Plus Minus Menggunakan Foto Creative Common Zero CC0 Bagi Blogger

foto CC0
Foto CC0. Sumber: pexels.com/CedricFauntleroy.

Dulu saya termasuk blogger yang cukup ideal, yang sebisa mungkin semua foto adalah milik sendiri. Rasanya lebih puas dan lebih autentik.

Seiring waktu, saya mulai sadar bahwa tidak semua topik bisa menggunakan foto sendiri. Justru, kebiasaan itu malah memperlambat proses menulis saya.

Akhirnya, saya mulai mengenal foto CC0 (Creative Commons Zero). Praktis, gratis, dan legal. Tapi, apakah benar sesederhana itu? Di balik kemudahannya, ternyata ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh blogger.

Apa Itu Foto CC0 (Creative Commons Zero)?

Foto CC0 (Creative Commons Zero) adalah gambar yang bisa digunakan secara gratis tanpa perlu atribusi kepada pembuatnya. Artinya, blogger bebas untuk:

  • Menggunakannya di blog.
  • Mengedit atau memodifikasi gambar.
  • Memakai gambar untuk keperluan komersial.

Beberapa situs populer penyedia foto CC0 yang bisa teman-teman pantau, antara lain: Pixabay, Pexels, Unsplash dan sebagainya.

Foto CC0 gratis jelas sangat membantu, terutama untuk blogger yang bukan fotografer atau tidak selalu punya dokumentasi sendiri.

Kenapa Blogger Banyak Menggunakan Foto CC0?

Seiring waktu dan semakin produktifnya menulis, saya mendapati bahwa tidak semua topik blog punya visual yang bisa difoto sendiri. Apalagi kalau:

  • Bukan travel blogger tapi ingin menulis atau mendapat pesanan menulis tentang traveling.
  • Bukan food blogger tapi ingin menulis atau mendapat pesanan menulis tentang kuliner.
  • Tertarik untuk menulis opini atau pengalaman tentang topik terkini di luar tema utama blog tapi masih ada hubungannya dengan niche blog.

Akhirnya, foto CC0 jadi solusi praktis supaya bisa lebih fokus ke konten yang kuat dan panjang.

Kelebihan Menggunakan Foto CC0

1. Praktis dan Menghemat Waktu

Blogger tidak perlu foto sendiri atau mengedit berjam-jam. Tinggal download, lalu upload jika ukurannya sesuai.

2. Gratis dan Legal

CC0 merupakan foto gratis untuk blog yang aman karena memang diizinkan untuk digunakan secara bebas sehingga tidak ada kekhawatiran akan mendapatkan somasi jika artikel tersebut viral.

3. Banyak Pilihan Visual Berkualitas Tinggi

Mayoritas foto berasal dari fotografer profesional karena sudah dikurasi pengelola platform sehingga hasilnya tetap terlihat aestetik dan profesional. Mereka tidak merasa sayang menggratiskan foto-foto tersebut karena merupakan bagian dari branding atau promosi atas keterampilan mereka. Mereka punya foto-foto yang lebih bagus untuk kategori berbayar.

4. Membantu Konsistensi Ngeblog

Untuk menulis satu artikel ini saja, saya butuh waktu 2 jam. Saya harus melakukan riset tentang CC0 dulu, membuat kerangka artikel, baru kemudian melengkapinya menjadi sebuah artikel. Bayangkan jika saya harus memproduksi gambar yang sesuai juga.

Karena tidak ribet urusan gambar, blogger bisa lebih fokus ke:

  • Menulis rutin
  • Riset topik
  • SEO artikel

Kekurangan Foto CC0 yang Harus Diperhatikan

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu pula dengan foto-foto bagus CC0. Berikut ini adalah beberapa kekurangan foto CC0 yang harus diperhatikan blogger:

1. Risiko Foto Sama dengan Blog Lain

Ini merupakan masalah yang paling umum dan tidak hanya terjadi pada blogger biasa, melainkan juga pada website sebuah instansi. Biasanya ini terjadi karena banyak orang mengambil  foto dari halaman pertama sehingga terlihat pasaran. Akibatnya, blog kehilangan identitas visual.

Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan keyword yang lebih spesifik untuk mencari gambar yang sesuai dengan isi konten. Lebih baik lagi jika mengambil gambar dari halaman-halaman berikutnya, bukan halaman pertama.

2. Relevansi Sering Diabaikan

Kadang blogger memilih foto gratis untuk blog berdasarkan mood, bukan isi artikel.

Contoh:

Artikelnya tentang kemerdekaan, tapi foto yang diunggah bukan foto yang mencerminkan kemerdekaan itu, melainkan foto galau seolah terpenjara.

Foto yang kurang relevan dengan isi bisa menurunkan kualitas konten di mata pembaca dan Google.

3. Bisa Mengganggu Branding Personal

Kalau tidak hati-hati, foto yang dipilih akan tidak sesuai nilai personal dan tidak sesuai audiens.

Contoh:

Blog muslimah pakai foto yang terlalu terbuka. Banyak foto CC0 yang diperankan oleh model yang belum tentu Muslim. Mereka tidak bermaksud melecehkan tapi semata-mata karena mereka memproduksi foto sebanyak-banyaknya untuk keperluan branding penyedia foto sehingga kurang riset.

Ini bukan soal benar atau salah, melainkan soal konsistensi branding.

4. File Besar (Boros Loading & SEO)

Foto CC0 biasanya high resolution (MB besar) sehingga berisiko:

  • Memperlambat loading
  • Menurunkan skor SEO

Solusinya, resize dulu ke resolusi yang sesuai dengan kapasitas blog (maksimal ke ±600–800px), kompres menggunakan TinyPNG dan sebagainya. Blog Beyourselfwoman ini menggunakan resolusi 500 x 375 px.

5. Kurangnya Rasa Memiliki

Karena bukan karya sendiri, kadang ada rasa kurang percaya diri dan bingung saat akan melakukan optimasi.

Untuk mengurangi rasa bersalah (meski tidak salah), solusinya adalah dengan menambahkan kredit kecil di bawah gambar agar lebih nyaman secara etis.

Foto CC0 vs Google Images: Mana Lebih Aman?

Jawabannya, CC0 jauh lebih aman, karena:

  • Foto Google tidak jelas lisensinya.
  • Foto Google bisa melanggar hak cipta.
  • Foto Google berisiko kena komplain.
  • Foto CC0 sudah jelas izinnya.
  • Foto CC0 dapat digunakan untuk komersial.

Tips Menggunakan Foto CC0 agar Blog Lebih SEO-Friendly

1. Gunakan Keyword Spesifik

Guanakan keyword spesifik saat mencari foto yang diinginkan. Jangan cuma “woman”, misalnya.

Contoh keyword spesifik, antara lain:

  • hijab woman working
  • indonesian housewife kitchen

2. Optimasi Nama File dan Alt Text

Ini penting untuk SEO gambar dan Google Images traffic.

Contoh:

Nama file: foto-ibu-rumah-tangga-memasak.jpg

Alt text: “ibu rumah tangga sedang memasak di dapur”

3. Kompres Ukuran Gambar

Banyak tools yang bisa digunakan, seperti TinyPNG, Squoosh dan sebagainya.

Target idealnya hingga < 200 KB.

4. Gunakan Gambar sebagai Pendukung, Bukan Identitas Utama

Jangan gunakan foto CC0 untuk header blog dan branding utama karena bisa sama dengan blog lain dan kurang elegan. Apalagi jika digunakan untuk foto produk yang membutuhkan keautentikan.

Ada instansi yang seperti itu dan itu tidak melanggar apa pun. Hanya saja jadinya kurang berwibawa.

5. Tetap Utamakan Kualitas Konten

Gambar hanya merupakan pelengkap dari sebuah blog. Ibarat makanan, harus diberi bumbu agar lezat.

Yang menentukan ranking dari sebuah blog tetap:

  • Kedalaman artikel
  • Relevansi
  • Konsistensi

Kesimpulan

Foto CC0 adalah solusi praktis dan aman untuk blogger, tapi tetap harus digunakan dengan bijak, yaitu:

  • untuk mendukung konten, bukan menggantikannya.
  • jangan malas mencari gambar yang relevan.
  • tetap jaga identitas dan kualitas blog.

Pada akhirnya, bukan tools yang menentukan kualitas blog tapi komitmen blogger sebagai penulisnya.


19 comments for "Plus Minus Menggunakan Foto Creative Common Zero CC0 Bagi Blogger"

Rani R Tyas August 9, 2016 at 9:09 AM Delete Comment
pernah pakai yang 640px, tapi kurang pas. Jadinya sekarang diedit sendiri jadikan 560px
Diah Dwi Arti August 9, 2016 at 9:10 AM Delete Comment
awal banyak dikampanyekan dulu, saya sempat ikutan pakai mak. kepincut sama keindahan foto-fotonya dan, yes, kemudahannya.

tapi terus desperate saat lihat di blog mana-mana pakai foto yang sama.sentuhan editing saya jadi kelihatan jelekkk banget. dan ketika kepingin cari gambar yang ngindonesia, susah.

so...saya ga pakai lagi cc0. pakai foto sendiri, idenya boleh nyontek, tapi eksekusi sendiri. daaan sekarang lagi keranjingan picsart. hihihi...
Rita Dewi August 9, 2016 at 9:43 AM Delete Comment
Kebanyakan foto2nya bertema luar negri ya...
Innnayah August 9, 2016 at 10:15 AM Delete Comment
Aku cc0 itu kepake banget kalau buat placement content yg dr sononya g ngasi foto. Kalau cerita sehari hari lbh sering pke foto sendiri.
Iyaaa malesnya jd sama kayak orang lain wkwkk
Lidya Fitrian August 9, 2016 at 11:30 AM Delete Comment
kadang-kadang aku pakai foto dari pixabay juga apalagi buat aku yg gak bisa moto bagus. Mbak Lusiiiii apa kabar? kangen bw ke sini :) siap-siap ya aku mau ngerapel
Liza Permasih August 9, 2016 at 11:57 AM Delete Comment
Waaah makasih infonya Mak Lusi... saya juga sering terkendala sama foto. Sekarang jadi terang deh rasanya. ^^
Unknown August 9, 2016 at 12:14 PM Delete Comment
aku malah pengen tau kan banyak tuh mb lusi, yang foto dijadiin tulisan judul..diwattermark apa bukan ya itu (letaknya di posisi atas artikel)? nah aku pengen niru2 gitu tapi bloman bisa nyettingnya

klo foto, selama ini aku masih pake dokumentasi pribadi terutama kuliner n jalan2, tapi kalo yang ngulas film, artis baru deh...
Euisry Noor August 9, 2016 at 7:37 PM Delete Comment
Membantu banget itu gambar CCO. Saya baru mulai malah memberdayakan itu. Kalau sekiranya punya foto relevan sendiri sih pake punya sendiri aja.
monda August 9, 2016 at 8:36 PM Delete Comment
foto CC0 emang cakep2 banget deh..
tapi aku baru make beberapa aja mbak, males nyari2nya juga he..he..
Riski Ringan August 9, 2016 at 11:20 PM Delete Comment
Mulai 24 Juli 2016 kemarin, bersamaan dengan revisi disclosure blog saya, saya berusaha memberi kredit untuk semua foto yang bukan hasil jepretan saya sendiri. Walaupun tidak saya cantumkan sebagai link hidup.
Memang lebih aman CC0 dan dokumentasi sendiri. Karena itu juga, sekarang saya mulai serius ngulik cara memotret dengan kamera HP ^_^.
Efi Ftriyyah August 10, 2016 at 9:51 PM Delete Comment
Akuuuu fans pixabay hehehe. Pasti suka merhatiin foto-foto pendukung blogpostku dari sana sumbernya. Koleksi fotoku yang menunjang ga banyak (kecuali tulisan liputan). Resolusi yang tinggi malah aku sukai, dan iya kadang suka nyengir pas liat foto yang sama dipake sama teman blogger yang lain. Seleranya samaan :D eh kalau relevan ya mau gimana lagi. Andai bisa bikin gambar sendiri yang kece buat pendukung di blog *curcol deh*
Isnaini S Ibiz August 11, 2016 at 1:24 AM Delete Comment
Saya malah baru tahu CC0. Makasih infonya, mbak. :)
fubuki aida August 11, 2016 at 9:09 AM Delete Comment
saya sering lihat di banyak blog pada pakai cco. tapi belm pernah pake sendiri malah
Tira Soekardi August 12, 2016 at 3:21 AM Delete Comment
wah makasih sharingnya berguna banget
Anjar Sundari August 12, 2016 at 10:41 AM Delete Comment
Kemarin masuk pixabay cari gambar ibu-ibu tapi yg tampil pakaiannya seksi-seksi atau hanya yukensian jadi balik lagi ke google cari kartun aja deh :)

Saya lebih suka pasang gambar yg lucu2 dr google atau paling pol edit foto sendiri di picsarts :)
Indah Nuria Savitri August 13, 2016 at 2:41 AM Delete Comment
aku termasuk yang keukeuh pakai foto sendiri mba. Entah kenapa suka aja..tapi CCO memang oke-oke bangeeet
widyantiyuliandari August 13, 2016 at 2:11 PM Delete Comment
Aku termasuk yang nyerah.... nyerah aja pake CCO, daripada nunda2 terus mau posting gara-gara enggak bisa ngasi foto cantik dari foto sendiri. Tapi ya itu, milihnya juga lama, aku biasanya milihnya dari halaman awal sampa habis mbak, dari sebuah kata kunci. Lama sih...tapi lumayan cuci mata juga :D
Athiah Listyowati August 16, 2016 at 10:18 AM Delete Comment
Ini nanya aplikasi buat editnya? Aku biasa pakai "pixlr express"
lianny hendrawati August 16, 2016 at 3:46 PM Delete Comment
Kalo postingan resep, pasti milik sendirilah. Nah kalo postingan yang bukan resep, kadang-kadang juga pake CCO, biasanya ambil di pixabay. Bagus-bagus emang CCO ya, tapi emang lebih nyaman pake koleksi sendiri sih.
Oya pernah aku pake CCO foto anak baca buku, lha bbrp yg komen malah mengira itu anakku beneran, padahal foto anak bule :D