Monday, August 08, 2011

Tips Belanja Kerajinan Sambil Mudik

Lebaran hampir tiba. Mudik! Nah, berapa kali mudik nih? Dua kali setahun? Sekali setahun? Atau malah sudah tiga tahun tidak mudik? Waaah, nggak heran ya pada maruk belanja. Kapan lagi? Paling seru yang menggunakan kendaraan pribadi, sepanjang jalan menuju tujuan mudik, mampir deh. Segala makanan khas, oleh-oleh, kerajinan, sampai tanaman maunya dibeli. Habislah tabungan selama setahun bekerja. Ah tapi itu terserah anda yang punya uang, kan. Saya malah ingin berbagi pengalaman agar keinginan belanja sambil mudik anda terpenuhi.

Belanja kerajinan sambil mudik menjadi trend akhir-akhir ini. Ada yang dengan tujuan membeli oleh-oleh yang lebih awet dan ringkas ketimbang makanan. Ada yang sekedar ingin memiliki sesuatu yang unik yang belum pernah dimiliki sebelumnya. Ada yang memang mengincar produk tertentu untuk menghiasi rumah. Bahkan ada lho yang sambil kulakan.

Di jalur pantura Jawa, kota-kota seperti Cirebon dan Pekalongan yang merupakan sentra batik nasional, akan banyak dikunjungi pemudik, baik yang mudik ke Pekalongan atau yang lewat hendak ke kota lain.Di jalur selatan Jawa, rasanya tidak afdol jika tidak mampir ke Tasikmalaya, Jogja dan Solo. Selain itu, masih banyak sentra-sentra kerajinan lainnya.

Soal stok, jangan khawatir. Pengrajin sudah menyetok jauh-jauh hari sebelum puasa, tinggal seberapa banyak yang anda sanggup beli saja. Heheheee… Yang perlu anda perhatikan adalah jadwal anda sendiri, jadwal sentra/toko tersebut dan sifat keramaian.

Di jalur pantura Jawa, keramaian akan terjadi pada arus mudik dan balik, karena jalur tersebut adalah jalur utama pulau Jawa, semua kendaraan baik yang menuju ke timur maupun ke barat akan melewati kota-kota di pantura. Sedangkan sentra/toko di jalur selatan Jawa, meskipun pada arus mudik dan balik juga ramai, tapi puncaknya adalah Syawal hari ketiga sampai ketemu hari Minggu. Ini karena di hari ketiga, halal bihalal dengan keluarga telah selesai. Pemudik yang datang dari kota-kota yang jauh menggunakan sisa liburan untuk mengunjungi kota-kota wisata terdekat. Jangankan belanja, parkir saja susahnya sekali sampai-sampai pak Polisi tidak mempermasalahkan mobil plat luar kota yang parkir di trotoar karena tidak ada tempat lain. Nah, sepertinya tidak ada pilihan ya, karena terbatasnya waktu. Yang penting siapkan mental, fisik dan sandal flat. Oh ya, anda juga bisa lo belanja langsung di showroom para pengrajinnya.

Yang juga harus anda perhatikan adalah kesesuaian jadwal anda dan jadwal buka sentra / toko yang anda incar. Jika anda punya akun twitter, saat ini banyak akun seperti @infopekalongan, @infoJogja dan sebagainya yang bisa anda mintai bantuan untuk bertanya ke followernya, jam berapa toko/sentra tersebut buka. Atau bahkan bertanya apakah selama Lebaran mereka juga buka. Anda bisa juga telpon langsung ke toko/sentra tersebut untuk bertanya jika anda memiliki nomor teleponnya.

Sentra kerajinan Kasongan Jogja, misalnya. Meskipun sudah tersohor ke seluruh Indonesia, tapi jam 16.00 Kasongan sudah tutup. Jika anda ke Malioboro dulu dan keasyikan, anda bisa saja gagal ke Kasongan. Padahal misalnya besok anda sudah harus terbang balik kerumah dengan pesawat yang paling pagi. Contoh lain misalnya anda ingin pergi ke Mirota Batik Malioboro Jogja. Anda mengira toko tersebut buka jam 10.00 seperti toko lain sepanjang Malioboro, padahal toko tersebut sudah buka sejak jam 08.00. Nah, pas jam 10.00 anda datang sudah susah mau masuk toko, apalagi memilih-milih produk kerajinan dan batik yang ada.

Menurut saya, belanja di toko kerajinan atau pusat grosir kerajinan atau sentra kerajinan, lebih baik ketimbang di pasar umum atau tempat wisata. Karena toko kerajinan atau pusat grosir kerajinan tidak semena-mena dalam menaikkan harga, meskipun Lebaran. Mereka lebih senang menjaga stabilitas jumlah pelanggan daripada keuntungan besar sesaat. Diharapkan, dikesempatan lain pelanggan akan mampir lagi ke tempat mereka berjualan, atau bahkan menjadi pelanggan tetap mereka, terutama bagi yang memanfaatkan mudik untuk sekalian kulakan. Bagi anda yang tidak mau repot, EO di kota-kota wisata seperti Jogja dan Solo juga mengadakan pameran kerajinan di mal-mal. Soal harga, nah, pilihlah stan yang memiliki outlet atau workshop tetap di kartu namanya, biasanya tidak terpaut jauh.

Pertimbangkan pula keamanan. Misalnya jika selisih antara harga pasar dan toko hanya Rp 5,000 atau Rp 10,000, tidak perlulah anda ngotot mengejar selisih tersebut dengan pergi ke pasar. Di hari biasa silakan saja. Tapi di zona mudik sebaiknya tidak dilakukan, karena selain capek, keramaiannya tidak terkendali, copet dimana-mana. Apalagi jika membawa anak kecil, jika terpisah susah dicari. Tapi jika anda ngotot pergi ke pasar, pergilah sendiri, jangan berombongan yang akan sangat merepotkan. Selain itu, bawalah uang secukupnya dan jangan dijadikan satu dengan surat-surat seperti KTP, SIM, ATM dan kartu kredit. ATM sekarang mudah ditemui, debet ATM juga sudah umum, bahkan toko seperti Mirota sudah menerima pembayaran via kartu kredit tanpa charge sejak lama.

Yang juga harus anda perhatikan adalah volume belanjaan anda. Pernah melihat mobil pemudik dengan roof rack penuh barang? Atau pernah melihat penumpang pesawat membawa bunga klobot yang ukurannya sebesar yang membawa? Mudik seharusnya menyenangkan tidak hanya setelah sampai tujuan, tapi juga selama perjalanan. Menumpuk barang di roof rack itu sangat berbahaya jika melebihi batas kapasitas muatnya. Ini terjadi pada rombongan keluarga kenalan kami, yang mengakibatkan beliau harus kehilangan istri dan anak-anak mereka kehilangan ibu. Orangtua saya sempat mengasuh anak-anak tersebut sebelum diambil keluarganya karena si ayah juga cedera. Sedangkan membawa barang dengan volume berlebihan menggunakan kendaraan umum, selain merepotkan si pembawa sendiri, juga harus siap dengan dicemberuti penumpang lain yang merasa terganggu. Mbak pramugari yang cantikpun bisa berubah berwajah masam gara-gara anda lho.

Jika belanja kerajinan anda cukup banyak, kirimkan saja dulu lewat jasa pengiriman. Ambil saja tarif termurah karena meskipun lama, anda toh masih mudik. Nah, pas anda sampai dirumah lagi, pas belanjaan itu sampai. Kadang, pedagang di pusat-pusat grosir yang sudah berpengalaman juga bersedia membantu anda mengirim belanjaan anda kerumah anda tanpa biaya packaging tambahan, hanya pas biaya kirim saja seperti yang diminta jasa pengiriman barang.

Wah, panjang benar tipsnya ya. Padahal belum semua nih. Silakan lho kalau pengunjung mau sharing pengalaman pribadi. Selamat belanja! Selamat mudik! Salam untuk keluarga.

No comments:

Post a Comment

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.