Friday, March 22, 2019

Wisata Kerajinan Jogja Sekitar Terminal Giwangan

Jogja kaya dengan obyek wisata. Banyak pilihan yang bisa dikunjungi. Banyak pula yang belum dieksplor, antara lain kawasan wisata dan daerah kerajinan yang dekat dengan terminal Giwangan.

Kerajinan Bantul. Foto pribadi.

Dahulu, bus adalah alat transportasi yang paling tidak disiplin. Kondisi bus tidak terawat, tiket tidak sesuai, berangkat sesukanya, ngetem seenaknya dan ugal-ugalan di jalan. Masa-masa seperti itu lambat laun memudar. Memang, masih banyak sekali bus yang membuat ciut nyali penumpangnya atau sebaliknya membuat penumpang emosi. Tapi bangkitnya manajemen transportasi massa lain terutama kereta api dan membaiknya ekonomi masyarakat, membuat perusahaan bus mau tak mau harus berbenah atau ditinggalkan.

BUS DAN WISATA JOGJA


Salah satu cara orang Jogja bepergian menggunakan bus dahulu adalah dengan mencari seadanya di Terminal Giwangan, yang merupakan terminal utama Jogja. Mengapa tidak memesan saja? Perlu diketahui, letak terminal Giwangan itu di ujung selatan kota Jogja, berbatasan dengan kabupaten Bantul. Cukup jauh untuk bolak-balik kesana. Beberapa agen bus tidak mau menerima pemesanan melalui telepon karena takut calon penumpang tidak datang di hari keberangkatan dan seat tak terjual. Herannya, sampai sekarang masih ada beberapa agen bus besar yang tidak mau menerima transfer uang pula. Seolah tak ada solusi agar tidak ada yang merugi. Sungguh merepotkan calon penumpang.

terminal giwangan jogja
Terminal Giwangan. Foto pribadi.

Belakangan saya terbiasa melihat bus yang besar-besar dan baru. Eksterior yang menarik seperti group band Bonjovi atau yang lucu seperti Hello Kitty mengurangi citra garang bus-bus tersebut. Perusahaan otobus berlomba-lomba tampil beda dan paling keren. Jika tidak, ancamannya jelas yaitu konsumen tidak akan mau memilih mereka. Konsumen sekarang sangat pemilih dan rajin mencari rekomendasi. Gairah untuk naik bus kembali lagi. Bahkan ada beberapa channel youtube yang khusus membahas bus-bus yang makin bersolek ini.

Namun demikian, faktanya masih lebih banyak wisatawan yang memilih kereta api jika berwisata ke Jogja karena bisa turun dekat dengan Malioboro. Selain karena kerepotan ketika akan membeli tiket bus, Malioboro memang sangat menarik. Tapi jika teman-teman ingin sesuatu yang berbeda, bisa dicoba berwisata di daerah selatan Jogja. Apalagi sekarang tiket bus sudah bisa dibeli secara online.

Salah satu platform e-commerce yang menjual tiket bus dan sudah pernah kami coba adalah Traveloka. Sedangkan salah satu perusahaan otobus yang sudah bergabung dengan Traveloka adalah PO Eka-Mira. Pelintas batas Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur pasti sudah pernah mendengar nama bus Eka dan bus Mira. Sekarang keduanya berada dibawah satu perusahaan.  Saya sudah pernah menaiki kedua bus tersebut ketika masih belum sama-sama dibawah PT Eka Mira Prima Sentosa atau PO Eka-Mira. Kebetulan kandang bus Mira dekat dengan rumah saya waktu itu. Ketika itu bus Mira termasuk bagus dibandingkan bus-bus Jawa Timur lainnya. Tapi tentu saja persaingan dan perkembangan jaman membuat bus Eka dan bus Mira mengalami kemunduran.

tiket bus eka mira online
Bus Eka. Foto Traveloka.

Dua tahun setelah penggabungan, barulah bus Eka Mira kembali merebut pasar dengan pengadaan bus-bus baru dan perbaikan pelayanan. Salah satu terobosan besar dalam pelayanannya adalah Tiket Bus Eka Mira bisa dipesan secara online melalui Traveloka.

Entah mengapa pemesanan tiket online bus itu lama sekali baru bisa e-commerce setelah pesawat dan kereta api. Mungkin karena sulitnya menjamin waktu tempuh bus kepada konsumen. Halangan di jalan bermacam-macam, dari macet, banjir dan sebagainya. Meski ini masih menjadi faktor yang sulit dikendalikan oleh platform penjual tiket bus online, tapi konsumen punya hak untuk melayangkan komplain.

Contohnya, beberapa bulan lalu keluarga kami menggunakan bus dari Jakarta menuju Solo yang tiketnya dibeli melalui Traveloka. Bus tersebut mengalami keterlambatan yang cukup lama tapi masih bisa dimaklumi karena kondisi jalan tol di Jawa Barat yang macet panjang. Yang kemudian tidak bisa diterima adalah 45 menit sebelum tiba di tujuan, si sopir malah berhenti untuk sarapan, sendiri, meninggalkan penumpang di atas bus. Padahal sebelumnya sudah berhenti untuk sholat subuh. Mengapa tidak sekalian makan? Lagipula penumpang juga lapar dan jarak tempuh tinggal sedikit lagi. Seketika dikirimkanlah protes ke customer service Traveloka yang stand by 24 jam. Komplain dicatat dengan rinci untuk menegur perusahaan yang bersangkutan.

Jadi, perusahaan otobus tidak bisa seenaknya. Rekam jejak mereka tercatat dan saingan mereka banyak, tidak seperti kereta api yang hanya ada dibawah PT KAI.

WISATA JOGJA SEPUTAR TERMINAL GIWANGAN


Meski terminal Giwangan berada di luar kota Jogja, tapi sebenarnya itu merupakan daerah yang strategis untuk berwisata.

Dari terminal Giwangan, teman-teman bisa ke utara sedikit naik ojek atau taksi online untuk menjelajah kawasan wisata Kotagede yang terkenal dengan kerajinan peraknya. Disini juga terdapat kerajinan batik halus. Selain itu, masih ada bonus melihat pabrik coklat Monggo, melihat peninggalan kerajaan Mataram Islam, berfoto diantara bangunan kuno dan masih banyak lagi.

Sebaliknya, jika pergi dari Terminal Giwangan agak jauh ke selatan, teman-teman bisa khasanah kuliner Jogja yang sudah sangat terkenal yaitu sate klathak. Tapi ini masih bisa ditempuh dengan ojek online. Lebih jauh ke selatan lagi, jalur ini juga akan membawa teman-teman ke makam kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat dan kawasan wisata yang sedang hits, yaitu kebun buah Mangunan, hutan pinus Asri, Songgo Langit dan sebagainya.

sate klathak
Sate klathak dan kerajinan Bantul. Foto pribadi.

Yang belum banyak diketahui orang adalah bahwa tak jauh dari terminal Giwangan itu, kearah selatan dan barat, adalah kawasan perusahaan kerajinan ekspor. Meski kerajinan yang diproduksi disana ditujukan untuk ekspor, tapi banyak yang juga melayani pembeli domestik. Karena langsung di pabriknya, harganya pun lebih murah daripada ketika mereka pameran di acara eksebisi atau mall.

Baca juga: Workshop 9 Sentra Kerajinan Jogja Yang Ingin Saya Kunjungi

Jenis kerajinan yang mereka buat beragam dari tas, sepatu, dekorasi rumah hingga mebel. Biasanya mereka tak menunjukkan etalase ala toko tapi hanya memasang plang perusahaan. Mereka memajang produk-produk tersebut di showroom yang berada di dalam.

Untuk bisa melihat koleksi mereka, teman-teman tak bisa langsung datang karena tak semua perusahaan menyediakan penjaga showroom. Sebaiknya teman-teman browsing dulu untuk mencari nomor kontak perusahaan kerajinan sepanjang daerah tersebut. Lihat dulu foto-foto produk mereka. Tak perlu gentar jika semua keterangan foto menggunakan bahasa Inggris.

Jika jenis produknya teman-teman sukai, hubungi dan bertanyalah apakah mereka punya showroom yang bisa didatangi. Lebih baik lagi jika teman-teman bersama rombongan karena mereka akan menyiapkan semua koleksi yang dimiliki agar lebih mudah dilihat. Kadang mereka juga mengajak tamu untuk berkeliling ruang produksi.

Tuh kan, banyak alternatif wisata di Jogja. Kapan ke Jogja?

Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung di blog beyourselfwoman.

16 comments:

  1. Beberapa kali ke Jogja rasanya tidak pernah bosan dan masih banyak destinasi wisata yang belum saya kunjungi. Sekarang mudah ya pesan tiket bus bisa beli online tidak perlu repot dan belinya di traveloka. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu ada yang baru di Jogja, sampai warga sendiri bengong tiap lihat foto spot terbaru di IG :))

      Delete
  2. Kalau ada blogger yang posting tentang Jogja, saya semangat bacanya. Mengobati kangen dengan kota yang kental budaya dan keramahan warganya. Saya dulu juga sama teman-teman naik bus ke Jogja. Capek, tapi seru karena di bus bisa karaokean, haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang serunya naik bus kalau bareng2 heheee ayo ke Jogja lagi.

      Delete
  3. Lebaran mau eksplor wisata kerajinan Yogja aaaah. Aku pasti belanja banyak kalo ke tempat kerajianan.

    ReplyDelete
  4. aku pengen ke jogja niatan piknik lho,,,yg selow santai. lama sekali ndak. heuheu. padahal jogja tu deket apalagi dah ada kereta joglosemarkerto. mesti kesusu klo ke jogja

    ReplyDelete
  5. Kok bisa ya si sopir berhenti buat makan sendiri. Biasanya kan kalau jarak jauh gini berhenti di rumah makan, dan penumpang dipersilakan turun. Btw semoga nggak terulang lagi, dan para penumpang tetap nyaman.

    ReplyDelete
  6. Sudah lama gak mampir ke terminal Giwangan. Dulu mau naik bus aja harus nunggu lama banget deh, beruntung sekarang sudah ada pemesana tiket secara online.

    ReplyDelete
  7. sebenarnya yang bikin orang malas naik bus dan main ke terminal bus ya tampilannya kan kak.. tapi klo udah begini, kan seru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi bener banget. Serem akutu kalau ke terminal banyak preman

      Delete
  8. Sudah lama banget ga naik bus, waktu saya kerja di cilacap sering banget naik bus, efisiensi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Cilacap itu apa aja sih? Aku taunya ya sama, Efisiensi itu heheee

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.