Tuesday, May 17, 2011

Be Yourself: Sebuah Motivasi Usang

Sejak awal saya ngeblog sampai sekarang, kira-kira hampir tiga tahun, saya belum pernah bercerita tentang awal mula saya menggunakan nama burselfwoman. Pada mulanya agak sulit bagi teman-teman saya untuk mengingat nama blog saya karena terdengar aneh. Berkali-kali saya harus menjelaskan cara mengingat blog saya, selain dengan melakukan bookmark tentusaja, yaitu bahwa nama tersebut semata-mata hanya singkatan dari b=be; ur=your; dan self. Dengan mudah burselfwoman bisa diingat menjadi “Be yourself, Woman!”

Beberapa orang mencemooh bahwa kalimat tersebut adalah kalimat motivasi yang sudah kuno dan usang. Saya hanya tertawa geli, karena pada awalnya itu tidak dimaksudkan sebagai sebuah kalimat motivasi sama sekali. Itu hanya hasil dari utak-atik iseng saya semata-mata. Kalau ada yang menganggapnya serius, ya salah mereka sendiri.

Saya bisa ngeblog seperti ini awalnya nyaris tanpa bantuan personal. Semua saya lakukan sendiri melalui googling dan trial error yang sangat melelahkan karena platform jaman dulu belum semudah sekarang dan lantaran saya tidak terlalu paham aplikasi internet. Saya hanya tahu browsing. Ketika saya mulai kecanduan ngeblog, barulah saya mengganggu sana-sini untuk bertanya dan minta bantuan agar blog saya menjadi lebih menarik sesuai dengan ide-ide saya yang terus berkembang. Meski demikian, saya tetap sering mengubah-ubah setting sendiri yang tak jarang malah membuat blog saya error dan teman-teman yang membantu saya mengomeli saya berkepanjangan. Tapi itulah yang kita lakukan jika kita senang dengan aktifitas kita.

Jadi, awalnya saya hanya tahu dari googling bahwa untuk membuat blog yang mudah dicari orang, buatlah nama yang umum sesuai dengan tema blog kita. Ternyata itu luar biasa sulit, lantaran pemilik blog jumlahnya sudah jutaan diseluruh dunia, maka nama-nama bagus sudah tentu dipakai orang. Entah berapa jam saya habiskan untuk mengutak atik sebuah nama yang harus ada kata “woman”. Saya memang sudah menetapkan diri akan menulis semua tentang perempuan, baik dari sisi lembutnya sebagai perempuan sampai pengetahuan perempuan lain di bidang politik, pendidikan, jalan-jalan dan tentu saja refleksi.

Saya tidak ingat nama apa saja yang saya cek “availability”-nya, yang jelas saya perlu waktu berjam-jam, sampai ketemu nama tersebut. Mulanya saya menggunakan platform gratis di www.burselfwoman.wordpress.com yang sekarang saya khususkan untuk blog wirausaha. Supaya kelihatan keren, saya pun membeli domain ini. Selain itu saya juga berusaha mengklaim nama “bursefwoman” di semua platform. Waduh, mau apa sih saya? Sejujurnya belum tahu 100% akan saya apakan blog-blog itu. Saya hanya tidak rela hasil utak-atik saya sampai tidak tidur itu dipakai orang lain.

Kemudian saya terjerumus ke pergaulan para ahli socmed. Tepatnya, saya menonton atau menyimak kegiatan mereka, tidak sampai kenalan. Heheheee… Salah satunya adalah teman saya, yang menganjurkan untuk menjadikan nama tersebut sebagai “branding” karena cukup cocok dengan tulisan-tulisan saya. Berhubung pengetahuan saya terbatas, yang saya lakukan adalah tetap ngeblog tentang apapun dan tetap melihatnya dari mata perempuan.

Lama kelamaan setelah dipikir-pikir, bagus juga nama tersebut digunakan sebagai motivasi bagi sesama perempuan yang membaca blog saya. Meski pada perkembangannya visitor tidak hanya dari kalangan perempuan tapi semangat dari blog ini bisa mendorong banyak pihak (perempuan dan laki-laki) untuk selalu melihat sisi positif dari semua kejadian dan yakin pada kemampuan diri. Lalu berkembanglah moto “Writing for Sharing for Women”.

Saya baru tahu bahwa ternyata kalimat “Be Yourself” dianggap telah kuno dan usang. Bagi saya, tidak ada yang usang jika setiap membaca blog ini, anda bisa menemukan sesuatu yang baik bagi anda. Saya tidak berharap anda mendapat pencerahan atau inspirasi dari blog ini. Itu terlalu tinggi bagi saya yang bukan apa-apa. Cukup dengan membuat anda merasa lebih baik saja, saya sudah senang bukan main.

Wahai perempuan, jika anda ingin berkarya, jangan takut tampak usang atau kuno, lakukan saja sesuai dengan keyakinan anda, lalu diperbaiki sambil jalan. Jangan sibuk nyinyir dengan karya orang lain juga, buktikan anda juga bisa, bahkan lebih baik. Jika tidak, kita akan terjebak dalam daster kumal, keringat asem dan wajah cemberut. Senyuuum…..

No comments:

Post a Comment

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.