Tips Mengurus, Mengepak dan Mengirim Barang Pindahan

Thursday, June 26, 2014

Dari colak-colek diantara teman-teman, berubah menjadi curhatan tentang packing barang pindahan yang tak selesai-selesai. Kenaikan kelas sering dipilih sebagai saat yang tepat bagi teman-teman untuk pindah rumah. Meski telah berencana sejak lama, teman-teman selalu menunda sampai kenaikan kelas untuk memudahkan birokrasi dan adaptasi anak-anak. Meski tantangannya tidak seberapa dibandingkan dengan teman-teman yang pindah ke luar negeri, tapi mungkin pengalaman berikut bisa bermanfaat. Pindah rumah dalam satu kota bisa dilakukan tanpa sorting dan packing, cukup siap repot bolak-balik saja. Pindah rumah lain kota tapi masih satu pulau perlu banyak-banyak sorting agar bisa menyewa mobil pengangkut berukuran minimal untuk menghemat biaya. Tapi bagaimana jika pindahan ke tempat yang jauh?

1. Menyewa fasilitas transportasi sendiri

Yang memiliki perabotan cukup banyak dan besar-besar, lebih mudah dan murah menyewa fasilitas transportasi sendiri. Kalau keluar negeri, saya tidak punya pengalaman, tapi kata teman-teman, mereka menyewa kontainer untuk barang-barang mereka atau bersama dengan teman-teman lain. Sedangkan pengurusannya diserahkan ke jasa pengapalan. Untuk antar pulau didalam negeri, harga sewa satu kontainer hampir sama dengan satu truk.
Tips khusus jika menyewa truk, pastikan identitas pengemudi dan pemilik truk jelas serta tutup yang rapat agar terhindar dari bajing loncat. Untuk sewa lebih murah, cari informasi tentang truk yang pulang sehabis mengirim barang dari daerah kita, misal truk-truk yang membawa muebel dari Jepara kadang mau mampir ke kota lain sewaktu kembali. Harga sewa bisa separuh dari truk yang kita sewa dari kota kita sendiri.

2. Menyortir barang

Ini adalah tugas berat, terutama bagi ibu-ibu yang sentimentil. Serbet jelek yang menurut orang lain udah gombalan harus dibuang, bisa saja dipertahankan karena enak buat ngelap. Heheheee.... Soal sortir harus realistis, sesuaikan dengan budget saja. Kalau budget longgar, ya bolehlah daster-daster bolong dibawa. Kalau budget sangat ketat, harus tegas memilah mana yang disumbangkan, mana yang dihibahkan, mana yang dijual, mana yang dibuang dan mana yang dibawa.

Tips berikutnya adalah jika menggunakan jasa kurir untuk pengiriman, yang berarti tidak bebas mengangkut barang.

3. Mengepak barang dalam kardus

  • Umumnya kita mengepak dalam dos-dos besar seperti diatas. Pastikan menggunakan kertas double wall yang masih bagus meski bekas supaya barang didalamnya tidak rusak. Untuk kurir swasta, yang penting rapat. Sedangkan jika melalui kantor pos agak beda karena mereka suka yang dibungkus rapi, kadang malah mewajibkan dijahit karung goni untuk melapisi dos tersebut.

  • Jika sering pindah, pertimbangkan memiliki perabotan knocked down dan jangan dibuang dosnya supaya bisa dipakai lagi.

  • Hitungan harga  untuk dos umum seperti dos bekas rokok itu: harga per kilogram x berat kilogram paket tersebut. Tapi jika bentuknya tidak umum, misalnya besar tapi ringan, akan dihitung menggunakan rumus volume: (panjang x lebar x tinggi) : 4000.

  • Usahakan tiap dos berisi barang yang sama, misal satu dos berisi buku semua. Jangan lupa memberi nomor di tiap dos, lalu catat nomor dos beserta isinya. Di tempat tujuan nanti, kita tidak perlu buru-buru membongkar semua dos, bisa stress kecapekan. Cukup cari nomor dos yang diperlukan untuk dibuka lebih dulu.

4. Mengemas barang-barang kondisi khusus

 Yang dimaksud kondisi khusus itu adalah karena bentuk dan bahannya.

  • Untuk barang elektronika, jika kardus packingnya masih lengkap dengan sterofoam, bisa langsung dibungkus. Jika tidak, kurir akan mengenakan biaya packing. Barang elektronika dihitung satuan, bukan per kilogram, karenanya pikirkan baik-baik apakah akan membawa atau menjual saja barang tersebut. Contohnya, biaya kirim kulkas bisa lebih mahal dari harga beli kulkas, lebih baik dijual meski harganya dibawah harga beli.

  • Barang dengan ujung-ujung tajam seperti kayu diatas harus ditutup karton agar tidak merusak barang lain disekitarnya, dan agar barang itu sendiri tidak rusak.

  • Barang dalam bentuk papan juga penting sekali untuk dibungkus agar tidak rusak. Idealnya sih dibungkus pakai karton single wall, tapi kalau tidak ada dengan koran bekas atau lainnya juga bisa tapi jangan terlalu tipis ya.

  • Hindari mengirim kaca atau bahan cair.

  • Hitungan harga seperti ini akan dipilih oleh pihak kurir mana yang lebih berat, per kilogram atau volume.

5. Packing dengan kotak plastik

Plastik adalah bahan perlengkapan rumah tangga yang makin banyak digunakan. Daripada menggunakan dos-dos yang tidak rapi untuk menyimpan barang dirumah, orang lebih suka menggunakan kontainer plastik. Kalau pindah tak perlu pusing, tinggal angkat. Sebenarnya tidak semudah itu juga. Beberapa kurir menolak mengirimnya, atau paling tidak minta jaminan pelanggan tidak akan komplain jika terjadi apa-apa karena kontainer plastik begitu mudah sekali pecah dalam proses pengantaran. Karenanya, supaya tidak dipersulit dan supaya tidak pecah juga, kontainer seperti itu harus dibungkus juga, bisa menggunakan karton single wall, koran atau kertas seadanya yang cukup tebal. Jangan lupa melapisi bagian atasnya dengan karton double wall.

6. Memilih kurir

  • Untuk mendapatkan kurir yang pelayanannya bagus dan paling murah, jangan ragu untuk minta rekomendasi teman atau menelpon semua kurir yang ada di kota anda. Untuk barang pindahan, biasanya mereka mengatakan akan menyurvei atau melihat dulu seberapa banyak barang tersebut ke rumah kita.

  • Pilihlah kurir yang tegas memberikan harga dan aturan sejak awal, karena ada petugas kurir yang nakal juga, kelihatannya negotiable tapi sebenarnya memberikan harga taksiran yang beda dengan aktual lalu mengantongi selisihnya.

  • Pastikan apakah harga termasuk petugas yang mengangkat dan menurunkan barang, serta penjemputan dan pengantaran barang. Jika ingin memberi tips bagi pengangkat barang, itu terserah kita saja.

  • Untuk kurir yang juga menjemput, barang-barang tidak ditimbang dirumah kita, melainkan di kantor kurir tersebut. Jika belum percaya dengan kurir tersebut, kita boleh ikut dan menyaksikan penimbangannya. Tapi jika sudah percaya, tinggal menunggu laporan berat total dan total harga, lalu uangnya kita transfer. Jangan lupa membuat tanda terima dan mintalah si penjemput tanda tangan. Praktis.

Nah, kalau teman-teman punya pengalaman mengangkut barang pindahan, yuk tulis di kolom komentar. Banyak yang butuh info-info seperti ini loh. :D

You Might Also Like

28 comments

  1. saya baru pindahan 2x rasanyaa sudaaaah waaw, padahal itu masih single dan mengandung. ini mau pindah lg udah ada baby..
    repot mungkin ya mba...hihiii
    btw, salam kenal mba. sila kunjungi beranda saya..^^

    ReplyDelete
  2. catetttttttt baik2,siapa tau dilempar kemana lagi gitu hehehehe

    ReplyDelete
  3. Waktu saya pindahan ke Kairo dulu, saya jual rumah & isinya mak Lusi biar praktis hehehe...

    Beberapa barang seperti kitchenware saya bawa yang penting saja, misalnya cobek dan ulek2 soalnya di Mesir gak ada barang beginian. Lainnya saya hibahkan ke tetangga. Yang selalu ikut kemanapun saya pergi itu buku2, mesin jahit mak.. Nggak boleh ketinggalan pokoknya :D

    Satu lagi, karena saya hidup nomaden. Saya selalu menghindari beli perabot2 berat dan mahal. Paling kalo beli lemari baju yang murmer. Kursi tamu juga saya hindari untuk membeli. Paling saya beli karpet untuk duduk tamu hihihi... Untungnya di Kairo apartment yang kami sewa full furnished. Jadi gak galau kalau kedatangam tamu karena gak punya kursi :p

    Untuk packing dan pengiriman barang sudah ada jasa kontainer yang mengurusnya. Menyediakan kardus dan mengepaknya. Kita tinggal mengawasi dan mengorganisir barang2 yang dimasukkan kardus.

    Padahal waktu pindah dari Surabaya ke Pekanbaru saya cuma bawa 3 koper & 4 kardus besar yang di kirim pake jasa kargo. Lha koq mukim 8 th di Pekanbaru kardusnya jadi beranak pinak hehehehe...

    Maap mak Lusi jadi panjang komennya :D

    ReplyDelete
  4. tipsnya benar-benar menarik utk ditiru, tapi sekeluarga saya dulu pernah pindahan cuma gak mau rempong akhirnya mengadakan lelang...hahahaha, biar lebih ringkas untuk pindahan rumah :)

    ReplyDelete
  5. Belom pernah pindahan, Mak. Nggak bisa membayangkan harus menata ulang barang sebanyak itu. Lha wong packing buat traveling seminggu aja kadang udah males banget buat memulai.

    Yap, bener, artikel semacam ini banyak yang nyari. Nice, tips!

    ReplyDelete
  6. Seru makkk... pernah pindahan dr jakarta ke mal. Cuma krn pas banjir besar ga bs packing maksimal. Jadi cuma angkat sedikit barang aja. Lainnya serahin sodara wkwkwk. Disini pindahan mulu dalkot. Ga ada kuli. Packing sendiri angkat sendiri. Nah ga kebayang kl kelak harus pindahan balik ke indonesia lagi... keknya yg pengen kubawa cm piano dan alat baking aja hiks. Pesugihan yg lain tinggal aja kali ya... ribet ....

    ReplyDelete
  7. Persis mamaku, Mak. Mamaku dulu ya pindahan 3x ke luar kota. Beda pulau. jadi ngerti bener masalah ginian. Kalo aku sih nggak, hihihi.

    Makasih Mak, meski Mamaku ngerti tapi tetep kalo baca gini jadi punya simpenan. :)

    ReplyDelete
  8. Makasih ulasannya, mak. Sangat bermanfaat.
    Saya pernah pindahan dalam kota, pernah juga dr jogja ke jakarta n yg paling jauh dari jogja ke tanjungpinang. Kalau pindahan, seringnya cuma bawa barang sedikit karena barang lama dijual dan dihibahkan. Di tempat baru, biasanya keadaan saya awalnya cuma punya sedikit barang lalu pelan2 beli lagi. Tapi sejak baca tulisan mak di atas, ada baiknya juga saya kalau pindahan nggak main hibah+jual, angkut ajaaa..hehehe..

    ReplyDelete
  9. Wih, Mak Lusi..
    Seperjuangan nih.. Lagi packing-packing juga. Tapi buat pindah dalam kota aja sih. Kardus gedenya minta dari toko mama, kurir+petugas angkutnya cukup suami dan beberapa saudara. Aku cuma kebagian packing aja sama nanti bongkaran lagi. T_T

    Barang diangkut semua karena ga begitu banyak, maklum deh pindahan dari rumah yang dulunya disi dua orang aja sekarang pindah ke rumah yang isinya buat 3-4 orang. Repotnya sih masih ada bayi 9 bulan ini yang gemesin :D

    Barang yang paling banyak adalah... Baju ibu dan bayinya. Hihihihii

    ReplyDelete
  10. justru aku lagi lihat cara ngepak nih mbak, gimana caranya ngepak yang benar

    ReplyDelete
  11. met pindahan mak, kirim kabar jika sampai Jogja, ntar aku bantuin gelar-gelar tiker hahaha

    ReplyDelete
  12. ulasannya berguna banget mak.. saya dah beberapa kali pindah dalam kota. paling dicicil2 packing dan ngangkutnya. nah yang heboh itu pas pindah antar pulau. cuman bawa pakaian dulu doang mak.. itu pun udah segambreng rasanya. padahal dah disortir pakaian mana aja yg perlu dibawa dan udah banyak pula yg disumbangin. buku2 juga harus banget dibawa pindah. dipacking pake kardus dan dikirim via pos. perabotan yg lain terpaksa ditinggal (dihibahkan/dijual). sampe sekarang masih ada tuh beberapa kardus isi buku yang belom dibongkar, padahal dah setahun lebih :D

    ReplyDelete
  13. terakhir saya pindah rumah pas kuliah, tapi lokasinya deket banget sama rumah lama, jadi gak ribet. Di catet dulu aja tipsnya, kali aja suatu saat berguna buat saya :)

    ReplyDelete
  14. Belum punya pengalaman pindahan Mak, masih betah di tempat lama, tapi bukan berarti gak bisa move on, heheheh...senyum2 sendiri pas baca bagian ibu-ibu sentimentil, Mak Lusi bisa ajah :p

    ReplyDelete
  15. dulu mamaku pernah ngirim barangku pakai kontainer plastik, alhasil kontainernya pecah deh

    ReplyDelete
  16. aku biasanya ngepak pake kardus, mak. dan kalo pindahannya jarak deket, aku pake jasa mobil pick up yang biasa buat anter galon. sekali angkut udah nyampe semuanya, hehe. dan biayanya murah. kalo mobil atau truk pas untuk yang jarak jauh ya. :D

    ReplyDelete
  17. keren banget mak, tipsnya :)
    adik saya jg suka pindah2, barang2 yg dibeli sebisa mungkin yg knocked down...

    ReplyDelete
  18. Wah, aku sih mau pindah kamar aja ribetnya setengah mati. Apalagi kalau nanti pindah rumah, ya. Nggak kebayang, hehehe :D

    ReplyDelete
  19. Saya pernah pindahan. Tapi, cuma pindahan kos. :D

    Itu kalau antar pulau bisa nympe berapa ongkosnya, Mba?

    ReplyDelete
  20. waktu aku pindah dari NTT ke Bandung, yang kukirim hanya buku - buku dan pakaian. oh iya ada tape recorder jaman dulu jadi harta berharga, aku masukin di dus yang berisi pakaian. trus dusnya di lakban dan dilapis karung yang dijahit. karena aku kirimnya pake pos.

    pas pindah rumah di Bandung, masih satu RW, tetep aja packing ini jadi PR. karena tetep aja kan, rak buku ya isinya musti dikeluarin, lemari pakaian demikian juga. kesimpulanku, pindah jauh atau dekat tetep perlu packing. kadar keamanan packing dan ongkirnya aja yang beda :D

    ReplyDelete
  21. artikel bagus mba.. kebetulan mau pindahan dari rumah ke asrama. barangnya gak banyak sih, tapi tips-tips diatas bantu aku banget :)

    ReplyDelete
  22. bentar lagi aku pindahan lagi mbak...nempati rumah baru....:")
    tipsnya apik...semoga betah dijawa yaa ^^

    ReplyDelete
  23. gak kebayang repotnya mak,...jaman kecil dulu saya lumayan nomaden meski baru antar kota saja

    ReplyDelete
  24. Wah, ribet juga ya kalo mo pindahan rumah.

    ReplyDelete
  25. Tengkyu jadi nambah ilmu

    Aku udah pindahan beberapa kali. Kalo pindahan kos pas kuliah + awal kerja, mungkin gak usah dihitung soalnya barang masih dikit (5 kali). Pas udah nikah, pindah dari semarang ke pekalongan, balik semarang, terus ke jakarta. Di jakarta pindah 3 kali. Terus akhirnya mampu beli rumah sendiri di Bogor. Eeeh, pas lagi nyaman2nya tinggal di bogor, katanya suami ditawarin posisi baru di surabaya. Aduh mak, padahal barang udah buanyak.

    ReplyDelete
  26. tipsnya sangat bermanfaat sekali ...

    ReplyDelete
  27. untuk yang mau pindahan gak perlu repot.. jasapindah.id bisa membantu pindahan anda menjadi lebih simpel gak pake repot. :)

    ReplyDelete
  28. lagi packing2 and iseng browsing soal pindahan. ketemu artikel ini. TFS ya mbaak :)

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.