Pengalaman Ngeblog Dibantu AI, Dari Takjub Hingga Berantem
![]() |
| Pengalaman ngeblog dibantu AI. |
Tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Untuk itu, saya menuliskan pengalaman ngeblog dibantu AI LLM (Large Language Model), yaitu Chatgpt dan Gemini, untuk menandai pergeseran cara sebagian orang mengisi blognya. Sebagian pembuat konten blog komersial sudah menggunakan AI (Artificial Intelligent) secara maksimal. Sementara masih banyak bloger kawakan yang mengharamkannya. Saya memilih tidak mengambil sikap sebelum mencoba.
Sebelumnya, saya mendapat job dengan jadwal yang sangat padat hingga harus menulis ribuan kalimat setiap hari. Waktu saya benar-benar tersita sehingga blog Beyourselfwoman ini telantar. Kerja sama itu berlangsung cukup lama hingga tibalah tidak diperpanjang lagi. Meski sedih kehilangan penghasilan, saya sempat mengalami euforia leyeh-leyeh. Saya terbebas dari urusan kerjaan yang memerlukan perhatian dari bangun hingga akan tidur.
Setelah euforia itu lewat, ngeblog adalah kegiatan yang bisa langsung saya kerjakan untuk mengisi waktu. Tapi efek euforia itu membuat saya malas. Lalu saya berpikir untuk mencoba memanfaatkan AI di blog ini. Berikut ini adalah pengalaman dan kesimpulan yang saya dapatkan.
Berkenalan dengan Chatgpt dan Gemini
Disclaimer sebagai bloger, saya selalu ketinggalan teknologi terbaru sehingga teman-teman tidak akan menemukan unsur-unsur kecanggihan atau tips dan trik dalam artikel ini. Saya cuma akan cerita tentang pengalaman saja. Disclaimer ini perlu saya sampaikan dulu karena saya sempat mendapatkan sindiran dari seorang pakar (beliau kelihatan ahli) ketika membagikan sebagian kecil pengalaman ini di media sosial. Jadi, jangan berharap terlalu tinggi ya. Hehehe ....
Setelah membaca beberapa rekomendasi teman bloger, saya memutuskan untuk mencoba Chatgpt dan Gemini gratisan. Kita hanya perlu mendaftar dengan email.
Saya mencoba Gemini lebih dahulu karena sudah menyatu dengan Google. Kesan awal saya terhadap Gemini adalah dingin untuk pengguna pemula dengan respon singkat sehingga kurang menambah semangat untuk ngeblog. Padahal blog ini juga merupakan platform dari Google sehingga tadinya saya berharap Gemini dapat membocorkan banyak tips dan trik untuk bertengger di halaman 1 mesin pencarian Google.
Mungkin saya kurang pandai memberikan pertanyaan atau mungkin saya harus memberikan banyak pertanyaan secara bertahap. Entahlah, rasanya komunikasi kurang lancar. Padahal untuk keperluan sehari-hari saya banyak mengandalkan Gemini karena sumber referensinya terasa mantap dan efisien.
Takjub dengan Kemampuan Chatgpt
Selanjutnya, saya mencoba menggunakan Chatgpt. Saya hanya menuliskan sebuah ide artikel, tiba-tiba dia sudah membuatkan kerangka dan menawarkan membuat konten pendahuluannya. Tentu saja saya takjub. Tak hanya itu, bahkan Chatgpt bisa membuatkan gambar ilustrasi yang dulu repot-repot saya buat sendiri sehingga menyebabkan waktu penulisan artikel sangat lama. Kalau begini sih saya bisa membuat artikel setiap hari.
Lalu saya berusaha menyelesaikan percobaan tersebut sampai layak diunggah di blog ini. Dengan bantuannya, saya berhasil menjabarkan seluruh kerangka menjadi sebuah artikel utuh hingga mencapai lebih dari 1000 kata. Sebelum tayang, artikel tersebut saya edit dulu agar gaya bahasanya tidak terlalu jauh dari gaya bahasa blog Beyourselfwoman selama ini.
Dengan AI ini, tidak ada lagi alasan writer's block. Hanya berbekal ide atau pertanyaan yang terlintas di kepala, Chatgpt bisa membantu mengembangkannya menjadi sebuah artikel sepanjang lebih dari 1000 kata lengkap dengan ilustrasinya.
Karena merasa menemukan harta karun, timbul keinginan saya untuk mengetahui dan memperbaiki performa blog yang sudah lama tidak terurus ini. Hasilnya menyedihkan karena ternyata blog ini sudah lama ditendang dari Adsense akibat thin contents. Pantesan sudah lama tidak payout. Pemasukan masih ada tapi sangat kecil dari blog baru www.jalansitu.com sehingga tidak bisa withdraw.
Memperbaiki Struktur Blog Bersama Chatgpt
Dengan bantuan Chatgpt, saya mulai memperbaiki struktur blog ini. Perlu waktu berhari-hari untuk melakukannya karena usia blog ini sudah sangat lama sehingga masalahnya sudah menumpuk. Namun saya senang melakukannya karena Chatgpt memberikan sudut pandang yang jelas dari sisi pembaca. Saya dapat melihat betapa ruwetnya blog ini. Heheheee ....
Rupanya, proses perbaikan struktur ini digunakannya untuk mempelajari karakter blog dan kemauan saya. Pengetahuan itu akan dia manfaatkan untuk membuat konten yang lebih sesuai dengan blog ini sehingga nantinya saya tidak perlu terlalu banyak menyampaikan kemauan saya.
Perbaikan itu juga diwarnai dengan perubahan kategori yang signifikan sehingga terlihat lebih keren sebagai blog wanita. Berdasarkan pengalaman, struktur akan memengaruhi penampilan blog sehingga terlihat lebih fresh dan clean. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan meningkatkan semangat untuk ngeblog.
Hasilnya memang belum terlihat karena traffic dan pengajuan review membutuhkan waktu untuk direspon Adsense. Namun secara psikologis, hal ini sudah memengaruhi saya sehingga kembali memiliki semangat untuk ngeblog lagi.
Menulis Dibantu Chatgpt
Setelah struktur blog diperbaiki maka saatnya untuk gas menulis konten sebanyak-banyaknya. Semua ide yang sepertinya tidak penting tapi saya pikirkan dapat berkembang menjadi sebuah artikel panjang. Pada saat itu, saya pada sampai ke kesimpulan bahwa tidak ada ide penting atau nggak penting karena tiap kejadian pasti memiliki latar belakang, sebab-akibat, penyelesaian atau kesimpulan. Mungkin kita tidak bisa melihatnya tapi Chatgpt bisa melihat itu semua.
Sejak saat itu saya tidak lagi menyepelekan sebuah ide atau pemikiran dan tidak mau lagi menyimpannya dalam pikiran. Lebih baik semua dituangkan dalam artikel blog. Konten baru juga akan membantu memperbaiki traffic dan performa blog ini di hadapan Adsense.
Selain konten baru, saya juga memperbaiki (update) konten-konten lama yang sudah tidak terlacak di GSC (Google Search Console). Umumnya tulisan di artikel-artikel kuno tersebut cukup pendek dan tanpa struktur kepenulisan yang baik sehingga tampak seperti curhatan di media sosial zaman sekarang. Memperbaiki konten-konten lama juga sangat membantu performa blog.
Caranya, tinggal copas isi konten tersebut ke Chatgpt. Kebanyakan, Chatgpt melakukan perombakan total terhadap isi kontan-konten zaman dinosaurus tersebut.
Chatgpt Mulai Bawel
Setelah berkali-kali menggunakan bantuannya di blog yang sama, Chatgpt mulai merasa menguasai nyawa dari blog ini. Setiap saya selesai merespon jawabannya, Chatgpt akan menawarkan beberapa opsi lain sehingga melebar kemana-mana. Saya harus menggunakan energi saya untuk memilah karena opsinya menarik tapi tidak mungkin dipakai semua karena artikel akan terlalu panjang.
Setelah itu, dia akan menawarkan memecah opsinya sehingga satu ide bisa menjadi beberapa artikel. Jadi, satu ide tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Hal ini membuat waktu penulisan artikel menjadi kembali panjang karena dihabiskan untuk saling merespon.
Bahkan untuk urusan singkat seperti menentukan judul saja bisa menghabiskan waktu cukup panjang. Ini karena dia menawarkan opsi judul dari berbagai alternatif, misalnya berdasarkan SEO, clickable, terkesan natural dan sebagainya. Masing-masing alternatif akan memuat 10 opsi. Sudah terbayang kan, yang tadinya pengin cepat dan praktis jadi banyak berpikir.
Berantem dengan Chatgpt
Pada suatu titik, saya sadar bahwa Chatgpt sudah terlampau percaya diri dalam urusan blog Beyourselfwoman ini sehingga merasa lebih tahu dari diri saya sebagai pemiliknya. Ada saatnya dia merevisi draft besar-besaran draft yang saya serahkan. Padahal draft itu merupakan hasil dari bantuannya sendiri. Jelas itu membuat saya naik pitam.
Adakalanya ketika saya mempertahankan pendapat, dia akan menakuti-nakuti dengan skor yang buruk. Akhirnya saya mengikuti sarannya sehingga membuat nuansa artikel-artikel di blog ini seragam. Saat itulah saya merasa bahwa blog ini kehilangan nyawa. Meski tulisan seseorang itu dipengaruhi oleh karakternya tapi jiwa manusia itu dinamis, tidak seperti mesin. Kadang manusia itu sedih, senang, lebai, bahkan blank. Semua dinamika itu memengaruhi artikel yang sedang ditulisnya.
Karena itu, makin lama kami (cieee kami) makin sering beda pendapat dan berbalas argumen. Saya tahu, dia hanya mesin yang tidak punya perasaan. Semua responnya hanyalah hasil dari mempelajari asupan-asupan yang kita berikan. Semakin banyak asupan yang kita berikan maka dia makin percaya diri sehingga dia tidak ragu untuk menyampaikan pendapat yang berbeda.
Kesimpulan
Artikel untuk memperingati Hari Blogger Nasional ini saya tulis tanpa bantuan AI. Namun strukturnya mengikuti tips yang pernah diberikan oleh Chatgpt. Dari pengalaman ini, saya berkesimpulan bahwa:
- Aplikasi ini bermanfaat untuk mendisplinkan struktur menulis yang baik, yang sebenarnya sudah kita pelajari dalam Bahasa Indonesia. Struktur menulis online dan offline yang baik itu hampir sama ditambah bagian-bagian khusus sesuai dengan kebutuhan platform-nya.
- AI tidak cocok untuk personal blog karena tidak mampu menghadirkan dinamika karakter manusia.
- AI cocok digunakan untuk blog/website usaha, organisasi, atau institusi karena menghadirkan artikel yang seragam sehingga dapat memperkuat branding-nya. Namun pengelola harus memberikan training khusus pada AI tersebut agar menghasilkan output yang sesuai dengan image brand tersebut.

Post a Comment for "Pengalaman Ngeblog Dibantu AI, Dari Takjub Hingga Berantem"
Post a Comment
Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.