Thursday, May 15, 2014

Kena TB? Habiskan Obatnya!

Note: win weekly challenge.

Radang tenggorokan adalah penyakit yang sering diderita orang. Cuaca tidak nyaman, perubahan cuaca, kecapekan, jajan sembarangan dan sebagainya sering berujung ke radang tenggorokan. Dari anak sekolahan sampai orangtua, radang tenggorokan seolah penyakit yang umum menjangkiti seluruh keluarga. Kalau sudah begini, dokter sering meresepkan obat antibiotika. Ketika kita mengambil obat di apotek, petugas selalu berpesan, "Habiskan obatnya!"
Senam Waitankung untuk menjaga badan tetap fit di halaman Mesjid An Nur Pekanbaru. Dokumentasi peribadi.
Obat antibiotika harus dihabiskan sesuai dengan dosisnya, supaya jika terkena lagi dosis obat tidak bertambah. Dosis obat antibiotika yang terlalu tinggi tidak baik juga untuk kesehatan. Tapi, sampai dirumah, apa yang terjadi? Awalnya memang menuruti nasehat dokter untuk banyak-banyak istirahat, menjaga kebersihan makanan dan minum obat secara teratur. Tapi begitu radang sedikit reda dan mulai masuk kerja, kendali diri ikut hilang. Berhubung enggak sempat sarapan, pesan deh mie rebus dengan 10 cabe rawit di kantin. Pulang kerja, sambil menunggu angkot, beli deh gorengan pikulan yang enggak pakai tutup.
Tuberkolosis atau TB tidak bisa diperlakukan seenaknya seperti itu. Jika sudah terkena, tak ada alasan apapun untuk tidak mematuhi nasehat dokter. Pengobatan TB yang rutin perlu kegigihan yang kadang membuat penderita lelah fisik dan mental. Untuk daerah tertentu, suplai obat yang terganggu juga mempengaruhi proses penyembuhan. Sengaja maupun tidak sengaja mangkir dari minum obat, akibatnya sangat fatal, yaitu menimbulkan resistensi. Ini artinya, obat tidak lagi mempan. Padahal TB tidak timbul tenggelam seperti radang tenggorokan, melainkan akan terus memburuk dan bisa mengakibatkan kematian.
Namun demikian, manusia hidup itu punya tugas untuk berikhtiar sebagai tanda syukur atas karunia-Nya. Jika para ahli farmasi telah melakukan penelitian panjang untuk menolong para penderita TB, maka para penderita TB tak boleh menyerah kalah. Meski obat TB telah dinyatakan resisten karena ketidaktekunan meminum obat sebelumnya, masih ada peluang untuk sembuh, tentu saja dengan perjuangan yang lebih gigih lagi.
Jogging supaya badan bugar dan tidak gampang sakit di halaman Mesjid An Nur Pekanbaru. Dokumentasi pribadi.
Pengobatan terhadap penderita TB yang resisten terhadap obat memang lebih sulit, tergantung kecepatan penanganannya. Karena itu, penderita TB jangan ragu melakukan pemeriksaan lanjutan jika telah menjalani pengobatan yang tidak semestinya. Semakin cepat diketahui kondisi kesehatannya, semakin cepat dokter memulai program penyembuhan. Meski belum semua rumah sakit memiliki Manajemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat MTPTRO), tapi itu tak boleh membuat penderita berhenti mencoba mendapatkan pengobatan. Pasien akan dibantu untuk mendapatkan rujukan.
Selain lebih sulit, obat untuk penderita TB resisten obat juga seratus kali lebih mahal, perlu waktu hingga dua tahun, serta efek samping yang lebih berat. Untuk yang sudah terkena TB tapi masih menjalani pengobatan normal, pahamilah pentingnya disiplin minum obat selama enam bulan atau sampai sembuh. Jangan sampai memburuk menjadi resisten.
Bagi penderita TB resisten obat, berat untuk menjalani pengobatan sendiri, minimal harus mendapatkan dukungan moral dari orang-orang terdekat. Bagi keluarga atau orang terdekat, memberi dukungan pada penderita TB itu dilematis. Disisi lain memahami beban mental penderita, disisi lain takut tertular. Karena itu bersama-sama carilah informasi yang benar tentang cara pengobatan dan pencegahan, supaya tidak ada yang tertekan karena dikucilkan dan tak ada pula yang terus-menerus khawatir takut tertular.
Bagaimanapun, hidup kita berjalan karena kita tidak melangkah sendiri, melainkan karena saling bantu kearah kebaikan.

Sumber pendukung
http://www.tbindonesia.or.id/tb-mdr/

4 comments:

  1. Resistensi itu yg sulit dilawan ya, mak:D

    ReplyDelete
  2. suka kalimat penutupnya mak lusi :-*
    Lomba ini jadi membuat aku banyak tahu tentang TB nih, makasiih dan sukses ya mak :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.