Saat Harus Menitipkan Anak di Daycare, Apa yang Perlu Ibu Ketahui?

Suasana daycare anak yang bersih dan nyaman dengan area bermain, meja belajar, rak buku, dan mainan edukatif.
Suasana daycare anak yang bersih dan nyaman dengan area bermain, meja belajar, rak buku, dan mainan edukatif.

Menitipkan anak di daycare bukan keputusan yang mudah bagi seorang ibu. Ada rasa khawatir, takut, bahkan bersalah ketika harus meninggalkan anak bersama orang lain selama beberapa jam dalam sehari. Apalagi jika sebelumnya anak selalu bersama orang tua di rumah. 

Di sisi lain, ada ibu yang harus kembali bekerja, ada yang tidak memiliki keluarga untuk membantu menjaga anak, dan ada juga yang membutuhkan bantuan agar bisa tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih seimbang.

Dalam kondisi tertentu, daycare juga bisa menjadi solusi yang membantu orang tua sekaligus memberi anak kesempatan untuk belajar bersosialisasi dengan lingkungan baru. Namun banyak ibu yang bertanya-tanya, apakah anak akan nyaman? Apakah ia akan makan dengan baik? Apakah pengasuh akan benar-benar memperhatikannya?

Kapan Anak Perlu Dititipkan di Daycare?

Tidak ada standar khusus yang menentukan bahwa seorang anak perlu dititipkan di daycare. Semua keputusan tergantung kondisi keluarga dan keputusan para orang tua.

Namun setidaknya ada beberapa alasan yang membuat orang tua memutuskan untuk menitipkan anak di daycare, antara lain:

  • Orang tua bekerja dan tidak memiliki pendamping di rumah.
  • Ibu mulai kewalahan mengurus anak sendirian.
  • Anak membutuhkan lingkungan bermain dan sosialisasi.
  • Tidak memungkinkan menitipkan kepada keluarga.
  • Orang tua membutuhkan bantuan agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.

Cara Menyeleksi Daycare Sebelum Memutuskan

Seleksi daycare memang harus dilakukan pasangan orang tua (jika masih lengkap). Namun karena Beyourselfwoman merupakan blog wanita, maka sebagian besar saya bahas dari sudut pandang para ibu.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika menyeleksi daycare, yaitu:

1. Ada Izin Operasional

Yang pertama harus dilakukan adalah memeriksa izin operasional daycare, yang caranya sudah kami tulis sebelumnya. Saat ini ada banyak pilihan daycare, mulai dari daycare rumahan hingga daycare berskala besar. Karena itu, orang tua perlu lebih teliti memeriksa legalitas dan izin operasionalnya. 

Untuk aktivitas sepenting ini, sebaiknya memilih daycare beizin karena Kemendikdasmen melalui satuan pendidikan PAUD nonformal sebagai penanggung jawab akan ikut mengawasi.

2. Perhatikan Kebersihan dan Keamanan Lingkungan

Daycare yang terbuka akan mempersilakan orang tua untuk melakukan facility tour tanpa diminta. Orang tua harus diizinkan untuk melihat semua ruangan. Kondisi daycare yang harus diperhatikan adalah:

  • Jumlah anak dalam satu ruangan karena anak harus mendapatkan ruang yang leluasa untuk beraktivitas seharian dan istirahat.
  • Kebersihan dan sirkulasi udara dalam ruangan.
  • Pendingin ruangan atau AC yang rutin dibersihkan.
  • Kebersihan toilet dan area bermain.
  • Keamanan pagar, colokan listrik, sudut meja, dan sebagainya.
  • Kebersihan halaman, termasuk letak tempat sampah.
  • Keberadaan CCTV yang aktif dan dapat dites saat itu juga.

3. Cari Tahu Rasio Pengasuh dan Anak

Orang tua wajib menanyakan berapa jumlah anak yang ditangani oleh satu pengasuh. Semakin kecil usia anak, semakin perlu perhatian intensif. Hindari daycare yang terlalu penuh hingga pengasuh harus memerhatikan terlalu banyak anak.

4. Observasi Cara Pengasuh Berinteraksi dengan Anak

Biasanya, daycare yang baik akan mengizinkan orang tua untuk sit in, yaitu diam di ruangan atau di luar ruangan yang tembus pandang untuk mengamati cara pengasuh menangani balita. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Apakah pengasuh sabar?
  • Apakah anak-anak terlihat nyaman?
  • Bagaimana cara mereka menenangkan anak menangis?
  • Apakah cara berkomunikasi mereka positif?
  • Bagaimana cara mereka menggendong anak?

5. Tanyakan Aturan dan Sistem Daycare

Tiap daycare harus memiliki SOP (Standard Operating Procedure) yang lengkap, jelas dan tegas.

Contoh:

  • Jadwal makan dan tidur.
  • SOP jika anak sakit.
  • Apakah ada CCTV atau laporan harian.
  • Siapa yang boleh menjemput anak.
  • SOP keadaan darurat, seperti kebakaran, keracunan dan sebagainya.
  • SOP jika ada pengasuh yang sakit atau mengundurkan diri.

6. Jangan Sungkan Survey Lebih dari Satu Tempat

Buang perasaan tidak enak hati pada pada daycare yang telah disurvei demi mendapatkan daycare terbaik untuk anak. Ketika survei, lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Bandingkan suasana, biaya, SOP dan kenyamanan ibu sendiri.
  • Insting orang tua juga penting.

Persiapan Ibu Setiap Hari Sebelum Anak Berangkat ke Daycare

Meski hanya dalam hitungan jam, perpisahan anak yang masih kecil dan ibu tetap akan membuat sedih. Karena itu, ibu perlu membuat persiapan sebaik-baiknya, meliputi hal-hal di bawah ini.

1. Menyiapkan Barang Bawaan Anak

Buat checklist agar tidak ada yang terlupa. Contoh:
  • Baju ganti.
  • Popok/tisu.
  • Botol minum kesayangan.
  • Bekal atau susu kesukaan meski sudah disediakan daycare agar anak masih memiliki koneksi dengan orang tuanya.
  • Obat tertentu jika diperlukan.

2. Pastikan Anak Berangkat dalam Kondisi Nyaman

Usahakan persiapan tidak dilakukan dalam waktu mepet agar punya waktu yang cukup untuk mengobservasi anak, terkait dengan:
  • Cukup tidur atau belum, lalu informasikan ke pengasuh jika belum cukup tidur.
  • Sudah sarapan yang cukup.
  • Tidak sedang demam atau sakit.
  • Suasana hati yang perlu dibicarakan dengan anak.
  • Mengenakan baju, sepatu dan aksesoris lain yang disukainya.

3. Bangun Rutinitas Perpisahan yang Tenang

Kadang orang tua bangun kesiangan padahal ada janji di kantor. Ingatlah bahwa itu bukan salah si anak. 

Berikut ini adalah beberapa cara membangun perpisahan yang tenang:

  • Jangan membentak-bentak anak karena orang tua harus buru-buru ke kantor.
  • Minta maaf dan minta pengertian pada anak jika orang tua harus buru-buru ke kantor.
  • Pamit dengan penuh kasih sayang dengan memberikan pelukan dan ciuman.
  • Beri timeline yang jelas meski anak belum paham, misalnya tentang jam berapa akan ditengok dan jam berapa akan dijemput.
  • Jujur pada anak, misalnya bahwa 4 jam itu lama dan jangan lewat dari 4 jam jika sudah janji.
  • Hindari menghilang diam-diam.
  • Kasih ide pada anak tentang cara mengisi waktu selama berada di daycare.
  • Beritahu anak bahwa ia boleh meminta bantuan pengasuh ketika lapar, haus, takut, atau ingin menelepon orang tua.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Anak Pulang dari Daycare

Sepulang bekerja atau beraktivitas lainnya, orang tua mungkin akan kecapekan. Tapi itu sudah risiko sehingga tidak ada alasan untuk mengabaikan anak yang baru pulang dari daycare. Si anak pasti punya banyak cerita yang dipendam seharian untuk diluahkan ke orang tuanya, baik cerita gembira maupun sedih.

Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan orang tua saat anak kembali dari daycare:

1. Tanyakan Kabarnya

Tanyakan kabar anak, apakah dia senang atau sedih hari itu. Lanjutkan dengan menanyakan apa yang membuatnya senang atau sedih tersebut.

2. Luangkan Waktu untuk Mengobrol dengan Anak

Setelah anak dan orang tua sama-sama santai di rumah, ajak anak mengobrol untuk mengetahui kegiatannya hari itu dengan lebih detail tanpa kesan menginterogasi. Percakapan bisa dilakukan sambil main atau deep talk di tempat tidur.

3. Perhatikan Kondisi Fisik Anak

Perhatikan kondisi fisik anak sambil mengganti bajunya dengan baju rumah atau baju tidur. Jika ada luka atau lebam, tanyakan pada anak penyebabnya. 

Jika anak tidak bisa menjelaskan karena keterbatasan kosakata, tanyakan pada pengelola daycare keesokan harinya. Jika ada ruam di kulit bayi atau anak, amati dalam beberapa hari dan olesi dengan salep sesuai dengan keluhan, misalnya gatal. Jika tidak ada tanda-tanda perbaikan, segera bawa ke dokter.

4. Amati Perubahan Emosi dan Perilaku

Sering kali perubahan emosi pada anak dipengaruhi oleh peristiwa yang dialaminya tapi tidak bisa diceritakan karena kosakata yang dimilikinya masih terbatas.

Contoh perubahan emosi atau perilaku tersebut, antara lain:

  • Anak mendadak takut pergi ke daycare.
  • Menjadi lebih agresif atau sangat pendiam.
  • Sering menangis tanpa sebab jelas.
  • Melakukan gerakan tubuh yang tidak biasa.
  • Tidak mau ditinggal orang tua meski hanya sebentar.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ada Hal yang Mencurigakan?

Semua orang tua ingin dan berdoa agar keputusannya menitipkan anak di daycare sudah tepat. Namun kadang, hal-hal yang mencurigakan tetap saja terjadi.

Berikut ini yang harus dilakukan orang tua jika ada hal-hal yang mencurigakan.

1. Jangan Langsung Mengabaikan Perasaan Orang Tua

Perasaan tidak nyaman dari orang tua tidak boleh langsung diabaikan, terutama jika muncul berulang kali. Karena itu, jika merasa ada sesuatu yang aneh, berikut ini yang harus dilakukan orang tua:

  • Insting tidak boleh diabaikan.
  • Kumpulkan informasi dengan kepala dingin.
  • Catat perubahan perilaku anak.
  • Jika mengakibatkan dampak serius, tanyakan kronologinya kepada pengelola daycare.

2. Komunikasikan dengan Pihak Daycare

Setelah mendapatkan kronologinya, sampaikan kekhawatiran dengan jelas. Perhatikan bagaimana respons mereka, apakah memberikan tanggapan positif, memberi solusi, menyangkal, atau malah menutupi.

3. Pertimbangkan Keamanan Anak Sebagai Prioritas

Jika ada tanda-tanda red flag serius, berikut yang harus dilakukan:

  • Jangan ragu untuk keluar dari daycare tersebut karena keselamatan dan kenyamanan anak lebih penting daripada rasa tidak enak. 
  • Jika ada bukti pelanggaran serius, laporkan ke pengawas PAUD nonformal atau kantor KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). 
  • Berikan pendampingan psikologi secara profesional pada anak.
  • Beri waktu pada anak selama yang dibutuhkannya untuk pulih sebelum menitipkan ke daycare lain.
  • Jika harus menitipkan anak lagi maka proses seleksinya harus dimulai lagi dari awal, seperti poin-poin di atas.

Penutup

Tidak ada daycare yang sempurna, tetapi orang tua bisa meminimalkan risiko dengan lebih teliti. Daycare bukan sekadar tempat menitipkan anak. Lingkungan, pengasuh, sistem pengawasan, hingga cara mereka memperlakukan anak bisa ikut memengaruhi tumbuh kembang si kecil. Karena itu, orang tua perlu lebih teliti sebelum memilih daycare dan tetap memperhatikan kondisi anak setiap hari, bahkan setelah anak pulang ke rumah. 

Ibu tidak perlu merasa bersalah karena membutuhkan bantuan daycare. Yang terpenting adalah memastikan anak tetap aman, nyaman, dan mendapatkan perhatian yang baik. Banyak kok anak yang akhirnya bisa beradaptasi dengan baik di daycare dan tetap tumbuh menjadi anak yang ceria serta dekat dengan orang tuanya.

Post a Comment for "Saat Harus Menitipkan Anak di Daycare, Apa yang Perlu Ibu Ketahui?"