Wednesday, March 19, 2014

Jelajah Kuliner Bali, Day 3

Ini rangkuman hari ketiga atau terakhir Jelajah Kuliner Bali bersama Daihatsu. Jelajah Kuliner hari pertama bisa dilihat disini, sedangkan hari kedua bisa dilihat disini. Tapi postingan "jahat" ini belum berakhir wkwkwkkk... karena saya akan preteli satu-satu di Slow Traveler.
Ayam Betutu, Jl Raya Tuban, Bali
Rasanya belum sah ke Bali kalau belum ke Ayam Betutu yang terkenal itu. Karenanya, sarapan pagi itu tidak dilakukan di Aston Kuta, tapi di Ayam Betutu. Ketika kami sampai disana, meja sudah ditata diteras rumah makan supaya bisa sambil menikmati hawa pagi. Jadi bisa langsung menyantap kan? Tunggu dulu! Yang dimaksud ayam betutu khas Gilimanuk itu adalah foto diatas sebelah kiri bawah, yang berkuah itu. Itu pedaaasss.... Jadi saya memutuskan untuk berhati-hati karena sarapan pedas bisa bikin perut mules.

Cara makan ayam betutu di pagi hari adalah dibanyakin nasinya aja biar nggak kepedesan. Hihihiii.... Tapi kalau menurut bli yang menerima kami, kacang tanah goreng itulah penawarnya. Jadi, kacang itu bukan sekedar pelangkap tapi ada fungsinya, yaitu untuk penawar pedas. Ayam betutu ini lezat! Mungkin kalau dimakan siang bisa bolak balik nambah. Pelengkap lainnya adalah sambal bawang dan pelecing kangkung. Bli mengatakan itu bukan kangkung tapi gonda (maaf kalau salah, enggak mencatat). Secara visual memang seperti kangkung, tapi batangnya lebih besar. Panitia juga memesan ayam goreng bagi peserta yang tidak suka pedas.

Catatan selama Jelajah Kuliner ini adalah banyak makanan khas Bali terkenal yang terinspirasi dari sesaji, antara lain ayam betutu dan pie susu.

Inna Bali Beach Resort
Hari terakhir ini dipusatkan di Inna Bali Beach Resort. Group Inna Hotels selalu punya lokasi terciamik di berbagai obyek wisata. Jadi ingat Inna Parapat yang keren karena memiliki pasir putih yang asik untuk berenang di Danau Toba. Di tepi pantai yang indah ini akan dilakukan berbagai games. Sayang enggak ada main airnya heheheee....
Games membuat sate lilit khas Bali
Games yang diadakan tetap berhubungan dengan kuliner, yaitu membuat sate lilit. Games ini tetap dipandu oleh Aaat dan Moyo yang setia menemani kami selama Jelajah Kuliner dengan kekocakan mereka. Sate ini adalah favorit saya di gala dinner hari sebelumnya. Susah susah gampang membuatnya karena ikan tidak boleh diremas, tapi dililit memutar. Kalau diremas, ia akan jatuh ke api waktu dibakar. Sedangkan jika tidak menempel dengan baik, akan lengket di kerangka bakaran.

Kami dibagi dalam 4 groups. Groups 4 yang terdiri dari jurnalis Bali selesai duluan dengan hasil yang bagus. Group 2 (foto paling kiri) yang didominasi peserta Jawa Tengah dan Jogja selesai belakangan tapi justru menang, alon-alon waton kelakon, karena satenya jadi banyak dan penyajian dihias bunga. Menurut saya sih juri nggak adil karena kecepatan enggak dihitung, group 2 itu kelamaan bikinnya. (dibahas xixixiii...) Foto ditengah itu group 3, group saya, yang selesai setelah group 4. Kok saya enggak ada? Iya, saya cuma ketawa-ketawa saja, enggak bantu. Maaf ya, kalian keren kok. :D Sedangkan foto paling kiri adalah group 1, group paling diplomatis apapun yang terjadi. Berkat group ini kami sukses tertawa terpingkal-pingkal.
Dessert Inna Bali Beach
Meski hidangan hotel, menu yang dipilih tetap khas Bali. Pelayanan dari pihak Inna sangat baik, informatif dan friendly. Hidangan yang disediakan berlimpah, pengin rasanya membungkus sebagian dibawa pulang. Heheheee.... Diantara dessert diatas, yang paling suka adalah pudding ditengah itu. Waaa saya nambah terus. :D
Main course Inna Bali Beach: tumis rumput laut, lawar & tumis seafood paprika
Hidangan yang saya temui berulang di Bali dengan berbagai modifikasi adalah lawar dan masakan menggunakan bahan rumput laut. Beda dengan es rumput laut, rumput laut untuk sayur atau rujak tidak kenyal tapi kremus (apa ya istilahnya?) seperti kobis tapi lebih keras.

Main course Inna Bali Beach: kambing guling (yuuum...), daging pedas, gado-gado, opor ayam
Kambing guling datang belakangan dan langsung membuat kami terbeliak pengin. Chef langsung sibuk mengiris kambing guling karena kamipun sibuk bolak balik kesitu.

Main course Inna Bali Beach: sup calon ikan, ikan asam pedas, selada sayuran, selada udang alpokat
Seharusnya sup dimakan dulu, tapi berhubung agak jauh dari tempat saya duduk, saya mencobanya belakangan setelah semua sudah diicipi. Kata mbok waitress, itu dinamakan sup calon ikan, Artinya bukan calon (kandidat) ikan atau ikan belum jadi atau ikan belum diwisuda, tapi calon itu artinya bulatan seperti bakso.
Farewell speech dari pak Agus Nardianto, PR Head PT Astra Daihatsu. Penyerahan kenang-kenangan secara simbolik dari DSO Denpasar.
Sekitar jam 13.00 acara selesai dan kamipun foto bareng berkali-kali. Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan berupa souvenir khas Bali seperti tas tenun, salak Bali, pie susu dan sebagainya. Yup, tak perlu repot beli oleh-oleh sendiri. Asik kan?
Joger Kuta
Lha tapi ini kok masih ke Joger juga? Iya, kaos kan ukurannya beda-beda, jadi harus beli sendiri. Dalam perjalanan pulang, kami dikelompokkan berdasarkan KTP. Jadilah saya semobil dengan peserta Jawa Tengah dan Jogja. Disinilah saya merasakan alon-alon waton kelakon tadi. Waduuuh.... ibu-ibu Solo ini belanjanya lama bangeeet, bikin cemas saya yang harus naik penerbangan sore. Akhirnya saya harus berlari-lari di bandara Ngurah Rai yang jauh kemana-mana karena sedang direnovasi sambil membawa segambreng oleh-oleh, padahal waktu berangkat cuma membawa satu ransel. :D

Jadi demikianlah pengalaman seru saya. Semoga setelah ini ada lagi yang mengajak jalan-jalan kuliner atau test drive. Heheheee.... Terima kasih banyak Daihatsu dan Vivalog, juga iDea Production.

Dan setelah itu saya harus melakukan perjalanan dan perjuangan panjang untuk pulang sehubungan dengan kabut asap yang menyelimuti Riau. Perjuangan itu (halah) akan saya tulis tersendiri supaya menjadi pelajaran bagi teman-teman jika dalam kondisi tak menentu seperti itu.

8 comments:

  1. Kalau dijamu pas datang dengan tamu rombongan, kuliner Bali jadi banyak yang halal. Kalau sendiri nyari kuliner enak pasti ketemunya yang nggak halal. Kayak lawar pakai daging babi lah, babi guling lah, de el el

    ReplyDelete
  2. borng gak mbak di pabrik kata2 alias Joger? :)

    ReplyDelete
  3. Wedeeeewww...kalo aku yg kesana pulang2 langsung nduuuttt nih ! hihihihi

    Kren banget ini Mak

    ReplyDelete
  4. haduh dessert nya bikin ngiler.
    Wah asyik dong dikasih souvenir oleh2 khas Bali mak :D

    ReplyDelete
  5. pas banget pas buka ini pas belum makan siang pas perut keroncongan *nelen ludah*

    btw mak, waktu dirimu ke bali itu, suamiku juga ke sana.. ketemu gak? #oposeh :)))

    ReplyDelete
  6. Asyik juga jalan2 gratis 3 hari ke Bali Mak...
    Seru banget....

    ReplyDelete
  7. Ah jadi kepengen ayam betutuuu

    ReplyDelete
  8. Ish...makanannya enyak semua. Sengaja nggak ikutan kontes ini. Takut tambah ndut mak

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.