21.5.16

Kesalahan Umum Para Ibu Ketika Bertahan Di Tanggal Tua


Menulis tentang tanggal tua di tanggal tua itu membuat ingatan akan masa lalu yang sering kepepet muncul lagi. Ternyata pengalaman tidak enak itu sering pula dialami teman-teman saya. Dengan spontan mereka menyahut, "Sama mak, aku seneng banget nemu duit di saku tas. Kayak nemu harta karun."

mataharimall.com


Apakah Ibu Melakukan Kesalahan Ini?
Meski menyenangkan, tapi sebenarnya itu praktik yang tidak aman bagi kelangsungan keluarga. Kalau ibu-ibu masih menggunakan cara lama saya untuk bertahan di tanggal tua dibawah ini, berarti ibu-ibu harus segera bertobat.
  • Membongkar dompet, buku catatan, saku tas atau tempat pensil mencari uang nyelip. Ini adalah tindakan paling umum yang dilakukan oleh para ibu. Saking serunya urusan rumah, seringkali para ibu tidak sempat merapikan uang sisa atau kembalian belanja. Uang tersebut disorongkan saja entah dimana. Jika tanggal tua, baru deh dengan teliti seluruh ruangan disisir, kali aja uang tersebut muncul. Urusan rumah yang berjibun juga membuat ibu lupa, pernah nggak sih menyorongkan uang ke laci bulan ini? Gawat kalau sudah berjam-jam nggak nemu. Si ibu uring-uringan, dompet status quo.
  • Berkeliling kota mencari ATM yang bisa dikuras. Saat ini makin jarang ATM dengan pecahan Rp 20.000,-. Yang masih ada biasanya disekitar kampus. Maklumlah, untuk menyediakan nasabah mahasiswa yang kirimannya mepet.
  • Belanja sayur dan lauk pakai kartu kredit. Kartu kredit sering diklaim sebagai racun ibu-ibu karena bikin para ibu lupa diri mengikuti trend kekinian. Tapi ada ibu-ibu yang menggunakannya untuk beli sayuran dan lauk, yaitu ibu-ibu seperti saya yang waktu itu belum bertobat.
  • Memakai modal usaha dengan pembenaran akan diganti nanti jika gajian.
mataharimall.com
Masih mencari ATM 20 ribuan?

Menjadi seorang ibu memang tidak mudah, apalagi waktu itu masih ibu baru dengan kondisi keuangan yang belum mapan sementara mental masih labil.  Apalagi pantang bagi saya untuk pinjam ke orangtua, karena bagi saya, tugas orangtua sudah selesai. Saya akan berusaha keras tidak membuat mereka banyak pikiran karena anaknya sedang kesusahan. Saya juga berusaha tidak datang ke saudara karena mereka sendiri pasti punya kebutuhan yang tinggi untuk sekolah anak-anak mereka. 
Cara-cara diatas sangat beresiko karena menandakan kita tak punya tabungan sama sekali untuk kebutuhan yang sangat mendesak. Selain itu, bukan solusi yang didapat, malah makin menyusahkan. Sesekali tak apa-apa jika ada kejadian luar biasa. Tapi kalau terjadi tiap bulan, tentu ada yang salah.

Terlalu Boros? Apa Yang Salah?
Kemudian saya mulai melihat kembali dimana pos paling boros. Sewa rumah, pemeliharaan rumah, pemeliharaan kendaraan dan sekolah anak-anak tidak saya utak atik. Berikut daftarnya:


  • Doyan jajan. Kami sekeluarga mudah sekali diprovokasi oleh makanan enak. Jaman dulu yang ngetop pak Bondan. Untung sekarang sudah tobat. Kalau nggak, mungkin tiap hari kalap lihat instagram. Waktu itu kalau ada kuliner yang sedang unik atau eksotik, langsung kami googling dan kami membuat rencana untuk mendatanginya. Saking penasarannya, kami tutup mata dengan harga.
  • Doyan nonton. Hiburan itu penting banget untuk menyegarkan pikiran. Hanya saja, seringkali sebelum nonton makan dulu di resto mall dan sebelum masuk studio beli minuman dan popcorn yang harganya jauh lebih mahal dari tiketnya.
  • Hobi staycation. Hidup di perantauan membuat kami mencari pembenaran untuk staycation di hotel yang ada kolam renangnya tiap ada tanggal merah, meskipun cuma satu hari. Kadang kami bisa menginap di hotel sampai empat hari dan pengin mencoba jika ada hotel baru. Kami mengklaimnya sebagai menghibur diri karena nggak bisa liburan pulang kampung. Ya kali liburan sehari orang-orang pada pulang kampung?
  • Malas masak. Tentu saja beli di warung itu lebih mahal karena kita harus menambahkan biaya jasa masak kan? Tak jarang, saya membawa lunch box ke warung nasi langganan sehingga kemasannya saja yang rumahan tapi isinya warungan.

Tobat Demi Tanggal Tua
Daftar itu menjadi landasan untuk membuat perbaikan dan pengiritan. Memang berat, tapi itulah kenyataan yang harus diputuskan supaya bisa menjalani tanggal tua dengan santai.
  1. Mengirit sejak gaji diterima. Biasanya begitu gaji diterima, penginnya selebrasi, makan yang enak-enak. Padahal, apa sih bedanya dengan hari lain? Nggak ada yang lagi ultah juga, kan? Jadi mulai saat itu makan seperti hari-hari lain saja.
  2. Wisata kuliner sebulan sekali saja sekitar kota, dan keluar kota jika hanya tanggal merah.
  3. Hanya boleh pilih salah satu, nonton atau makan. Tidak bisa dua-duanya dalam hari yang sama.
  4. Staycation hanya dilakukan di hari raya tapi nggak bisa mudik karena terlalu menyedihkan jika dirumah saja. Heheheee.... Di tanggal merah biasa, jika sehari dirumah saja, jika beberapa hari keluar kota atau dirumah saja. 
  5. Menyemangati diri untuk memasak. Antara lain mengatur isi kulkas yang rapi agar nggak malas membukanya.
  6. Pengiritan di semua sektor yang memungkinkan.

Hasilnya luar biasa karena bisa menyisihkan banyak pengeluaran dan tidak menganggu keuangan usaha saya, Ladaka Handicraft. Wow, berarti bisa untuk foya-foya dong? Tidak! Uang yang berhasil disisihkan itu ditabung dan diinvestasikan. Pengalaman mengajarkan bahwa seringkali penghasilan yang meningkat juga membuat pengeluaran meningkat. Padahal pengeluaran bisa tetap sama saja asal gaya hidup juga tidak bertambah menjadi lebih boros mentang-mentang punya uang lebih.

Belanja Super Untung Di Tanggal Tua
Kita, para ibu tak perlu jengah dengan sebutan pengejar diskon dan promo. Yang penting, yang kita kejar itu benar-benar kita butuhkan, bukan sekedar mumpung diskon. Untungnya belanja murah sudah bisa dilakukan secara online. Ngiritnya biasa sajalah, uang nggak bisa dibawa mati juga, yang penting selamat melewati tanggal tua dan masa depan aman.
Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba. Bulan puasa tapi pengeluaran tambah banyak karena penginnya menghadiahi diri dan keluarga dengan makan enak setelah seharian puasa. Padahal makan berlebihan bikin perut terasa begah, nggak enak buat sholat. Jadi, tetap makan yang bergizi tapi tidak berlebihan seperti hari-hari lain.
Belum lagi kehidupan blogger yang makin bersinar di bulan Ramadhan karena banyaknya undangan dari brand atau komunitas untuk buka bersama, membuat para ibu harus hati-hati menyiapkan dana untuk tampil. Blogger itu kalau berkumpul hobi sekali foto bersama untuk diupload di media sosial. Penginnya tidak kelihatan memakai baju yang sama di foto-foto tersebut. Tapi kalau undangannya nyaris tiap hari, ya Tuhan, berapa baju yang harus disediakan? 
Jadi memang penting banget keberadaan online shop yang banyak memberikan diskon. Tak perlu menghabiskan waktu keluar rumah ketika sedang berpuasa serta irit bensin dan biaya parkir. Dengan melihat display yang terpampang nyata seperti itu, kita jadi punya bayangan mana yang bisa dipadupadankan. Tak pelu beli terlalu banyak, tapi tetap kelihatan ganti baju.
Dari pengalaman lalu, kesimpulan yang bisa saya ambil adalah bahwa untuk bertahan di tanggal tua itu berarti harus punya kendali dari awal, dan tetap terkendali meski pada akhirnya berhasil melakukan penghematan.

50 comments:

  1. Korek-korek dompet itu akuuu banget :)...

    ReplyDelete
  2. Artikel mba Lusi beda dari yang lain. Dengan gaya khasnya ...semoga berhasil mba

    ReplyDelete
  3. Aku suka nyari uang nyelip di laci Mba, haha.. Berharap ada sesuati di situ yang bisa dibelanjakan..hehe..

    ReplyDelete
  4. Pake duit bisnis, nanti diganti. OMG gue banget wkwkwk

    ReplyDelete
  5. Haahaaaa, *sembah2* bener smuaa maakkk...
    btw, jd inget beberapa bulan kmrn aku nemu uang 100.000 di catatan kuliah...ya Allah bahagia dunia akherat :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar tanggal muda sebar2in duit ya, biar tanggal tuanya indah, nemu duit :))

      Delete
  6. Di Jogja ATM 20 rb masih ada di BCA daerah Depan Bethesda :). Eh tapi skrg masih ada ga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini foto di Mandiri Kampus UGM :))

      Delete
  7. Aku baru tahu, ada ya yang belanja sayur dan buah pake kartu kredit? Hiiihi. Maklum, aku nggak punya kartu kredit, mba. Aku kalau tanggal tua, bongkar-bongkar lemari sapa tahu dapat duit nyelip, mba. Hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan lupa sebar2in lagi duitnya di lemari :D

      Delete
  8. Tanggal tua larinya ke mama x))

    ReplyDelete
  9. Samaan aja kaya saya mba :D. Jadi, tanggal tua bisa membuat orang memiliki pattern yang sama yak. Oiya kalau saya ada tambahan : ngurek2 celengan buat tambajan ><

    ReplyDelete
  10. Aku paling suka ngumpulin recehan 2ribuan mbak kalo tanggal tua, biasae kleleran dimana mana tp kalo tanggal tua berasa harta karun, hehe. dan yang bikin boros itu karena aku sering gak masak karena udah encok hihi

    ReplyDelete
  11. Nyari ATM yg ada isinya 😁 dan biasanya mikir ntar bulan anu ada yg cair jd bisa hore2 bulan ini ternyata cairnya kebulan berikutnya....nelangsa deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixiii aku pernah, langsung lemezzz

      Delete
  12. Nah nah nah, kesalahan emak2 membelanjakan di awal, tanpa mengingat ada tanggal tua ya maklus.. Hihihihi

    ReplyDelete
  13. Dapet uang disela2 kantong itu berkah banget. Iya bener banget, kayak nemu harta karun

    ReplyDelete
  14. Hahihi kalau aku korek² celengan suami & anak Maaak. Jahat banget 😂 tapi ya mau gimana lagi kan mak, memang mau ndak mau mesti insap dulu & set prioritas. Yg utama ngedekem mulut supaya ndak minta yg enak² tapi mahal ajah 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sssst aku juga. Kalau ketahuan aku bilang ke anakku, iya mamah pinjam, ntar mamah ganti. wkwkwkwkk

      Delete
  15. Oooh tanggal tua, ada tutup galon aq*a yang terliat uang 50ribuan hehehhee... setuju banget mbak kalo udah nikah sedapat mungkin ga ngrepotin orang tua...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kibar bendera sendiri ya :))

      Delete
  16. Eh.

    Aku suka loh nyari uang yg nyelip.

    Hehehe

    ReplyDelete
  17. Saya jarang galau di tanggal tua karena begitu gajian nabung dulu di kaleng setelah tanggal tua dan uang di dompet habis baru buka dan ambil tabungan yang di kaleng itu sampai habis. Tapi kalau uang di kaleng sudah habis dan tanggalnya belum muda terpaksa mbobol ATM :))

    ReplyDelete
  18. wahahaha aku juga suka tuh, kalo lagi tanggal tua, suka intipin celah-celah dompet atau lemari baju, kali aja ada uang nyelip di situ. Lumayan kan jadi seperti terima rezeki nomplok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ingat dulu naruhnya gimana ya? Heheee

      Delete
  19. itu poin terlalu boros apa yang salah? saya banget loh. Kalo tanggal muda hobi banget jajan, sedangkan tanggal tua rajin banget masak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat aku salah, buat dirimu belum tentu salah. Gpp. Aku masak karena hobi, bukan kepaksa nggak punya duit buat jajan heheee

      Delete
  20. Paling seneng kalau nemu duit nyelip di saku pas lagi nyetrika. Hahaha....

    ReplyDelete
  21. He..he, cari2 receh..gresek2 lemari..klo tiba2 nemu duit nyempil di pojokan. Tau aja mbak lusi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau dong. Kan kita satu geng heheee

      Delete
  22. di kantung2 celana kadang suka nyempil uang mbak :) paling sering sih di motor kembalian belanja. Padahal kalo ketauan suamiku ngomel nanti naruh uang sembarangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kantung seragam juga & anak2 nggak pernah tanya aku nemu atau nggak. Wew

      Delete
  23. Ahi hi hi pengalamannya lucu lucu banget, tapi alhamdulillah saya belum pernah se kronis itu mbak.

    ReplyDelete
  24. Bener banget... Dapat duit pas nyuci baju diakhir bulan itu serasa jackpot hadiah ulang tahun :D

    ReplyDelete
  25. Setuju sama pengendalian sejak awal, karena emang kebanyakan kita lebih sering mikir pas hari H (hari tanggal tua) tanpa mikirin apa yang terjadi saat barusan terima gaji hihihi....

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.