Tuesday, September 10, 2013

Internet & SMS Banking Bagi Usaha Kecil

ATM Jadul


Salah satu alasan pemilik usaha membuka outlet di pusat keramaian seperti mal adalah karena kemudahan transaksi. Kalau uang pembeli kurang, bisa langsung ambil ke ATM. Kalau kembalian uang kecil tidak ada, tinggal tukar ke petugas parkir. Belakangan bank juga mendukung kemudahan transaksi dengan mempromosikan mesin EDC (Electronic Data Capture). Dan jika outlet cukup besar, bisa punya mesin gesek alias untuk transaksi kartu kredit. Bagaimana dengan usaha yang mengharuskan kita mobile dan rumahan?


Perempuan itu sering dianggap tidak mau melakukan usaha lebih meski demi kemudahan. Misalnya berurusan dengan bank untuk mengurus sms banking atau internet banking. Selain tidak mudah percaya dengan keamanannya, juga agak alergi dengan teknologi. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, setidaknya berdasarkan pengalaman saya.


Saya tidak punya cadangan tabung gas. Jadi jika gas habis, baru saya menelepon agen dan meminta mereka mengantar. Jika harganya Rp 90.000,-, saya akan meminta mereka membawa serta uang Rp 10.000,- sebagai kembalian uang saya yang Rp 100.000,- supaya nantinya tidak ribet, bolak-balik atau bahkan harus mengingat-ingat punya tabungan Rp 10.000 di agen gas. Heheheee.... Ini berbeda dengan cara saya berjualan. Misalkan saya sudah ditelpon pelanggan minta diantarkan beberapa item produk, saya akan membawa produk yang lain juga. Biasanya, sambil ngobrol atau tiba-tiba tetangganya juga datang, terjadilah transaksi tambahan diluar yang telah dipesan. Tak jarang, uang pelanggan di dompet tidak cukup. Dahulu harus percaya saja akan dibayar melalui transfer ATM. Jika beberapa hari tidak ada kabar, terpaksa "tega" bertanya. Sekarang tidak seperti itu. Setelah kwitansi dibuat, pelanggan tinggal meraih smartphone-nya dan mentransfer total belanja melalui internet banking. Beres!


Hari Minggu lalu, mendadak pelanggan telepon mau kerumah. Ya, rumah saya juga berfungsi sebagai gallery mini. Meskipun barang-barang sebagian besar masih di dos, belum sempat dibongkar setelah disimpan karena ditinggal mudik, tapi mbak-mbak cantik ini memaksa datang karena di weekdays mereka bekerja. Jadilah mereka sekalian membongkar dos-dos saya hahahaaa.... Sambil ngobrol hahahihi, tak terasa item yang dipilih cukup banyak, 2 tas plastik jumbo. Nah, total pembelian pasti banyak dong, melebihi rencana mereka, yang tadinya hanya mau melihat-lihat box jam tangan. Heheheee.... Tapi itu bukan masalah lagi. Mbak-mbak itu tinggal meraih smartphone didalam tasnya, transfer melalui internet banking, lalu memperlihatkan pada saya bahwa transaksi telah berhasil. Beres!


Jadi, usaha dirumah sekarang sama sekali tidak ribet. Tidak perlu menyimpan uang dalam berbagai pecahan untuk kembalian seperti di toko kelontong (kecuali usahanya memang toko kelontong). Internet dan sms banking memudahkan proses pembayaran. Memang belum semua pelanggan yang memudahkan cara pembayaran, tapi kecenderungannya semakin banyak yang tidak mau repot bolak-balik ke ATM. Apalagi dimana-mana sering macet dan bensin mahal, kalau bisa mobilitas hanya terbatas pada yang penting-penting saja. Selebihnya, jika dengan klik saja bisa diselesaikan, mengapa harus buang-buang waktu?


Untuk usaha online, seperti Ladaka Handicraft, juga sangat membantu mempercepat transaksi. Misalnya malam-malam terjadi komunikasi dan transaksi, keesokan paginya item yang diminta sudah bisa dibungkus dan dikirim. Jika harus menunggu transfer ATM, maka perlu tambahan satu hari, karena biasanya pengelola usaha online akan membungkus item yang diminta setelah memastikan ada pembayaran. Setelah dibungkus, baru berangkat ke kurir.


Bagi pemilik usaha sendiri, internet dan sms banking memudahkan pengecekan pembayaran dari pelanggan dan pembayaran ke supplier. Meski bisa saja kita minta foto resi ATM atau berita transfer, tapi kadang ada saja pembeli yang sibuk sehingga hanya memberitahukan bahwa transfer sudah dilakukan.


Berurusan dengan bank memang ribet, tapi ribetnya hanya waktu pengurusan saja. Setelah itu transaksi menjadi sangat mudah, hemat waktu, hemat tenaga dan hemat biaya.

1 comment:

  1. kadang ada orang yang gaptek juga looo mak utk urusan banking OL :( hehehe

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.