Tribute To Women, Exclusive Mompreneur Event Oleh Danar Hadi Dan Cornellia & Co Di Baliantoro Villa Jogja

Tribute To Women adalah exclusive mompreneur event yang terdiri dari fashion show oleh Danar Hadi dan talkshow tentang Personal Branding & Digital Strategy oleh Cornellia & Co di Baliontoro Villa, Jl. Padma No.4, Tegal Waras, Yogyakarta.




Saya beruntung diundang untuk hadir sebagai mom blogger di event kemarin, 22 April 2017, sehari setelah Hari Kartini. Saya mengenal founder Cornellia & Co, Ayu, ketika datang di launching Chattra Kebaya. 

Baca: Chattra Kebaya 


BATIK DANAR HADI 

Batik Danar Hadi tidak sekedar merk, melainkan sudah menjadi salah satu living legend batik brand di Indonesia. Batik Danar Hadi secara konsisten menjadi pendukung dan pemelihara fine art batik sebagai warisan budaya sekaligus penyedia garmen batik dengan kualitas tinggi.

Khusus di peringatan Hari Kartini tahun ini,  tema Tribute To Women diangkat untuk mengusung nilai-nilai dan semangat Kartini dalam berpenampilan bagi wanita Indonesia dalam sebuah tren modern, namun tetap menonjolkan nilai-nilai kebudayaan dan etnik Indonesia.

Koleksi yang diperagakan kemarin diberi nama AMARANTA yang didominasi bahan sutera, perpaduan koleksi kebaya tradisional, kebaya modern, koleksi busana etnik, serta dress formal dengan sentuhan oriental. 



Lagi-lagi saya beruntung mendapatkan voucher dari Danar Hadi, setelah menang kontes instagram. Kebetulan dalam waktu dekat anak saya akan wisuda sekolah sehingga memerlukan busana etnik yang elegan tapi modern, sesuai dengan jiwa mudanya. Jadi, voucher tersebut tidak langsung saya belanjakan di event, melainkan akan saya gunakan di tokonya saja, supaya anak saya bisa memilih sendiri. Kalau di Jogja, tokonya ada di Jl. Malioboro 25 dan di Jl Laksda Adi Sucipto 3. Sudah tahu kan?

Produk Danar Hadi tidak hanya kain dan busana batik lo, melainkan juga house hold. Kalau ini saya sudah tahu sejak lama, karena pernah membelikan kado titipan berupa bed cover ukuran king. Bagus banget dan benang tenunnya terasa adem, dipadu dengan batik halus. Tapi ya ampun, membawanya kerepotan karena besar, sedangkan waktu itu saya belum punya mobil. Naik motor hihiii.... 

Secara online, banyak dijual produk batik dengan merk Danar Hadi berharga super murah. Seperti yang orang Inggris bilang "ono rego ono rupo" atau seperti kata orang Sleman "too good to be true", dengan harga super murah seperti itu ya terima aja kualitas yang gampang bulukan meski baru beberapa cuci. Belum lagi dosa ya pakai merk bajakan. Nah, yang asli bisa didapat di www.danarhadistore.co.id. Sedangkan jika ingin tahu lebih banyak tentang Danar Hadi tinggal klik www.danarhadibatik.com.

Di event tersebut, produk house hold Danar Hadi dipadukan dengan interior Baliantoro Villa.




BALIANTORO VILLA

Baliantoro villa adalah sebenar-benarnya tempat beristirahat. Baliantoro cukup luas untuk ukuran villa. Tapi maaf, saya tidak bisa memperkirakan luasnya dan lupa bertanya pada pemiliknya. Letaknya di Jl Padma. Jalan yang mengitari bagian belakang Hotel Hyatt ini unik. Meski tak jauh dari kota, tapi cukup tenang dan karenanya ada beberapa guest house dan villa disini. 

Saya sendiri tak menyangka ada villa yang begini hijau dan lega di jalan tersebut karena guest house lainnya kebanyakan berupa kamar-kamar ala penginapan umum. Diluar tembok belakang villa ada sebuah kali kecil yang beberapa waktu lalu meluap dan menggerus angkringan pak Tono, putra tetangga saya. Yup, Baliantoro Villa hanya sepelemparan wedges dari rumah saya. Makanya saya terpesona sekali mengingat rumah-rumah di kampung saya tidak terlalu memperhatikan keindahan halaman. Siapa mengira, dibalik sungai itu ada hamparan rumput yang keren sekali untuk garden party


Baliantoro Villa dirancang serba lega untuk mendukung aktivitas keluarga atau rombongan yang sedang berlibur di Jogja. 

Karena itu, bangunan villa hanya menempati sepertiga dari seluruh luas tanah. Selebihnya dibiarkan terbuka demi rumput yang hijau tempat anak-anak bisa bermain bergulingan dan pohon-pohon tinggi sebagai perindang. 

Bagian dalam villa terdiri dari sebuah ruang tamu, 3 kamar tidur dan sebuah ruang tengah yang luas , lengkap dengan dapur yang lega. Di luar bangunan masih ada gazebo untuk bersantai. Kita dapat mengundang banyak teman untuk masak bersama dan membuat acara-acara keakraban.



Baliantoro Villa menggunakan perpaduan gaya Bali dan Jawa. Mungkin sebagian besar dari teman-teman, terutama yang tinggal lama di Jogja, sudah tahu Puri Artha Hotel. Hotel ini tetap bertahan dengan meski banyak sekali hotel baru di Jogja. Arsitektur keduanya mirip karena pemiliknya sama, yaitu pak Bagus Ardhi Baliantoro. Beliau bahkan menyempatkan untuk hadir di event tersebut bersama rekan-rekan beliau dari Kadin DIY. Beberapa waktu lalu teman-teman blogger diundang menginap di Puri Artha tapi saya tidak ikut karena ada kegiatan lain.


CORNELLIA & Co.

Seluruh acara diatas diorganisir oleh Cornelia & Co, sebuah marketing agency. Puri Artha adalah salah satu kliennya. Cornelia & Co dikelola oleh Ayu Helena Cornellia, B.A, M.Si, Phd (Candidate) sebagai Founder dan Director. Ayu adalah senior marketing communcation consultant di Hyatt Regency Yogyakarta. Patricia Stella Dian Amirta, mantan Marcomm Hotel Tentrem Yogyakarta sebagai Director of Creative & Content PR & Mareting Agency. Stella juga pemilik Artisan Furniture serta Shopngemalngemil. Dyah Retno Wikan yang berpengalaman sebagai marketing communcation Hotel Melia Purosani dan Grand Aston Yogyakarta serta pemilik Cute  U Production) bertanggung jawab sebagai Director of Human Resources Training and Research.




Perjumpaan pertama saya dengan mbak Ayu, founder Cornellia & Co sangatlah berkesan karena beliau itu tinggi, langsing, cantik dengan dandanan kebaya lengkap dan kelihatan sekali kepandaiannya. Di event ini, Ayu berperan sebagai tuan rumah, sedangkan pengisi talkshow adalah Nuke untuk personal branding dan Stella untuk digital strategy.

Talkshow ini dihadiri peserta dari beberapa kota, bahkan ada yang dari Magelang. Profesi peserta juga sangat beragam, ada sekretaris, pemilik usaha kuliner sampai pemilik pesantren. Masing-masing ingin belajar mengembangkan diri dan usaha. Selain itu, hadir pula para praktisi kehumasan senior di Yogyakarta, seperti mbak Lusy Laksita, idola saya sejak jaman kuliah. Hahahaaa sudah lama ya, tapi beliau awet muda. Terakhir melihat penampilan beliau sebagai MC di Ngayogjazz. Saya sendiri sebagai momblogger seharusnya lebih banyak meliput acara ini. Tapi berhubung ilmu yang dibagikan penting sekali untuk usaha saya yang lain yaitu Ladaka Handicraft, sayang untuk dilewatkan. Jadi saya juga menyimak dan terlibat aktif sebagai peserta talkshow.

Your personal brand is what differentiates you from others.

Dalam talkshow tersebut, Nuke memberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab peserta untuk membantu mengenali diri sendiri. Seorang yang ingin memantapkan personal branding-nya harus mengenal kelebihan dan kekurangan yang dimilik serta pencapaian dan sasaran yang dituju. Setelah itu, kita harus mampu menyampaikan kelebihan kita itu.

Personal branding yang sukses itu harus membuat kita bahagia sebagai manusia seutuhnya, bukan malah menyiksa. Karena itu, membangun personal branding harus ditunjang oleh kelebihan yang kita miliki dan berdasarkan hal-hal yang kita suka. Jika personal branding kita sudah kuat, pengakuan akan didapat. Pada tahap ketika kepercayaan diri berada dipuncaknya tersebut, jangan lantas besar kepala, malah harus rajin berbagi.

Stella sebagai narasumber tema digital marketing, banyak memberikan insight tentang mengembangkan usaha di era milenial ini. 

Di era serba online sekarang ini creative content adalah segala-galanya. Kita tidak bisa nyepam timeline teman atau orang lain dengan barang dagangan terus-menerus.

Stella yang sekarang disibukkan dengan tumbuh kembang anak, memiliki cara kerja yang sistematis sehingga mampu mengelola bisnis dan rumah tangga dengan seimbang. Tiap ada ide yang muncul, Stella mengembangkannya dalam moodboard. Disana Stella menggerakkan ide menjadi sebuah produk siap jual. Antara lain memikirkan produk apa yang sesuai untuk dijual, tema, color swatch hingga packaging.

Stella membuat perencanaan yang detil dalam hal budgeting dan timeplan, termasuk berbagai tools yang membantunya tetap posting meski sedang mengurus anak. Perencanaan yang detil tersebut akan memperlancar kegiatan produksi dan pemasaran usahanya agar tidak mengganggu urusan domestik atau sebaliknya.

Sebetulnya, semua kerepotan tersebut, terlebih jika tidak punya ide kreatif, bisa dikurangi atau dihilangkan dengan dukungan profesional dari konsultan seperti Cornellia & Co.

Informasi selengkapnya tentang Cornellia & Co, bisa dibaca di www.cornellia-co.com.


12 comments:

  1. Aku pernah zaman kuliah ngadain event dan dapat sponsor dari Danar Hadi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren mak. Aku jaman kuliah main melulu duuuh

      Delete
  2. Wahhh maturnuwunn sanget ibu untuk artikelnya. Sukses yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mbak. Senang diundang ke acara yg penuh ilmu gini :)

      Delete
  3. danar hadi memang sudah terkenal di negara kita. saya juga mau dong dapet voucher dari danar hadi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw voucherku dimana ya? Lupa narok :)

      Delete
  4. Villanya adem ya Mak Lus, batik Danar Hadi emang legendaris, baru punya 1 koleksi yg sarimbit, harganya lumayan soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihii bener harganya lumayan tapi kualitasnya top.

      Delete
  5. Batik danar Hadi emang udah terkenal ya, cakeup cakeup. Jadi pengin punya batik kembaran dengan pak suami :D

    ReplyDelete
  6. Danar Hadi memang truly living legend ya di dunia perbatikan...orang asing juga banyaknya tau merk itu mba

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.

Like us