7 Snack Arisan Mudah dan Cepat Yang Bisa Ibu Buat Sendiri

Friday, September 09, 2016

Snack arisan buatan sendiri adalah kebanggaan para ibu.

resep snack arisan
Photo: pexels/com
Namun, banyak ibu yang tak bisa melakukannya, antara lain karena sudah capek bekerja diluar rumah, anak-anak yang tak bisa disambi, atau merasa tak mampu memasak. Di kampung saya, snack tidak terlalu dianggap penting karena yang utama adalah ketemu sebulan sekali. Karena itu, nyonya rumah tidak terlalu terbenani meski tidak bisa memasak. Tetangga saya pernah menghidangkan aneka rebuasan, antara lain kacang, ubi, singkong, tahu dan pisang. Ini sangat mudah, tinggal membuat antrian masuk dandang saja.
Bagi yang punya waktu luang, sayang sekali jika tak menggunakan kesempatan ini untuk membuat snack sendiri. Yang pandai memasak, ikut komunitas masak atau bahkan punya blog memasak, tentu tak punya kesulitan untuk membuat variasi hidangan. Ibu saya menasehatkan, berapapun jumlahnya, snack arisan harus mengandung 3 elemen, yaitu snack asin, snack manis, dan klethikan. Sayangnya, snack jaman ibu saya termasuk memakan waktu untuk mengerjakan, misalnya lemper, risoles, roti marmer dan sebagainya. Yang paling cepat memasaknya mungkin emping.
Ibu-ibu jaman dulu senang menyajikan snack dalam porsi besar, sedangkan ibu-ibu modern mulai terbiasa dengan snack yang lebih kecil karena tak perlu memegangnya lama-lama. Snack dalam bentuk yang lebih kecil ini mengadopsi finger food yang ada di hotel-hotel dan pesta cocktail didunia Barat. Tapi kalau digoogling dalam bahasa Indonesia, finger food ini merujuk ke makanan bayi yang bisa digunakan untuk latihan memegang para bayi.
Untuk para ibu yang punya waktu luang, bisa masak tapi tidak pandai-pandai amat dan pengin ngirit, ada banyak resep snack mudah yang bisa dicoba. Harga snack arisan sekarang rata-rata Rp 2.000 keatas. Kelihatan mahal, tapi kalau kita belanja dan masak sendiri, habisnya malah bisa saja lebih banyak. Pengusaha catering menyimpan bahan dalam jumlah besar yang dibeli dengan harga wholesale untuk terus-menerus dipakai. Karena itu, sebelum belanja, perhatikan dulu apa yang tersedia dirumah, lalu cari resep berdasarkan bahan yang ada tersebut. Kalaupun harus belanja lagi, hanya untuk menutup bahan yang kurang, tak perlu menghabiskan uang terlalu banyak untuk bahan yang belum tentu kita pakai lagi setelah arisan jika bersisa.
Nah, katakanlah ibu punya waktu dari jam 07.00 - 15.00 untuk arisan di jam 16.00, inilah resep-resep praktis yang bisa dibuat sendiri.

1. PUDING COCKTAIL
resep snack arisan

Ini adalah menu adalan saya karena tak pernah gagal membuatnya dan tak pernah gagal menyegarkan suasana. Membuatnya sangat mudah. Satu resep hanya perlu susu 1 liter, 1 bungkus agar-agar, sirup ABC orange dan sekaleng coktail buah. Untuk 2 resep, hanya perlu menambahkan susu dan agar-agar saja. Coktail kalengan cukup untuk 2-3 resep. Sebaiknya 2 resep jangan dimasak bersamaan, melainkan satu per satu.
Susu yang digunakan bisa susu murni atau kemasan. Saya lebih suka susu murni karena gurihnya pas, harganya juga murah. Jika beli di bakul khusus susu murni mentah, hanya Rp 6.000,- per liter.
Meski cukup sederhana, tapi cara memasaknya perlu diperhatikan karena susu bisa berbuih dan naik dengan cepat ketika mendidih. Jika bukan agar-agar, cukup cemplungkan saja irus atau pengaduk selama memasak sehingga busa tidak naik. Tapi karena ada agar-agar, pendidihan tidak boleh membuat agar-agar pecah. Jadi, aduk susu dan agar-agar sejak dingin sampai mendidih dan buih naik. Ketika buih naik, cepat-cepat matikan kompor dan terus aduk sampai gelembung udaranya hilang. Proses ini cukup cepat kok, nggak sampai capek.
Tuang campuran agar-agar panas ke wadah atau cetakan dan biarkan mengeras. Tuangkan sirup ABC. Tak usah takut terlalu manis karena sirup akan turun, menyatu dengan puding dan menyisakan sedikit sirup saja diatas. Tambahkan buah coktail, tutup, lalu masukkan kulkas.

2. DONAT
resep snack arisan
Abaikan baskom jeleknya. Hihiiii.
Donat dahulu adalah musuh besar karena tiap membuat selalu gagal. Sekarang banyak resep anti gagal. Terima kasih pada mereka yang tak lelah mencoba berbagai formula adonan hingga menghasilkan resep anti gagal dengan bahan sederhana. Waktu itu saya memilih resep ini karena masih punya 1/4 kg gula donat, mentega dan sebungkus tepung terigu. Gula donat tersebut adalah sisa membuat kue putri salju sewaktu Lebaran. Rasanya tak ada yang lebih cocok untuk menghabiskan gula donat tersebut selain membuat donat.
Resep saya adopsi dari Dapur Ayu.

  • Buat biangnya dulu dengan mencampurkan 100 gram terigu, 1 sendok makan fermipan (1 bungkus 11gram), 2 sendok makan gula pasir, 150 ml air hangat.
  • Agar mudah, gunakan gelas ukur yang ada ukuran gram untuk flour (tepung) dan ml atau cc untuk cairan. Biarkan biar sampai fermipan bereaksi dengan keluarnya semacam rongga-rongga kecil.
  • Lalu tambahkan 1 kuning telur, 220 gram terigu, 3 sendok makan susu, 2 sendok makan margarin, 1/2 sendok teh garam.
  • Uleni hingga kalis dan halus, lalu tutup dengan serbet dan biarkan hingga mengembang. Tak perlu berpatokan waktu. Intip saja jika sedang selo.
  • Kempiskan dan bagi menjadi bulatan-bulatan yang besarnya terserah, lalu diamkan biar mengembang lagi.
  • Bentuk dengan cetakan donat. Jika tak punya, bulatkan sempurna saja lalu coblos tengahnya dengan telunjuk yang juga membuat bulatan tersebut agak oval.
  • Goreng dengan minyak yang banyak. Jika punya mentega putih, masukkan ke minyak sesendok untuk membuat donat lebih mudah ditiriskan.
3. LUMPIA

Lumpia merupakan pilihan yang mudah karena wortel sedang murah, hanya Rp 6.000,- per kilogram dan tak perlu ke pasar, cukup beli di warung tetangga. Saya putuskan untuk mengupas semua agar nanti tinggal mengiris sesuai dengan snack yang akan dibuat. Saya sudah mencatat beberapa jenis snack tapi belum tentu saya masak semua, lihat waktunya nanti. Untuk sayuran seperti wortel atau kentang, akan membantu sekali kalau punya peeler. Peeler ini bisa dibeli di supermarket dengan kisaran harga Rp 9.000,- sampai Rp 12.000, cukup membantu persiapan memasak sehari-hari agar lebih cepat.
Kulitnya beli saja yang sudah jadi. Di supermarket ada beberapa macam kulit lumpia. Ada yang kotak dengan tekstur lebih tebal dan kering tapi jika digoreng lebih crispy. Yang bulat dan lebih tipis memiliki tekstur lebih moist sehingga lebih mudah untuk membungkus. Sayangnya setelah matang, minyak gorengnya seperti terjebak dan membuat lumpia sangat berminyak meski sudah ditiriskan menggunakan kitchen towel sampai ganti 3 kali.
Untuk isinya, selain merajang wortel tadi, tambahkan apa yang ada di kulkas. Kebetulan yang saya punya ini daun bawang dan taoge.
Soal bawang merah, bawang putih dan bawang bubuk, seadanya saja, dengan perbandigan bawang merah 3x lebih banyak dari bawang putih. Goreng sebentar dengan sedikit minyak sebelum sayuran dimasukkan dan tambahkan air. Tambahkan juga gula pasir dan garam. Kunci membuat isian lumpia adalah tambahkan kecap asin dan kecap manis barang satu sendok makan. Jangn lupa mencicipi dan sesuaikan dengan selera. Jika sudah pas, tambahkan sesendok teh maizena yang dicairkan dengan sesendok makan air, lalu aduk sampai air di wajan habis.
Putih telur yang disisihkan dari pembuatan donat diatas bisa digunakan untuk mengelem kulit lumpia.

4. TAHU ACI

Sebelum pindah ke rumah yang sekarang, ada penjual khusus tahu di pasar Lempuyangwangi yang menurut saya belum ada duanya di Jogja. Tahu putihnya enak dikukus buat diet, tanpa perlu ditambah bumbu. Meski tawar, tapi sama sekali tidak hambar. Sedangkan tahu gorengnya yang segitiga enak untuk disayur, yang kotak biasanya saya bagi 4 untuk dibuat tahu aci. Di rumah yang sekarang, meski lebih dekat ke pasar, saya belum punya langganan tahu. Tapi snack ini jadi pilihan karena membuatnya mudah.
Dengan tahu seadanya, saya membuat tahu aci yang resepnya saya dapatkan dari blog ricke-ordiarykitchen.blogspot.co.id.
  • Untuk acinya, didihkan 50 ml air, bawang putih, garam, merica dan 1 sendok teh gula pasir.
  • Jika sudah mendidih, cepat angkat dan tuangkan dalam baskom berisi 150 gram tepung aci / tapioka / sagu tani, 50 gram terigu, 1 tahu putih yang dihaluskan dan irisan daun bawang. Saya menggunakan sagu tani yang selalu tersedia di dapur saya untuk campuran membuat goreangan.
Dan seperti peristiwa penting lainnya, selalu saja ada bencana. Dalam hal ini adonan tepung aci lepas, tidak mau menempel ketika digoreng kering. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, padahal saya sudah sering membuatnya. Kemungkinan bisa karena tahu yang tidak seperti biasa, bisa juga karena saya membuat 2 porsi resep sehingga adonannya tidak terkontrol dengan baik. Entahlah.
Untuk menyelamatkan tahu aci yang sudah capek-capek saya buat ini, tahu dan acinya saya satukan menggunakan garpu kecil. Tadinya terpikir tusuk gigi juga, untunglah garpu kecilnya cukup untuk menolong penampilannya.

5. PISANG KEJU

Pilihan ke pisang keju ini karena saya masih punya wadah penyajiannya. Meski begitu, tadinya malah berniat membuat maccaroni schootel. Jadi saya belanja makaroni dan keju. Tapi saya mendadak galau karena susu tinggal sisa 1 liter setelah dibuat puding, sedangkan anak-anak saya belum kebagian. Mereka suka minum susu. Kemudian saya teringat pisang ambon yang kemarin saya beli. Mengapa sebelumnya tidak terpikir? Karena memang tidak berniat beli pisang, tapi ada nenek-nenek penjual taoge yang menawari.
Lagipula ini harusnya lebih cepat daripada schootel yang ada proses merebus makaroni dan memanggang. 
  • Jadi, pisang ambon saya iris kecil-kecil, lalu saya goreng dengan mentega hanya sampai bentuknya agak lembek, tidak sampai coklat.
  • Kemudian pisang tersebut saya masukkan wadah kecil-kecil tanpa ditiriskan, tetap basah oleh mentega.
  • Lalu atasnya diberi topping parutan keju dan susu kental manis.
Resep ngasal ini ternyata mendapat sambutan yang paling banyak dari anak-anak kecil yang ikut ibu mereka arisan. Sebentar saja ludes.

6. BITTERBALEN

Bitterbalen ini dipilih karena tidak perlu repot-repot. Tepung terigu sudah ada dan tinggal merajang sisa wortel yang sudah sekalian dikupas untuk lumpia tadi. Tinggal mengupas kentang yang ada di kulkas sisa membuat perkedel kemarin dan membeli tepung roti atau panir.
Bumbu isian bitterbalen juga saya buat sama dengan isian lumpia, hanya saja karena ada kentang, maka kentang harus dibiarkan empuk dulu sebelum wortel masuk. Jika sudah matang, bukan maizena yang masuk, melainkan terigu. Terigu tak perlu dicairkan, langsung dimasukkan saja dan tuangkan yang banyak. Dalam satu resep, saya biasanya memasukkan 5 sendok makan terigu.
Aduk yang kuat agar terigu tidak menggumpal. Matikan kompor jika sudah tidak mengandung air dan dinginkan. Bentuk bulat-bulat, masukkan keju sisa pisang tadi yang telah dibentuk kotak. Lebih bagus sih melting cheese, tapi seadanya saja. Setelah itu gulungkan di telor dan panir, kemudian goreng.

7. SANDWICH

Sandwich tak lazim digunakan sebagai hidangan arisan. Tapi yang terpikir waktu itu hanya karena mudah dibuat dan cepat. Namun agar roti tawarnya tidak cepat kering, sebaiknya ini dibuat mendekati waktu arisan. Yang dibutuhkan selain roti tawar adalah mentega, mayonaise, saus sambal, smoked beef dan lettuce. Saya tidak menambahkan keju karena 2 hidangan sebelumnya sudah ada unsur keju. Lettuce membuat sandwich lebih enak kriyes-kriyes daripada jika menggunakan daun selada. Agar mudah dimakan, lettuce saya rajang. Selain untuk mengoles, mentega juga digunakan untuk menggoreng smoke beef menggunakan pan teflon.

Lalu, ini minumannya apa? Air mineral saja cukup, kan? Mana sempat lagi? Harus cepat-cepat mandi sebelum ibu-ibu tetangga datang.

You Might Also Like

21 comments

  1. Beuuh sandwich...mending arem arem deh hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah kalau arem2 namanya nggak mudah dan cepat dong. Sejak kapan bikinnya tu kalau utk 7 item heheheee

      Delete
  2. Berarti yang puding koktail itu adonan agar-agarnya enggak pakai gula pasir ya, Mbak? Manisnya dari si sirup itu? ^_^

    ReplyDelete
  3. Tahu aci mungkin makin enak kalau dikasih tambahan daging ikan ya mba. Makasih idenya mba. Harus telaten nih ya kalau mau ada acara seperti ini :)

    ReplyDelete
  4. berkali2 bikin donat aku g berhasil2 huhuhu. akhire tuku tapi emang paling gampang
    eh tapi kalau aku lebih gampang bikin cupcake mbaaaa ama kue2 bolu gitu xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kmrn tu rencana bikin cupcake, tp ada bahan yg kurang

      Delete
  5. Mbak itu sirupnya nggak dicampur air lagi ya, langsung tuang aja gitu? menarik pudingnya, anak-anak suka segala jenis puding soalnya :D

    ReplyDelete
  6. aku penasaran sama bitterbalen nya...ini kayaknya cocok juga buat cemilan harian anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dibikin kecil2 gini cepek habis mbak, nggak terasa nyomotnya :))

      Delete
  7. Wih donat anti gagal euy kudu dicoba hihi... Aq biasanya bkin brownies cm butuh waktu setengah jam hahaha... Simple bgt soale bisa dikukus ato dipanggang...

    ReplyDelete
  8. wah enak-enak banget mbak snack untuk arisannya
    saya bikin donat selalu pecah hehe

    ReplyDelete
  9. Pernah bikin bitterbalen tapi kok rasanya belum seenak yang di resto. Tapi ini memang favorit banget mba, dicocolin ke sambel bangkok gitu bikin ngga berhenti ngunyah. Hahahaha :D

    ReplyDelete
  10. Kirain tu pisang dikukus atau panggang ala makroniscotel. Ternyata digoreng ta. Boljug tuh dicontek idenya mak

    ReplyDelete
  11. ketujuhnya menarik banget.

    Untuk donat, bagaimana cara menggorengnya ya Mbak agar hasilnya kuning agak kecoklatan, bukan coklat tua :)

    salam kenal dan terima kasih Mbak

    ReplyDelete
  12. mbaaa postinganmu bikin lapeeer hihi enak2 banget nampaknyaa

    ReplyDelete
  13. aku mau coba bikin pudingnyaaa ^o^... enak itu pasti dimakan utk cemilan sore ama anak2 :).. apalagi anakku seneng banget ama puding2 gini

    ReplyDelete
  14. Ini nih yang dicari emak2! Resep super gampang dan anti gagal! :D donat itu bagi aku perlu usaha ekstra untuk ulenin >.< Bitterbalen suka bikinnya, kemarin aku pakai daging cincang mak :D

    ReplyDelete
  15. enak semua ini menu arisannya, kenapa pas sore hari kaya gini perut keroncongan ya

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.