Tuesday, December 24, 2013

Tips Naik Pesawat Domestik

Pagi ini bandara SSK II sangat ramai. Terminal bus aja kalah hahahaaa.... Musim liburan telah tiba. Selain banyak yang mudik untuk memperingati Natal, juga banyak yang memanfaatkannya untuk umroh, liburan akhir tahun dan study tour. Diantara kehebohan itu, ada seorang ibu yang sedianya akan melepas putrinya berlibur seorang diri, mungkin ke neneknya. Tiba-tiba si anak keluar lagi sambil menangis. Katanya, pesawatnya telah berangkat. Si ibu tidak terima karena di tiket keberangkatannya adalah jam 07.55, sedangkan waktu itu baru jam 07.30. Ibu itu menggandeng anaknya untuk komplain di bagian tiket. Mungkin yang dimaksud si anak bukan pesawatnya sudah terbang, melainkan waktu check-in sudah ditutup, biasanya sekitar 45-30 menit sebelum terbang, tergantung dengan peraturan maskapai tersebut.

Nah, untuk menghindari hal itu, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan jika akan naik dan didalam pesawat. Tapi jika pertanyaannya adalah bagaimana supaya terhindar dari macet ketika menuju bandara untuk penumpang Jakarta, saya tidak bisa bantu yaaa.... Hahahaaa....

1. Berburu tiket. Saya lebih suka istilah berburu tiket daripada beli tiket, karena untuk mendapatkan tiket murah, memang harus seperti pemburu, menelateni pergerakan harga tiket di situs-situs maskapai. Saya sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi beli tiket di agen, melainkan beli online. Tapi jika kita berada di kota lain, paling mudah menggunakan jasa agen untuk mendapatkan tiket dan meminta mereka mengantar ke penginapan. Bukan karena tidak percaya agen loh, tapi karena alasan kepraktisan saja, bisa bebas memilih sesuai jadwal dan kantong kita. Tinggal pilih, bayar via kartu kredit atau atm, lalu dapat email konfirmasi, print, selesai. Tiket sekarang tak perlu dalam wujud resmi, cukup dengan diprint saja, maskapai akan menukarnya dengan boarding pass. Mau cancel atau tukar jadwal pun mudah via online, asal kita mau bayar denda jika sudah melewati tanggal limitnya. Tapi jika menggunakan kartu kredit butuh waktu beberapa hari untuk mendapatkan refund. Perhatikan pula apakah tiket sudah termasuk airport tax atau belum.

2. Online chek-in. Sudah dua tahun ini saya lebih suka melakukan online chek-in supaya tidak terburu-buru ke bandara, apalagi jika antriannya panjang seperti musim liburan begini. Dengan online check-in, kita bisa memilih tempat duduk lebih dulu. Syaratnya harus ada printer untuk menunjukkan bukti check-in ke petugas. Ini tetap harus lapor ke counter ya, apalagi jika ada bagasi. Tapi tak perlu panik dengan batasan jam check-in.

3. Manual check-in. Pastikan berapa menit check-in ditutup sebelum terbang supaya tidak kejadian seperti ibu tadi. Jangan ragu dan malu untuk bertanya tempat check-in ke petugas bandara biar cepat, apalagi di bandara yang semrawut seperti Soetta. Jaman dulu saya sering mengutus (halah) orang rumah untuk mencheck-in-kan kami dan mendaftarkan koper-koper ke bagasi, supaya nantinya saya tidak perlu menunggu terlalu lama di bandara. Sekarang tidak sembarang orang boleh masuk ruang check-in, atau men-check-in-kan orang lain jika tidak turut terbang. Sering ditanya KTP. Begitu pula anak-anak yang belum punya KTP, harus hadir di counter bersama orang dewasa yang bersamanya. Jika tak mau susah, bisa tunjukkan paspor. Akte bisa kali ya? Hihihiiii repot bener, digandeng aja cukup kok untuk menunjukkan bahwa memang masih anak-anak. Untuk maskapai tertentu ada counter khusus penumpang tanpa bagasi, jadi bisa lebih cepat.

4. Bagasi. Untuk penerbangan ekonomis, ada tawaran dengan atau tanpa bagasi. Pikir dulu berapa yang mau kita bawa sebelum memutuskan, karena penambahan bagasi sewaktu check-in itu mahal. Untuk beberapa maskapai sudah memasang tulisan batas berat barang bawaan ke kabin, karena makin hari makin banyak yang membawa koper segeda gaban ke kabin. Ini merepotkan semua orang. Untuk bawaan berupa kardus tertutup, tetap dimintakan stiker safety meski dibawa ke kabin. Sedangkan untuk stroller bayi yang kecil, bisa dititipkan di pramugari. Tidak ada ketentuan koper yang sudah rapat harus ditali pake mesin wrap atau dibungkus pakai plastik yang muter-muter itu. Tapi yang belum tahu selalu saja manut dibelokkan kesana dan harus bayar. Kalau ada kemungkinan koper atau dos kita jebol, barulah kita pilih kedua jasa tersebut. Jangan lupa menggembok koper yang masuk bagasi atau menguncinya dengan fastener yang biasa untuk mengikat kabel listrik, meskipun isinya cuma baju kotor. Karena yang dikhawatirkan tidak hanya pencurian tapi juga penyusupan barang terlarang.

5. Surat pengantar kesehatan. Ini diperlukan antara lain untuk ibu hamil dan yang membutuhkan kursi dorong. Untuk ibu hamil, bisa menggunakan pengantar dari dokter pribadi dan bandara sebagai ijin terbang. Bayar ya. :D Untuk kursi dorong belum pernah menggunakan. Dulu nyaris menggunakan tapi pihak maskapai tidak bisa memberikan karena seharusnya dilakukan pemberitahuan tiga hari sebelumnya. Alasannya kursi telah terpesan semuanya. Lha bagaimana penumpang tahu ya ada aturan seperti itu? Kalau misalnya mendadak dan sama sekali tak bisa jalan kaki meski pelan apakah harus digendong? Hmmm....

6. Menunggu. Ada kalanya kita harus transit lama, langsung lapor dulu ke petugas darat. Jika tak punya kegiatan apapun atau keinginan keluar bandara, lebih baik masuk lounge. Kelihatannya lounge itu mahal, tapi sebenarnya tidak selalu begitu. Beberapa lounge hanya mengijinkan pelanggan dengan kartu kredit tertentu yang boleh masuk, itupun platinum, padahal hanya untuk membayar sekitar Rp 70.000 bahkan bisa potong poin alias tidak bayar. Sekali masuk lounge, kita boleh bersantai disana sambil baca koran, ngeblog atau sholat sampai boarding karena tiap keberangkatan pesawat akan diumumkan didalam lounge juga. Beberapa lounge ada yang menyediakan kasur untuk selonjoran. Fasilitas utama yang diincar adalah makan dan minum tanpa batas, bebas nambah. Di bandara Soetta ada yang bisa dibayar cash sekitar Rp 50.000-60.000. Mahal? Cobalah makan di restoran-restoran disekitarnya. Selain tempatnya tidak nyaman, tidak bisa berlama-lama, menu terbatas dan yang jelas muahal bingit untuk sepiring nasi rames saja. :D

7. Boarding.  Memang, tempat duduk sudah diberi nomor. Tapi penumpang sering tidak sabar dan berebut, terutama karena keberadaan koper-koper yang segede gaban itu. Mereka berebut tempat untuk koper-koper itu. Turunnya nanti juga banyak yang tidak sabar, salah satunya karena rebutan trolley untuk mengambil bagasi. Entahlah, tapi kita sabar aja heheheee....

8. Didalam pesawat. Yah, biasa saja sih, seperti ketika naik angkutan lain, ikuti petunjuk pramugari. Jangan jadi penumpang ngeselin seperti yang pernah saya tulis sebelumnya. Pesawat ekonomi tidak ada makan dan minum. Tapi flag carrier seperti Garuda ada makan dan minumnya. Ingat itu, jika ingin ngirit tidak makan di resto atau lounge heheheee....

Jadi, naik pesawat memang beda dengan angkutan lain karena ketatnya aturan keselamatan internasional. Kalau ada apa-apa enggak bisa mampir ke bengkel. Enggak bisa ngetem nungguin kecuali disuruh pejabat arogan. Kalau telat juga susah disuruh ngebut, paling-paling dapat kompensasi nasi goreng hahahaaa....

5 comments:

  1. Oooh, mirip naik angkutan biasa yaa, pada berebut take out/in #ciri-khas orang Indonesia#, meski saya gak pernah bepergian naik plane (fobia ketinggian-hadeuh), terima kasih udah baca komplit kiat2 menarik n praktis boarding plane. Siapa tahu bisa terbang lagi--halau ketakutan :) thks ya mak, keren artikelnya ...

    ReplyDelete
  2. Mbacanya senyum2, krn aku mungkin termasuk orang yg melankoli yang selalu well prepared setiap melakukan perjalanan. Gak mau riweuh gara2 rempong dng bawaan yg pating printil atau kecerobohan. Lebih memilih datang awal dan santai nunggu boarding dibanding stress mikirin telat check in gara2 macet. Kiat2 yg bermanfaat tuh lus, krn kadang2 meski kita sdh well prepared, masih sering aja melihat kehebohan di bandara bahkan jd ikut bermasalah gara2 penumpang lain. Oh ya satu lagi....betul katamu, manfaatkan lounge, worth it kok.

    ReplyDelete
  3. tenang lus....beda tipis lah kita, 11-12 .... welcome to the club *wink

    ReplyDelete
  4. saya belum pernah naik pesawat, tapi tips ini saya bukmark dulu.. sangat berguna kalau suatu hari nanti saya naik pesawat.. :)

    ReplyDelete
  5. Naik pesawat gak seperti angkutan umum lainnya.. Hmmm catatan buat saya nih yang blum sekalipun naik pesawat

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.