Wednesday, May 22, 2013

Tips Melindungi Foto Produk Online Shop

Beberapa hari lalu teman saya, Carra, tweet tentang ganasnya para pen-copas di internet. Semua yang kita upload di internet punya peluang untuk di-copas. Kita tidak bisa mengharapkan kesadaran orang lain untuk tidak mencopas. Orang jahat, orang curang, terlebih orang malas, jumlahnya jutaan diluar sana. Maka yang bisa kita lakukan adalah melindungi diri saja sebisa mungkin. Paling tidak mempersulit, begitu kata Carra.

Banyak yang diungkap Carra tentang copas ketika itu, mulai dari copas foto, artikel sampai cerita fiksi. Tapi saya tertarik untuk mengungkap lebih jauh tentang foto produk. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang sudah bekerja keras membuat website jualan atau online shop atau e-commerce yang bagus tapi dicopas begitu saja oleh mereka yang ingin memiliki usaha tapi tak mau keluar modal sedikitpun.

Banyak motivator yang mengatakan bahwa usaha tanpa modal itu bisa banget. Tapi tentunya yang mereka maksud bukannya tanpa modal sama sekali, setidaknya keluar tenaga dan pikiran, misalnya menjadi reseller atau makelar. Keluar tenaga dan pikiran inipun harus yang baik pula, bukannya main copas tanpa permisi, lalu mengakui sebagai display dagangan mereka dan mencari produsen suka-suka setelah ada pesanan. Lagipula, dalam sesi bersama Hermawan Kertajaya di ASEAN Blogger Festival 2013 diungkapkan bahwa paradox internet itu adalah semakin maju, justru kita harus semakin jujur. Karena hal-hal seperti itu mudah sekali ketahuan dengan search engine.

Untuk berjualan di internet, kita hanya perlu foto. Tapi untuk mengupload foto, kita perlu usaha, yaitu membuat atau membeli produk tersebut, memfotonya, mengedit, lalu mengupload. Jadi berjualan di internet tidak lantas membuat semuanya jauh lebih mudah dibandingkan dengan menyewa kios. Tetap ada pengeluaran untuk mewujudkan produk tersebut dan memprosesnya agar layak untuk dipamerkan. Yang tidak memiliki modal dana dan ketrampilan bisa bergabung menjadi reseller dengan menyepakati sejumlah perjanjian dengan pemilik produk.

Yang mau cari mudah tapi curang banyak dan sayangnya kebanyakan perempuan dengan pendidikan yang baik, kadang juga pegawai kantoran dan ibu rumah tangga yang cantik-cantik. Saya tak percaya mereka tidak tahu bahwa sebenarnya copas foto itu curang, mereka hanya tidak mau tahu karena banyak yang begitu. Dengan penguasaan yang minimal terhadap teknologi, mereka mampu melakukan copas secara membabi buta. Bahkan sebagian besar malah dengan bangga memproklamirkan olshop mereka dengan modal foto-foto copasan.

Ada tiga sumber copas terbanyak:



  1. Profile picture Blackberry. Copas dari PP BB adalah favorit pemilik olshop curang karena tak perlu penguasaan teknologi apapun. Siapapun bisa.

  2. Facebook. Bagi pemilik usaha yang memiliki fanpage atau akun facebook, foto-foto yang diupload mudah menjadi sasaran copas. Ini agak usaha karena harus melalui download jika menggunakan laptop dan screenshot jika menggunakan smartphone.

  3. Online shop website. Ini juga perlu usaha karena pencopas harus browsing dulu sebelum save image.

Rasanya kesal ya, menemukan foto produk kita dipajang orang lain demi online shop sambilan, sementara kita benar-benar memperlakukannya sebagai produk yang sangat berharga dan merupakan unggulan online shop kita. Mau diprotes juga menghabiskan energi karena yang seperti itu akan terus ada.

Berikut adalah tips dari Carra yang bisa digunakan untuk mempersulit para pencopas foto online shop:



  1. Beri watermark pada setiap foto. Kalau produk Ladaka posisinya memang agak ketengah supaya pencopas kesulitan melakukan cropping. Agar foto tetap bagus, buat watermark yang transparan.  Memang agak repot ya, mengedit foto dulu, lalu dipindahkan ke BB. Tapi itu layak untuk dilakukan, mengingat para pemilik olshop curang sering meminta foto tanpa watermark dengan rayuan akan menjadi reseller kita, tapi kenyataannya tak pernah menjadi memesan apapun pada kita. Mereka meminta pelayanan maksimal berupa foto tanpa watermark lengkap dengan harga, lalu menghilang.

  2. Tambahkan plugin jika online shop anda adalah website berbayar dengan template wordpress, misalnya Plugin Wp Copyright. Plugin ini membuat foto di website kita tidak bisa diklik kanan untuk di-save. Ini juga membuat tulisan yang ada di website tersebut tidak bisa disorot untuk dicopas, sehingga bisa diaplikasikan juga untuk artikel blog.

  3. Tambahan tips dari saya adalah percaya diri. Ada satu yang tidak bisa dicopas, yaitu yang ada didalam otak kita, kreativitas kita. Pencopas akan selalu berada beberapa langkah dibelakang kita, asal kita tidak buang-buang energi mengusut satu persatu para pencopas, apalagi sampai membuat kita uring-uringan tidak karuan, karena mereka akan selalu ada.

Kemajuan teknologi tidak bisa kita hindari. Jika ingin maju, mau tak mau kita harus melibatkan teknologi komunikasi dalam membesarkan produk kita. Tak ada yang perlu ditakuti. Bertanyalah jika tidak tahu. Saya juga termasuk tahu sedikit tentang internet, tapi saya tak malu bertanya pada siapapun juga. Stay hungry, stay foolish, kata Steve Jobs. :D

10 comments:

  1. kalo aku jd reseller jd dah dpt ijin..

    untuk watermark eamng repot... biarkan potoku berbicara apa adanya.. hehe

    ReplyDelete
  2. setuju mak. wah, saya harus banyak belajar lagi nich.trims, tips yg sips :)

    ReplyDelete
  3. Terima kasih ya sudah kasih aku plugin biar ngak bisa dicopas :)
    Sayangnya ya walau sudah dibuat perlindungan para copaser nggak kapok2.

    ReplyDelete
  4. watermark watermark watermark, kalo perlu bikin gede gede dan tempelin di tengah photo #esmosi #abaikan

    belum pernah ketauan si mak ada yg copas photo saya, tapi sering banget denger cerita photo dicolong. kebanyakan makanan, padahal effort moto makanan yang bagus itu gede banget. Mau ngga mau kita yang jaga sendiri ya mak.

    ReplyDelete
  5. huaaaa... udah ga bisa di highlight blognya :lol: hahahaha...

    ReplyDelete
  6. haaaa iya maaakk, itu sebabnya saya selalu kasih watermark dulu untuk tiap foto produk yg mau saya posting, malah di tengah2 foto saya taruhnya, biar tahu itu produk saya :)

    ReplyDelete
  7. bener tuh mbak lusi, para pencuri foto itu kok kurang kerjaan banget ya.. ide sama nggak masalah tapi kan hasil akhir beda. itu lebih baik :)

    ReplyDelete
  8. berikut pengalaman saya mak :)

    1. Watermark, dulunya saya beri watermark tetapi karena reseller ngamuk2 makanya saya hanya memasang watermark khusus produk undangan saja. Watermark bisa dihapus juga *ada softwarenya :)

    2. Soal plugin itu apakah sudah dicoba saat javascript tidak diaktifkan dan diaktifkan karena ada plugin yang ketika javascript di on/off postingan/gambar akhirnya bisa dicopas juga

    3. Yup, percaya diri mak... Kalo soal kata2 pasti semua orang punya ciri khas :)

    ReplyDelete
  9. yang sudah di watermark aja masih suka di colong ya mbak

    ReplyDelete
  10. makasih sharingnya, semoga bermanfaat buat para pemilik toko online..

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.