Sunday, March 24, 2013

Srikandi Blogger 2013: Sebuah Pengakuan

Setelah melakukan suatu kegiatan, kita memerlukan pengakuan. Setelah bekerja di kantor, kita perlu pengakuan berupa gaji dan status. Setelah ujian, pelajar perlu pengakuan berupa ijazah. Bahkan anak kecil sekalipun setelah mencuci tangan perlu pengakuan berupa pujian dari ibunya. Mengapa kita memerlukan sebuah pengakuan?

Sering kita mengatakan bahwa kita melakukan suatu kegiatan karena kita suka, kita mencari kepuasan batin, tak peduli apa pendapat orang. Tapi ada suatu masa, ketika kita sudah melakukan kegiatan itu sekian lama, kita ingin mengetahui apakah yang kita lakukan itu sudah benar, apakah kita bisa melakukannya lebih baik lagi dan yang lebih penting apakah yang kita lakukan itu bermanfaat? Dalam ngeblog misalnya, kadang kita mengatakan, "Tentu saja blog saya bermanfaat. Dengan ngeblog saya bisa curhat sepuasnya."

Memang benar, tapi coba kita koreksi lagi. Curhat pun bisa membuat kita berkutat di masalah batin yang sama, tak keluar-keluar, tak segera move on, malah semakin terpuruk. Sayang bukan, tidak memanfaatkan sebaik mungkin waktu kita yang sedemikian berharga untuk orang-orang yang kita sayangi, maupun orang-orang tak dikenal lain yang memerlukan pertolongan? Sebaik-baiknya hidup adalah yang bermanfaat bagi sesama.
Terlebih jika blogger tersebut adalah emak-emak. Rasanya, sebagai makmin Kumpulan Emak2 Blogger (KEB), saya sudah kenyang dengan pendapat bahwa yang kita lakukan semata-mata hanya curhat menghabiskan waktu. Padahal didalam KEB banyak sekali emak-emak yang berprestasi dari ngeblog. Ada yang sampai Korea dan ketemu dengan personil K-pop, ada yang ke Thailand, ada yang selalu mendapat hadiah traveling gratis, ada yang langganan mendapat hadiah gadget gratis, dan masih banyak lagi. Emak-emak seperti itu akan menjadi pemacu anak-anaknya untuk mau berjuang dan berprestasi. Ada pula emak-emak yang tak pernah mengejar hadiah, tapi menggunakan blognya untuk berbagi dan menjadi relawan. Emak-emak seperti itu akan memacu generasi yang lebih muda untuk memiliki empati terhadap sesama.

Siapa yang tahu bahwa blog kita sebenarnya bisa jauh lebih bermanfaat dari sekarang? Kita kadang merasa blog adalah sesuatu yang maha teknologi tinggi, tak mampu kita maksimalkan lagi. Atau sebaliknya bahwa dalam ngeblog kita sudah merasa hebat. Teman-teman kita adalah orang-orang terhandal yang bisa kita jadikan tempat afirmasi apakah yang kita lakukan sudah benar dan apakah kita bisa melakukannya lebih baik lagi. Berkomunitas seperti di Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) akan memberi semacam parameter bagi kegiatan ngeblog kita.

Aktif dalam sebuah komunitas memberi kita banyak keuntungan, antara lain bisa belajar dan mendapatkan masukan dari anggota lain, bisa membagi ilmu kita pada orang lain dan menambah kepercayaan diri untuk berkembang. Kadang kita merasa apa yang kita ketahui belum pantas untuk dibagi. Bersiaplah terkejut, karena selalu ada yang lebih tidak tahu dari kita, sama halnya selalu ada yang lebih hebat dari lainnya. Diatas langit ada langit, begitu pula tanah berlapis-lapis sampai ke dalam. Rendah diri adalah sebuah pilihan, pilihan yang salah.

Sebuah titik dari ngeblog sekian lama sudah ditancapkan KEB melalui Srikandi Blogger 2013. Mari mengukur diri sekaligus melakukan afirmasi bahwa yang kita lakukan selama ini bermanfaat. Perasaan belum mumpuni, tak mungkin menang, banyak hambatan dan sebagainya membuat banyak emak ragu-ragu untuk ikut. Tapi bagaimana kita tahu jika tidak mencobanya? Sayang sekali jika emak-emak tidak ikut. Saya juga tidak setuju jika emak-emak ikut hanya sebagai penggembira. Saya yakin emak-emak akan terpana dengan diri sendiri jika mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengingat perjalanan hebat emak-emak selama ngeblog. Banyak yang telah kita usahakan, misalnya membagi waktu dengan keluarga, membagi waktu dengan pekerjaan, banyak mencari referensi, banyak bertanya,  banyak blogwalking, mengikuti kelas online, menahan emosi karena sinyal lemot, dan sebagainya.

Menjadi yang terbaik bagi diri sendiri adalah bentuk penghargaan terhadap apapun yang kita lakukan dan terhadap hidup. Soal hasil, apapun itu, yang penting kita sudah mempersembahkan yang terbaik dari diri kita. Bukankah itu yang selalu kita ajarkan ke anak-anak kita? Melakukan yang terbaik dan...... have fun :D

4 comments:

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.