temporer untuk keadaan tertentu seperti bencana alam, ada yang dibentuk secara permanen agar bisa membantu siapapun dan kapanpun. Kepanitiaan temporer sering dilakukan oleh kampus, komunitas, kantor dan sebagainya. Sedangkan yang permanen dibentuk karena sudah memiliki visi dan misi kemanusiaan. Kedudukannya pun tidak hanya berupa posko tapi juga membuka komunikasi melalui media sosial. Tinggal disesuaikan saja dengan kemampuan kita karena ada panitia yang bisa menjemput baju bekas tersebut, ada yang mengharuskan kita mengirimkannya.

6. DIJUAL


Saya barutau tentang tempat penjualan baju bekas ini dari bagian Danus (Dana Usaha) kegiatan mahasiswa di Jogja. Saya belum pernah secara langsung mencobanya. Tapi karena saat itu saya menyumbang baju bekas, jadi saya mendapat ceritanya. Setidaknya ada 2 tempat yang sering datangi mahasiswa untuk menjual baju bekas yang telah mereka kumpulkan agar cepat terjual dan uangnya bisa mereka gunakan untuk operasional kegiatan mereka, yaitu dekat pasar Kranggan dan dekat pasar Pakem.

Untuk pasar Pakem karena letaknya jauh di utara, lebih sering dimanfaatkan oleh mahasiswa sekitarnya saja, misalnya dari kampus UII. Lokasinya mudah ditemukan karena di tepi jalan Kaliurang. Sedangkan yang dekat pasar Kranggan, meski jauh lebih ramai, tapi letaknya ada di daerah belakang pasar sebelah barat. Tips dari mereka, datanglah setelah subuh sebelum matahari terbit. Mereka tidak tahu pembelinya dari mana tapi kebanyakan ibu-ibu pedagang dan biasanya pembelian dilakukan secara borongan.

Mungkin di dekat pasar kota lain ada yang seperti itu, cari info saja. Selain itu, ada juga pembeli baju bekas perorangan yang sering keliling, tapi saya belum pernah mencobanya.

Untuk baju-baju bermerk atau jarang sekali dipakai, cobalah menjual secara online di instagram dan facebook atau ikut garage sale untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan jika dijual secara borongan di pasar. Istilah keren untuk barang-barang bekas ini adalah preloved.



7. DIBUANG


Jika semua cara sudah dilakukan dan tetap kewalahan, sebaiknya dibuang saja. Tapi jangan sembarang membuang. Buanglah dengan harapan agar bermanfaat untuk tukang sampah atau para pemulung. Karena itu, jangan campur baju bekas dengan sampah lain. Pisahkan dalam kantong tersendiri dan beri tulisan "baju bekas" agar tukang sampah atau pemulung tahu.

Di kampung saya, tukang sampah keliling seminggu 3x menggunakan truk. Mereka menaburkan semua isi kerangjang sampah begitu saja ke dalam bak truk. Dengan tulisan tersebut, mereka bisa menyisihkannya dulu agar baju-baju itu tidak kotor. Biasanya mereka mencantelkan sampah-sampah yang masih bagus di dinding luar bak truk. Jika pemulung menemukannya lebih dulu, bisa langsung mengambil seluruh tas tanpa membuka karena pemulung sering tidak tertib, mengacak-acak tempat sampah menggunakan garu besi untuk mencari benda yang masih mereka anggap berharga untuk dijual kembali.

Sampah menjadi persoalan lingkungan yang memprihatinkan. Usahakan jangan menambah sampah yang tidak perlu. Selama barang-barang milik kita masih bisa dimanfaatkan maka patut kita usahakan.



Tuesday, November 26, 2019

Tips Cara Menjual Barang Online Yang Baik Dan Benar

Tuesday, November 26, 2019 21 Comments
Anda punya toko atau etalase online? Saat ini semua orang bisa berjualan secara online. Belum ada aturan yang mengharuskan pemilik toko online memiliki surat ijin sehingga Anda bisa langsung menawarkan barang dan jasa secara online. Namun demikian, penting sekali mengetahui cara menjual barang online yang baik agar akun Anda dipercaya konsumen.

berjualan online

Cara Menjual Barang Online


Pada dasarnya ada dua cara berjualan online jika dilihat dari medianya, yaitu membuat akun sendiri di media sosial atau membuat website e-commerce atau bergabung dengan platform e-commerce besar seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kedua cara tersebut punya plus minus yang berbeda, tinggal disesuaikan saja dengan sumber daya, sumber dana dan kebutuhan.

Sedangkan jika dilihat dari pengadaan produknya, Anda bisa memilih salah satu dari banyak sekali alternatif yang ada. Misalnya, menjadi reseller, menjual produk buatan sendiri, membuat berdasarkan pesanan dan sebagainya.

Untuk pemilihan kurir, silakan membaca review tentang cara menjual barang online pakai ninja xpress.

Pentingnya Mengetahui Cara Menjual Barang Secara Online


Karena belum ada peraturan jual beli online yang baku dan banyaknya pilihan cara menjual produk, maka penting sekali mengetahui cara menjual barang secara online yang sesuai dengan kemampuan dan ritme usaha Anda.

Meski toko online tidak memiliki rolling door yang harus dibuka dan ditutup pada jam tertentu, tapi bukan berarti semua bisa buka selama 24 jam. Jika sumber daya memadai, bisa saja toko tersebut buka 24 jam. Tapi kebanyakan punya aturan untuk menertibkan konsumen, bahkan situs jualan online besar sekalipun.

Mengetahui cara menjual barang secara online juga untuk membantu menetapkan target dan cara pemasaran agar waktu yang dicurahkan untuk membuat konten dan menatap layar ponsel atau laptop berimbang dengan hasil yang diperoleh.

Target Pasar Dan Cara Pemasaran


Target pasar online shop tentu saja para netizen atau minimal yang memiliki akses internet. Jaman sekarang, range usia pengguna internet sangat luas, dari anak-anak hingga kakek nenek. Semua sudah kenal gadget. Namun demikian, itu perlu difokuskan lagi untuk mencari range usia yang memiliki otoritas untuk mengambil keputusan membeli dan mentransfer uang. Selanjutnya, range usia tersebut masih harus disesuaikan dengan segmen mana yang membutuhkan produk tersebut. Misalnya menjual barang kebutuhan dapur, maka target utama pasar adalah ibu-ibu yang memiliki otoritas untuk memutuskan membeli produk seperti wajan, panci, rice cooker dan sebagainya, serta mentransfer uang.

cara menjual barang online
Tunjukan bahwa produk Anda penting untuk dibeli.

Cara pemasaran juga disesuaikan dengan target pasar. Mengambil contoh barang kebutuhan dapur diatas, maka untuk para ibu yang terpenting adalah demo atau video penggunaan peralatan tersebut serta ide-ide apa yang bisa dibuat menggunakan peralatan tersebut. Jadi memang tidak hanya sekedar foto produk dan informasi harganya. Konsumen harus dipancing untuk berpikir bahwa peralatan tersebut benar-benar penting untuk dibeli.

Cara Menginformasi Produk Yang Benar


Hanya ada satu prinsip jual barang yang harus dipegang terkait dengan informasi produk, yaitu tidak boleh bohong. Misal ada diskon besar-besaran karena produk tersebut tidak sempurna, harus diperlihatkan dimana cacatnya. Apakah robek, warna pudar dan sebagainya. Contoh lain, jangan menggunakan filter foto yang berlebihan sehingga tampilan produk jauh berbeda dari aslinya.

Beberapa informasi yang penting perlu untuk disampaikan ke konsumen adalah nama produk, ukuran, warna, bahan, berat, harga dan jumlah stok. Jangan sampai punya etalase untuk berjualan yang penuh foto tapi semua tidak ada stoknya, kecuali produk Anda adalah made to order alias  dipesan dulu baru dibuatkan.

Pemilihan Metode Pembayaran


Perkembangan metode pembayaran secara umum yang sangat pesat saat ini juga mempengaruhi metode pembayaran toko online. Jika dahulu konsumen harus membayar melalui ATM, kartu kredit atau mobile banking, sekarang ada pula dompet online dengan berbagai pilihan aplikasi. Meski biasanya masih untuk transaksi yang tidak terlalu besar, namun jumlah pemakainya makin banyak sehingga mau tak mau Anda harus menyesuaikan diri. 

Selain itu, COD (Cash On Delivery) atau bayar di tempat masih banyak dipilih konsumen dengan berbagai alasan. Antara lain belum percaya sepenuhnya pada toko online tersebut, titip dengan penunggu rumah, kepepet tidak ada akses online ke rekening dan sebagainya. Memang, punya toko online itu berarti harus siap dengan segala kemungkinan.

Tips Pengemasan Yang Aman


Untuk produk dengan bahan yang tidak beresiko seperti kain, kertas, plastik dan sebagainya, yang penting rapi dan kedap. Di musim penghujan seperti ini, takut basah, kan? Karyawan kurir yang baik akan membantu Anda memastikan pengamasan tersebut sudah cukup aman. Tapi jika produk tersebut merupakan produk beresiko tinggi seperti elektronika, pecah belah dan cairan, sebaiknya minta nasihat dulu pada kurir tentang bagaimana cara terbaik untuk mengemas produk tersebut. Apakah perlu bubble wrap, palet, busa dan sebagainya. Ada aturan-aturan pengiriman barang yang harus ditaati dan berlaku secara internasional. 

bubble wrap
Untuk produk beresiko tinggi harus dilapisi bubble wrap dulu sebelum dibungkus kertas dan plastik.

Sebaiknya menginformasikan isi paket dengan jujur, agar kurir bisa memperlakukan paket tersebut sebagaimana mestinya. Meskipun kurir sudah diluar teritori Anda, tapi keselamatan barang sampai di tangan konsumen dengan selamat juga menjadi tanggung jawab Anda.

Pentingnya Bukti Transfer


Mungkin Anda sudah sering mendengar konsumen ditipu toko online. Sebaliknya, banyak pula cerita di group-group seller yang terjadi sebaliknya, yaitu pemilik toko online ditipu konsumen. Karena itu, penting sekali mendapatkan bukti transfer sebelum pesanan dikirim dan pastikan transfer itu benar-benar sudah terjadi. Sudah banyak kejadian screen shoot yang dikirim konsumen itu palsu. Jadi Anda harus cek rekening sendiri bahwa transfer sudah terjadi ketika bukti transfer dikiriman.

Meski semua orang bisa membuat toko online, tapi cara menjual barang online yang baik perlu proses belajar terus-menerus untuk menjadi toko online seperti yang Anda cita-citakan.

Wednesday, November 20, 2019

Tips Makeover Meja Mesin Jahit Besi Dengan Cat Water-Based

Wednesday, November 20, 2019 2 Comments
Dapat meja ketika beli mesin jahit itu nyenengin karena tidak perlu mencari lagi yang ukurannya pas. Tapi jika warnanya tidak sesuai dengan ruangan, akan membuat meja itu tidak enak dipandang. Karena itu, lebih baik di-makeover dengan cat saja.

makeover mesin jahit

Meja mesin jahit milik saya datang bersamaan dengan mesin jahitnya. Pertama datang sih senang luar biasa karena sudah bertahun-tahun pengin beli tapi tak segera dilaksanakan, padahal uangnya ada. Bahkan sempat uang sengaja disisihkan tersebut habis entah untuk apa. Seperti untuk jalan-jalan kuliner kegemaran kami sekeluarga. Ketika tahu dapat gratis meja, senangnya jadi double.

Bagian datar meja tersebut berwarna putih seperti warna mesin jahitnya. Tapi kaki-kakinya besi dengan warna silver seperti besi pada umumnya. Tadinya tidak terlalu saya perhatikan karena kaki besi seperti itu malah bagus, kuat menyangka mesin jahit yang juga terbuat dari besi.

Daur Ulang Gelas Huruf Timbul Jadi- Vas Bunga

Sejalan dengan makin seringnya saya membuat foto atau video tutorial di ruangan itu, saya merasa tampilan meja tersebut menganggu. Kesannya seperti konveksi atau pabrik. Padahal yang ingin saya tampilkan adalah suasana rumah karena audience utama saya adalah ibu rumah tangga. Jadi saya putuskan untuk mengubah warna kaki-kakinya menjadi putih.

GUNAKAN CAT YANG ADA


Sebenarnya untuk hasil terbaik dalam mengecat besi adalah menggunakan cat minyak dan cat semprot. Kebetulan cat minyak yang saya punya berwarna abu-abu dan hitam, sedangkan cat semprot milik saya berwarna silver. Cat semprot silver ini untuk jaga-jaga kalau mobil saya terserempet minor tapi cukup dalam supaya tidak keburu berkarat. Kalau dicat ulang kan sayang uangnya kalau cuma sedikit karena harga mengecat di bengkel tetap dihitung satu panel. Jadi, ke bengkel catnya tunggu penyok agak banyak. Heheheee....

Berhubung warna putih yang tersedia cuma cat water-based, ya itulah diakal-akalin. Pantang keluar uang selagi masih bsa memanfaatkan yang ada. Saya cuma beli kuas ukuran kecil seharga Rp 5.500,- yang bisa dipakai untuk keperluan lain. Bahan lain yang diperlukan adalah air, lap, wadah cat dan pengaduk. Wadah cat yang saya gunakan adalah bagian bawah botol air mineral. Sedangkan pengaduknya dari tusuk sate yang tak terpakai. Jika mengerjakan diatas ubin, beri alas dari koran bekas atau lainnya.

CAT WATER-BASED COCOK UNTUK ORANG YANG KURANG SABAR


Berhubung cat water-based tidak bisa menempel sempurna di besi, maka harus diulangi sampai rata. Tapi nggak sampai berjam-jam juga sih. Inilah yang saya sukai dari cat water-based karena cocok untuk orang-orang yang kurang sabar dan nggak rapi.

Pertama-tama bersihkan bagian besinya dengan lap dari kain tak terpakai. Kalau punya kaos atau baju yang menyerap dan sudah tidak dipakai lagi, jangan buru-buru dibuang kalau sudah tak layak diberikan orang lain. Gunting bagian jahitan dan sambungan, lalu buang bagian itu. Sisanya akan berupa lembaran-lembaran yang enak buat lap.

Makeover Meja Makan Mudah Dengan Cat

Tuang cat ke wadah cat. Tuangi air sedikit banget, hanya untuk memudahkan cat disapukan. Celupkan kuas basah ke cat, tiriskan sedikit agar tidak belepotan, lalu sapukan ke besi. Sapukan searah ya, menggunakan 3/4 bagian ujung kuas. Pada sapuan pertama, mungkin juga kedua, cat belum akan rata. Yang harus dijaga adalah jangan sampai ada endapan dari genangan cat. Jadi sapukan terus kuasnya sampai tidak ada cat menggenang.

CAT WATER-BASED CEPAT KERING


Cat water-based cepat kering, jadi tidak perlu menunggu sampai sapuan awal benar-benar kering sebelum menimpanya dengan sapuan selanjutnya. Mulai saja dari satu titik, lalu cat keseluruhan besi, kemudian kembali lagi ke titik tersebut. Itu memberi kesempatan pada titik awal untuk sedikit kering. Nah, pada sapuan terakhir, yaitu ketika kita sudah puas dengan tampilan ratanya, barulah kita perlu mendiamkannya agak lama sebelum digeser sana sini supaya benar-benar kering dulu. Agak lama berapa jam? Nggak sampai satu jam lah. Heheheee....

Karena cepat kering, jika cat mengenai kulit atau baju, cepat-cepatlah diusap menggunakan lap basah. Jadi, cara membersihkannya tidak menggunakan thinner seperti cat minyak. Thinner itu perih di kulit.

Sederhana dan mudah kan, teman-teman? Oya, alasan saya menggunakan warna putih adalah agar ruangan mungil saya itu bisa kelihatan lebih lega. Selamat mencoba!