Saturday, June 07, 2014

Dibalik Proses Penyusunan Kamus Jawa-Indonesia


Intinya, kamus adalah mengumpulkan kata yang terserak kedalam sebuah buku. Kalau begitu mudah dong tinggal mungutin kata-kata yang terserak saja? Kenyataannya, perlu LIMA TAHUN untuk merampungkan Kamus Lengkap Jawa-Indonesia dengan jadwal kerja yang disiplin supaya tubuh tidak rontok didepan komputer.

Idealnya, kamus seperti ini dikerjakan oleh tim. Tapi, berhubung tidak sanggup merekrut (membayar) asisten, maka semua dikerjakan sendiri. Supaya efektif, pekerjaan dilakukan semi manual.

Pertama-tama, menyediakan setumpuk kertas buram diatas papan  yang biasa digunakan anak-anak sekolah untuk ujian, supaya bisa dibawa kesana-kemari. Tiap lembar digunakan untuk abjad tertentu. Setiap menemukan kata baru, langsung ditulis tangan disana. Setiap habis isya, dilakukanlah input ke komputer untuk sekaligus melakukan data sorting menurut sub-abjad.

Keesokan paginya dilakukan pengecekan arti dan mengecek penggunaannya dalam kalimat sampai siang hari di depan komputer. Setelah itu kembali off komputer untuk melakukan kegiatan lain. Diantara waktu itu, jika menemukan atau teringat suatu kata, kembali ditulis dalam lembaran kertas buram tadi. Terus-menerus seperti itu selama lima tahun.

Meletakkan kata yang terserak itu tidak sekedar mengetik tapi mengecek kebenaran arti dan menguji penggunaannya dalam kalimat. Apalagi kata dalam bahasa Jawa itu juga dipengaruhi dialek yang jumlahnya sangat banyak. Latar belakang pengalaman, pengetahuan dan budaya penulis sangat menentukan apakah kumpulan kata itu bisa menjadi kamus atau sekedar merekam apa yang dikatakan orang sehari-hari. Setelah dirasa cukup, semua data itu diprint menggunakan sekitar 700 lembar kertas buram. Maaf, proses penyusunan kamus ini memang boros kertas, semoga manfaatnya bagi masyarakat juga sebanding. Pada tahap ini dilakukanlah self-editing dengan mencoret-coret hasil print tadi.

Proses editing dengan penerbit Kanisius juga memakan waktu yang sangat lama, karena penerbit harus meneliti beratus-ratus halaman hingga menjadi 696 halaman yang dicetak. Sempat pula mengalami revisi setelah terbit karena ada beberapa ketidaksesuaian yang ditemukan penyusun.

Kamus ini memang bukan yang pertama kali ada, tapi tiap penyusun kamus punya tujuan yang berbeda. Ada yang ingin membuat kamus saku yang memudahkan orang berkomunikaasi sambil melakukan perjalanan. Ada yang bertujuan membuat kamus yang lebih populer supaya mudah diterima banyak pihak.



Kamus Lengkap Jawa-Indonesia yang disusun Sutrisno Sastro Utomo ini bertujuan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kata bahasa Jawa dengan arti se-valid mungkin, supaya bisa memberi kontribusi terhadap bahasa Jawa dengan menjadi acuan banyak pihak untuk jangka waktu yang sangat lama.


Saat ini sedang diedit di penerbit (alhamdulillah kembali penerbit major) kelanjutan kamus tersebut yaitu Kamus Indonesia-Jawa yang proses penyusunannya juga dikerjakan dalam waktu lima tahun. Proses editing kali ini tampaknya lebih rumit dari yang lalu, karena penerbit ingin memastikan kamus ini sempurna. Syukurlah editor memberikan bimbingan dengan sabar. Mohon doa restu.

Notes:

Penerbit-Percetakan Kanisius; Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281; Telp. 0274.588783; Fax. 0274.563349; Email: office@kanisiusmedia.com

PT Gramedia Pustaka Utama, Gedung Kompas Gramedia Lantai 5, Jl. Palmerah Barat 29-37, Jakarta 10270; 53650110 ext. 3511/3512 (redaksi fiksi/nonfiksi); Email: fiksi@gramediapublishers.com atau nonfiksi@gramediapublishers.com

2 comments:

  1. Semoga sukses dan diberi kelancaran ya Mak :)
    Kalo kamus bahasa Jawa gini kok saya jadi keinget Mbah Kakung saya, dulu punya juga kamus Jawa-Indonesia, tapi sekarang kamusnya gak tahu rimbanya dimana..

    ReplyDelete
  2. wow, lama banget ya, mak. bisa sampe lima tahun. tapi insya Allah sepadan dengan hasilnya ya. moga laris manis dan bermanfaat untuk generasi penerus kita.

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.