Thursday, December 06, 2012

Tips Mengemudi Mobil

Masih ingat Tips Belajar Mengemudi yang sangat popular di blog ini dan menjadi artikel yang paling banyak dikunjungi sampai sekarang? Nah, ini adalah kelanjutannya. Memang jaraknya sangat lama sih, ini juga karena tiba-tiba teringat setelah seorang teman di Jakarta bercerita tentang bisnis belajar mengemudinya yang mobilnya sudah mencapai “sekodi” hahahaaa… kayak daster saja sekodi. Setelah bisa mengemudi atau nyetir, sekarang kita belajar nyetir yang aman.

Untuk menjadi aman di jalan itu tidak mudah. Mau nyebrang saja, bukannya diberi kesempatan, malah dipepet supaya tidak bisa bermanuver. Apalagi jika yang menyetir ibu-ibu, puaslah dia klakson kita keras-keras. Sepeda motor juga sering menyelonong tak terduga, padahal jika tertabrak tidak dilihat siapa yang salah, melainkan mobil yang harus mengganti rugi sepeda motor.  Kita memang tak bisa menyuruh orang lain untuk tertib, tak usah gusar. Kita saja yang mencoba menghindari.

Sebenarnya, tips mengemudi sudah ada di buku tata tertib lalu lintas. Saya dulu beli buku ini untuk belajar sebelum ujian SIM. Tapi sekarang kayaknya sudah tidak ada yang niat beli buku seperti ini untuk ujian SIM, ya? Jangan-jangan malah pada nembak heheheee….. Untuk kompleks industri tertentu, seperti kompleks migas, bahkan mewajibkan calon karyawan untuk ikut training Smith System Defense Driving Course. Penerapannya pun sangat ketat, dengan sangsi tegas jika melanggar. Tapi untuk diaplikasikan di jalan umum tidak 100% bisa, karena kita pasti kena omel pengendara lain jika menggunakan kecepatan maksimal 70km/jam.

Berikut adalah kombinasi dari buku tata tertib berlalu-lintas itu (penerbitnya lupa), Smith System dan praktek sehari-hari.

  1. Sebelum berangkat, pastikan semua perlengkapan monitoring keadaan luar sudah pada posisi nyaman anda, misalnya:

  • Jarak kursi dengan stir sudah pas untuk bermanuver, serta menginjak gas, rem dan kopling (jika bukan otomatic).

  • Ketinggian semua kaca spion sudah pas. Meski semua kaca spion sekarang bisa diatur dari dashboard, tapi hindari mengaturnya sambil jalan, karena akan merusak konsentrasi.

  • Segera ganti jika lampu rem dan retreat padam karena pengemudi dibelakang anda mengandalkan lampu tersebut.

  • Pastikan mobil tidak pernah melewatkan service rutin karena diantaranya adalah untuk mengecek tingkat safety rem dan perlengkapannya seperti rem kampas.

  1. Pastikan sekitar aman. Jika hendak mundur, perhatikan semua sisi mobil. Adakah anak kecil di belakang atau adakah motor parkir dibelakang. Jika hendak masuk jalur mengemudi, nyalakan dulu lampu sign dan lihatlah adakah yang hendak lewat.

  2. Mulai dengan pelan. Meski sekitar kita aman, jangan langsung tancap gas, karena sekian detik kita menoleh, apapun bisa lewat

  3. Pandangan jauh kedepan. Dengan pandangan jauh kedepan, kita bisa mempunyai gambaran lengkap apa yang kita hadapi didepan. Nah, ibu-ibu suka grogi nih kalau didepan macet total. Tak perlu bu, kita bergerak seperti mengikuti arus saja.

  4. Bagi pengemudi yang sudah berpengalaman, selalu menghadap kedepan bukan berarti tidak melihat kesana-kemari. Bola matanya selalu bergerak antara spion satu ke spion lainnya. Menggerakkan mata diajarkan di Smith System. Gerakan ekstrim yang dilakukan pengemudi baru untuk melihat sekitar akan membuat badan, terutama pundak, cepat lelah.

  5. Jaga jarak ketika melaju kencang, minimal harus bisa melihat bemper depan. Jika bemper depan tak terlihat, itu artinya anda terlalu dekat, tak akan sempat mengerem jika didepan anda mengerem mendadak atau ganti jalur. Dalam kondisi macet total, memang sulit. Jika jarak terlalu lebar, anda akan diomeli mobil di belakang kita. Jika terlalu dekat, anda bisa menabrak bemper mobil depan, terutama mobil tanpa sensor. Kendalikan saja kesabaran anda.

  6. Percayai mobil didepan anda. Jika lampu mobil depan anda menyala, ikutlah mengerem. Jika mobil didepan anda memberi sign ganti jalur padahal jalan lurus, pelankan mobil anda. Kemungkinan besar mobil tersebut melihat halangan atau bahaya yang tidak bisa kita lihat. Jangan bertindak apapun selain melakukan apa yang dilakukan mobil depan, sampai kita yakin apa yang terjadi.

  7. Menyalip hanya jika pandangan kita lepas ke depan.

  8. Pastikan mobil lain melihat kita. Kan sudah dandan cantik heheheee…. Bukan karena itu jeung, tapi kadang pengemudi lain tidak menyadari kehadiran kita karena perhatiannya sedang teralihkan. Bunyikan klakson sebagai friendly sign, jangan main pencet klakson saja, bisa digebuki kayak tokoh ormas itu lho. Lebih banyak gunakan lampu dim daripada klakson pada mobil atau motor depan kita. Kebanyakan mobil dan helm sekarang kedap suara, jadi percuma saja diklakson.

  9. Jika di perempatan tanpa lampu lalu-lintas, kurangi kecepatan. Jika ramai, berhentilah total untuk memastikan keadaaan aman. Dalam jarak sama dengan titik perempatan, dulukan yang dari arah kanan. Ini kata buku tata-tertib lalu lintas. Tapi sepertinya sekarang kita harus beringsut-ingsut untuk bisa nyebrang di perempatan. Yah, hati-hati saja, jangan main serobot.

  10. Jika menyeberang dulukan ibu-ibu pesepeda motor yang memboncengkan anak-anak kecil. Dalam kondisi hujan, dulukan pengendara sepeda motor. Di tanjakan, bersabarlah dibelakang tukang becak. Jalanan jangan sampai mengubah kita jadi orang yang tidak berperasaan. Perjalanan kita mungkin akan jauh lebih lambat, tapi hidup kan tidak cuma mengejar cepat.

  11. Untuk hiburan, musik bisa menghilangkan bosan dan ngantuk. Tapi TV sebaiknya menghadap ke penumpang, tidak ke pengemudi.

  12. Perlengkapan makan minum, pilihlah yang tidak merepotkan, dan hanya pegang jika posisi berhenti total.

  13. Jangan pegang gadget satupun. Pakai handfree headset masih oke, tapi sebaiknya juga dihindari karena konsentrasi bisa terdistraksi oleh pembicaraan.

  14. Jika mengantuk, carilah tempat aman seperti mal, sekolah atau kantor dan tidurlah sebentar. Lebih baik terlambat daripada sampai tapi sampai rumah sakit.

  15. Jika ada anak kecil, pasangkan seat belt dan lock semua jendela dari dashboard pengemudi. Saya pernah melihat dua anak kecil dengan setengah badan keluar dari mobil yang sedang berjalan. Seluruh keluarga tertawa riang. Keriangan yang sangat bodoh, karena jika si ayah mengerem mendadak, anak-anak itu bisa terlempar keluar.

  16. Jangan pangku anak kecil ketika sedang mengemudi, baik pelan, apalagi kencang. Capek saya ngingatin yang satu ini. Sayang anak nggak gitu caranya. Sayang anak itu, dudukkan di baby chair dan pasang seat belt. Kalau rewel, ya perbaiki cara mengasuh anaknya. Googling bagaimana caranya agar anak duduk mau duduk di baby chair.

  17. Meski cuma sebentar menunggu orang, parkir yang benar, jangan menghalangi lalin yang dua lajur menjadi satu lajur gara-gara ada mobil anda sebiji saja. Itu namanya pengemudi egois bin malas.

  18. Tidak usah takut parkir di tempat ramai. Percayakan nasib anda ke tukang parkir. Sepertinya di Indonesia ini tidak ada tempat parkir tanpa tukang parkir. Fungsikan semua spion untuk mengerti aba-aba tukang parkir, tak perlu panic jika arus lalin seolah tak bisa dibendung. Jika uang parkir besar, bayar dulu sebelum nyebrang. Jangan terjadi kemacetan berkilo-kilo meter menunggu anda menerima kembalian seribu perak dari tukang parkir. Orang sedunia bisa marah.

  19. Baru ingat, kalau ada genangan air hindari ya, karena kita tidak tahu kedalamnya berapa dan benda apa yang ada didalam air, daripada terperosok atau ban pecah. Demikian juga kalau ada benda tidak jelas ditengah jalan, misalnya terbungkus kresek, jangan main lindas saja.

Eh, sudah banyak ya. Ya udah segini dulu. Kalau ada yang ingat lagi, nanti saya tambahin. Kalau ada yang mau nambahin, ayo sharing di kolom komentar. Terus, apakah saya termasuk pengemudi yang sudah aman? Belum, makanya saya sharing supaya tidak seperti saya. Catatan buruk mengemudi saya adalah: nabrak tembok kompleks, masuk selokan, nabrak tiang car wash waktu mundur, nabrak motor orang waktu mundur, nyerempet mobil orang karena sambil BBM-an dan nabrak mobil orang dari belakang karena melamun.

2 comments:

  1. bbrp hari lalu sy pernah nulis status gini di FB "gak pernah ngerti sama kendaraan yg suka parkir TEPAT di tikungan"

    ini pengemudi yg suka bikin sy ilfil.. parkir kok tepat di tikungan.. ngerepotin pengguna jalan yg lain

    ReplyDelete
  2. saya baru mulai belajar nyetir udah nabrak angkot hehehe, angkot jaman skrg kebanyakan lampunya gg nyala jd gg jelas apa dia ngerem atw mw belok, blom lg motor nyalip" jg tanpa sen tw" belok aja kedepan mobil hadeuh hehehe

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.