Tuesday, June 03, 2014

Apa Yang Bisa Blogger Berikan Pada Daerahnya?


Orang Melayu bilang, "Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung."



Dahulu orang Melayu adalah seorang penjelajah yang gagah berani. Dengan kepandaiannya berlayar menyusuri sungai dan mengarungi lautan, orang Melayu telah sampai di Eropa dan sampai sekarang hidup tersebar di sekitar Asia Tenggara. Pepatah Melayu tersebut menunjukkan jiwa universal orang Melayu dan penghargaan terhadap bumi yang menghidupi mereka. Adat istiadat tentulah masih berpegang pada budaya Melayu, tapi penghargaan terhadap bumi yang menghidupi mereka, dimanapun itu berada, adalah tanda keterbukaan bersikap dan kemauan beradaptasi dengan masyarakat setempat.


Bagaimana dengan blogger yang tidak mengenal ruang dan waktu? Blogger tidak mencangkul atau menjala ikan. Blogger bekerja di awang-awang. Sering pula hosting yang mereka gunakan tidak didalam negeri. Blogger sudah melampaui sekat-sekat, mereka tidak berpijak melainkan muncul di banyak tempat sekaligus dalam satu waktu. Apakah mereka tidak berhutang apapun pada daerah dimana rumah atau kos-kosan mereka berdiri?


Sejatinya, berhutang pada lingkungan tempat kita tinggal bukan semata-mata karena kita mencari nafkah disana, tapi juga karena kita telah mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman setiap hari. Selain lingkungan rumah yang mendukung, blogger juga mendapatkan kebebasan untuk bepergian kemanapun suka. Meskipun listrik byar pet, blogger tetap bisa posting diwaktu-waktu tertentu. Meskipun sinyal megap-megap, blogger masih bisa posting asal disabar-sabarin heheheee.... Belum lagi blogger yang sudah berkeluarga, yang sudah pasti menyekolahkan anak-anaknya disana.


Jadi, meski bekerja diawang-awang tapi kehidupan blogger tetap berpijak tanah. Tak ada alasan untuk tidak menjunjung langit dimana bumi dipijak. Tapi caranya bagaimana? Yuk berbagi caranya. Saya tulis beberapa yang mungkin bisa dilakukan blogger, terus teman-teman blogger menambahi di kolom komentar ya. :D


1. Ngeblog Potensi Daerah


Potensi daerah? Waduh, bahasanya pemkot banget ya? Paling sering yang dikemukakan tiap ngobrol tentang daerah, ya potensinya. Karena bahasa yang berat dan terlalu PNS seperti ini, banyak blogger yang tidak tertarik mengangkatnya di blog. Kalaupun ada, biasanya seputar tempat wisata dan kuliner. Yuk, coba kita peringan topik potensi daerah ini sehingga lebih asik posting dan membacanya. Misalnya, blog kita tentang IT. Enggak perlu ngomongin PAD segala macem, fokus pada IT saja. Contoh, liputan tentang lomba games online di mal, info toko komponen di dalam kota, posting profil komunitas IT yang ada dikota itu dan sebagainya. 


Potensi daerah tidak selalu berhubungan dengan kegiatan ekonomi, melainkan juga berhubungan dengan pengembangan sumber daya warganya.


2. Mendukung Event Daerah


Iya, saya ngerti, event daerah banyak yang dikelola langsung oleh pemkot dengan aura PNS yang kental. PR blogger adalah membuatnya populer. Bantu pengunjung untuk melihat dari sudut pandang kerennya. Ini bukan menjerumuskan pengunjung loh, "Postingannya sih asik banget tapi kok kenyataannya tidak sesuai?" Tidak, bukan seperti itu. Saya percaya teman-teman blogger punya sudut pandang kreatif diatas rata-rata sehingga bisa melihat sesuatu yang sebenarnya asik tapi belum banyak yang menyadarinya, bahkan tak tertangkap oleh tim promosi panitia.


Dengan memposting tulisan dari sudut pandang yang lebih populer dengan bahasa blogger, diharapkan event daerah mendapat dukungan yang lebih baik dari masyarakat.


3. Ngebloglah Dengan Sepele


Pada dasarnya ngeblog itu semacam jurnal. Dalam jurnal biasanya yang kita jadikan tema adalah sesuatu yang paling mengesankan hari itu. Mengesankan toh tidak harus seperti meraih juara diatas panggung dengan tepukan yang hingar bingar. Jika teman-teman blogger adalah seorang ibu yang punya blog tentang masak-memasak, tak ada salahnya bercerita tentang cara membeli telur dipasar, misalnya. Telur di Jawa dihargai kiloan, sementara di Sumatra dengan satuan atau per papan. Kebiasaan-kebiasaan kecil seperti ini akan menjadi catatan sosial ekonomi yang penting di suatu masa, misalnya jika ada yang mencari referensi untuk melakukan penelitian tentang distribusi telur karena penggunaan papan pasti ada hubungannya dengan itu.


4. Rajin Melakukan Dokumentasi


Mau makan difoto dulu? Mengapa tidak? Jika itu diberi narasi yang cukup dan ditata dengan baik di blog, akan menjadi dokumentasi penting bagi daerah tersebut. Contohnya, lebih dari 53 tempat asik di Pekanbaru yang saya buat. Kuliner dan wisata memang paling mudah didokumentasikan. Namun alangkah baiknya jika disesuaikan dengan hobi atau pekerjaan. Misalnya berkebun, bisa mendokumentasikan taman, pameran tanaman atau tanaman-tanaman khas daerah tersebut. Misalnya lagi pekerjaannya adalah guru, bisa mendokumentasikan kegiatan guru dan siswa, mata pelajaran bermuatan lokal, sekolah-sekolah berprestasi dan yang perlu bantuan, bahkan seragam khas masing-masing sekolah dan filosofinya.


5. Jangan Bosen Sharing


Setelah beberapa kali melakukan sharing tentang blogging dengan berbagai lapisan masyarakat, saya menyadari bahwa benar ngeblog itu diawang-awang, masih banyak yang belum tahu apa itu blog, apalagi mengerti manfaatnya. Tapi jangan bosan atau patah semangat. Usahakan untuk selalu datang jika diajak sharing, terutama jika yang mengundang adalah dari kalangan masyarakat umum, komunitas dan akademisi. Jika satu pertemuan gagal mengajak orang untuk memahami manfaat blog, cari metode lain di pertemuan selanjutnya. Semakin banyak orang ngeblog tentang daerahnya, semakin baik referensi yang dimiliki oleh daerah tersebut. Ini memudahkan para peneliti, pendatang baru, bahkan penduduk asli yang ingin lebih memahami daerahnya sendiri.




Menjadi blogger itu bukan berarti mampu menjangkau jauh tapi terisolasi dari sekitar. Blogger tetap bagian dari masyarakat sekitar, tetap bagian dari tempat tinggalnya, sehingga wajib memberikan kontribusi.


11 comments:

  1. Setuju Mak :)
    Bismillah, semoga saya juga bisa memberikan 'sesuatu' walaupun itu sangat kecil untuk daerah saya, Amin

    ReplyDelete
  2. suka dengan paragraf penutupnya mak...yap, jangan sampai internet mendekatkan yang jauh tapi menjauhkan yang dekat...

    ReplyDelete
  3. Setuju sekali, Mak. Walau pemerintah dan masyarakat (mungkin) masih belum aware sama keadaan blogger-blogger di kotanya, tapi mari tetap semangat ngeblog! :D

    ReplyDelete
  4. jadi mikir nih mak ....... apa saja yang bisa aku berikan buat daerah ku ya :D

    ReplyDelete
  5. Setuju. Makin cinta deh sama Cilegon.... =)

    ReplyDelete
  6. Wah jdi malu nih soalnya sampai sekarang blom pernah blogging ttg potensi daerah.

    ReplyDelete
  7. Ah keren banget mbak. Saya yg seumur-umur tinggal di pinggiran jakarta suka iri lhoo sama teman" yg sering posting ttg daerahnya.. Ah sedihnya ga punya kampung :(
    Salam kenal ya mbak :)

    ReplyDelete
  8. Dear Mbak Lusi, gak bingung kok :) Cuma suka merasa minim identitas daerah karena sejak kecil tinggal di urban dan kebetulan kedua orang tua dulu juga tidak terlalu gencar memperkenalkan budaya asal. Yaaa, terlalu sibuk cari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ;)

    ReplyDelete
  9. Eh salah, Emak Lusi... Terima kasih kunjungan dan sharing pendapatnya ya Mak :)

    ReplyDelete
  10. aku jadi mikir nih mbak ,apa yang aku bisa berikan ya buat Bekasi :) aku datang mbak mau rapel baca postingan :)

    ReplyDelete
  11. Aku seneng mengulas potensi daerahku. Setelah baca postingan ini aku jadi tambah semangat memperkenalkan potensi daerahku mbak. Baik Jogja ataupun Purworejo yang aku tinggali sekarang. Walaupun sederhana, hanya berbentuk ulasan ala aku ^^

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.