Saturday, February 09, 2013

Home Gallery

Beberapa hari lalu, seharian tetangga dag dug memukul-mukul dan ngebor tembok. Setelah saya longok, ternyata sedang memasang rak-rak dan gantungan untuk mendisplay baju dan tas. Disaat sewa tempat usaha semakin tinggi dan tuntutan upah menjadi-jadi, mengapa tidak berpikir untuk membuat home gallery?

Home gallery bukan sesuatu yang baru. Juragan-juragan batik di Pekalongan rata-rata memiliki home gallery, meskipun sekarang juga memiliki kios di pasar-pasar batik. Meski di gang-gang berliku, ada saja orang mencari alamat si juragan. Factory outlet yang sekarang menjadi ciri khas Bandung juga diawali dengan berdirinya home gallery.

Berikut beberapa hal yang mungkin bermanfaat untuk teman-teman yang berencana membuat home gallery:

  1. Letak tidak harus ditepi jalan besar. Di gang berliku seperti juragan batik Pekalongan pun, jika produknya diminati akan dicari.

  2. Luas ruangan tergantung tersedianya tempat saja, yang penting pandai menatanya. Tetangga saya itu menggunakan ruang tamu 3x3 meter.

  3. Tidak perlu membeli perangkat baru untuk display, cukup memanfaatkan apa yang ada dirumah saja. Misalnya penerangan, bisa menggunakan lampu hias yang telah dimiliki. Demikian pula dengan rak. Apalagi jika rumah sudah cukup sesak dengan barang-barang yang ada, tak perlu menambah barang baru. Revitalisasi perangkat yang ada mungkin perlu dilakukan, misalnya membersihkan atau mengecat ulang.

  4. Tentukan apakah home gallery tersebut bersifat terbuka atau hanya berdasarkan appointment. Jika terbuka, pertimbangkan segi keamanan dengan memberi sekat yang aman antara gallery dan ruang lainnya.

  5. Sebenarnya rumah tidak bisa berubah menjadi tempat usaha begitu saja, tapi saya kira kalau home gallery mungil yang tidak mengundang terlalu banyak keramaian masih diperbolehkan.

  6. Banyak sekali produk yang bisa dijual di home gallery, antara lain kerajinan, baju, tas, buku, bahkan kue.

  7. Karena sifatnya yang private, hampir bisa dipastikan yang datang adalah orang-orang yang benar-benar tertarik dengan produk home gallery tersebut, meskipun bukan berarti sudah pasti akan diakhiri dengan pembelian. Karena itu, ketika kita memutuskan membuat home gallery, kita harus siap menjadi pribadi yang ramah dan terbuka. Setiap orang yang datang, nilainya beberapa kali lipat lebih berharga daripada pengunjung toko biasa.

  8. Semarakkan home gallery dengan berbagai acara yang berhubungan dengan produk. Misalnya produknya buku, buat acara rutin membaca dongeng, menulis bersama, membaca berantai dan sebagainya. Namun demikian tetap jaga suasana private, jangan sampai terkesan hiruk pikuk, kecuali membuka grosiran heheheee…

  9. Bergabunglah dengan komunitas yang mendukung pemasaran atau peningkatan kualitas produk kita, tidak harus identik misalnya dengan sekumpulan penjual atau wirausahawan, kecuali didalamnya banyak ilmu marketing yang bisa kita gali. Lagipula kalau semua menjual, yang membeli siapa?

  10. Jagalah hubungan baik dengan tetangga, jangan sampai aktifitas kita mengganggu ketenangan lingkungan.

  11. Untuk menaikkan omzet, bantulah dengan penjualan online dan sesekali mengikuti bazaar atau pameran.


Nah, bagaimana? Tertarik? Kalau tertarik, jangan lupa mengundang saya di acara pembukaannya ya. :D

5 comments:

  1. Saya setuju membuka galeri di rumah terutama jika sewa kios mahal. Namun memang harus dipertimbangkan dengan masak2 terutama menyangkut keamanan,kenyamanan dan hubunganyaa dengan tetangga dan lingkungan.
    Galeri di rumah induk juga bisa berakibat kurang baik bagi anak-anak, apalagi jika rumahnya satu tingkat dan kecil.
    Jika memungkinkan sebaiknya ada ruangan yang agak terpisah dari rumah induk misalnya di garasi atau pavilyun mini.

    Saya pernah membuatkan toko mini untuk anak saya jualan pakaian. Masih satu rumah tetapi menghadapnya ke jalan dan tidak menganggu kegiatan keluarga.Sayangnya kegiatan ini kurang mulus karena suami anak saya tugasnya pindah sana-sini.

    Selamat berkreasi.

    Salam hangat dari Surabaya.

    ReplyDelete
  2. Makasih banget Mak tipsnya..
    pengenn tuuh buka home gallerry,
    bcuma belom ngeh jualan apa Mak,..
    di sekeliling semua udah ada yang jual :D

    ReplyDelete
  3. wah boleh dicoba nih, tapi jualan apa yah, ahaha :D

    ReplyDelete
  4. betul tuh mbak, tetangga harus diperhatikan juga, jangan mau untung sendiri saja

    ReplyDelete
  5. Postinganx membantu banget makmin :) udah lama memikirkan pingin punya home galery & usahax juga udah dipikirkan. Cuma untuk memulainya ini loh....bla..bla... butuh suport yg lebih greget kayaknya...

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.