Sunday, July 28, 2013

Tips Meninggalkan Rumah Untuk Mudik

Tak terasa kita sudah memasuki hari ke 19 atau 20 puasa. Televisi mulai menyiarkan persiapan mudik. Seluruh bangsa bersiap menghadapi migrasi besar-besaran tahunan. Yang berencana mudik sepertinya sudah memegang tiket semua, karena nyaris mustahil mencari tiket transportasi mendadak. Yang akan menggunakan mobil sendiri juga mulai melakukan pengecekan kondisi mobil.

Nah, urusan rumah ini bagaimana? Apalagi yang pernah didatangi perampok seperti saya. Memang sih, saya tidak punya perabotan yang terlalu berharga, karena keseringan pindah jadi males punya apa-apa. Tapi kalau sempat kemasukan maling lagi, nyesek juga kan, belum lagi perasaan terterornya. Bahaya meninggalkan rumah juga tidak hanya dari luar, tapi juga dari dalam, misalnya gas atau listrik.

Berikut tips yang terlintas dari pikiran saya dan hasil diskusi bersama Kumpulan Emak-emak Blogger, yaitu dengan mak Myra, mak Mayya, mak Inna dan mak Alfa Kurnia:

1. Titip ke tetangga

Ini adalah pendapat terbanyak yang diberikan oleh emak-emak KEB. Makanya, memelihra hubungan baik dengan tetangga itu wajib. Tidak bisa merayu-rayu pas lagi butuh saja. Pada saat titip, jelaskan kondisi rumah dan nomor telepon yang bisa dihubungi, baik nomor telepon kita sendiri, maupun nomor telepon kantor atau rekan kerja yang akrab. Mintalah pula nomor telepon tetanga. Kalau hubungan dengan tetangga memang baik, mestinya sudah saling punya nomor telepon. Jelaskan pula bahwa kita tidak sedang menunggu kedatangan siapapun. Jika ada yang mengaku saudara, petugas PLN dan sebagainya, mohon tetangga untuk menelepon kita. 

Tanyalah dengan guyon, tetangga pengin titip apa dari kampung halaman kita. Jika tetangga menyebut sesuatu, usahakan untuk membawakan. Saya pernah lo, mudik jauh-jauh menyeberang pulau dan pulang membawakan kendi tanah liat untuk tetangga. Syukurlah tidak pecah di jalan. Jika pun tetangga tidak menyebut apapun karena sungkan, setidaknya itu adalah semacam kepastian bahwa kita akan membawa oleh-oleh sebagai balas budi. Biar lebih bersemangat. Heheheee....

2. Membayar penunggu rumah

Jika meminta titip ke tetangga tidak memungkinkan, misalnya semua juga mudik atau tetangga sudah sepuh, jangan merasa sayang untuk membayar penjaga rumah. Jika sudah ada satpam perumahan, jangan lupa memastikan THR-nya sudah dibayar ketua RT dan beri tambahan bonus pribadi supaya semangat. Jika belum ada satpam, bisa dikoordinasikan dengan semua tetangga yang mudik. Jika sama cara sudah mentok, carilah seorang penunggu rumah.

Sopir, cleaning service kantor, PRT, atau anak kost yang tidak mudik, biasanya mau menjadi penunggu rumah. Supaya bersemangat dan betah, ijinkan mereka untuk menggunakan fasilitas rumah yang tidak berbahaya, misalnya AC atau TV. Ijinkan pula mereka membawa serta keluarga untuk menemani di malam hari jika menginap. Pernah saya minta orang menunggu rumah saya, dan kebetulan rumahnya sedang penuh karena adiknya menikah. Akhirnya dia tidak mau dibayar karena sebagian keluarganya ikut menginap dirumah saya.

3. Bayar semua tagihan rutin

Tagihan listrik, Telkom, TV kabel, kartu kredit dan lain-lain jangan sampai telat bayar. Selain akan merepotkan tetangga, misalnya jika sampai didatangi petugas PLN untuk penyegelan sementara, juga membuat kita tidak bisa mengatakan dengan tegas bahwa kita memang tidak sedang menunggu kedatangan siapapun.

4. Menguras kulkas

Tidak masalah kulkas akan ditinggal dalam keadaan hidup atau mati. Bisa saja kita tinggal dalam keadaan hidup jika ada yang menunggu rumah kita. Kadang ibu-ibu tidak mau mematikan kulkas meski tidak ada isinya, karena kulkas menjadi bau. Bahan baku seperti sayur, bumbu halus, telor dan sebagainya dihabiskan saja dulu, diberikan ke tetangga atau mengijinkan penunggu rumah menggunakannya. Buah masih bisa dibawa untuk diperjalanan.

5. Mengemas perabotan

Perabotan printilan sebaiknya dimasukkan ke dalam box saja supaya tidak berdebu. Sebagian ibu menyimpan sprei, tapi saya tidak, saya biarkan saja kasur tetap ditutup sprei yang baru saja saya pakai. Sekembalinya dari mudik, copot semua dan cucikan di laundry. Dengan begitu, kasur tidak menyimpan debu karena tertutup terus.

Saya pernah mudik, dan penunggu rumah tidak bertanggung jawab. Akibatnya, ketika terjadi banjir tidak ada yang beres-beres karpet. Begitu membuka pintu rumah, saya langsung stress dan terpaksa membuang satu karpet yang terlalu banyak lumpur. Setelah kejadian itu, saya selalu melipat karpet jika mudik. Jika penunggu rumah akan memakainya, dia harus membuka dan melipatnya lagi.

6. Matikan instalasi berbahaya

Pastikan klep pengaman gas telah mengunci aliran gas. Jika teman-teman mengijinkan penjaga rumah menggunakannya, pastikan dia adalah orang kepercayaan teman-teman dan tidak pernah teledor. Lepas semua sambungan listrik ke perangkat elektronika dan roll-cable. Jika ada yang terpaksa menyala terus seperti kulkas, gunakan koneksi langsung.

7. Pastikan luar rumah berpenerangan

Sekarang banyak sekali lampu dengan setting otomatis yang menyala di jam tertentu atau menggunakan sensor cahaya. Namun demikian, tetap mintalah penjaga rumah untuk sesering mungkin memeriksa kondisi rumah. Sebenarnya lampu konvensional malah lebih aman, karena mau tidak mau penjaga rumah atau tetangga akan datang kerumah kita untuk menyalakan sekalian mengecek kondisi rumah.

8. Tanaman dan hewan peliharaan

Menitipkan rumah ke tetangga itu sudah biasa. Meminta mereka merawat tanaman dan hewan peliharaan kita itu berlebihan. Jika niatnya sudah mudik, tak usah memikirkan tanaman lagi. Karena namanya juga nitip, minta tolong, tentunya kita bergantung pada waktu luang tetangga kita itu. Jika hubungan dengan tetangga dekat, tanpa diminta pun mereka akan sukarela menyiram tanaman kita. Sedangkan hewan peliharaan itu agak berlebihan jika dititipkan ke tetangga, lebih baik membayar orang untuk merawatnya atau dititipkan di tempat penitipan hewan.

Fiuh, banyak juga persiapannya ya. Tapi harus tetap enjoy karena ini momen bahagia, bertemu dengan keluarga besar tercinta. Yang lebih penting lagi adalah ikhlas, karena semua berhubungan dengan ibadah Ramadan kita. Dengan hati ikhlas, insya Allah tidak stress memikirkan rumah.

4 comments:

  1. Syukur di kompleks perumahan ku H-10 satpam udh mulai mendata siapa aj yg mudik&brp hri. Yg msh bingung nitipin si kucing Kmn ni mak.. Mo nitip satpam ko g nak...

    ReplyDelete
  2. ijin nyontek buat ngetwit :lol:

    ReplyDelete
  3. Makasih udah diajak mejeng di sini, Mak Lusi :)
    Wow, tipsnya komplet! Saya malah udah lupa lagi pernah ngelakuin semua itu, hihi. Padahal baru 3 tahun pensiun dari yg namanya mudik :P
    Eh iya, kucing2nya anteng aja ditinggal lama?

    ReplyDelete
  4. titip tetangga yang tidak mudik, itu sering aku lakukan mbak walaupun sih itu sekedar basa basi ya :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.