Friday, July 05, 2013

JBJ Soul Kitchen & Kantin Kejujuran

Lebaran lalu saya ngobrol dengan keponakan yang bersekolah disebuah SMU favorit di Jogja. Obrolan lalu sampai ke cerita tentang kantin kejujuran sekolahnya. Ketika pertama kali diadakan, kantin kejujuran itu mendapat liputan media lokal meskipun bukan mereka perintisnya. Kantin kejujuran seperti itu sudah banyak di sekolah-sekolah lain, bahkan saya pernah melihat di tivi ada yang mendapat penghargaan menteri karenanya. Prinsip kantin kejujuran adalah tidak ada petugas, baik di counter barang (kebanyakan alat tulis dan makanan), maupun di counter pembayaran. Untuk pembayaran hanya disediakan sebuah kotak. Seluruh kegiatan mengandalkan kejujuran murid-murid, apa yang diambil di counter barang dan berapa uang yang diletakkan di kotak. Untuk kembalian uang, pembeli juga dipercaya menghitung dan mengambilnya sendiri. Apa yang terjadi?

"Awalnya lancar, tante. Beberapa hari kemudian, uangnya kurang. Setelah dicek, ternyata ada yang tidak membawa uang, tapi dia menulis di secarik kertas berapa hutangnya dan kapan akan dibayar. Lama-kelamaan, jumlah hutang yang di-declare dengan total penjualan tidak sesuai lagi. Sekarang kantin sudah diambil alih oleh saudaranya kepala sekolah. Malu-maluin saja."

Sejauh mana sih kita bisa mempercayai orang yang tidak kita kenal? Well, hampir senada, Jon Bonjovi telah melangkah sangat jauh. Silakan di simak penjelasannya tentang JBJ Soul Kitchen di video diatas.

Basically, JBJ Soul Kitchen adalah sebuah komunitas yang diprakarsai oleh Jon Bonjovi. Komunitas ini bertujuan saling membantu menyediakan makanan yang sehat, enak, dan jika mungkin organik. Pengunjung boleh memilih makanan apapun dengan membayar sumbangan minimum. Untuk yang mampu, berarti boleh maksimal sumbangannya. Jika membayar minimal saja tidak mampu, mereka boleh menukarnya dengan bekerja sebagai relawan di restoran tersebut selama satu jam.

Selain itu, mereka yang memang sengaja datang kesitu untuk menjadi relawan juga mendapat manfaat yaitu mendapat bimbingan dari chef-chef tamu yang didatangkan secara bergiliran. Mereka bisa belajar mengolah makanan yang bernilai jual atau belajar mengelola bisnis restoran. Diharapkan nantinya mereka akan punya bisnis sendiri atau diterima di restoran-restoran besar, meskipun yang telah berhasil juga masih sering datang kesana untuk membantu.

Karena JBJ Soul Kitchen adalah restoran komunitas, tamu tidak boleh memilih atau memesan tempat duduk. Mereka harus duduk dimanapun kursi kosong. Jadi bisa saja makan semeja dengan orang yang sama sekali tidak kita kenal. Idenya adalah agar para tamu tidak teralienasi dari lingkungannya, mereka bisa berkenalan dengan tetangga yang sebelumnya belum dikenal karena kesibukan masing-masing. Friendship is our daily special, begitu katanya.

Saya setuju dengan moto Jon, "Good company whets the appetite." Especially when you accompany me, Jon. :D

Ada beragam cara berkomunitas yang tujuannya adalah menolong sesama. Tapi kejujuran selalu menjadi penghalang agar program tersebut berjalan lancar. Mungkin cara JBJ bisa menjadi inspirasi karena tidak sepenuhnya melepaskan kepercayaan. Selain saling membantu, komunitas yang full interaksi seperti itu juga punya kemampuan untuk saling mengawasi. Berbeda dengan kantin kejujuran diatas yang sama sekali tanpa pengawasan. Karena manusia cenderung memanfaatkan keadaan jika ada kesempatan, meskipun tadinya tidak berniat begitu.

Teman-teman punya ide semacam tapi dengan skala kecil antar tetangga disini enggak? Cerita dong. By the way, disclaimer, ini bukan review berbayar dan bukan lomba review. Ini semata-mata karena cinta saya pada Jon. Ikhlas. :D 

4 comments:

  1. aku juga mak..ikhlas ..hayuk ndengerin si jon nyanyi...#gagalpokus......:)...eh btw aku pernah baca loh mak ada seorang tukang becak buka lapak jualan bensin..karena ga ada yg nungguin jdnya cuman ditinggal...cuman dikasih tulisan..uang bensin masukkan ke blek (kaleng)..awal2nya banyak yg ngambil aja (ee dikira gratis kalee)...tapi banyak juga yg jujur...mudah2an jujur terus ya mak...ga tau lagi beritanya skrg kayak apa?

    ReplyDelete
  2. Kejujuran dikembalikan pd pribadi masing2 ya mbsk. Di dekat sekolahnya pascal ada sebuah kantin yg selalu ramai pengunjung mereka makan ambil sendiri model prasmanan nanti setelah selesai makan baru Bayar. Nah disini kadang ada yg tidak jujur.

    ReplyDelete
  3. iya, aku juga baca di koran, kantin kejujurannya bangkrut gara2 bnyk hutang, ikh malu-maluin niy orang indonesia :D
    ehmmm... maap mak, gak tahu lagunya bonjovi yg ini, mngkin emang beda generasi :)))
    *kabor dengan cantik*

    ReplyDelete
  4. temen kantor ada yg jualan mak, ambil2 sendiri, bayar2 sendiri. dia gak pernah ngecek.. tergantung kejujuran kita.. tapi so far masih jalan lah..

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.