Thursday, October 24, 2013

Foto Produk Tak Sesuai Aslinya

Di website Ladaka Handicraft saya nyatakan bahwa pasti akan ada perbedaan antara foto dengan produk aslinya karena tipe kamera, pencahayaan, fokus dan rekayasa. Sesungguhnya foto produk, terutama di online shop, memang sengaja dibuat sebagus dan semenarik mungkin untuk mengundang minat. Tapi seberapa jauh perbedaan itu bisa ditoleransi?


Tak ada standar tertentu yang menyatakan pada level tertentu foto dianggap "menipu" konsumen. Semua tergantung pada penerimaan konsumen terhadap perbedaan tersebut. Ada konsumen yang dengan mudah menerima perbedaan, tapi ada pula yang beda satu gradasi warna saja sudah tidak terima. Konsumen online shop mungkin termasuk yang paling kritis dan sulit dipuaskan. Ada saja keluhannya. Yang unik adalah di produk makanan. Konsumen produk makanan itu termasuk pemaaf, jarang sekali yang protes meski kenyataan sangat jauh dari fotonya.


Steak


Sering kan masuk warung bakso yang spanduknya aduhai, tapi setelah masuk ternyata isi mangkok baksonya sepi dan pucat? Hihihiiii.... Brand-brand dunia pun tak kalah melesetnya dari foto produk dan iklan visual lainnya. Sajian yang tidak mengundang selera, bahkan mengurangi isi, misalnya menghilangkan selada, sering kita jumpai. Tapi kok tidak ada yang protes ya?


Namun demikian, teman-teman yang memiliki usaha apapun yang berkaitan dengan foto, jangan patah semangat. Meski tak mampu membeli kamera mahal, banyak trik dan tips yang lebih terjangkau yang bisa kita coba, misalnya menggunakan kamera ponsel dan membuat studio mini menggunakan karton, tinggal googling cara-caranya. Modal utama kita berusaha adalah semangat.


Yang penting, jangan sekali-kali melakukan copas tanpa ijin. Selain hati nuranimu yang tak akan bisa menerimanya, juga karena konsumen sekarang sangat kritis, mereka googling dan hapal foto-foto yang sama hanya dari backgroundnya saja. Mereka akan mengkonfrontir apakah ada kesamaan produsen antara kita dengan pemilik foto tersebut. Saya pun pernah ditanya seperti itu, tapi mantap menjawab karena semua foto Ladaka dibuat sendiri. Tukang copas bisa saja menjawab muter-muter supaya enggak ketahuan, tapi punya usaha sih yang bikin hati enak ajalah. Biar berkah.

3 comments:

  1. jangankan foto produk, foto wajah aja gitu ya mak, aslinya berjerawat di foto bisa mulus lus... hihihi

    ReplyDelete
  2. jangankan di OS ya mbak, di toko cepat saji saja gambar dan wujud nyata serng berbeda

    ReplyDelete
  3. Memang harus jeli dalam berbelanja online. :) Namanya juga usaha ya, Mba. Terpenting kan perbedaan dengan aselinya tidak meleset terlalu jauuuh. Saya juga yakin, para produsen atau distributor tidak ada yang berniat mengecewakan pelanggan atau konsumen. :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.