Mamahke, Oleh-oleh Jogja Yang Istimewa Rasane

mamahke jogja
Hanung dan Zaskia, pasangan yang kompak dalam berkarya.

Beberapa bulan ini saya sama sekali nggak bisa piknik keluar kota.Ada saja urusan keluarga yang membuat saya tidak bisa piknik. Tapi bukan berarti saya terpaku dirumah. Justru saya jarang diam dirumah karena ada saja yang harus saya lakukan, antara lain beberapa tamu yang harus dijamu, orang sakit yang perlu ditengok dan tentu saja mondar mandir mengantar anak yang kegiatannya seabrek.

Seperti umumnya ibu-ibu, saya selalu ribet membawa macam-macam jajanan dan oleh-oleh untuk siapapun yang datang berkunjung atau saya kunjungi. Kalau sudah kehabisan ide karena kebanyakan mondar-mandir seperti kemarin, biasanya saya akan membeli ayam kremes jika tamunya keluarga, dan akan membeli tahu bakso jika tamunya teman-teman.Iya, ibu-ibu sekali pilihan kuliner saya.

Ketika ada undangan dari Mamahke di group Blogger Cantik Jogja, saya langsung mendaftar begitu melihat pemiliknya adalah Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca. Bukan, bukan karena saya ngarep ikut casting untuk main film jadi kakaknya Zaskia, tapi penasaran dengan menu yang akan ditawarkan Mamahke. 

Karena Hanung asli Jogja, saya mengira akan menemui masakan Jogja. Saat itu pikiran saya masih ke makanan berat seperti brongkos, gudeg, ayam bacem dan sejenisnya. Baru setelah sampai di lokasi saya tahu jika yang akan diresmikan bukan rumah makan yang menjual nasi, melainkan cake untuk oleh-oleh.

Pagi itu saya berangkat dengan sedikit khawatir acara akan molor karena dari Mamahke saya harus segera mengantar anak yang mau liburan ke pool shuttle bus. Ternyata acara diselenggarakan tepat waktu, meski saya tidak sempat minta foto berdua dengan Zaskia sepeti teman-teman lain.

Mengantar anak yang mau liburan ke rumah eyang-eyang ke pool shuttle bus tanpa membawakan oleh-oleh karena nggak punya ide. Akhirnya saya bawakan  mentahannya saja.

Jadi ceritanya, tanggal 7 Mei 2017 lalu saya, teman-teman blogger dan media diundang untuk berkenalan dengan Mamahke, sebuah merk oleh-oleh baru dari Jogja. Tema acara tersebut: Thethek Bareng Zaskia Mecca. Thethek itu artinya kurang lebih nongkrong bareng. Berhubung Jogja itu mentok kemana-mana jadi sebagian besar saya kenal dengan yang hadir, setidaknya pernah ketemu, karena saya gampang lupa dengan nama orang. 

Dengan dress code merah, kami langsung mengambil foto-foto cakes yang diletakkan di meja. Blogger dan media sama saja, begitu melihat obyek sudah berada ditempatnya, langsung difoto. Keterangan menyusul. Heheheee.... Ternyata semua yang disediakan berupa soft cakes. Kalau buat ibu-ibu seperti saya sih, cakes cantik seperti itu nggak cuma bisa buat oleh-oleh, melainkan bisa buat nengok orang melahirkan, buat arisan, buat teman-teman anak-anak kalau sedang ngumpul, buat syukuran, dan sebagainya. 

Red Velvet.


Grand opening Mamahke yang sebenarnya baru tanggal 19 Mei 2017 besok. Pas banget menjelang Ramadhan. Lagi-lagi sebagai ibu-ibu, saya pikir cakes dari Mamahke akan cocok untuk hantaran takjil dan hantaran Lebaran. Kue kering sudah terlalu mainstream. Tiap Ramadhan dan jelang Lebaran itu saya selalu punya daftar para penerima hantaran, yang terdiri dari orangtua, saudara, tetangga, satpam komplek dan guru les. Kadang saking bingungnya cari ide nggak ketemu, ya sudah memborong sirup dan roti kaleng di supermarket, lalu dimasukkan ke tas spunbun seperti yang biasa untuk goodie bag. Jadi terkesan "yang penting ngasih".

Momen seperti Ramadhan atau Lebaran layak dirayakan dengan hantaran yang istimewa, baik packaging maupun rasanya. Tahun ini ada Mamahke yang bisa menjadi pilihan teman-teman. Soft cakes yang cantik-cantik seperti itu tak memerlukan rangkaian wadah parcel yang rumit. Apapun wadahnya, tetap akan tampak istimewa. Apalagi jika setelah pembukaan nanti Mamahke pasti punya packaging yang keren.

Choco green tea.
Mamahke ini merupakan hasil kolaborasi indah antara Hanung, Zaskia, Ibunda Hanung dan teman-teman-teman dekat Zaskia. Ide awalnya adalah untuk menambah kegiatan Zaskia yang super aktif ini. Zaskia merasa Jogja memberinya banyak waktu untuk bersantai. Waaah padahal Zaskia kalau dari kacamata saya (saya pakai kacamata beneran lo) kurang sibuk apa ya? Selain ada anak-anak yang masih kecil, Zaskia juga sudah punya Meccanism di Jl C Simanjuntak. Tahu, kan?

Tapi manusia sedinamis Zaskia mungkin memang perlu lebih. Selama di acara icip-icip lalu, Zaskia sama sekali nggak mau diam dan sibuk membagi-bagikan cake tersebut kepada teman-teman. Kuliner selalu menjadi pilihan usaha terbaik di Jogja. Kota yang tak pernah sepi wisatawan, baik libur panjang, libur kejepit maupun libur akhir pekan ini membutuhkan banyak sekali alternatif kuliner yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Ide usaha kuliner yang digagas Hanung dan Zaskia terasa sangat masuk akal. Namun, apa menunya. Sebagai orang Jogja, tadinya Hanung berpikir untuk membuka warung makan yang bisa buat bersantai dengan teman-temannya, misalnya warung soto. Sepemikiran dengan saya tadi ya, dan memang seperti itulah jalan pikiran sederhana orang Jogja.

Untungnya ada Zaskia yang punye pemikiran lebih maju sehingga tercetuslah untuk memproduksi oleh-oleh yang berciri khas Jogja.

Berlapis-lapis menggiurkan. Enak banget. Yuuuum....

Zaskia telah melalui banyak percobaan untuk menghasilkan cake yang pas untuk oleh-oleh. Adalah ibunda Hanung yang membantu terciptanya berbagai ide cake dengan citarasa Jogja, didasarkan pengalaman beliau yang lama di bidang kuliner.

Hanung dan Zaskia berprinsip, oleh-oleh Jogja ala Mamahke harus memiliki wujud yang modern tapi dengan citarasa yang familiar di lidah Jogja. Untuk memantapkan citarasa Jogja ini, Mamahke menggunakan lambang gunungan sebagai logo. Bagi orang Jawa, gunungan itu lambang kebangkitan atau kejayaan. Meski begitu, cake tersebut tidak boleh terlalu manis walaupun orang Jogja suka manis, agar rasanya tidak eneg. Selain itu ukurannya juga harus pas untuk dimakan tanpa merepotkan jika kebetulan di perjalanan.

Oya, tentang nama Mamahke, dari semula saya sudah melafalkannya dengan mamahke ala bahasa Jawa yang artinya kunyahkan. Ternyata kata Hanung, Mamahke artinya mengunyah. Beda tipis saja. Tapi jika ala Jogja plesetan bisa juga berasal dari mamah cake alias cake mamahnya Hanung.

Setelah pembukaan tanggal 19 Mei 2017 nanti, teman-teman bisa mulai membelinya di Mamahke yang terletak di selatan pintu masuk Tamansari. Tepatnya di tikungan dari Tamansari ke arah Alun-alun Kidul yang kalau malam ramai dengan gemerlap mobil-mobilan warna warni itu.

Alamat lengkap Mamahke:
Jl. Taman KT 1/329 Yogyakarta

9 comments:

  1. waaaah enak bangeeeet! semoga bisa segera nyicipin..

    ReplyDelete
  2. MAmahke ini bakalan serame Makuta Bandung kali ya, jadi pengen nyoba mamahke

    ReplyDelete
  3. Ngilerrrr. Pengen incip kalo ke Jogja

    ReplyDelete
  4. Tambah lagi pilihan ya mb klo mo cari oleh2 di Jogja...

    ReplyDelete
  5. bikin syukuran di rumah dong mak, snacknya mamahke. aku diundang tapiii :))

    ReplyDelete
  6. Baru tauuu istilah thethek aku mbaa. haha. Agak kedengar lucu

    ReplyDelete
  7. Ternyata pikiran kita sama Mak Lus, tak kira resto dengan menu Jawa, tiwas aq bawa bolo. Cakenya enaaak ya Mak Lus, besok nyobain ah siapa tahu ketemu mas Hanung :)

    ReplyDelete
  8. Wuah kalo ke Jogya harus nyobain deh ini, udah keliatan enak dari fotonyaaa

    ReplyDelete
  9. aaaah tergiur, tergodaaaaaaaa!!!!! ga sanggup lihat fotonyaaaa >.<

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.

Like us