Thursday, August 22, 2013

Blogger Dalam Sosialisasi Komunitas ASEAN Berbasis Kerakyatan

Hitungan mundur pelaksanaan Komunitas ASEAN 2015 tidak panjang lagi. Dua tahun persiapan bagi pelaksanaan sebuah kesepakatan yang mengikat sepuluh negara ASEAN itu tidaklah lama, bahkan perlu kerja keras dan kerja cerdas agar didukung seluruh rakyatnya.

Komunitas ASEAN Berlomba Dengan Waktu

Ketika kita hendak mensosialisasikan suatu gerakan, organisasi atau apapun yang memerlukan dukungan masyarakat, pertama-tama kita harus menyampaikan terlebih dulu bahwa hal itu penting bagi masyarakat. Ide Komunitas ASEAN diawali sebagai antisipasi terhadap semangat regionalisme seperti Europe Union (EU), North American Free Trade (NAFTA), Southern Common Market (MERCUSOR), Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA) dan Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). ASEAN berusaha mengimbangi perkembangan tersebut dengan membentuk Association of South East Asian Nations (AFTA).

Namun demikian, AFTA dipandang kurang bisa mengintegrasikan kepentingan negara-negara ASEAN karena lebih banyak membahas penurunan tarif. Karena itu, munculah gagasan Komunitas ASEAN (ASEAN Community) yang direncanakan meliputi tiga pilar, yaitu ASEAN Security Community (ASC), ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN Socio-Cultural Community (ACC) dan sebagainya. Gagasan tersebut diberi tengat tahun 2020 untuk diwujudkan.

Ternyata, perkembangan terbentuknya komunitas negara-negara dalam satu kawasan lebih cepat dari yang diperkirakan. Kemajuan ekonomi yang bergeser ke Asia Pasifik dan memunculkan kekuatan ekonomi baru di Asia Timur seperti China, India dan Korea, serta beberapa negara yang turut menjadi anggota APEC, membuat ASEAN memutuskan untuk mempercepat perwujudan Komunitas ASEAN di tahun 2015. Komunitas ASEAN berlomba untuk menjadi kawasan yang paling siap menghadapi perkembangan zona-zona perdagangan bebas.

Dengan demikian, perwujudan Komunitas ASEAN 2015 memang tidak bisa ditawar, harus maju terus atau kawasan ini akan tertinggal.

Membumikan Keputusan Politik

Meski lebih banyak dilandasi oleh kepentingan ekonomi, Komunitas ASEAN adalah sebuah keputusan politik yang dilandasi oleh Bali Condord I untuk komitmen, Piagam ASEAN tahun 2008 untuk dasar hukum dan Bali Concord II untuk implementasinya di tahun 2015. Sebuah keputusan politik adalah sebuah keputusan tingkat tinggi yang harus dibumikan agar bisa dimengerti dan diterima masyarakat.

Perbedaan budaya akan mempengaruhi cara berkomunikasi masing-masing pemerintah negara ASEAN dengan rakyatnya. Namun, hasil yang diharapkan adalah sama yaitu dukungan dan kesiapan menyongsong terwujudnya Komunitas ASEAN 2015. Tahun 2015 tidak lama lagi, sebuah pekerjaan besar sudah dimulai dan harus sukses melingkupi seluruh kawasan ASEAN. Kerja besar yang tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah ASEAN, baik secara individual maupun dengan bersinergi. Informasi dan pemahaman mengenai Komunitas ASEAN 2015 harus menggunakan berbagai media, termasuk menggunakan bahasa keseharian yang sederhana supaya menjangkau sejauh mungkin kedalam masyarakat.

Sebagai contoh, pemaparan mengenai zona perdagangan bebas kepada pengusaha lokal dengan bahasa politik antar negara mungkin malah diartikan dia tidak bisa lagi meraih keuntungan sebesar sebelumnya karena pesaing-pesaing baru dari negara lain akan muncul. Pesaing yang memiliki peralatan modern sehingga mampu melakukan efisiensi untuk menghasilkan produk lebih murah akan menghantui mereka. Mereka hanya akan melihat tantangan karena lebih mudah dibayangkan, padahal dibalik keputusan tentang Komunitas ASEAN 2015 juga terbentang kesempatan. Hanya saja diperlukan komunikasi intensif dan horisontal sehingga dasar pemikiran terbentuknya Komunitas ASEAN juga bisa mereka pahami.

Rakyat ASEAN Sebagai Basis Sosialisasi

Pada dasarnya, basis kerakyatan dalam mensosialisasikan Komunitas ASEAN itu adalah menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi satu dengan yang lain dalam mengenalkan latar belakang, tujuan dan langkah-langkah pembentukan Komunitas ASEAN. Ini dilakukan karena komunikasi secara horisontal akan lebih mudah dimengerti dan diterima. Dengan mengintensifkan komunikasi secara horisontal tersebut, maka dengung Komunitas ASEAN akan lebih cepat merambat dan menyebar melingkupi seluruh masyarakat ASEAN.

Sedangkan rakyat ASEAN itu meliputi rakyat di negara Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Laos, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Thailand, Filipina dan Indonesia. Untuk negara maju seperti Singapura, tidak sulit memberi pengertian adanya peluang lebih besar untuk kemajuan bangsa jika Komunitas ASEAN terwujud. Rakyat Singapura memiliki infrastruktur yang memudahkan  berkomunikasi dan menyebarkan informasi, baik secara horisontal maupun vertikal. Sebaliknya, masih banyak rakyat di beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia, yang kesulitan mendapatkan akses informasi.

Karena berbagai kendala tersebut, di tingkat yang semestinya dilakukan komunikasi horisontal, tetap harus ada beberapa elemen masyarakat yang mengambil tanggung jawab lebih dari yang lainnya. Tanggung jawab lebih ini memang tidak bisa diminta karena semata-mata bergantung pada kesadaran yang bersangkutan, namun bisa dipupuk melalui bimbingan pemerintah. Sebagai pemegang tanggung jawab lebih, elemen masyarakat yang ini dipilih dari mereka yang memiliki akses komunikasi lebih baik seperti wartawan, para pakar, para praktisi, mahasiswa, pendidik, blogger dan sebagainya.


Blogger Sebagai Partner

Blogger adalah elemen masyarakat yang memiliki akses lebih baik dalam mendapatkan informasi sekaligus menyebarkannya. Berita terkini tentang perkembangan kawasan ASEAN atau Komunitas ASEAN nantinya dapat mereka peroleh secepat perkembangan itu diberitakan dan mereka mampu menyebarkannya saat itu juga tanpa melalui proses tertentu, berbeda dengan pernyataan sikap pemerintah maupun berita media resmi lainnya. Karena itu, inisiatif terbentuknya Komunitas ASEAN Blogger adalah suatu langkah penting dalam sosialisasi Komunitas ASEAN 2015.

Blogger memiliki flesibilitas untuk menjangkau jauh ke dalam masyarakat. Bahasa yang setara dan hubungan antar blogger maupun hubungan antara blogger dengan pembacaanya yang lebih akrab akan membuat sosialisasi Komunitas ASEAN sebagai suatu proses keseharian yang wajar, jauh dari kepanikan atau hiruk pikuk tapi melangkah pasti ke tujuan yang telah ditentukan. Blogger bisa menjadi partner strategis pemerintah negara-negara ASEAN. Selain itu, beban pemerintah yang sangat besar dalam sosialisasi Komunitas ASEAN akan banyak terangkat karena kemandirian blogger dalam memperoleh akses komunikasi.

Agar informasi yang diberikan blogger sejalan dengan misi Komunitas ASEAN, pemerintah masing-masing negara berkewajiban memberikan pembekalan yang memadai seperti yang telah dilakukan Kementrian Luar Negeri Indonesia melalui Komunitas ASEAN Blogger. Bagaimanapun, blogger adalah rakyat juga yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, kebudayaan dan lingkungan sosial, serta memilliki minat yang berbeda. Dengan pembekalan tersebut, pemahaman para blogger terhadap Komunitas ASEAN akan kurang lebih sama meskipun menggunakan gaya bahasa masing-masing sesuai dengan jiwa bebas blogger.

Jika sinergi antara pemerintah dan blogger di negara-negara ASEAN terjalin dengan baik dan semangat blogger untuk terus mempublikasikan tulisannya terjaga, sosialisasi Komunitas ASEAN bisa dengan intensif dilakukan sehingga rakyat di seluruh kawasan ASEAN siap menyambut pelaksanaannya di tahun 2015.

Sumber:

Journal.unair.ac.id

Setkab.co.id

3 comments:

  1. Wow, jika Mak Lusi yang mengulas, ga heran ga kaget deh, ulasannya super keren!
    Semoga Communitas Asean 2015 segera terwujud tepat waktu dan menjadi kendaraan bersama dalam mencapai kemajuan bersama bagi ke 10 negara anggota Asean, ya Mak.

    Sukses juga untuk Mak Lusi, semoga menang! :)

    ReplyDelete
  2. Wah, mantap bener tulisannya mbak... Beneran.
    Semoga menang ya mbak... :)

    ReplyDelete
  3. Setuju sama kak Alaika. Ulasannya super keren.

    Setuju sama paragraf terakhir:

    Jika sinergi antara pemerintah dan blogger di negara-negara ASEAN terjalin dengan baik dan semangat blogger untuk terus mempublikasikan tulisannya terjaga, sosialisasi Komunitas ASEAN bisa dengan intensif dilakukan sehingga rakyat di seluruh kawasan ASEAN siap menyambut pelaksanaannya di tahun 2015.

    Blooger harusnya bisa "dianggap" oleh pemerintah ya mak .

    Moga menang yaa :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.