14.6.17

Tips Mengumpulkan Bahan Artikel Kuliner Mudik Untuk Ngeblog 3 Bulan



Mudik tanpa wisata kuliner? Jangan-jangan mudiknya hoax heheheee… 

Mudik itu selain perjalanan menjelajah masa lalu, juga perjalanan melihat perubahan-perubahan. Tidak ada yang bisa menghubungkan kita dengan masa lalu secara spontan sebaik makanan. Kerinduan terhadap tempat-tempat yang pernah kita singgahi sering bisa terobati dengan mengenang atau mencicipi kembali makanan khas tempat tersebut. 

Blog sangat menguntungkan sebagai wadah untuk bercerita tentang makanan. Kita bisa menulis banyak-banyak kenangan akan makanan tersebut, lengkap dengan foto-fotonya. Kita juga bisa melihat lagi makanan apa yang kita tulis di mudik kali ini pada mudik tahun depan. Tulisan kita tidak akan menghilang begitu saja diantara ribuan updates seperti di instgram, twitter dan facebook. Lebih jauh lagi, tulisan kita itu bisa menjadi referensi pemudik lain sampai bertahun-tahun kedepan.

Kita juga bisa menyortir foto-foto yang bagus untuk dikirim ke majalah atau koran sehingga tak hanya mendapat kenangan dan menyimpan dokumentasi, tapi juga mendapat uang.

Makanan adalah sumber tulisan yang tidak akan pernah habis selama manusia belum mengkonsumsi kapsul seperti astronot. Yang menjadi buruan para pemudik utamanya adalah makanan yang pernah dikonsumsi sewaktu kecil karena didalamnya tersimpan banyak nostalgia. Namun, kadang kita juga ingin menyenangkan orangtua dengan mengajak mereka makan bersama di restoran terbaru di kota itu. Kadang pula dengan lucunya, anak-anak yang masih kecil malah bahagia melihat sebuah franchise fast food kesukaannya sudah ada di kota sang nenek.

Selama mudik, kemungkinan untuk ngeblog sangat kecil karena kita sibuk beraktivitas dengan keluarga. Momen berkumpul yang sangat jarang ini tentunya tak ingin kita tinggalkan untuk menyendiri dan ngeblog. Jangankan ngeblog, kelamaan pegang ponsel untuk kepo media sosial saja sudah nggak sopan. Bayangkan, ortu atau saudara sudah sangat menantikan kedatangan kita. Sampai di tujuan, eh kitanya malah sibuk menghadap layar, nggak ngajak ngobrol. Padahal, pada momen itulah bahan artikel kuliner berseliweran di sekitar kita hingga sayang untuk dibiarkan berlalu. Karena itu, lebih baik dikumpulkan saja dulu selama mudik, lalu di blog setelah kehidupan sudah kembali normal.

Kekurangan menunda ngeblog itu memang feel-nya sering nggak dapat. Tapi dengan beberapa tips ini, paling tidak bisa mendekati suasana saat itu meski tidak sama persis.

Siapkan Alat Perang

Kecuali ada yang mendukung hobi fotografi di keluarga, sebaiknya persiapkan alat perang se-simple mungkin. Keribetan kita mengatur peralatan fotografi yang terlalau besar akan membuat anggota keluarga terdistraksi. Kalau sempat, pelajari tips fotografi menggunakan ponsel yang sudah banyak ditulis di blog teman-teman. 
Kalau tidak puas, jalan tengahnya mungkin bisa menyiapkan pocket camera. Tapi jika sekeluarga hobi fotografi bakal asik karena foto yang dihasilkan akan berkualitas semua dan pantas untuk ditawarkan ke media cetak, tidak hanya untuk blog.
Lebih baik lagi jika punya action cam karena hasilnya akan lebih bagus untuk konten instagram dan youtube.
Selain kamera, siapkan pula blocknote, pena dalam satu pouch. Blocknote dan pena untuk mencatat detil yang mungkin tidak bisa kita ingat, seperti bahan makanan, harga dan nama pemilik warung. Sedangkan pouch, selain untuk menyimpan blocknote dan pena, juga untuk menyimpan kwitansi restoran. Kalau mau mudah sih sebenarnya direkam saja di ponsel, tapi takutnya memenuhi memory karena selama mudik dapat dipastikan semua mau difoto.
Siapkan juga tripod biasa atau tripod gorila. Tongsis nggak perlu karena tripod bisa difungsikan sebagai tongsis. Dengan bantuan alat-alat ini, foto akan lebih bagus karena gambar tidak goyang, terutama jika ingin pula membuat vlog.

Buat Daftar Sasaran

Daftar sasaran ini penting banget karena waktu mudik dibatasi dengan jatah cuti. Dengan membuat daftar sasaran ini kita bisa melihat keragaman bahan artikel kelak. Yang perlu masuk daftar sasaran adalah:
  • Resto/warung legendaris.
  • Resto/warung yang sedang hits.
  • Resto/warung sepanjang perjalanan, termasuk di rest area atau yang dibawa pengasong ketika terjebak macet.
  • Bekal perjalanan.
  • Kuliner sehari-hari, termasuk mbok-mbok penjual yang lewat rumah jaman dulu.
  • Makanan, minuman dan jajanan khas, bahkan buah-buahan atau sayuran khas.
  • Oleh-oleh khas.
  • Penganan buatan sendiri yang khas. Bagaimanapun masakan ibu di kampung halaman adalah yang terlezat didunia.
Nah, banyak kan? Bisa untuk bahan ngeblog selama 1 semester tuh. Tak perlu ragu memasukkan kuliner yang sudah banyak ditulis karena mungkin saja tulisan yang sudah ada belum update atau mungkin saja kita bisa memberi informasi yang sebelumnya tak ada. Tak usah ragu pula memasukkan makanan-makanan sederhana yang dibawa mbok-mbok keliling kampung karena itu akan jadi bacaan unik bagi warga metropolitan.


Usahakan Fokus Dengan Yang Unik

Memang, liburan rame-rame itu bikin sulit fokus. Apalagi ibu-ibu seperti saya, pasti akan sibuk memcari kursi, memesan makanan, memastikan semua telah terhidang, kadang pesan bungkus juga buat yang dirumah dan yang terakhir, tentu saja menjadi bendahara. Belum lagi jika ada anak kecil yang menumpahkan makanan. Sering kan melihat rombongan keluarga makan di resto, setelah selesai semua keluar, tinggallah si ibu sendirian menghadap kasir. Heheheee....
Tugas sebagai ibu sering membuat ibu-ibu blogger kehilangan momen untuk menangkap hal-hal yang unik. Karena itu, sebelum berangkat ke sasaran, buatlah daftar yang harus diperhatikan disana nanti, antara lain:
  • Apakah itu resto/warung lama? Jika ya, bagaimana keadaannya dulu? Bagaimana keadaannya sekarang?
  • Bagaimana sejarah singkat warung tersebut?
  • Siapa pengelola sekarang?
  • Daftar menunya seperti apa dan apa yang istimewa?
  • Bagaimana suasana dan fasilitas yang menonjol disana?
  • Catat alamat lengkap dan jangan lupakan nomor telepon.
  • Foto wajib: tampak depan, suasana di dalam, makanan, minuman dan kalau bisa foto karyawannya. Untuk foto suasana resto/warung, pastikan tidak membuat pengunjung lain marah karena ada saja pengunjung yang tidak mau wajahnya terpampang di medsos. Begitu pula foto karyawan, pastikan orangnya kooperatif.
Ingat, kita mudik untuk silaturahim dan kangen-kangenan, bukan untuk membunuh bisnis orang sekampung halaman. Lupakan kritik lebih dulu, bahkan misalnya teman-teman adalah memang seorang kritikus kuliner karena suasana Lebaran akan berbeda dengan hari biasa. Pelanggan akan lebih ganas karena ingin mencicipi semua dalam waktu cuti yang terbatas. Sebaliknya karyawan mungkin tidak dalam top performance karena gimana sih perasaan kita kalau harus tetap kerja sementara orang lain bersenang-senang dengan keluarga di hari raya? Kecuali tidak ada sesuatu yang sangat serius, kita lupakan dululah faktor kekurangan manusianya. Fokus pada ulasan makanan saja.


Manfaatkan Media Sosial

Media sosial bisa menjadi pengganggu tapi juga bisa menjadi pembantu dokumentasi kuliner selama mudik. Ada 2 aturan untuk mencegah medsos menjadi pengganggu karena bagaimanapun dalam mudik yang utama adalah silaturahim dan interaksi dengan keluarga yang telah lama tidak bertemu dan mungkin juga teman-teman jaman dulu:
  1. Jangan foto langsung upload atau video live. Kumpulkan foto dan video lebih dahulu, lalu edit dan unggah ketika sedang idle.
  2. Matikan semua notifikasi. Jawab semua respon terhadap unggahan kita ketika sedang idle.
Ada 2 platform media sosial yang paling sering saya gunakan bila dalam perjalanan karena akan sangat membantu ketika akan diolah lagi menjadi postingan blog, yaitu twitter dan instagram. Facebook, karena bentuk interaksinya terlalu personal, kurang membantu, malah agak mengganggu karena terlalu banyak diskusi dan pertanyaan.
Twitter memiliki cara berinteraksi yang berbeda, karena itu untuk cerita dalam bentuk teks lebih baik di twitter, tak perlu dipaksakan dengan membuat caption yang sangat panjang di foto IG. Sebaliknya, karena basicn IG itu interaksi gambar, tak perlu semua gerak diupload hanya untuk menunjukkan kronologi perjalanan. Gunakan saja keduanya secara harmonis sesuai dengan gaya interaksi masing-masing.
Dengan twitter, kita akan lebih mudah menceritakan kronologi sehingga memudahkan merangkum dan mengolahkan menjadi sebuah artikel. Sedangkan di IG, sebaiknya dielaborasi lebih jelas untuk membantu deskripsi dalam artikel kelak. Jadi, jangan cuma mengunggah foto bagus, beri keterangan selengkap-lengkapnya, antara lain, alamat, nama makanan tersebut, harga, rasa dan kisah dibaliknya jika ada.
Jadi, dalam pembuatan artikel blog, saya menyusun kronologi yang saya copas dari akun twitter saya, lalu saya lengkapi dengan foto yang saya unggah di IG serta caption-nya. Untuk unggahan dari IG, bisa saja langsung di-embed di blog dengan keuntungan tidak bekerja dua kali dan bisa sekalian mencari followeers baru. Tapi embed yang demikian bisa membuat kecepatan loading blog menurun. Pilihan ada di tangan teman-teman.

Kebahagiaan Yang Tahan Lama

Salah satu keuntungan dengan mengumpulkan bahan artikel kuliner dulu lalu ngeblog belakangan adalah kebahagiaan yang tahan lama. Setelah kita kembali ke kehidupan nyata dan membongkar bahan yang telah dikumpulkan, kita akan mengenang kembali keseruan perjalanan mudik lalu. Sambil memilih dan memilah bahan tersebut, ajaklah anggota keluarga turut melihatnya. Mereka pasti akan senang sekali ketika melihat dokumentasi tersebut sehingga momen mudik tidak lekas dilupakan.
Sambil melihat-lihat dokumentasi yang telah terkumpul bersama anggota keluarga, kita juga bisa mendengarkan kembali rekaman perasaan ketika makan di tempat itu dari komentar-komentar mereka. Itu akan membantu membangkitkan ingatan akan momen mudik sambil berwisata kuliner lalu.


Note: Artikel ini merupakan update dari tulisan yang telah ditayangkan pada tahun 2011.


22 comments:

  1. lengkap banget ni mba dan emang godaannya adalah ga bisa klo ga update lgsg ke medsos hahaha secara pamer sama berbagi itu beda tipis 😂 tp iya jg menahan2 postingannya bisa mengenang kembali kenangannya pas lihat2 fotonya. akhirnya nti ulasannya bisa jadi kaya dan detail keknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehee pinter2 nyela waktu aja :)

      Delete
  2. lengkap banget infonya.bisa buat acuan sebelum mudik. noted.

    ReplyDelete
  3. ahhaha ide dan tipsnya boleh juga nih mbaak :D

    ReplyDelete
  4. Tidak ada yang bisa menghubungkan kita dengan masa lalu secara spontan sebaik makanan

    Sukak!

    Ngepost tentang makanan itu semacam penyelamat mbak, agar blog nggak semakin penuh dengan sarang laba-laba :D

    emmmm... entahlah, sekarang lagi asyik di IG aja. Mau dipindahkan ke blog lha kok masih malesan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ngeblog memang butuh effort tambahan :)

      Delete
  5. Okeh,siap dipraktekkan. Apalagi mudik kali ini nggak naik pesawat tapi jalur darat. Pasti banyak moment yg bisa diabadikan....
    untuk sharingnya,terima kasihhhh.....^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwaaa roadtrip me likeyyyy... Tabungan foto bisa membludak tuh :))

      Delete
  6. Itu cara2ku juga mba kalo sedang traveling dan mau ngumpulin artikel kuliner buat blog :). Notes ama pulpen wjib ada utk catat poin2 pnting yg mau ditulis, kamera nth itu hp ato dslr.

    Kalo dulu aku tulis semua baik itu positive poin ato negative poin nya. Tp sebisa mungkin dgn bhs halus. Cuma skr aku malah jd males kalo nemu kuliner yg rasanya biasa aja.. Kecuali kalo kelewat tidak enak dan service nya jg ancur banget, baru deh aku tulis :D. Kalo dlm tahap bisa dimaafkan, ya sudahlah.. Ga ush ditulis sekalian :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, kalau nggak bisa kumaafkan nggak kutulis sama sekali. IGpun nggak. Daripada aku komplen di postingan ujungnya malah akunya yg disomasi heheee

      Delete
  7. Aku kehabisan stok buat blog yg pekalongan mba, nungu mudik hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin kamu bisa aja teman2 pkl berkontribusi di blog pekalongan.

      Delete
  8. Senin nanti aku udah mudik, sepertinya bakal vakum ngeblog dulu deh, entah kalo ada internet ya, bisa nulisnya malam hari sebelum tidur. Kalo selain itu biasanya nggak bisa krn kumpul2. Tapi emang kalo nggak langsung diceritain di blog suka lupa mau nulis apaan, kelamaan ditunda hahaha, jadi harus dicatat poin2 yg mau ditulis biar nggak lupa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mudiknya lama dong? Bakal punya banyak tabungan bahan ngeblog nih. :)

      Delete
  9. Kalau masalah kuliner ane nggak begitu, cuma kalau baca postingan tentang uliner suka aja :D Hehehe..
    Biasanya mah pas traveling makanya ya senemunya aja dijalan tidak terencanakan alias dadakan .. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Travelling yg mengasikkan itu yg byk spontanitas :)

      Delete
  10. langsung ngakak begitu baca kalimatpembukanya mudiknya hoak...ha...3x

    ReplyDelete
  11. Paling demen kalo cerita makanan pas mudik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cerita makanan no 1 yg paling disukai orang, sebelum baby & kucing :)

      Delete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.