21.8.17

DIY Travelling Pouch Dengan Resleting

DIY kali ini agak susah sedikit untuk pemula tapi pasti bisa kok asal berani mencoba, yaitu membuat travelling pouch yang ada resletingnya.


Bagi pemula, tantangan menjahit adalah jika ada resletingnya. Resleting yang bagus adalah yang jahitannya rapi dengan sisaan (allowance) seminimal mungkin sehingga mepet dengan pinggirannya. Perlu beberapa kali praktek supaya layak pakai. Beda dengan praktik menjahit kain yang mendingan menggunakan kain murahan atau kiloan dulu, kalau latihan menjahit resleting mendingan langsung yang bagus saja. Ini karena sifat bahannya yang lebih lentur dan tipis sehingga nurut sewaktu ditata untuk dijahit. Kalau salah masih bisa didedel kok.
diy travelling pouch dengan resleting
Untuk pouch ini, saya menggunakan bahan kanvas sisa. Menurut saya lebih enak menggunakan bahan kanvas yang kasar dan kaku. Bahan kanvas memiliki bermacam-macam kualitas. Enaknya menggunakan bahan yang kasar dan kaku adalah tidak perlu menggunakan pelapis lagi. Penggunaan pelapis membuat proses menjahit makin sulit. Saya sudah mencoba beberapa cara menjahit resleting yang ada di youtube. Sepertinya ini yang paling mudah. Nanti kalau ada yang lebih mudah lagi, saya akan membuat postingan baru.

Ukuran pouch bisa disesuaikan dengan kebutuhan, apakah pouchnya akan digunakan untuk tempat kosmetik, perlengkapan gadget dan sebagainya. Kebetulan yang saya punya resleting berukuran 25 cm, jadi lebar bahan harus disesuaikan dengan panjang resleting tersebut. Sedangkan untuk panjang bahan adalah 32 cm. 

Harga resleting ini Rp 3.500. Kata mbak jaganya ini sudah yang paling bagus di tokonya. Entah di toko lain ya. Ada yang harganya Rp 1.700,-. Tampilan reseleting yang murah sih lebih tebal dan kokoh tapi kata mbaknya yang mahal itu lebih bagus. Ada harga, ada rupa gitulah. Ternyata sewaktu menjahitnya memang lebih mudah. Kalau penjahit kondang, tidak membeli resleting seperti ini ya, melainkan yang meteran. Resleting meteran itu lebih mudah lagi menjahitnya. Tapi sayang, waktu itu warna yang saya inginkan sedang tidak ada stock.


diy travelling pouch dengan resleting

Kesulitan menjahit resleting itu adalah sisaannya yang minim seperti di foto tersebut. Sepatu mesin jahit sering macet dan jahitan tidak kencang jika sepatunya naik ke gigi resleting. Biasanya sepatu mesin saya pepetkan ke gerigi, lalu saya pertahankan posisinya menggunakan tangan dan menjahit lebih pelan. Jarum mesin yang saya gunakan no 18 karena kain cukup tebal dan kaku. Sedangkan pengaturan benang, saya longgarkan diatas jahitan normal. Kalau terlalu kencang akan sering ruwet atau melompat. 

Mari kita mulai menjahit!

1. Obras atau jahit zig zag keliling kain untuk menghindari benang terurai. Jika terpaksa, cukup dirapikan menggunakan gunting zig zag saja.

2. Tumpuk kain dengan posisi yang bagus didalam. Letakkan resleting disalah satu ujung dengan posisi kepala tengkurap. Buka tutup resleting agar ketika sepatu lewat bagian tertentu maka bagian tersebut dalam kondisi terbuka seperti diatas. Kalau menggunakan resleting meteran lebih mudah lagi kepalanya dipasang belakangan setelah dijahit, jadi tidak mengganggu. Jahit resleting dan hasilnya seperti foto di atas.

diy travelling pouch dengan resleting

3. Balik bahan dengan bagian bagus diluar. Dengan batuan jarum pentul, tata kain seperti diatas karena kita akan menjahit pinggiran kain yang mepet resleting. Kondisi resleting terbuka agar bahan kain dibawahnya tidak ikut terjahit.

diy travelling pouch dengan resleting

4. Hasilnya seperti foto diatas. Karena berada di posisi kain yang bagus, berarti akan menjadi bagian luar pouch jika sudah jadi. Makanya, jahitan usahakan serapi mungkin. Kalau belum rapi, dedel saja, lalu jahit ulang.

diy travelling pouch dengan resleting

5. Lakukan no 2-4 untuk sisi satunya.


6. Hasilnya akan seperti foto dibawah ini. Kemudian balik lagi agar permukaan yang bagus berada didalam, lalu jahit sisi kanan dan kiri untuk menutup seluruh lubang.

diy travelling pouch dengan resleting

7. Masih dengan posisi permukaan yang bagus didalam, ambil 2 sudut bawah pouch, lalu jahit sepanjang 6 cm. Dengan bantuan penggaris, pastikan sisi kanan dan kiri jahitan sama panjang, yaitu masing-masing 3 cm. Jahitan di ujung bawah akan membuat pouch lebih boxy sehingga muat lebih banyak.

diy travelling pouch dengan resleting

8. Balik bahan tersebut dan pouch sudah jadi. 

Asal sabar, semua bisa bikin pouch seperti ini kok. Dengan penyesuaian ukuran, ibu-ibu bisa membuat dosgrip atau tempat alat tulis anak sekolah juga. Jangan takut nggak rapi, semua yang rapi-rapi kan dimulai dengan tidak rapi dulu lalu diasah dengan latihan. Bahkan saya memulainya dengan rusak total sehingga bahan kainnya saya tumpuk lalu saya gunakan untuk pegangan wajan panas.

Selamat mencoba!


18 comments:

  1. Kadang kalau lagi cari pouch di toko aksesoris masih sering galau karena ukurannya g pas dengan keinginan. nach kalo ada tips dari mak lusi ini kan bisa bikin sesuai dengan yg kita mau.

    ReplyDelete
  2. Ahh kamu kreatif banget mbak. Mungkin bisa jadi peluang usaha tuh hihihi

    ReplyDelete
  3. Hasl jahitnya kece amat mbk lus, rapiiiiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aslinya ada yg nggak singkron itu. Kelihatan, kan? Heheheee

      Delete
  4. Mba Lusi, aku kepikiran buat bikin pouch yang model gini juga, tapi jahit tangan. Aku sudah berhasil bikin yang model biasa (ga ada volumenya). Model yang Mba Lusi bikin ini lebih tinggi tingkat kesusahannya dari model yang aku bikin pertama. Makasih tutorialnya Mba... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mbak. Ini sebenarnya model biasa saja tapi ujung2nya dijahit melintang sedikit untuk volumenya.

      Delete
  5. mbak lusi rajin banget sih jejahitan,, aq pengen buat2 tapi malesannn, makasih ilmunya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau udah males, case closed dong :))

      Delete
  6. Aku kalo bikin pouch, sarung bantal atau apa aja selain bikin baju, lebih senang pake resleting yang model lama yang keliatan giginya atau resleting yang biasa dipake untuk celana jins. Resleting Jepang memang keliatan lebih halus dan rapi tapi jahitnya agak tricky ya. Kita samaan ya mba Lusi sama-sama hobby ngecraft. Next project nya apalagi niihh... jadi penasaran. oh ya, mba Lusi akun FB nya apa yaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. I look up to you mbak. Project mbak jauh lebih keren karena ada sentuhan pengetahuan arsitektur :)). FB saya Lusi Tris.

      Delete
  7. Hobby ngecraft itu asyik banget ya. Kebetulan nyari yang simpel2 seperti ini. Tinggal variasi di kain. Terima kasih idenya mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, saya suka yg fungsional aja, bisa dipakai heheee

      Delete
  8. wah jadi mau langsung praktek..salam kenal mba..

    ReplyDelete
  9. Mengingatkan saya ma mamah yang pintar jahit. Sayangnya passionnya gak menurun ke saya. Padahal saya udah dihibahin mesin jahit ma mamah hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadinya aku mengira begitu juga lo, sampai aku bisa jahit yg bolong2, eh keterusan :))

      Delete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.