Tuesday, May 29, 2012

Reseller (3): Sopan Santun Berpromosi

Perlu diketahui bahwa yang paling menyebalkan dari sikap seorang reseller terhadap produsen atau pemilik merk adalah sikap tinggi hati.  Banyak reseller yang pada perkenalan pertama minta dilayani seolah raja tapi minta potongan harga sebanyak mungkin. Hello…. Seorang raja tidak pernah minta potongan harga. Selain harga yang diminta pasti foto tanpa tulisan merk. Enak banget ya? Cuma minta-minta.

Pada dasarnya setiap produsen atau pemilik merk sangat membutuhkan reseller. Mereka tidak mengharapkan reseller memohon-mohon, cukup bersikap sewajarnya saja, maka mereka akan memberikan apa saja yang anda butuhkan. Tidak semua bisa diberikan seperti yang reseller maui. Tiap produsen atau pemilik merk memiliki pertimbangan masing-masing setiap akan me-release perangkat promosi. Jadi jika mereka tidak mau memberikan seperti yang anda butuhkan, itu hak mereka, anda tidak perlu menggerutu, toh anda tidak mengerti sulitnya produsen atau pemilik merk itu merintis usaha.

Setelah anda mendapatkan perangkat promosi, baca baik-baik atau bertanyalah tentang apa yang boleh dan tidak boleh anda lakukan. Misalnya menempelkan merk anda sendiri atau melakukan mark-up harga diluar diskon yang telah diberikan. Selain untuk menjaga hubungan dengan produsen atau pemilik merk, juga untuk menjaga reputasi produk yang anda tawarkan itu.

Selanjutnya, waktunya anda beraksi. Yang penting untuk selalu diingat dalam berpromosi adalah jangan terlalu banyak trik. Perkenalkan dari awal siapa diri anda. Trik-trik ‘aku punya bisnis nih’ atau ‘bisa nggak ketemuan, ada bisnis bagus’ sudah kuno. MLM itu tidak jelek, jangan salah, banyak teman saya yang kaya dari sini. Tapi cara sebagian orang yang mempromosikan MLM yang menjebak itu yang membuat antipati. Jika anda meminta waktu pada seseorang, pastikanlah orang tersebut tahu dari awal akan dipergunakan untuk apa waktunya tersebut.

Yang sering dilakukan ibu-ibu dan sangat efektif adalah melalui pertemanan. Hal ini bisa dilakukan sambil menunggu anak pulang sekolah, melalui arisan atau sambil ngobrol sore dengan tetangga. Yang perlu diwaspadai adalah cara ini rentan kerugian. Lantaran sudah saling mengenal, anda tidak konsisten dengan isi promosi anda terutama dalam soal harga dan pembayaran. Akhirnya harga anda jatuh karena anda memberi diskon yang sangat banyak atas nama teman baik. Anda juga sangat longgar dalam memperkenalkan system pembayaran, bahkan enggan menagih karena tidak enak hati pada prakteknya. Jika anda memutuskan cara ini, anda harus bisa tegas tapi tetap bertutur manis.

Cara yang paling mudah karena bisa dilakukan darimana saja tentunya secara online. Di obrolan kita sebelumnya, sudah saya bahas tentang jam online. Nah, sekarang tentang tata kramanya. Menawarkan produk melalui email atau sms masih boleh dilakukan kapan saja karena orang yang kita tuju tidak merasa wajib membaca atau membalas. Berpromosi dengan menelepon langsung sebaiknya hanya dilakukan dengan sms terlebih dahulu minta waktu. Orang akan kesal sekali jika anda telepon untuk berpromosi sementara anaknya sedang rewel, misalnya.

Melakukan tag di facebook sebaiknya tidak dilakukan, karena itu memaksa orang untuk membaca. Berpromosi itu sifatnya membujuk atau mempengaruhi, bukan memaksa. Meski produk anda menarik, tapi orang tidak akan membeli jika hatinya sedang dongkol. Apalagi jika kemudian komen berdatangan, membuat orang tersebut terpaksa membaca lagi dan lagi.

Mention di twitter justru tidak apa-apa, asal anda kenal dan sifatnya friendly introduction, bukan asal sambar. Orang yang kesal anda sambar malah bisa mem-block anda yang justru menghilangkan kesempatan anda berpromosi.

Yang paling seru adalah berpromosi melalui Blackberry. Ingatlah, jangan sekali-kali melakukan ‘blast’. Saya pernah sangat heran ketika salah seorang reseller yang baru saya kenal dengan sombongnya bercerita bahwa foto-foto produk Ladaka Handicraft nantinya akan di ‘blast’ ke semua contact-nya. Produk saya memang masih baru dan belum beromset milyaran heheheee…. Tapi saya menjaga benar reputasi merk saya. Saya tidak mau produk saya di ‘blast’ sembarangan. Anda sendiri pasti sebal bukan, setiap menerima ‘blast’ seperti itu? Apalagi jika dilakukan di jam-jam istirahat, misalnya jam 23.00.

Banyak cara lain yang bisa ditempuh untuk mengoptimalkan BB anda. Mengganti profile picture secara berkala akan menarik perhatian contact anda. Anda juga bisa membuat grup sendiri, dan di grup inilah anda memiliki kebebasan untuk men-share foto-foto produk anda.

Kesimpulannya, sebagai reseller, tempatkanlah diri anda sebagai mitra produsen atau pemilik merk dengan bekerjasama sewajarnya. Tanpa mereka, anda tidak bisa berjualan. Meski mereka juga membutuhkan anda, tapi tanpa anda, masih banyak reseller yang lebih kooperatif dan mereka juga bisa berjualan langsung.

Jangan berambisi untuk menaklukkan calon konsumen agar membeli dalam waktu sesingkat mungkin, kalau perlu sebelum konsumen tersebut sadar apa yang dibelinya. Tapi lakukan pendekatan sewajarnya agar calon pelanggan tidak memiliki keengganan untuk menghubungi anda. Dengan begitu, konsumen tersebut diharapkan tidak hanya membeli sekali, tapi selalu kembali untuk membeli produk-produk anda lainnya. Selamat berusaha….

4 comments:

  1. Wah menarik, mbak Lusi. Saya juga lagi belajar 'ngangon' reseller soalnya :D macem-macem ya kelakuannya ternyata yak heuheuheu

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah saya termasuk yg sabaran, mba. sampe kadang2 ditegur suami karena terlalu nurut ama mereka. sekarang mulai punya sikap sih hahaha terlalu sabaran juga ga baik ternyata :D

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.