Masih Menentukan Harga Pakai Kira-Kira? Saatnya Kenal HPP

Ilustrasi cara menghitung HPP dan menentukan harga jual untuk usaha kecil atau warung makanan.
Ilustrasi cara menghitung HPP dan menentukan harga jual untuk usaha kecil atau warung makanan.

Beberapa waktu lalu saya mengunggah konten tentang penjual makanan yang mematok harga terlalu murah di Instagram beyourselfwoman. Umumnya, mereka adalah pedagang sederhana yang berjualan di kampung-kampung. Dagangan mereka laris, bahkan ada yang menjadi bahan konten selebgram. Tapi taraf hidup mereka tidak meningkat.

Ternyata, ada beberapa komentar yang menyatakan bahwa hal itu juga terjadi di sekitar mereka. Bahkan salah satu pedagang tersebut sampai terjerat hutang meski orangnya ulet berjualan. Karena itu, saya ingin membahasnya secara khusus di blog Beyourselfwoman ini untuk teman-teman yang sedang mencari inspirasi usaha.

Banyak pedagang kecil yang belum memahami pentingnya melacak perubahan harga dan menghitung ulang harga jual produk mereka. Mereka berpikir, kenaikan sedikit tidak akan berpengaruh. Kenaikan kecil yang terus diabaikan lama-kelamaan bisa membuat pedagang masuk ke fase rugi tanpa mereka sadari. Karena itu, apa pun produknya, pedagang harus mengenal HPP (Harga Pokok Penjualan).

Kebiasaan Menentukan Harga dengan Perkiraan

Banyak pemilik usaha kecil menentukan harga hanya dengan melihat harga pesaing atau menebak untung.

Contoh:

Modal ayam sekitar Rp100 ribu, kalau dijual Rp15 ribu per porsi sepertinya untung.

Masalahnya:

  • Dagangan laris tapi pendapatan tidak terasa.
  • Untung terlalu kecil.
  • Kadang malah tanpa sadar rugi.

Penyebab utamanya:

Untuk membuat ayam siap disantap, ada proses memasak dan menyajikan. Dalam proses tersebut dibutuhkan tenaga manusia dan bahan pendukung, seperti bumbu-bumbu dan gas. Jadi, setiap porsinya harus memperhitungkan semua komponen yang dibutuhkan.

Dengan HPP, penjual dapat meminimalisir kemungkinan terlewatnya komponen biaya untuk menghasilkan sebuah produk.

Apa Itu HPP?

Sebenarnya istilah HPP sudah umum digunakan oleh para pemilik usaha. Namun bagi pemula atau pengusaha di kampung-kampung, istilah ini mungkin masih asing. Padahal, HPP sangat penting untuk mengetahui harga produk yang tepat.

1. Pengertian HPP

HPP adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu produk atau satu porsi yang dijual.

Dengan penghitungan yang tepat, pedagang dapat mengetahui berapa porsi yang harus dijual agar kembali modal. Sedangkan untuk menghasilkan keuntungan, pedagang harus menjual produknya dengan harga diatas HPP.

2. Mengapa HPP Penting?

Manfaat HPP adalah:

  • Menentukan harga jual lebih tepat.
  • Mengetahui keuntungan sebenarnya.
  • Membantu mengontrol pengeluaran usaha.
  • Menghindari harga terlalu murah atau terlalu mahal.

Dengan demikian, pedagang dapat memastikan bahwa setiap porsi produk yang terjual dapat menghasilkan keuntungan tapi juga tetap bisa bersaing harga dengan produsen lain.

Komponen yang Wajib Masuk dalam HPP

Menentukan harga itu tidak sesederhana habis belanja Rp100.000, lalu menjual 10 porsi dengan harga Rp15.000. Sepintas, (10 x Rp15.000) – Rp100.000 berarti untung Rp50.000. 

Namun praktiknya, kadang ada bahan yang tersisa dan ada pula yang belum dihitung karena tidak diperoleh dari belanja. Selain itu, banyak pula pelaku usaha kecil lupa memasukkan biaya-biaya kecil karena dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan jumlahnya bisa besar.

HPP dihitung berdasarkan daftar semua komponen yang digunakan untuk melakukan produksi. Karena itu, komponen yang wajib masuk dalam HPP adalah biaya bahan baku, pendukung dan tenaga kerja.

Berikut ini adalah contoh perincian komponen dalam pembuat ayam goreng tepung.

  • Biaya bahan baku: ayam, tepung, bumbu, sambal dan sebagainya.
  • Biaya pendukung: gas, listrik, air, kertas makan dan sebagainya.
  • Biaya tenaga kerja: tukang masak, penjaga warung dan sebagainya.

Pada usaha yang lebih besar, biaya penggunaan peralatan seperti kompor, blender, freezer, atau wajan juga kadang diperhitungkan.

Rumus HPP yang Sederhana

Rumus HPP itu sebenarnya sederhana seperti di bawah ini. 

Rumus HPP:

HPP per produk = Total biaya produksi ÷ Jumlah produk yang dihasilkan

Contoh:

Misalnya, kapasitas produksi kita 50 porsi dengan total biaya pembuatannya adalah Rp500.000:

HPP = Rp500.000 ÷ 50 = Rp10.000 per porsi

Artinya biaya untuk menghasilkan satu porsi adalah Rp10.000 sehingga pemilik usaha tidak boleh menjual produk tersebut dengan harga dibawah Rp10.000 per porsi.

Makin banyak komponen yang digunakan akan makin rumit pula menghitungnya karena penjual harus memastikan seluruh komponen sudah dimasukkan. 

Cara Menghitung HPP pada Warung Makanan: Contoh Sederhana

Contoh: usaha ayam geprek menghasilkan 20 porsi.

Biaya bahan:

  • Ayam: Rp80.000
  • Tepung dan bumbu: Rp25.000
  • Minyak: Rp20.000
  • Sambal: Rp15.000
  • Nasi: Rp30.000
  • Kemasan: Rp10.000
  • Gas dan listrik: Rp20.000
  • Tenaga: Rp20.000

Total biaya:

Rp80.000 + Rp25.000 + Rp20.000 + Rp15.000 + Rp30.000 + Rp10.000 + Rp20.000 + Rp20.000. = Rp220.000.

HPP = Rp220.000 ÷ 20 = Rp11.000 per porsi

Kesimpulan:

Setiap satu porsi ayam geprek menghabiskan biaya Rp11.000 sehingga harga jualnya harus di atas Rp11.000 agar mendapatkan keuntungan.

Cara Menentukan Harga Jual Berdasarkan HPP

Menentukan harga jual bukan sekadar menambahkan angka secara asal. Masih banyak pemilik usaha yang sudah puas menambahkan keuntungan beberapa ribu rupiah, berapa pun HPP barang yang laku. 

Contoh: 

Penjual mengambil keuntungan yang sama untuk semua barang, misalnya Rp2.000, untuk produk dengan HPP Rp10.000 mau pun Rp20.000. 

Padahal seharusnya harga jual ditentukan dengan persentase seperti di bawah ini.

Rumus harga jual:

Harga jual = HPP + keuntungan yang diinginkan.

Contoh:

HPP per porsi = Rp11.000

Target keuntungan = 40%

Keuntungan:

40% × Rp11.000 = Rp4.400

Harga jual:

Rp11.000 + Rp4.400 = Rp15.400, yang dapat dibulatkan menjadi Rp16.000.

Catatan:

Besarnya persentase ditentukan dengan memerhatikan harga pasar dan daya beli pelanggan. Persentase juga berguna sebagai ruang untuk mengantisipasi kenaikan harga barang dan jasa yang tiba-tiba agar masih cukup modal untuk belanja berikutnya.

Harga jual yang terlalu murah belum tentu membuat usaha lebih menguntungkan. Jika keuntungan terlalu tipis, kenaikan harga bahan baku sedikit saja bisa langsung memengaruhi modal belanja berikutnya.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemilik Usaha

Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pemilik usaha dalam menghitung HPP, antara lain:

  • Tidak menghitung biaya gas dan listrik.
  • Tidak memasukkan biaya kemasan.
  • Meniru harga pesaing.
  • Tidak menghitung keuntungan yang diinginkan.
  • Menentukan harga berdasarkan "rasanya sudah untung".
  • Tidak memasukkan biaya tenaga kerja karena mengerjakan sendiri (tidak memiliki karyawan/homemade).

Penutup

HPP mungkin terdengar seperti istilah akuntansi yang rumit, tetapi sebenarnya konsep dasarnya sederhana. Untuk mempercepat penghitungan, banyak pedagang yang membuat rumus utamanya dalam format Excel tiap ada produk baru. Jika ada harga baru atau komponen tambahan, pedagang tinggal memperbarui angka pada komponen yang berubah tersebut tanpa harus menghitung semuanya dari awal.

Menentukan harga jual menggunakan perhitungan akan membantu usaha lebih sehat dan keuntungan lebih jelas. Kalau selama ini Anda masih menentukan harga dengan kira-kira, mungkin sekarang saatnya mulai menghitung HPP. Kadang selisih beberapa ribu rupiah saja bisa sangat berpengaruh terhadap keuntungan usaha.

Bagi yang tidak mau pusing, saat ini juga sudah tersedia software atau aplikasi untuk menghitung HPP, baik gratis maupun berbayar. Umumnya yang berbayar memiliki fitur lebih lengkap, antara lain juga bisa digunakan untuk memantau stok bahan.

FAQ Seputar HPP untuk Pemilik Usaha

Apakah HPP sama dengan modal usaha?

Tidak. Modal usaha adalah seluruh dana yang digunakan untuk menjalankan usaha, misalnya membeli peralatan, sewa tempat, dan kebutuhan lainnya. Sementara HPP adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk yang dijual.

Apakah usaha kecil atau usaha rumahan perlu menghitung HPP?

Ya. Justru usaha kecil yang omzetnya terbatas sangat perlu menghitung HPP agar harga jual tidak ditentukan berdasarkan perkiraan. Dengan mengetahui HPP, pemilik usaha bisa mengetahui apakah harga yang dipasang sudah menghasilkan keuntungan atau belum.

Biaya apa saja yang sering lupa dimasukkan ke dalam HPP?

Beberapa biaya yang sering terlupakan antara lain gas, listrik, air, kemasan, saus atau sambal tambahan, serta biaya transportasi atau ongkos belanja bahan.

Apakah harga jual cukup dihitung dari HPP ditambah keuntungan?

HPP adalah dasar penting, tetapi harga jual juga perlu mempertimbangkan harga pasar, daya beli pelanggan, dan kondisi persaingan.

Berapa persentase keuntungan yang ideal?

Tidak ada angka yang sama untuk semua usaha. Banyak usaha makanan menggunakan keuntungan sekitar 30–50%, tetapi besarnya tergantung jenis produk, biaya operasional, dan kondisi pasar.

Apakah HPP harus dihitung setiap hari?

Tidak selalu. Namun HPP sebaiknya diperbarui saat ada perubahan harga bahan baku atau perubahan biaya operasional agar harga jual tetap sesuai kondisi usaha.

Post a Comment for "Masih Menentukan Harga Pakai Kira-Kira? Saatnya Kenal HPP"