Monday, July 01, 2013

Monetizing Blog Hanya Mimpi

Seorang teman yang baru saja membuat blog bertanya pada saya, bagaimana caranya mencari uang dari blog.

Saya jawab, "Waduh, saya enggak tahu."

"Rahasia perusahaan, ya."

"Sungguh, saya tidak tahu."

"Masa sih? Kan sudah sekian lama ngeblog dan berkomunitas pula, pasti kenal dengan blogger-blogger yang kaya dari blognya. Masa sampai tidak tahu?"

Jika sudah mengarah ke percakapan menjengkelkan seperti itu biasanya saya lantas diam, tak perlu meyakinkan orang yang datang pada kita sudah dengan keyakinan tertentu. Dijelaskan pun tak akan percaya. Saya hanya melayani pertanyaan dari orang yang mengosongkan gelasnya lebih dahulu, karena saya pun akan melakukan hal yang sama, supaya sama-sama belajar.

Banyak yang menyangka (termasuk saya dulu) bahwa blogger memiliki dan merahasiakan trik-trik tertentu untuk mendapatkan uang dari blognya, baik legal maupun illegal. Setelah kenal banyak blogger, ternyata pendapat itu sebagian betul, sebagian salah. Blogger itu sebagaimana manusia pada umumnya, ada yang baik, ada pula yang curang. Namun satu hal yang perlu saya garisbawahi adalah jarang blogger yang menyimpan ilmunya sendiri. Mereka membuka ilmunya baik dalam komunitas, dalam bentuk buku maupun tutorial di blognya sendiri. Ada semacam kebanggaan jika bisa melewati suatu batasan. Apakah mereka tidak keberatan orang-orang akan ikut-ikutan seperti mereka? Itulah ajaibnya berbagi, semakin banyak dibagi, semakin ilmu tak habis-habis. Ketika orang lain baru mempelajari apa yang mereka bagi, mereka sudah melesat mencari tantangan lain.

Keajaiban lain dari ilmu adalah, meski terserak, tak semua orang memahaminya. Ada yang membaca sepintas saja, langsung paham, bahkan bisa mengejar si pembagi ilmu. Ada yang trial and error beberapa kali baru mengerti. Ada yang sudah menghabiskan berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk mempelajari, tapi tak juga mengerti. Yang golongan terakhir itu contohnya adalah saya dan ilmu monetizing blog.

Menurut teman-teman yang lebih berhasil dari saya, bentuk-bentuk monetizing blog itu macam-macam. Ada yang membuat blog dan diisi dengan berbagai tulisan hasil  rewrite dari blog-blog lain, dipasangi iklan, lalu sukses bisa beli rumah dan sebagainya. Bagi saya itu tak baik karena sama saja dengan copas, meskipun ditata ulang redaksinya, apalagi fotonya pun tidak mencantumkan sumber. Untuk ini saya pernah mendebat dengan seorang yang mengaku ahli website dengan ribuan followers di twitter. Tapi kemudian saya putuskan untuk menjauh dari aliran itu, tak cocok dengan saya yang rada gaptek, yang cuma mengandalkan akal sehat tanpa kemampuan teknis.

Teman-teman saya banyak juga yang mendapatkan berkah dari ngeblog. Jika dikonversikan dengan uang, tentu namanya menjadi monetizing. Namun hadiah-hadiah itu cukup besar jika disejajarkan dengan uang, sebut saja  segala macam gadget, jalan-jalan keluar negeri, TV, kulkas, bahkan ada yang bisa membeli rumah juga lo. Saya juga pernah mencicipi berbagai hadiah. Tapi seperti pepatah mengatakan, tak ada uang yang jatuh dari langit. Usaha teman-teman juga tak main-main untuk mendapatkannya. Mereka harus bersaing dengan berpuluh-puluh blogger untuk mendapatkannya. Mencari ide, riset, melek hingga malam adalah sebagian dari usaha keras mereka.

Jika saya memisahkan antara blog pribadi saya ini dengan blog usaha saya, Ladaka Handicraft, banyak teman saya yang menyatukan hal itu dalam blognya. Jadi yang diharap adalah direct money dari penjualan produknya. Ini juga bukan uang semula jadi, ada usaha untuk membuat orang datang ke blognya, menyukai blognya, akrab dengan pemiliknya, mengenal dan lalu membeli produknya. Ini usaha jangka panjang, melibatkan artikel dan foto-foto yang menarik. Belum lagi kemungkinan naik pitam karena foto-foto produk hasil kerja kerasnya dicopas orang lain begitu saja.

Blog juga bisa mendapatkan uang dari advetorial di widget dan review suatu produk. Untuk sampai pada tahap ini juga perlu usaha keras terlebih dahulu untuk membuat blog kita memiliki rank yang bagus, misalnya di page rank atau alexa. Buat apa pasang iklan di blog kita jika blog kita tidak pernah dikunjungi orang, bukan? Kecuali blog kita benar-benar kontroversial atau kita jago SEO, tak mungkin dalam waktu singkat memiliki banyak visitors. Ini adalah proses yang perlu ketekunan dalam jangka panjang. Demikian pula dengan order review, siapa yang akan membaca tentang brand yang kita review jika blog kita minim visitors?

Masih ada lagi monetizing yang sifatnya tak langsung seperti pertemanan yang kemudian mengarah ke networking dan kerjasama. Misalnya buzzing artikel tentang event tertentu bersama beberapa blog sekaligus. Bahkan ada teman yang malah memiliki pekerjaan tetap tapi masih berhubungan dengan ngeblog, yaitu menjadi kontributor sebuah media besar.

Kesimpulannya, jalur apapun yang akan kita tempuh jika menginginkan monetizing terhadap blog kita, baik cara curang apalagi cara yang benar, tak ada lain yang harus kita kerjakan kecuali kerja keras jangka panjang.

Kalau saya tahu begitu banyak, berarti mudah bagi saya untuk monetizing blog ini dong, tinggal praktekkan saja. Jawabnya, tidak!  Tidak semua tips bisa kita laksanakan, karena perlu konsentrasi dan durasi, yang mungkin saja dikalahkan oleh prioritas-prioritas lain, seperti, pekerjaan, keluarga, ibadah atau pergaulan sosial didunia nyata seperti dengan tetangga dan sebagainya. Dunia maya itu tuntutannya tinggi juga, lo. Kita harus selalu eksis dengan jalan apapun yang kita pilih. Misalnya, untuk menjaring visitors agar mengangkat rank blog, kita antara lain harus rajin blogwalking, promosi link, daftar di social bookmark, sering mengadakan atau mengikuti giveaway dan sebagainya. Bagi saya yang sudah uzur, ini bukan perkara mudah, karena ngetik saja sudah lambat kayak siput, apalagi harus secara intens eksis didunia maya, meskipun eksis dalam hal ini bukan berarti melulu orangnya, tapi bisa juga tulisannya.

Balik ke teman saya tadi, mengapa tidak saya beritahu saja apa yang saya tahu dari pengalaman teman-teman seperti yang saya tulis diatas? Karena saya tidak mau jadi PHP (Pemberi Harapan Palsu) bagi teman saya itu. Dari niatnya saja sudah terlihat kalau dia hanya berminat pada monetizing blog dengan jalan pintas. Padahal bikin blognya sendiri perlu waktu untuk belajar. Setelah itu belajar membuat konten yang bagus. Baru kemudian belajar monetizingnya. Memang sih, saya juga pernah menulis tentang shortcuts. Jika terbatas waktu, mengapa tidak mencari jalan pintas? Masalahnya, saya tidak tahu bagaimana mengajarinya mendapatkan visitors dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, kecuali jika postingan pertamanya adalah tentang lomba berhadiah 10 laptop lalu membayar selebtwit jadi buzzernya wkwkwkkk....

Monetizing blog itu bukan hanya mimpi. Sudah banyak bukti yang berhasil. Yang pertama-tama harus dilakukan, ya ngeblog. Setelah itu rajin-rajin browsing cari tahu. Bertanyalah setelah browsing karena akan mudah bagi yang ditanyai untuk memberikan jawaban. Jika sebelum cari info sendiri langsung tanya, yang ditanyapun akan bingung dari mana menjelaskannya. Lalu harus mempraktekkan dan tidak takut salah. Jika bertanya terus tanpa segera memulai, ya kapan menjadi kenyataan? Lalu sadari bahwa kita tak mungkin mendapatkan semuanya. Jangan cepat panas jika teman lain sudah mendapatkan macam-macam. Konsisten dengan tujuan dan kemampuan sendiri saja. Semoga saja teman saya itu membaca artikel saya ini. Kalau niatnya belajar dari saya, mestinya sering-sering visit kesini, ya. Heheheheee....

Pada akhirnya, monetizing atau sekedar hobi, yang terpenting dari ngeblog itu adalah menikmatinya. Tujuan kita melakukan segala hal didunia ini supaya bahagia, kan?

6 comments:

  1. Hm, tulisan Mak Lusi emang selalu Top Markotop deh. Setuju dengan semua ulasanmu, Mak. Monetizing blog? It's not as easy as clicking the mouse. :)

    ReplyDelete
  2. Ngeblog baiknya ga diawali dengan tujuan nyari uang dulu kali ya, mba :D kalo tujuan awalnya nyari duit, pengennya cepet dapet duit, ntar jatoh2nya ikut aliran copy-paste. kecuali kalo dimulai dengan pengen nulis aja, pengen berbagi, pengen mengungkapkan apa yang gak bisa diomongin :D huehehe. Salam kenal dari Bandung, mba Lusi :)

    ReplyDelete
  3. aku sih yang penting happy, mak. kalo kita bahagia, kita jadi ikhlas. kalau kita ikhlas, kita bahagia. sesimple itu sih hidupku :D *ngemeng gampang, prakteknya ngos-ngosan*

    ReplyDelete
  4. Yup banyak yang menyangka cari duit lewat ngeblog itu segampang membalikkan telapak tangan. Padahal kerja kerasnya mungkin berlipat ganda. Aku kenal beberapa blogger yang dalam waktu setahun sudah bisa provide setidaknya untuk belanja bulanan dan provide food for the family, aku sendiri butuh dua tahun untuk finally score paid gigs dari blogging..banyak yang sudah bertahun-tahun gak menghasilkan apa-apa. Jadi ya memang perlu kerja keras, konsistensi dan buat aku yang paling penting itu adalah blogging with dignity, artinya tidak menghalalkan segala cara, tidak menipu dan menulis pakai hati. Begitulah kira-kira hehehe...

    ReplyDelete
  5. Awal ngeblog aku gak menyangka bisa dapat ini itu dari sebuah blog. Ada juga teman yang bertanya mau dong sering dapat hadiah minta diajari ngeblog. Intinya sih gak gak bisa instan ya mbak kalau mau mendapatkan hadiah. Allhamdulillah sambil menjaga anak-anak dapat rezeki untuk keluarga.

    ReplyDelete
  6. Halo, salam kenal :) lagi blogwalking di Shintaries ketemu blog ini.
    Setuju banget sama artikel di atas. kalau saya pribadi, baru serius mengerjakan blog sejak punya anak, jadi punya banyak cerita hehehe. dulu pengunjungnya ya dikit, cuma teman2 aja. bener kata Mak Lusi, untuk menambah visitor itu butuh waktu panjang, nggak sekejap jeng jeng langsung nambah. alhamdulillah gara2 ikut lomba blog salah satu majalah parenting membantu sekali visitor bertambah. lalu membuat posting yang populer di kalangan pembaca juga bisa bantu menaikkan visitor. nah, yang masih jadi PR buat saya adalah punya penghasilan dari blog. sepertinya untuk yang ini saya masih perlu banyak belajar lagi! :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.