Pelajaran Berproses Dari Juliastri Untuk Blogger Pemula


Blogger adalah hobi atau profesi yang makin diminati karena serba enak, sering hura-hura launching, ketemu artis, ponsel gratis, duit iklannya banyak dan sebagainya. Benarkah?

Karena itu, sekarang banyak orang yang sengaja menjadi blogger semata-mata karena ingin mendapat uang berlimpah seperti yang mereka kira. Mungkin karena mereka kurang blogwalking sehingga tidak membaca perjuangan para blogger untuk sampai di tahap itu. Mungkin mereka belum pernah melihat cara bercocok tanam adsense sehingga berpikir bahwa uang bisa keluar dari layar laptop dengan sendirinya.

Tapi mak Juliastri atau Juli teman saya, seorang blogger dari Jogja, sudah melalui semuanya. Tanpa tedeng aling-aling, Juli memulai blogging dengan niat untuk mendapat materi, terutama dari google adsense. 

Entah bagaimana adsense sekarang, tapi dulu adsense memang menjadi primadona pendulang dollar di ranah perbloggingan. Semua cerita bisik-bisik bahwa seorang petani adsense bisa mendapatkan dollar yang mengalahkan gaji seorang eksekutif perusahaan itu memang benar. Setidaknya saya kenal satu orang yang begitu karena saya pernah menjadi pengisi kontennya. Karena kesuksesannya tersebut, kenalan saya itu sampai keluar dari pekerjaannya di salah satu perusahaan swasta terbesar di negara ini, menanggalkan gelar sarjananya dari salah satu perguruan tinggi top dan memilih berkurung dirumah di suatu desa untuk mengoptimasikan adsense. Apa yang didapatnya? Banyak! Rumah yang bagus, mobil dan bisa naik haji di usia muda bersama keluarga. Bukankah ini menggiurkan?

Pada langkah awal, Juli membuat blog yang diisi cerita-cerita ringan. Lantaran hanya menulis dan menulis sendiri, Juli pun mengalami kebosanan. Untunglah suaminya sangat sabar dan terus memberikan semangat. Cita-cita awal tadi akhirnya menemukan jalannya ketika mengenal teman suaminya yang telah sukses di adsense. Semangatpun menyala lagi.

Pengalaman saya dulu menjadi pengisi konten blog adsense itu bak kerja rodi. Sudah tidak menggunakan perasaan lagi karena mengejar kuantitas. Yang penting ngetik terus sesuai kaidah SEO. Padahal saya cuma mengisi konten saja. Bayangkan apa yang dilakukan oleh ownernya karena dia harus mengendalikan beberapa blog dan beberapa pengisi konten seperti saya. Dia harus memastikan semua konten tidak copas dan iklan-iklannya bekerja dengan baik. Belum lagi semua dalam bahasa Inggris yang komunikatif.

Juli tidak punya pasukan blogger seperti kenalan saya tadi sehingga harus bekerja sendiri mengelola blog adsense. Lagi-lagi mengingat pengalaman saya dulu, wajar jika Juli kewalahan, baik dalam jumlah konten, optimasi SEO dan penempatan iklan. Apalagi Juli adalah ibu yang sibuk karena mengurus dua putra dan memiliki usaha ban serta onderdil motor atau mobil bersama suami. Juli yang sibuk kesana kemari mengasuh anak dan membantu usaha suami tentu tak punya banyak waktu untuk duduk berlama-lama menghadap laptop.

Untungnya Juli bisa menerima kenyataan itu tapi tidak berhenti ngeblog. Juli kembali membuat konten-konten seperti yang dulu pernah dibuatnya tapi dengan cara berbeda. Dahulu Juli sempat terinspirasi dengan blog-blog ibu-ibu bule yang berisi curhatan tapi bisa sukses dan banyak yang memasang iklan di blog tersebut. Hanya saja waktu itu Juli hanya menulis untuk memuaskan hati. Sekarang Juli lebih membuka diri.

Juli bergabung dengan komunitas-komunitas untuk belajar dan mendapatkan networking. Juli juga ikut beberapa lomba untuk mengasah ketrampilan. Barulah hasilnya perlahan terlihat. Juli mulai mendapatkan tawaran pekerjaan berupa job review, conten placement, bahkan beberapa kali berada di deretan pemenang lomba.

Sebagai blogger, Juli sudah berproses cukup panjang sejak tahun 2009. Tahun yang sama pula ketika saya mulai ngeblog. Kisah Juli ini merupakan inspirasi buat blogger pemula bahwa apapun yang kita ingin dapatkan dari blogging tidak ada yang instan.



Jadi, jika teman-temanku pembaca blog beyourselfwoman ingin menjadi blogger juga, mungkin inti dari perjalanan Juli ini bisa menjadi renungan:

1. Tetapkan tujuan ngeblog karena tiap tujuan punya cara belajar dan cara mengawali yang berbeda. Contohnya: jika blog adsense maka harus belajar optimasi lebih dulu, jika personal blog harus menghasilkan tulisan-tulisan yang bernyawa.

2. Selaraskan tujuan dengan kemampuan. Seperti Juli diatas yang sempat ingin sukses di adsense tapi tak punya banyak waktu untuk membuka laptop.

3. Jika tujuan tak tercapai, tetap semangat dan cari terobosan. Keberanian Juli untuk keluar dari cangkang dan bergaul dengan blogger-blogger lain mampu membuka pintu rejekinya.

Nah, jika teman-teman hendak mengejar keinginan menjadi blogger, perbanyaklah berkunjung ke blog-blog seperti milik Juli di http://juliastrisn.com/ agar mendapat gambaran yang benar bahwa apa yang kita dapat akan selaras dengan apa yang kita usahakan.



16 comments:

  1. Wuehehe..tulisan mak Lusi selalu useful dan renyah dibaca..terima kasih ya Mak..noted..

    ReplyDelete
  2. Perjuangan banget mbak kalau memang mau monetasi blog. Agree dg inspirasinya itu.

    ReplyDelete
  3. Awalnya aku ngeblog tergiur juga dengan adsens ini, Mbak. Terus pernah ikut workshop ttg adsens. Pas diterangkan sama Narsum ya kepalaku rasanya penuh banget, nggak kuat buat belajar hal2 berbau adsens, akhirnya mundur teratur dan jungkir balik jadi blogger personal sampai sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, kepalaku nggak sanggup mencerna.

      Delete
  4. Baru aja berkunjung ke blognya Mbak Juli hihi. Inspiratif sekali ya mbak, sebagai blogger newbie aku wajib belajar selalu :D

    ReplyDelete
  5. walopun udah ngeblog dari jaman kapan, kayaknya saya masih tetep nangkring sebagai blogger pemula

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ilmunya berkembang terus ya :)

      Delete
  6. Bagus postingannya,Mbak. Menyemangati blogger yang sedang lesu seperti saya...:)

    ReplyDelete
  7. Saya masih harus banyak belajar tentang dunia blogging. Supaya bisa merasakan manisnya rupiah ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak, saya juga masih terus belajar :)

      Delete
  8. Monetize blog untuk adsense nggak mudah. Aku punya beberapa dengan content berbahasa Inggris. Akhirnya berguguran karena nulis bahasa Inggris itu buatku susah. Sekarang malah ninggalin adsense karena job review rasanya lebih nggak ribet hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, nggak bisa sendiri, harus ada teamnya biar nggak tepar

      Delete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.

Like us