Sunday, October 21, 2012

Usaha Kecil Menyeponsori Citra Scholastika

Telepon berdering untuk kedua kalinya dari manajemen mal tempat outlet Ladaka Handicraft berada. Saya membatin, aduh ada apa ini? Sepertinya belum saatnya membayar uang sewa. Diseberang, suara laki-laki yang meski tidak pernah menelepon jika tak ada perlunya, terdengar dan saya cukup hafal apa maksudnya, yaitu mencari sponsor untuk acara mal. Mal, instansi atau institusi sering mengadakan acara untuk menaikkan pamor mereka. Bahkan di perusahaan besar ada kewajiban untuk “give back to the society” dengan mengadakan acara amal atau memiliki mitra binaan. Untuk acara amal biasanya diperlukan dana yang tidak sedikit, tapi tidak boleh mengganggu biaya operasional perusahaan. Ada yang diambil dari laba perusahaan, ada yang dengan cara menggalang dana atau sponsorship.

Cara penyelenggara menggalang dana melalui sponsonship bermacam-macam. Biasanya yang mereka tawarkan sebagai imbal balik adalah spot iklan yang bisa berupa spanduk, backdrop atau iklan di media. Yang diminta dari sponsor juga beragam, ada yang meminta uang sebagai pembayaran spot iklan, ada yang meminta fasilitas seperti gedung atau meminta penyediaan door price.

Banyak pemilik usaha yang alergi ketika diminta menjadi sponsor. Yang terbayang adalah pengeluaran tambahan diluar biaya operasional yang telah direncanakan. Apalagi jika yang menawari menjadi sponsor itu mengejar kita seakan-akan kita punya hutang saja kepada mereka. Namun itulah seninya memiliki usaha, yaitu bersabar melihat detil penawaran-penawaran yang masuk. Karena setiap apa yang mendatangi kita, memiliki kemungkinan sama besar untuk menjadi rejeki kita.

Demikian pula ketika penelpon itu pertama kali menghubungi saya dulu. Saya tidak serta merta alergi. Saya baca dulu proposalnya. Ternyata dia hanya meminta door price yang bentuk dan jumlahnya tidak ditentukan. Saya sempat ragu dan meneleponnya, benarkah tidak ada ketentuan apapun. Dia meyakinkan saya bahwa saya bebas memberikan apapun sebagai door price. Sayapun menyeleksi stock yang lama tak bergerak. Saya pilih yang terbaik, lalu saya kemas ke dalam paper bag Ladaka Handicraft agar logonya mudah dilihat pengunjung acara tersebut. Tak lupa saya selipkan voucher diskon agar pemenang datang, melihat dan membeli produk di stan mungil kami.

Masih dengan ragu, bingkisan itu saya berikan pada penyelenggara. Kemudian logo Ladaka Handicraft terpajang di backdrop acara donor darah itu bersama produk-produk nasional semisal mie instan, minuman berenergi, kosmetik dan sebagainya. Mungkin produk-produk nasional itu sudah menutup biaya operasional acara tersebut sehingga penyewa stan seperti saya hanya sebagai peramai suasana. Namun saya sempat minder juga.

Ternyata keminderan itu sama sekali tidak beralasan, karena di acara-acara selanjutkan Ladaka Handicraft selalu diminta menjadi sponsor. Tentu saja dengan senang hati saya ikuti karena kami memiliki kesempatan untuk beriklan dengan modal yang tidak terlalu besar. Meski hadiah diambil dari stock yang tidak bergerak, tapi jangan pelit untuk memilih yang terbaik diantara stock tak bergerak itu karena bagaimanapun door price itu mewakili nama usaha kita.

Nanti manajemen Mal Ciputra Seraya Pekanbaru akan mengadakan acara donor darah. Citra Scholastika akan hadir untuk menghibur para pengunjung. Ladaka Handicraft menjadi salah satu sponsornya. Logonya sudah dimuat di iklan acara tersebut di koran daerah. Pemanasan acara itu juga sudah dilakukan siang tadi dengan acara kuis menebak nama artis yang akan datang. Nama-nama sponsor ditayangkan disebuah TV layar lebar dan Ladaka Handicraft ada disana. Sayangnya bapak-bapak yang menebak tadi malah bercanda dengan mengatakan “Citra Sekolah TK”. Melayang deh hadiahnya.

Jangan lupa ke Mal Ciputra Seraya Pekanbaru tanggal 22 Oktober 2012, mendonorkan darah, menonton Citra Scholastika, finalis Indonesian Idol, lalu mampir ke stan Ladaka Handicraft di lantai 1 ya.

7 comments:

  1. kl sy di pekanbaru sy udah meluncur kesana deh mbak :)

    ReplyDelete
  2. keren mbak Ladaka makin terkenal ya. mudah2an suatu saat bisa mampir kesana ya

    ReplyDelete
  3. Wah keren, semoga berkah dan lancar terus untuk Ladaka handicraft ya, mak :)

    ReplyDelete
  4. Mbaaaak, aku bangga padamuu. Usahanya keren dan kreatif :)
    Duh cuma belum bisa mampir, pekanbaru jauh :D

    ReplyDelete
  5. Mba, terima kasih sudah mampir di rumah saya. Tapi masuk di "rumah" mba, saya benar-benar harus bilang wow. Dan usaha mba membuat saya "iri" ingin punya usaha sendiri juga. Saya sudah dua tahun mundur dari kerja kantoran. Dan saya masih terus berusaha. terima kasih yah mba.

    ReplyDelete
  6. Mbak, posisi di Pekanbaru? Wah nanti kita bisa ketemuan yah, Abangku posisi di Bambu Kuning, Sail.....

    ReplyDelete
  7. wow makin sukses yaa bunda jualannya, semoga makin sukses :D

    eeh mbak citra nya dapet oleh2 dari ladaka gag yaa :D

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.