Monday, February 24, 2014

Pekanwak #untukpku

[caption id="attachment_10001" align="aligncenter" width="500"]Pekanwak #untukpku 2 Doa jomblo yang tulus di Wish Tree[/caption]

Sejak mula, event yang mengusung tema Ada Apa di Pekanbaru ini gencar dipromosikan oleh akun twitter @pekanwak. Selain itu, colekan pribadi dari teman-teman seperti Lianda Marta yang terlibat langsung di kepanitiaan dan Shindi dari Cat House yang merupakan langganan Ladaka Handicraft, membuat hati bertanya-tanya, "Ada Apa di Pekanbaru?" Sayapun mencari jawabnya di pekanwak.com.




[caption id="attachment_10002" align="aligncenter" width="500"]Pekanwak #untukpku 3 Suasana pameran[/caption]

Belakangan ini Pekanbaru memang tampak beda, seperti ada energi baru yang membuat denyutnya lebih menggairahkan. Entah darimana datangnya anak-anak muda ini, tapi events keren makin banyak diproduksi. Melihat nama-namanya sih, banyak yang dari Akber Pekanbaru. Pekanwak adalah salah satu wadah baru itu. Pekanwak berkeinginan mengembangkan potensi Pekanbaru agar dikenal secara nasional melalui digital media.




[caption id="attachment_10003" align="aligncenter" width="500"]Pekanwak #untukpku 4 Holden tua rame-rame mejeng[/caption]

Digital media dipilih karena merupakan sarana komunikasi yang paling cepat menyebarkan awarness. Ia dapat menjangkau berbagai kalangan, yaitu pebisnis, komunitas, pendidik, pemerhati sosial budaya dan konsumen atau masyarakat. Pekanwak berusaha menjadi jembatan bagi kalangan tersebut. "Ada Apa di Pekanbaru" digunakan sebagai semacam brainstorming dan penggalian terhadap kemungkinan pengembangan potensi Pekanbaru dan pengenalan pemanfaatan digital media bagi pengembangan potensi tersebut.




[caption id="attachment_10004" align="aligncenter" width="500"]Pekanwak #untukpku 5 Modifikasi holden on location[/caption]

Ada 5 sektor yang menjadi fokus Pekanwak: seni budaya, komunitas, usaha, kuliner dan pariwisata. Event yang diselenggarakan tanggal 23 Februari 2014 ini bertempat di landmark kota Pekanbaru, yaitu Perpustakaan Wilayah Soeman HS. Acara ini mengundang seleb muda yang berani tampil beda tapi cinta Indonesia, yaitu Pandji Pragiwaksono, serta Dedy Ong yang mewakili pakar digital media Pekanbaru dan Dedi Ariandi dari Riau Heritage yang mewakili pecinta warisan Riau. Pendukung acara sangat banyak, antara lain para pemilik usaha kuliner khas, berbagai komunitas, dan group musik seperti Riau Rhythm Chambers Indonesia, Gubuk Jazz, Spot Djantoeng dan D'Minimalis.




[caption id="attachment_10005" align="aligncenter" width="500"]Pekanwak #untukpku 6 Selasar untuk photo shoot dan band[/caption]

Sebenarnya saya ingin sekali menggali ilmu yang bertebaran di event ini. Sayang sekali saya malah harus wara-wiri seharian dan gagal pula kopdar dengan emak-emak KEB yang ada di Pekanbaru. Dengan waktu yang sangat sempit itu, saya hanya berhasil melihat beberapa spot secara sepintas. Salut kepada panitia yang menyelenggarakan acara yang dinamis, khas orang-orang kreatif, bahkan dari hal-hal detil, antara lain event gimmick, website, poster dan sebagainya. Senang juga melihat akun-akun brand dan komunitas Pekanbaru bergerak bersama di media sosial untuk menyukseskan acara ini dengan hashtag #untukpku. Tapi sempet shock juga ketika berpapasan dengan peserta dari sebuah komunitas yang memiliki kemampuan make up artist. Peserta tersebut mengubah wajahnya menjadi zombie!




[caption id="attachment_10006" align="aligncenter" width="500"]Pekanwak #untukpku 7 Borong Riau Es Cream[/caption]

Semoga "Ada Apa di Pekanbaru?" ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk mengangkat potensi Pekanbaru. Interaksi yang terus-menerus baik ada maupun tidak ada event, akan dapat menyatukan potensi yang masih terserak sehingga tercipta sebuah sinergi yang saling mendukung kemajuan bersama. Bagaimanapun, dalam digital media, engagement-lah yang membuat suatu gerakan eksis. Selamat berkreasi, teman-teman. :D




[caption id="attachment_10007" align="aligncenter" width="500"]Pekanwak #untukpku 8 Pelukis yang sering ada di Soeman HS[/caption]

6 comments:

  1. Aaaaa... thank you mak Lusi atas reviewnya. Thanks udah hadir di acara AADP kemarin. Sayang kita tak sempat bertemu yaaa.. :)

    ReplyDelete
  2. Acara Pekanwak untuk PKU nya seru sekali, semoga ini menjadi ajang seni kreatif yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat di sana dan tetap bisa berkelanjutan ya Mba. Bila di ihat even ini bisa di jadikan daya rangsa kreatifitas seni. Salut deh....

    Salam

    ReplyDelete
  3. yang aku cari pasti kulinernya mbak ::)

    ReplyDelete
  4. Bagus banget ya mbak event seperti ini untuk memperkenalkan Pekanbaru. Saya pernah ke Pekanbaru. Kota yang maju dan pesat perkembangannya ya mbak.

    ReplyDelete
  5. Senangnya membaca ada kegiatan seperti ini di Pekanbaru. Walau tidak lama berdiam di sana, Pekanbaru masih ada dalam hati saya. Dan masih suka bertanya2 sendiri kapan ya bisa ke sana (ke Rumbai khususnya) lgi ? *soalnya ongkosnya muahal bo'*

    Salam utk aktivis kegiatan ini .. sukses ...

    ReplyDelete
  6. Mba Lusi ikut coret2 mobil dong, keren tuh. :D

    Hayuuuk, bantu memperkenalkan potensi kota melalui media Blog, Mba. :mrgreen:
    BTW, itu eksrimnya produksi Riau? Nama es krimnya Riau juga? Ahaha. Fokus ke es krim.

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.