Monday, November 25, 2013

Membiayai Blog


Mungkin teman-teman sudah bosan ya dengan cerita bahwa awalnya saya ngeblog hanya untuk bersenang-senang, tak ada tendensi apa-apa, tak peduli ranking, bahkan tak pusing jika postingan tidak dikomentari siapapun. Okey, sekarang mari lihat blog ini. Keadaannya sudah jauh berbeda dengan blog yang dulu. Saya harus membiayai blog ini. Berapa biayanya? Untuk domain dan hosting sendiri Rp 325.000 per tahun, yang menurut derajat kerajinan/kemalesan saya sudah lebih dari cukup untuk bebas menguploap foto segede gaban. Terbukti sejak dibuat 3 tahun lalu, blog ini belum pernah over limit atau over bandwith atau apalah istilahnya. Ringan dong membayar segitu untuk setahun? Tunggu....

Salah sekali melihat blog berbayar hanya dari berapa yang kita keluarkan untuk domain dan hosting. Karena begitu nama domain didapat, kita harus melakukan setting atau coding atau apalah itu namanya, yang alhamdulillah saya tidak membiayai blog sampai seperti itu (karena juga enggak mudeng) dan saya tidak harus membayar atau membalas budi orang lain untuk mengerjakannya. Settingan blog ini saya dapatkan secara gratis tapi enggak bisa memilih theme. Setahu saya, dari keluhan para tukang coding yang baik hati, butuh kerja beberapa hari lembur untuk membuat sebuah blog atau website tertata apik seperti ini. Enggak lembur juga bisa sih, tapi biasanya mereka tidak mau berhenti sebelum selesai, seperti takut hilang sequence yang sudah ada dikepala. Makanya pekerjaan mereka yang sudah profesional dihargai mahal, dari ratusan ribu hingga jutaan. Apalagi jika ditambah SEO friendly dan maintanance.

Setelah itu, ada perasaan wajib mengisi terus blog tersebut. Ya iyalah, sudah beli tanah, sudah dibangun rumah, masa mau dianggurin saja jadi sarang laba-laba? Untuk mengisi blog perlu waktu berapa lama? Itu tergantung karakter masing-masing. Ada yang satu postingan berisi satu foto saja, ada yang panjang bener meski sudah diberitahu pakar socmed untuk dibatasi sekitar 700 kata. Saya termasuk yang tidak pernah berhitung, kecuali untuk lomba, yang penting puas maksud hati dan pikiran sudah tersampaikan. Tapi jika dirata-rata ditambah edit kata-kata dan edit foto, sekitar 2 jam satu postingan tanpa riset yang terlalu serius. Baiklah, itu termasuk bikin kopi dan sahut-sahutan di twitter. Kalau pakai patokan upah buruh lama, 2 jam itu harusnya mendapatkan upah Rp 15.000. Setelah demo-demo pastinya lebih tinggi lagi, apalagi jika menulis postingan blog dianggap pekerjaan yang setara profesional, bukan buruh.

Sudah terlihat ya, komponen biaya dari sebuah blog itu. Jadiii.... apakah blog berbayar akan tetap tidak mau mengendus pemasukan untuk membiayai blog, itu terserah pemilik masing-masing. Ada beberapa catatan yang saya perhatikan tentang hal itu:

1. Blog tetap menjadi hobi dan menganggap uang untuk membayar seluruh pengeluaran dan jam kerja bukan sebagai pengeluaran, melainkan sebagai sesuatu yang sudah seharusnya. Seperti ketika kita membeli oven karena suka bikin kue untuk keluarga.

2. Blog digunakan untuk mendapatkan pemasukan tidak langsung. Banyak public figure yang menggunakan blognya untuk personal branding. Pemasukan tidak didapat langsung melalui blog tersebut, melainkan secara tidak langsung karena citra diri yang terus meningkat, misalnya diundang seminar, dapat proyek, jadi buzzer dan sebagainya. Banyak sih buzzer twitter ngetop yang tadinya adalah blogger terkenal.

3. Mengharapkan pemasukan dari lomba blog. Memang ada sih teman-teman saya yang jagoan lomba sampai menang 5 juta, 10 juta, sekali lomba. Udah impas, kan? Tapi, tentunya lomba bukanlah pemasukan rutin, karena bergantung pada keputusan juri. Kita tidak memiliki kendali atas tulisan kita.

4. Blog dibiayai dari job review. Agak kompleks bahas ini heheheee.... Lain waktu saja saya tulis karena saya juga tidak punya banyak pengalaman.

5. Blog dibiayai dari iklan. Coba simak wawancara "aneh" antara Donny Verdian yang anti monetizing dan Mubarika yang bos IBN > http://donnyverdian.net/mubarika-kami-paham-taste-ala-indonesia/. Yang paling menarik adalah bagian tentang Sanjaya Yasin yang mendapatkan 3-10 juta sebulan dari iklan. Impas? Entah ya, karena tidak tahu jam kerjanya. Tapi jika jam kerjanya seperti saya, itu sih bukan impas lagi, sudah bonus berlipat-lipat. Melihat blog Sanjaya sendiri, sarjanaku.com memang layak mendapatkan trafic tinggi sehingga menarik hati pengiklan karena berisi segala macam makalah dan skripsi yang dibutuhkan semua manusia Indonesia yang mengejar gelar atau yang bingung mengerjakan tugas makalah.

6. Meminta pendanaan dari masyarakat. Ini sudah biasa dilakukan oleh blog-blog pembuat aplikasi atau plugin. Lantaran hasil karya mereka bisa didownload bebas, maka tak ada salahnya mereka meminta masyarakat untuk mendanai blog mereka sebagai imbal balik. Tapi ada juga personal blog yang berusaha mendapatkan pendanaan dengan jalan itu, misalnya www.iddaily.net milik wartawan Iman Nugroho ini. Sungguh tidak ada salahnya melihat blog ini memiliki cara unik (melalui video lucu) untuk menyampaikan kritiknya.

Nah teman-teman, catatan diatas bukan tips dari saya ya, itu benar-benar catatan saja, karena saya baru bisa membiayai blog saya saja dari ngeblog, belum bisa membiayai seluruh hidup saya. Ngarep banget sih. Heheheee.... Penemuan saya di blog Iman Nugroho membuka mata saya, bahwa cara membiayai blog itu tidak harus mainstream seperti tips-tips yang sudah beredar. Saya salut dengan keterus-terangannya itu daripada... daripada... ah sudahlah.

Begitulah standard hitungan ngeblog saya, tidak sama seperti beberapa teman yang hanya menghitung nominal uang yang keluar. Jam kerja juga saya hitung, maklum mantan buruh pabrik. Sementara ini sih, enggak berani menghitung detil. Secara garis besar sudah kelihatan tekor soalnya, Hahahaaa.... Eh, tapi itu bicara nominal thok ya. Fokus! Jangan dicampur dengan manfaat-manfaat lain yang luar biasa banyak. Ntar kita ngobrol panjang lebar soal itu.

4 comments:

  1. aku cuma membiayai domain aja mbak, dari hasil reveiw sudah langsung aku perpanjang :)

    ReplyDelete
  2. pengen juga ganti domain suatu saat nanti, kalo keuangan udah siap :D

    ReplyDelete
  3. Blog domain saya masih gratis, Mba. Dibiayai oleh Blogger senior. Dan katanya sampai tak terbatas. Ini yang membuat berat. Hehehe. Saya harus menjaga dan lebih produktif.

    Kalau melihat Blogger bisa menghasilkan cring-cring tuh rasanya senang. Sarjanaku.com hebat ya, Mba. Tadi saya sudah mampir.

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.