Wednesday, September 25, 2013

Survey 1 Ibu: Married with Lots of Children


Memiliki anak banyak sebenarnya adalah cita-cita saya dulu. Tapi berhubung Allah tidak mengijinkan, keinginan tersebut tidak tercapai. Saya dulu punya tetangga dengan lima anak. Lima anak dijaman sekarang itu wow banget. Meski kelihatannya sangat repot, tetangga saya tersebut masih bisa aktif di majelis taklim dan selalu menjadi pentolan kegiatan ibu-ibu kompleks. Beliau juga sering mengirim makanan kerumah saya, dan pasti disertakan gulungan kertas berpita, berisi kalimat-kalimat menyejukkan yang di-print rapi. Kok sempat ya?

Ketika bergabung dengan Kumpulan Emak Blogger, saya lebih heran lagi, karena ada beberapa emak yang memiliki lima anak. Makanya, di Profile kali ini saya tidak menampilkan satu, melainkan tiga figur sekaligus. Beliau-beliau ini masih sempat bekerja, menekuni hobi dan berkomunitas. Bagaimana bagi waktunya ya? Saya berharap emak-emak tersebut mau berbagi dengan kita semua.

Saya mengirimkan email berisi pertanyaan lucu-lucuan yang sama ke tiga emak. Kalau dua anak mudah ya membedakan minat masing-masing? Kalau lima bagaimana? Nanti kita lihat bagaimana emak-emak ini mengenal  lima anaknya. Sebelumnya, kita simak profil singkat emak-emak tersebut.

Sary Melati: freelance writer, pemilik marubunnytown.com, co-founder Kumpulan Emak Blogger, www.saryahd.com

Siti Hairul Dayah: pelaku homeschooling bagi anak-anaknya, pemilik Khadija Media, www.catatansiemak.blogspot.com

Titi Esti: PNS, book advisor di Mizan Dian Semesta, www.crafty-titi.blogspot.com

Tanya: Dirumah ada PRT atau tukang cuci?

Sary: Gak ada :D Semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan bersama-sama.

Siti: dulu pake PRT setengah hari, sekarang udah engga…suka kesel sendiri kalo punya PRT…hahahaha

Titi: Ya, sejak 2002. No masak. Pagi datang sore pulang.

Tanya: Ketika bangun pagi, anak nomer berapa yang dipegang duluan? Mengapa?

Sary: Yang bangun duluan, dan lihat kebutuhannya. Hampir setiap pagi anak-anak bangun bersamaan. Kalau misal adik bayi bangun dan minta menyusu, kakak-kakak menyiapkan sendiri sarapan dan keperluan masing-masing. Tapi seringnya Maira bangun dan anteng saja, jadi saya bisa memasak sarapan. Pagi hari itu multitasking. Bisa sambil menyusui, sambil menyuapi Moses. Tapi jarang sekali sampe heboh, karena anak-anak juga sudah pintar menyesuaikan dengan keadaan.

Siti: bungsu (no 5)…harus diboboin lagi biar emaknya bisa megang yang lain

Titi: Pas anak-anak masih kecil kecil ya sesuai kebutuhan saja. Karena mereka hampir sebaya. Sekarang sih kalau pagi langsung pegang panci hihi.. palingan si bungsu Faiz yang kadang masih perlu bantuan urusan ke kamar mandi. Mulai SD kelas satu, anak anak sudah dibiasakan makan,  mandi, dan ganti baju sendiri. Juga menyiapkan buku pelajaran dan bekalnya.

Tanya: Anak nomer berapa yang paling sering membantu pekerjaan rumah? Apa yang paling mereka sukai ketika membantu?

Sary: Sudah pasti anak nomor 1 dan 2. Kebetulan perempuan dan sudah mulai beranjak remaja. Dan fasih mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah tangga. Masing-masing punya pilihan sendiri mau mengerjakan apa. Si sulung sukanya memasak, jadi biasanya dia menawarkan diri untuk memasak, terutama kalau hari libur. Dia juga suka membersihkan rumah, menyapu, mengepel, dan membersihkan kamar mandi. Anak nomor dua, dia lebih suka menyapu, memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci, kadang-kadang dia memasak tanpa disuruh, dan memberi makan kura-kura dan ikan. Tapi dua-duanya paling susah kalau dimintai tolong menjemur dan menyetrika pakaian. Jadi khusus dua pekerjaan itu, saya lakukan sendiri, kecuali sedang sakit yang sampai gak bisa bangun dari tempat tidur.

Siti: anak no 1. Sukanya nyapu, ngepel, njemur pakaian…tapi kalo yang no tiga suka juga bantuin nyuci piring, gelas sama sendok. Tapi biasanya yang lain jadi hati-hati kalau mau minum. Di dasarnya kadang masih suka ada ampasnya…wkwkwkwkw

Titi: Semua dapat giliran. Bangun pagi F1 s.d. F4 menyapu area masing-masing. Sudah dibagi oleh pak Suami. Khusus F1 tugas tambahan masak air minum. Dan F2 tugasnya memenuhi tong persediaan air+bak mandi+ember-ember dari air PAM. Kalau PAM mati, F2 dan Abi berdua menimba air dari sumur. Cuci piring malam hari / akhir pekan dikerjakan bergiliran antara F1 sampai F3. F4 karena belum mendapat giliran, mencuci piringnya sendiri.  Panci, wajan dll bagian Ummi.
Membereskan lemari buku dan lemari pakaian juga masing-masing.

Tanya: Anak nomer berapa yang jadi andalan untuk bantu-bantu belanja, baik di supermarket maupun ke warung?

Sary: Nomor 1 dan 2 juga. Mereka sudah bisa pergi keluar rumah sendiri, menyeberang jalan, dan mengerti nilai uang. Kalau adik-adiknya, kan, masih kecil-kecil. Meskipun kalau diajak ke supermarket, bisa juga membantu mencarikan barang-barang yang mau dibeli.

Siti: no satu lah, tapi si sulung ini kalau berhitung seringnya ga passs….kadang ga tega nagih juga kalo kembaliannya kurang. Jadi yang belanja seringnya si no 2.

Titi: Untuk urusan yang perlu kecepatan : F2. Alasannya karena dia laki-laki, tidak perlu ganti baju panjang dan pakai kerudung. Untuk belanja yang tidak buru-buru : F1 dan F3. Dua gadis ini kompak kalau urusan belanja. Kalau ke warung dekat rumah : F4,  F5 kadang menemani.

Tanya: Anak nomer berapa yang makannya paling banyak? Apa makanan yang paling disukainya?

Sary: Nomor 4. Sehari bisa makan sampai 5-6 kali. Belum termasuk minum susu dan camilannya. Makanan yang paling disukai, telor ceplok dan ayam goreng :D

Siti: no 2…dari zaman MPASI anak ini benar2 luar biasa. Sekali makan bubur2 itu semangkuk (ukuran mangkuk bakso). Paling suka ayam goreng tanpa tepung. Katanya aneh ayam goreng tepung itu (iya sih secara di jogja ayam goreng tepung itu banyakan tepungnya dari ayamnya)

Titi: Tentu si jagoan terbesar : F2. Mungkin karena laki-laki dan memang lebih banyak aktifitas fisik. Semua makanan dilahap sama semangatnya kecuali tahu putih/kuning dalam bentuk asli.

Tanya: Anak nomer berapa yang suka membanyol atau melakukan hal-hal gokil lainya yang membuat suasana rumah penuh tawa? Apa andalannya?

Sary: Nomor 4. Mungkin karena dia baru 5 tahun, lagi aktif-aktifnya, sementara kakak-kakaknya sudah sedikit lebih serius, dan kegiatan sekolahnya juga padat. Bicaranya belum jelas, dan dia senang bernyanyi, jadi lucu kalau dia menyanyi, ada kata-kata yang belum jelas pengucapannya. Moses juga senang becanda, jadi kalau sedang berkumpul bersama, dia selalu yang jadi pusat perhatian. Bisa aja dia nge-joke dan bikin kami semua tertawa terpingkal-pingkal.

Siti: no 1 dan no 4…itu klop kalau sudah bikin sosiodrama…satunya meranin Fir’aun misalnya yang satu jadi Musa…halagh

Titi: Yang bikin suasana rumah jadi ceria, biasanya si bungsu. Karena tingkahnya masih nggemesin. Tapi untuk bungsu sekarang/F5 agak lain dari kakak-kakaknya. Semua bisa jadi bahan mainan dan ketawaan. Anaknya pun pantang menyerah dalam merayu. Siapapun yang kesal sama dia, sebentar saja hilang. Karena dia akan datang dengan wajah polos, sambil senyum senyum, trus tiba -tiba peluk cium.

Tanya: Anak nomer berapa yang menikmati tampil (menyanyi, menari, menggambar, mengaji, petugas upacara) didepan umum?

Sary: Nomor 4. Moses. Percaya dirinya sangat tinggi. Guru-guru sekolahnya selalu memberi laporan positif setiap kali saya datang ke sekolah. Dia selalu maju kalau bu guru bertanya siapa yang mau menjadi pemimpin upacara, memimpin doa, nyanyi, dan lain sebagainya. Meskipun aktif dan banyak bertanya (cerewet), tapi dia sopan dan menyenangkan. Dia juga tidak malu ketika ditertawakan orang lain karena bicaranya yang belum jelas.

Siti: tetap yang no satu.

Titi: F1 dan F3.

Tanya: Anak nomer berapa yang kalau mau pergi siapnya paling lama? Apa yang bikin lama?

Sary: Hais.. nomor 2. Lamanya minta ampun. Yang bikin lama, ya pilih-pilih bajunya, sisiran rambutnya. Anaknya santaaaaiii kayak lagi di pantaiii. Gak Cuma kalau mau pergi, sehari-hari di rumah pun, ngapa-ngapain lama. Dia gak bisa jauh-jauh dari buku. Dari sambil ngapa-ngapain, sambil baca buku. Nanti baca bukunya keasyikan, pekerjaan utamanya terlupakan.

Siti: no tiga…secara perempuan sendiri…belibet..ganti ini ga pas, ganti itu ga cocok…sampe emaknya pusing

Titi: F1. Mungkin karena dia sudah semakin gadis. Dandannya lammmmmaaaaa sekali. Paling 15 menitan sih, tapi itu bagiku itu sudah sangat lama, karena aku biasa dandan gak sampai 5 menit.

Tanya: Anak nomer berapa yang paling nyenengin kalau di perjalanan jauh (mandiri, nggak mabuk perjalanan, nggak rewel)?

Sary: Nomor 2. Karena santai, dia juga easy going, gak ribet.

Siti: yang no 1 lah bisa disuruh-suruh….hahaha

Titi: Semua anak alhamdulillah kooperatif saat perjalanan. Mungkin karena sudah jadi semacam ritual. Perjalanan jauh kami ya setiap mudik saja. Dan biasanya di malam hari. Mereka masih melek sebentar, begitu naik bis langsung tidur :D. Jadi no dramalaaah. Biasanya Abi bagi bagi tugas, siapa bawa tas perbekalan, siapa bawa tas oleh-oleh, siapa nggandeng adiknya, dsb

Tanya: Anak nomer berapa yang paling social (ramah ke tamu serta punya banyak teman di kampung dan sekolah)?

Sary: Anak-anak gak pernah main keluar rumah karena tetangga gak ada anak seumuran. Kalau dilihat dari keramahan mereka ke tamu, yang paling ramah, nomor 4. Paling banyak teman di sekolah, nomor 2.

Siti: si no satu dan no 4. Yang nomor empat ini usianya baru 3 tahun kemaren Agustus. Tapi terkenal sekampung kami. Soalnya mau berteman sama siapa aja….:)

Titi: F3. Temannya lintas sekolah dan lintas angkatan.

Tanya: Anak nomer berapa yang hobinya sama dengan ibunya?

Sary: Nomor 2

Siti: kalau sekarang belum keliatan sih…cuman yang no tiga itu suka banget sama buku dan latihan nulis (mudah2an sukalah besok2nya)…kalau yang lain…hadoh #tepokjidattetangga

Titi: Yang hobbynya mirip  ummi: Kalau hobby baca, semua anak gila buku. Sampai buku bacaannya dibawa tidur dan disimpan di bawah bantal. Tapi kalau nge-craft, F1 paling jago. Kalau nulis F4 sudah mulai muncul. Kalau masak mah bukan hobby ya... itu skill yang semua anak harus belajar.

Tanya: Anak nomer berapa yang karakter atau kebiasaannya mengingatkan pada suami? Apa itu?

Sary: Nomor 4. Suka becanda.

Siti: no 2…itu kata suami sih…hahahaha…sukanya ngambek dan diam ga ngomong…sambil sembunyi dibalik bantal. hahaha

Titi: F2. Teliti, rapi, wangi, rasional dan  diam kalau tidak setuju. Tipe pemikir gitu...

Tanya: Waktu si bungsu lahir, anak nomer berapa yang paling senang menemani si bungsu?

Sary: Nomor 2

Siti: yang no tiga (yang perempuan) sayang banget sama adek2nya…..

Titi:

Tanya: Masih pengin nambah lagi?

Sary: Hmmm.... wkwkwkwk..

Siti: hahahahaha…ketawa dulu ah…pengen sih….tapi niatnya tahun ini umminya  mau kuliah bahasa Arab jadinya kata abinya ditunggu sampai no lima tiga tahunan dulu….hahahahaha

Titi: Hihihi.... sampai saat ini belum ada rencana.

Terima kasih jawabannya mak. Sun sayang dari budhe cakep untuk lima belas keponakanku yang lucu-lucu. :D

28 comments:

  1. Hahaha....lucu baca jawaban2nya. Seru ya punya anak banyak meski saya memilih utk punya dua saja. Pertanyaan yg muncul dibenakku adl, apa ya alasan ibu2 ini punya anak sampe lima. Saya sih pribadi gak takut repot, cuma takut harus dedel dowel melahirkan. Cukup tiga kali saja xixixi

    ReplyDelete
  2. Kayaknya memang seneng kalau punya anak banyak ya, seru :)

    ReplyDelete
  3. dulu cita2 sy juga pengen py byk anak, tp skrg mikir2 lagi hahaha

    Di sklh anak2 sy wkt TK juga ada yg anaknya byk. Wkt TK ada 2 org yg sp 6 anak. Trus di SD ini ada yg 7! Sp tepok jidat sy dengernya hehehe. Tp kl denger crtnya mrk, kurang lebih sama, lah, kyk 3 Emak blogger di postingan ini. Anak2nya pada mandiri.

    Kayaknya mandiri itu kuncinya supaya byk anak tp gak ribet. Yg anaknya gak byk juga sebetulnya bs jg ngajarin anak utk mandiri, tp mungkin agak terlena krn anaknya sdkt (ini, sih, saya ngingetin diri sendiri sebetulnya hehehe)

    ReplyDelete
  4. mbak Lusy apa kabar? kangen aku datang kesini :) setelah sekian lama maafkan ya baru bisa kembali ke dunia maya

    ReplyDelete
  5. Mbak Lusy apa kabar? kangen datang kesini nih :) saya yang setia tanpa ART nih mbak susahnya kalau lagi males gak ada yang bantu

    ReplyDelete
  6. komenku kok gak muncul ya tadi :) hebat ya dengan anak2 banyak banyak suka dukanya pasti

    ReplyDelete
  7. Wah hebat. Baru 3 anak aja aku keder, Mak. :)

    ReplyDelete
  8. Seneng banget pas baca ini... ikut ngebayangin juga rame, riweuh dan menyenangkannya punya anak banyak.. saya jg pengen punya 5 anak, tapi suami mintanya 2.. akhirnya kami sepakat "ya sudah apa sedikasihnya sama Allah" hehehe.. nanti kalo sdh punya anak.. nyontek ilmu dari Emak2 semua ah.. boleh ya...ya..ya

    ReplyDelete
  9. Haghaghag.. ayo emak-emak, tambah anak :D

    Makasih Mak Lusi, sekarang udah gak penasaran lagi, kan? hihihi

    ReplyDelete
  10. he he,,subhanaAllah,,kalo udah pada gedhe2 nanti enak kalo banyak sodaranya,,tp pas msh kecil2 mgkn agak ribet,,blm kebayang nih punya anak banyak,,mo nambah 1 lg aja maju mundur,,aiiihhh maju mundur :D

    ReplyDelete
  11. Jadi ingat masa kecil, saya 5 bersaudara. Orangtua kerja dua-duanya. Walau punya PRT, tapi almarhumah Mama mewajibkan kita semua untuk bisa kerja rumahan seperti bersihin rumah, ngepel, nyapu, masak.
    Menurut mama, prt itu tugasnya bantu-bantu saja, lagian nggak mungkin juga dikerjain semau sama si mbak, masa musti ngelayanin 7 orang sekaligus :)
    Tapi ada gunanya juga, kalau si mbak pulkam, kita udah tahu tugas masing2. Dan saya selalu memilih yg paling gampang dan sekali saja dilakukan: mencuci pakaian :D
    Kalau masak atau membersihkan rumah, bisa 2 kali dikerjakan kan? Kalau cuci, sekali beres. Urusan nyetrika, masing-masing hehehe
    Dan, pola yang sama saya terapkan sekarang ke anak-anak. Walau di rumah ada bude, harus tahu kerja rumah dan melakukan apa-apa sendiri.
    Misalnya, tempat tidur langsung dirapikan setelah bangun, kalau nggak, ya didiamkan saja berantakan sampai yang punya kamar bersihin :))
    Sharing di blogmu, inspiratif, Lusi.

    ReplyDelete
  12. Salut banget sama mak-emak yang punya anak banyak tapi tetep produktif, bahkan ada yang gak pake ART pula wah...wah... keren sekali..tangannya ada berapa banyak itu :).

    ReplyDelete
  13. Seruuuu..pengen juga punya anak banyak..tapi liat kemampuan dulu deh:D

    ReplyDelete
  14. salut utk ketiga emak ini, saya baru 2 anak saja sudah ngeluhnya kemana2 hihihiii... jadi malu. thks utk share-nya mak Lusi, tapi kayaknya saya 2 dulu aja deehh :D Mau mempraktekkan kiat2 ketiga emak ini utk kedua buah hatiku tercinta aaahh...

    ReplyDelete
  15. Ya alloh seru abisss ya mak ,.. saya masih speechless aja

    ReplyDelete
  16. seru pasti di rumah yah.. rame gitu.. klo aku maish pikir dulu deh..hehe.. pengennya 2 aja gitu *nawar*

    jadi inget ibuku mak, anaknya 5, kerja juga dan gak perna punya asisten. 4 jempol deh buat emak2 hebat itu

    ReplyDelete
  17. memang kalau anak banyak, pembagian tugas harus jelas. kalau tidak, maka akan ada yang komplein atau ada yang terus-terusan kita suruh dan yang maulah selalu jadi sasaran. tapi banyak bersaudara itu seru. waktu kecil emang ribet, tp setelah besar seru.... klo ngumpul rame, cerita mengenang masa kecil itu membuat ketawa - ketiwi...

    ReplyDelete
  18. hahaha,...ternyata jawaban emak2 yang lain seru2 juga ya....:)

    ReplyDelete
  19. Saya punya 3 anak di rumah aja udah riweuh ngap-ngapan. Ngerasa rumah paling berantakan dan berisik di antara para tetangga (soalnya mereka semua msh pecicilan) :D
    Woww... 5 anak? Sungguh emak-emak yang hebat! ^_^

    ReplyDelete
  20. salut buat emak2 yang punya stamina bagus... kepenginnn.... tapi berhubung rejeki saya unya badan yg gak kuat, nggak berani punya anak banyak. Krn sekarang anak dua tanpa art kl nyambi jadi sopir 40km pp lsg tewas dg sukses hihihihi

    ReplyDelete
  21. Hihi... makasih mak Lusi..... akhirnya naik cetak di sini :D *peluk

    ReplyDelete
  22. Yg komen emak semua, boleh dong bapak bapak komen dan salam kenal ...
    Kebetulan sy juga punya anak banyak, ada 4 anak dan sekarang istri lagi hamil anak ke lima kami. Di jaman yg katanya modern ini memang banyak anak dipandang aneh..... yah...katanya sih hidup semakin sulit, akan tetapi kami selalu tawaqal apa dg apa yg akan terjadi. Kami berprinsip bahwa Allah pasti bertanggung jawab atas ciptaannya dg memberikan rezeki yg cukup. Istri saya mengurus anaknya seorang diri tanpa PRT sementara aku lebih banyak bekerja di luar kota. Anak 2 kami sangat mandiri mereka mandi sebelum subuh, selalu pergi berjamaah sholat subuh di masjid, berangkat sekolah sendiri dg bersepeda tanpa diantar ibunya, selesai makan mencucu piring sendiri. Dalam pekerjaan rumah mereka punya job senduri sendiri: ada yg nyapu, ada yg mengepel dll.

    ReplyDelete
  23. Luar biasa ya 3 emak itu.... :) yang nulis juga top deh.. Yang pegawai BKKBN langsung cenut-cenut puyeng nih..xixixi

    ReplyDelete
  24. Seru banget ya...aku empat bersaudara dan ibuku enggak pake pembantu.

    ReplyDelete
  25. keren bgt deh emak2 super ini. masih sempet ngeblog pula. buset pula mbak Situ masih kepengen nambah yg ke enam. sekalian sebelas aja ya mbak... hehehe

    ReplyDelete
  26. aku dan suami sama2 dari kularga besar. aku 5 bersaudara (aku anak pertama), sementara suami 9 bersaudara dan dia anak ke-2. hihihi makanya aku n suami sama2 pengen punya anak banyak, biar pas tua nanti ga kesepian. soalnya berasa banget, mertuaku sekarang tinggal dirumah sama anak yg bungsu doang. sementara ortuku tinggal sama kedua adikku yg bawah. sekarang sih anakku masih 2, pengen nambah tapi masih nanti2 dulu karena aku ga ada yg bantu2 kalo di sini huhuhuu.

    ReplyDelete
  27. waahhh..hihi.. nambah pengalaman nih maaak.. sayah bercita-cita puny anak banyak je. >.<

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.