Sunday, February 02, 2014

Sedekah dan Berbagi

Banjir Pekanbaru 4


Dalam sedekah, Islam mengajarkan untuk memberi dengan tangan kanan, dan jangan sampai tangan kiri tahu. Manusia memang tempatnya tinggi hati, pada orang yang berilmu sekalipun. Tapi akhir-akhir ini banyak bencana yang jauh dari jangkauan kita, yang membuat kita harus bekerjasama dengan banyak pihak untuk membantu.


Teman saya mengatakan, “Begitu banyak yang harus dibantu, tak mungkin kita bekerja sendiri-sendiri. Semakin banyak yang membantu, semakin banyak yang tertolong. Yang kita butuhkan hanya informasi seluas-luasnya dimana dan kemana bisa membantu.”


Alhamdulillah ajakan bersedekah akhir-akhirnya lebih menggunakan kata-kata yang friendly. Mungkin ini juga hasil dari saling mengedukasi antar pemakai sosial media agar lebih berhati-hati menggunakan kalimat yang pongah. Awal saya aktif menggunakan sosial media dulu, banyak yang menggunakan kalimat sarkastis, misalnya, “Beli BB bisa, sedekah sepuluh ribu saja tak mau. Malu dong.”


Kalimat penggugah sedekah bisa disampaikan dengan lebih baik, karena kita hanya mengetahui sisi luar seseorang saja, tidak mengetahui alasan dibalik sikap seseorang dan orang tersebut tidak memiliki kewajiban untuk memberikan penjelasan.


Bersedekah seratus ribu tidak boleh membuat kita merasa lebih baik dari orang yang tidak merespon ajakan kita. Karena mungkin saja orang tersebut keukeuh memegang prinsip bahwa sedekah adalah urusan dia, penerima sedekah dan Allah saja yang tahu. Saya pernah melihat sendiri, orang yang kelihatannya tak peduli ternyata adalah pengurus sebuah yayasan yang menaungi 30 anak yatim piatu. Tentu saja beliau tidak merespon ajakan tersebut karena sudah sibuk memikirkan banyak anak yang harus dinafkahi. Apa tidak malu jika tahu sudah menyinyiri orang yang mengasuh 30 anak yatim hanya karena telah bersedekah seratus ribu rupiah?


Disisi lain menggerakkan sebuah seruan untuk berbagi juga bisa mengundang prasangka terkait dengan riya’. Tapi dalam obrolan dengan seorang teman yang menggalang dana, kami sepakat bahwa mewartakan kegiatan tersebut sangat penting. Pada tahap awal adalah untuk menggugah semangat berbagi dan menginformasikan kemana bantuan bisa disalurkan. Pada tahap kegiatan adalah untuk memberikan informasi kepada para donatur bahwa bantuan sedang dan telah diberikan kepada yang berhak. Dan pada tahap akhir adalah sebagai pertanggungjawaban bahwa seluruh ajakan diawal dan direspon donatur telah dilaksanakan sesuai dengan amanah.


Dan kita, jika suatu saat diajak untuk membantu, tak perlulah terlalu banyak cakap, mempertanyakan niat sebuah gerakan. Jika berminat tapi belum yakin, bertanyalah. Jika tak berminat, simpanlah energi untuk melakukan hal baik lainnya.


Cara bersedekah dan berbagi banyak, antara lain:


1. Memberi langsung ke fakir miskin. Sebenarnya di jalan banyak, tapi banyaknya orang miskin karena malas dan banyaknya orang yang pura-pura miskin, sebaiknya ini dihindari.


2. Membantu saudara, tetangga atau asisten rumah tangga agar anak-anak mereka bisa bersekolah dengan baik sehingga mampu menolong keluarga mereka sendiri dan mungkin lingkungannya.


3. Menjadi donatur tetap di panti asuhan. Donatur tetap itu tidak harus dalam bentuk uang, loh. Tapi bisa juga menyumbang beras setiap bulan atau mengisikan galon air seminggu sekali.


4. Mengisi kotak amal mesjid. Kalau mesjid di Pekanbaru ada dua kotak, untuk dhuafa dan anak yatim, terserah kita mau mengisi yang mana. Khusus untuk anak yatim, tiap tahun ajaran baru dan mendekati Lebaran, anak-anak yatim di lingkungan mesjid dikumpulkan untuk mendapatkan bantuan. Sehingga mesjid tidak hanya memperhatikan ibadah saja, tapi juga masa depan anak-anak disekitarnya.


5. Ikut atau membuat gerakan sendiri. Banyak yang bisa dijadikan contoh. Untuk yang insidentil misalnya #KEBPeduliBencana. Untuk yang berkelanjutan misalnya Hibah Buku, Sedekah Rombongan, ACT for Humanity dan sebagainya.


Pilihannya ada di kita, yang penting ikhlas. Daripada mempertanyakan pihak lain, yuk tanya ke diri sendiri.

11 comments:

  1. Sepakat dengan semua yang mak Lusi tuliskan disana...
    Untuk urusan sedekah memang kadang bikin 'repot'... maksudnya kalo kita cerita takut dianggap riya' tapi masalahnya terkadang kalo kita mengajak orang utk bersedekah masih ada yg mempertanyakan yang ngajak sedekah sudah sedekah belum. Mereka masih minta 'contoh'....
    Di sisi lain jika kita tak bercerita... mungkin saja mereka tak tahu kalo ada kelompok/yayasan yg sedang menghimpun dana/sedekah utk kepentingan banyak orang yang memang membutuhkan ya?
    Ya sebaiknya kita positif thinking saja... kalo kita tak mau bersedekah ya sudah diam aja, kalo ada yg getol mengajak sedekah tak perlu berburuk sangka menganggapnya riya'/pamer dsb.

    ReplyDelete
  2. Iyaaa betul... semuanya kembali ke niat kok. Jadi biar aja orang lain mau komen apa.

    ReplyDelete
  3. Banyak cara untuk bersedekah ya mbak

    ReplyDelete
  4. kuncinya sedekah itu satu... ikhlas.... :D

    ReplyDelete
  5. Sedekah dan berbagi adalah sumber kebahagiaan ya Mak, bahagia bisa berbagi kepada sesama :)

    ReplyDelete
  6. intinya itu.. yang penning ikhlas :D

    ReplyDelete
  7. Ya ...
    saya setuju ...
    kalau di jalan itu ... banyak yang suka pura-pura miskin ...

    agar lebih tepat sasaran ... mungkin menjadi donatur tetap adalah cara yang paling enak menurut saya

    salam saya Mak Lusi

    (4/2 : sebelas)

    ReplyDelete
  8. Tangan diatas memanglebh baik dari pada di baah, akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah apabila kita memberikan edekah engan tangan kanan, makatangan kiri kita jangan sampai etahuan.Bisa guawat...ya mbak Lusi

    ReplyDelete
  9. bijaknya mak Lusi :)
    orang yg kita lihat tak pernah sedekah, belum tentu benar demikian. bisa jadi orang tersebut memiliki prinsip, tangan kanan memberti tangan kiri jgn sampai tahu.

    ReplyDelete
  10. setuju mak Lus, jangan membandingkan apa yang kita berikan dengan orang lain, biar soal hitung2an dan mau apa tidak urusan Allah :*

    ReplyDelete
  11. Seorang muslim wajib untuk peduli kepada apa yang ada di dunia ini .
    karena sudah di takdirkan untuk menjadi khalifah di muka bumi

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.