Si Remaja Pengin Diet? Ibu Tak Perlu Panik

Nggak perlu panik kok ibu, jika si remaja pengin diet.

Remaja diet


Sering melihat ibu-ibu cantik dengan penampilan terawat menggandeng anak-anak yang chubby? Biasanya sekilas kita akan mengatakan, "Anak-anak sekarang gizinya berlimpah, makannya enak-enak."
Berdasarkan survey tak bertanggung jawab yang saya lakukan, kebanyakan ibu-ibu jaman sekarang memang memanjakan anak-anak. Anak-anak sering dibiarkan mengkonsumsi makanan dan minuman enak tanpa kendali dan tanpa memperhatikan pertambahan usia. Berapapun usia anak-anak, ibu selalu menganggap mereka bayi lucu yang makin chubby makin lucu. Mereka sangat khawatir anak-anak lemes atau tidak bisa mikir pelajaran sehingga membujuk si anak makan lagi meskipun masih kenyang karena seharian tidak banyak aktivitas fisik. 
Ketika anak-anak makin besar dan mengkonsumsi lebih banyak makanan, tetap si ibu tidak memperhitungkan apakah aktivitas fisiknya bisa mengimbangi atau tidak. Apalagi ketika sudah mengenal gadget dan asik mager (malas gerak) menghadap layar. Jika diingatkan, jawabnya, "Ah sudahlah, kan masih dalam masa pertumbuhan."

Akhirnya, datanglah masa itu, ketika si chubby lucu beranjak remaja dan minta diet.

Sebenarnya itu adalah perkembangan yang wajar mengingat masa remaja adalah masa anak-anak mulai memperhatikan penampilan, tidak semata-mata untuk menarik perhatian lawan jenis, tapi yang utama adalah bagi kenyamanannya sendiri.
Herannya, beberapa ibu malah berusaha menggagalkannya, termasuk saya. Para ibu itu justru berusaha meyakinkan bahwa diet tidak baik bagi mereka, bahwa diet itu berbahaya, bahwa mereka butuh energi untuk kegiatan sekolah dan sebagainya. Para ibu bahkan menginterogasi si remaja dengan sangkaan telah dibully. Hal seperti ini bisa berakibat 2 hal bagi remaja, yaitu membuat mereka frustasi lalu makan tambah tak terkendali atau tetap diet tapi tak mau lagi bercerita pada si ibu diet apa yang sedang dijalaninya. Ini berbahaya karena ortu tidak bisa memantau konsumsi makanannya.
Memang, remaja adalah masa tersulit karena masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Jika ibu tak pandai-pandai merespon, mereka bisa mengambil keputusan yang salah, yang akan disesali bersama. Sebenarnya peran bapak juga penting sekali. Tapi untuk kali ini kita obrolin peran ibu dulu yang kebanyakan bertanggung jawab atas makanan anak-anak.

Baca juga: Perjanjian Orangtua dan Remaja

Jangan tanya kenapa. Jika si remaja memutuskan untuk diet, jangan tanya mengapa. Sambutlah dengan gembira dan siap mendukung 100%. Biasanya prasangka pertama ibu adalah si remaja telah dibully karena chubby atau untuk pertama kalinya naksir lawan jenis. Jikapun itu benar, biarkan si remaja menjalani keputusannya dulu. Biarkan dia melaksanakan apa yang dianggapnya sebagai solusi. Yang penting adalah semua berada dibawah pengawasan ibu. Bersyukurlah ketika si remaja memberitahukan keputusannya itu pada ibu sehingga dia tidak menjalaninya sendiri secara diam-diam yang bisa berakibat salah memilih metoda.

Revolusi Kulkas. Sebagai tindakan nyata mendukung keputusan si remaja itu, segeralah merevolusi isi kulkas. Gantikan isinya dengan bahan makanan yang lebih sehat, antara lain memperbanyak buah dan sayur, mengurangi daging merah, seafood, mengurangi susu dan sebagainya.

Kendalikan hobi masak. Masaklah seperlunya dan langsung habis, sehingga setiap menu yang dihidangkan selalu fresh. Jangan menyimpan makanan sisa kemarin, Kalau sekiranya masak kebanyakan, bisa dibagikan ke tetangga atau satpam supaya tidak mubazir. Yang hobi baking dan selalu pengin mencoba resep dari internet yang fotonya "mengundang", sebaiknya menyediakan seperlunya di meja makan, lalu membagikan sisanya ke tetangga. Kue yang mengandung tepung, mentega, telor bahkan minyak sayur (untuk kue yang dikukus) tidak mendukung keinginan si remaja. Cobalah hunting menu vegetarian. Si remaja akan bersemangat makan atau minum kreasi hidangan veggie para ibu.

Ubah tujuan wisata kuliner. Keluarga liburan tanpa wisata kuliner itu nggak asik banget. Apalagi bagi food dan travel blogger itu merupakan kesempatan bagus, sambil jalan-jalan bersama keluarga, dapat bahan update blog. Tapi demi si remaja, pilihlah menu yang sesuai. Misal, restoran tersebut terkenal dengan steak-nya, pastikan bahwa restoran tersebut juga menyediakan salad.

Menyenangkan juga jika sesekali berburu restoran vegetarian bersama keluarga.


Jadilah Bagian Dari Diet. Di hadapan si remaja, cobalah untuk mengikuti pola makannya. Pasti dia sangat senang dan bersemangat. Di belakangnya, bolehnya makan nasi soto sapi ditambah beberapa tusuk sate usus sampai nambah. Tapi lebih baik lagi jika di belakangnya juga tetap diet. Biar hasilnya akhirnya nanti fisik ibu dan si remaja kayak kakak adik. 

Hormati hak asasi anggota keluarga lainnya. Ini berlaku jika ibu memiliki anak lebih dari satu. Meski diet itu baik, terutama bagi yang over weight, ibu tetap harus menghormati hak anggota keluarga lainnya yang tidak ingin mengikuti pola makan tersebut. Terlebih jika anggota keluarga tersebut memiliki intesitas kegiatan fisik yang lebih tinggi. Ini juga untuk menunjukkan bahwa ibu menghormati perbedaan sikap dan mengajarkan toleransi.

Jadi, selamat mengawal perubahan pada si remaja ya, bu. Semoga itu menjadi momen yang makin mendekatkan si remaja dengan ibu. 

16 comments for "Si Remaja Pengin Diet? Ibu Tak Perlu Panik"

rita asmaraningsih February 21, 2016 at 9:43 AM Delete Comment
Wah... remaja juga butuh diet ya? Pantesan ponakanku yang remaja 15 tahun dah ngerti pilah-pilih makanan.. mungkin maksudnya mau diet agar tubuhnya proporsional gakk gemuk.. Remaja sekarang lebih smart kayaknya..
Jalan-jalan Rita February 21, 2016 at 9:45 AM Delete Comment
Anak remaja sekarang ini dah ngerti diet ya Mba..
Tarry KittyHolic February 21, 2016 at 10:00 AM Delete Comment
Saya udah punya anak aja,masih suka diomelin emak kalau ingin diet. Padahal badan udah over weight plus plus. :).

Terima kasih sharingnya Mbak :)
Inayah February 21, 2016 at 10:25 AM Delete Comment
kalau adeku malah susah makan. Dia malah minta "perawatan" please deh...hahah..kakaknya aja engga
Turis Cantik February 21, 2016 at 11:22 AM Delete Comment
masa remaja emang penting kalau dibiasain makan sehat bagus banget tuh mbak ;)
Suciati Cristina February 21, 2016 at 6:50 PM Delete Comment
Lucuu klo anak2 chubby tapi klo makin gede ngga terkontrol takut kbablasan,kasian.. berarti skrg lbih sering vegetarian yah mbaa?
Tian Lustiana February 21, 2016 at 8:37 PM Delete Comment
lucu yah chubby, kalau masih kecil tapi kl sudah beranjak remaja pasti pengen diet
Inda Chakim February 21, 2016 at 10:29 PM Delete Comment
ah senengnya punya mamak kayak dikau mbk lus, pengertian bgd dah ah,
Unknown February 22, 2016 at 1:26 AM Delete Comment
Aha, setuju sekali...ini malah saya di suruh diet sama mamak, gara-gara badan makin hari makin bengkak aja :(
Tetty Hermawati February 22, 2016 at 9:04 AM Delete Comment
tengkyu mak infonya.. jadi tau tentang anak remaja..
Kanianingsih February 22, 2016 at 9:42 AM Delete Comment
jangakan remaja, anak saya yg mau 9 th aja kalo udah ga nyaman sama perutnya minta diingetin untuk olahraga :)
Lidya Fitrian February 22, 2016 at 9:51 AM Delete Comment
berarti tandanya sudah dewasa ya mulai memperhatikan berat badan
Emak Riweuh February 22, 2016 at 7:00 PM Delete Comment
mulai peduli sama penampilan ya mak. aku wktu abg malah kurus kering, susah gendut. tp sekarang....hehehe
nurri February 23, 2016 at 11:22 AM Delete Comment
setuju banget sama point 2 yang merevolusi kulkas. Isi kulkas berperan penting juga untuk berat badam :D
Indah Nuria Savitri February 24, 2016 at 4:19 AM Delete Comment
yang penting adalah hidup sehat ya mba...dan seringkali di umur-umur tertentu anak-anak memang merasa harus tampil prima :)
lianny hendrawati February 25, 2016 at 10:00 AM Delete Comment
Anak-anakku masih belumm kepikiran diet. Duh sama kakek neneknya malah disuruh banyak makan, mungkin karena liat anak-anakku kurus badannya. Yang perlu diet ini malah aku dan suami harusnya hihi :D