Monday, June 16, 2014

Berkreasi Dengan Madu Hutan Riau

Salah satu akibat jika kita tidak peduli dengan hutan Riau adalah musnahnya hasil alam berupa madu hutan. Berbeda dengan madu yang dibudidayakan, madu hutan dihasilkan secara alami oleh lebah dan bergelantung di pohon-pohon. Karena itu, jika hutan Riau rusak akibat pembukaan lahan atau kebakaran, madu hutan ini lama kelamaan akan ikut musnah juga. Saya pernah melihat sarang lebah yang sangat besar bergantung di Bandara Sutan Syarif Kasim II dan mesjid Agung Bangkinang. Tapi entahlah apakah ibu jenis lebah madu yang produktif atau tidak, yang jelas habitat aslinya adalah di pohon-pohon di hutan.

Saya mengenal madu hutan dari teman baik saya, mbak Dewi. Ia dan suaminya telah mengirim madu hutan Riau ke berbagai daerah di tanah air. Namanya teman baik, ya kadang beli, kadang dikasih. Heheheee.... Tapi nggak pernah minta lo. Teman yang baik harus mendukung usaha temannya. Khasiat madu yang utama adalah untuk menjaga stamina. Buat saya yang sudah memasuki usia paruh baya dan wajib mengurangi kandungan gula dalam makanan, madu bisa menjadi pengganti supaya makanan tidak terlalu hambar.
 Madu hutan Riau kemasan 1 kg yang dijual Rp 65.000,- per tanggal 16 Juni 2014. Murah kan :))
Kebanyakan orang mengkonsumsi madu dengan diminum pakai sendok. Paling banter untuk nyeduh teh atau jeruk hangat. Padahal masih banyak resep lain yang bisa menggunakan madu. Misalnya waffel dibawah ini. Adonan waffel selalu saya buat netral, tidak terlalu asin dan tidak terlalu manis supaya bisa ditambahkan berbagai rasa sesuai selera anggota keluarga, misalnya cukup dioles mentega ketika masih panas atau diolesi selai dan madu ketika sudah dingin.

Teman-teman yang suka jajan pasti mengenal udang bakar madu kan? Nah, bagaimana rasanya? Dahsyat ya, pedes, gurih dan manis jadi satu. Nasi sebakul habis deh. :D


Selain udang, ayam bakar pun bisa diolesi madu. Nggak percaya? Nih, saya sudah nyobain dan ketagihan. Hihihiii.....

Tak ketinggalan pula, madu hutan Riau bisa digunakan untuk minuman segar seperti jus. Kalau sudah menuangkan madu sih biasanya saya tidak menambahkan susu kental manis dan gula lagi. Diet! :D

Jadi, kalau dirumah punya simpenan madu, coba saja berkreasi dengan berbagai resep. Rasa manisnya lain, lebih ringan.

Dimana bisa mendapatkan madu hutan Riau? Ya harus mendatangkan dari Riau dong aaah. Kalau belinya di Sleman berarti namanya madu DIY, bukan madu Riau. Heheheee.... Tapi nggak perlu ribet sih, hubungi suami mbak Dewi saja, yaitu pak Haris di nomor telepon 0812 764 754 9.  Kemasannya nurut sama beliau saja ya, karena ada beberapa aturan kurir tentang barang cair. Serahkan saja pada beliau.

Sore hari ini saya mau menenangkan hati dulu dengan menyeruput susu madu. Mau?

7 comments:

  1. kalau madu hutan warnanya lebih hitam ya dibanding madu yang biasa.
    Madu memang banyak khasiatnya, tapi aku jarang minum madu, bingung mau beli madu yang asli di mana

    ReplyDelete
  2. duh gak tahan lihat udangnya mbak, rasanya lebih enak ya kalau dibakar menggunakan madu

    ReplyDelete
  3. Menginspirasi. Karena, saya biasanya memanfatkan madu untuk teh aja, Mba. Itu pun jarang banget. Belum pernah merambah untuk makanan.

    Udangnya memang yummi banget.

    ReplyDelete
  4. bener mak... madu itu bisa dipakai utk apa aja... tp saya blum pernah nyoba nih madu riau...

    ReplyDelete
  5. saya gak suka madu kalau di konsumsi begitu aja. Tp kalau udang/ikan bakar madu baru suka :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.