Thursday, August 14, 2014

Baju Sprei Bersih Wangi Tanpa Kerja Keras

Sejak berkeluarga saya jarang mencuci karena dibantu oleh mbak-mbak cuci dirumah. Ada masanya saya harus mencuci sendiri ketika si mbak cuti atau tidak bisa mendapatkan penggantinya semasa Lebaran. Mulai pertengahan tahun ini kami sepakat untuk kerja bakti, mencuci sendiri seperti bule-bule. Tapi, baru dimulai semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jadilah saya kerjakan sendiri untuk semuanya.

Wah, heboh karena meskipun saya kuat tapi kan tidak terlatih. Diputuskanlah membeli mesin cuci untuk meringankan beban saya. Loh, memangnya tidak punya mesin cuci? Punya dong, tapi bosan mereparasi karena bolak-balik rusak. Selama berkeluarga, saya sudah pernah punya empat mesin cuci dari merk yang berbeda tapi semuanya semi otomatis menggunakan dua tabung. Semuanya wassalam. Saya memang tidak mau menyalahkan mbak-mbak cuci yang mengoperasikannya karena saya juga tidak pernah mendampingi mereka sampai mahir, semua saya pasrahkan saja karena berbagai kesibukan.

Selama itu pula mbak-mbak cuci sering kepergok mencuci pakai tangan. Katanya, “Ribet mbak, toh masih mindahin juga, ngucek-ngucek bagian tertentu juga. Mendingan langsung di ember, praktis, tinggal diberus pakai sikat.”

Karena ribetnya itu, mbak-mbak cuci nggak sabar memasukkan semua cucian baik ke tabung cuci bilas maupun ke tabung pengeringan supaya cepat selesai. Mestinya dibagi beberapa tahap supaya mesin cuci tidak terforsir. Akibatnya, tuas tidak bisa menyangga tabung dengan baik karena terlalu berat sehingga rusaklah mesin cuci tersebut.

Meski dibantu mbak-mbak cuci, untuk bed cover, sprei dan korden tetap saya bawa ke laundry supaya benar-benar bersih. Bed cover terlalu tebal untuk dicuci sendiri sehingga kurang bersih dan gatal ketika dipakai. Kalau teman-teman datang ke laundry pasti memperhatikan mesin cucinya kan? Jasa laundry menggunakan mesin cuci otomatis karena lebih bersih dan lebih praktis. Sayangnya, ibu-ibu masih alergi terhadap segala sesuatu yang berbau otomatis. Jika rusak, peralatan yang serba otomatis dianggap merepotkan dan reparasinya akan memakan biaya tinggi.

Memang benar, mesin cuci otomatis itu sensitif, harus dirawat dengan rajin. Mesin ini memiliki sensor yang membuat mesin cuci tak dapat bekerja jika terdapat korosi atau karat. Karat ini antara lain disebabkan oleh residu busa deterjen yang tidak segera dibersihkan setelah mencuci. Busa deterjen itu memang bikin semangat mencuci, ya. Padahal ternyata busa tersebut tidak mempengaruhi kebersihan cucian kita. Yang membersihkan kotoran adalah deterjennya. Busa hanyalah efek dari proses kimianya.

Jadi, kalau ingin menggunakan mesin cuci otomatis, gunakan pula deterjen yang tepat, yaitu yang busanya minimal tapi menghilangkan noda lebih kuat. Salah satu yang bagus adalah Rinso Matic. Rinso Matic direkomendasikan untuk digunakan di mesin-mesin cuci merk terkenal seperti Toshiba, Samsung, LG, Sharp dan Panasonic. Cara menggunakan Rinso Matic sama saja dengan deterjen lain, tapi jangan kepancing emosi ya melihat busa yang tidak melipah seperti biasanya. Seharusnya Rinso Matic bisa hemat karena merupakan konsentrat. Kalau jatuhnya lebih boros, berarti harus mengubah pola mencuci. Jangan membayangkan busa kemana-mana seperti jaman mengucek pakai tangan dan sikat. Dengan demikian jenis deterjen seperti ini lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan deterjen konvensional.

Rinso Matic bisa juga sih dipakai di mesin cuci dua tabung. Tapi kalau mau menghemat tenaga dan waktu, terutama para ibu yang tidak dibantu mbak-mbak cuci, lebih praktis menggunakan mesin cuci otomatis. Selain itu, pengeringannya juga lebih baik, bisa dihandalkan di musim hujan. Dengan mesin cuci semi otomatis masih ada proses menjemur. Jika terpaksa menjemur di teras belakang karena sedang musim hujan, jangan khawatir apek. Wangi Rinso Matic sangat menonjol, segeeer....

Mencuci menggunakan mesin apapun, jangan lupa membersihkan tangan dengan sabun mandi atau hand wash setelah mencuci dan balurkan hand body lotion di tangan. Biar tangan tetap mulus. Selamat mencuci. Boleh nitip, nggak?


12 comments:

  1. Hihi terakhirnya nitip cucian :D
    Saya jg nyuci sndiri. Pake rinso cair. Nanti kalo udh abis, mau coba yg khusus mesin cuci bukaan atas aahh...

    ReplyDelete
  2. Mesin cuci barunya bagoos.. sy pake yg 2 tabuung. Detergennya rinso cair

    ReplyDelete
  3. Saya lebih suka dicuciin dan di setrikain tuh mbak.. hehehehe

    ReplyDelete
  4. Waaa, aku sukaa yg irit3 busaaaa, ga perlu banyak ngabisin air, yg penting bersih!

    ReplyDelete
  5. Mak sekarang mesin cuciku cuma jadi hiasan rumah aja, soalnya ini kerjaan yg paling aku nggak demen, nyuci... nyetrika apalagi :P

    ReplyDelete
  6. kalo saya, mencuci malah gak pake mesin cuci mak hehehe...

    ReplyDelete
  7. Aku nyuci manual mak.esin cucinya rusak tapi sabunnya tetep Rinso ^^

    ReplyDelete
  8. Setuju pilih yang busanya minimal. Sebab, kalau busa banyak ngrimbangnya lama. Maklum, kami belum pake mesih cuci nih. . . :D

    ReplyDelete
  9. yang foto paling bawah, kayak mesin cuci di rumah saya hehe. Iya, sebaiknya kalau pake mesin cuci memang sabunnya juga yang teoat untuk mesin cuci. Rinso matic juga sabun yang saya pakai

    ReplyDelete
  10. saya jg dr dulu pakai rinso, mau manual atau pakai mesin :D

    ReplyDelete
  11. berarti mesin cuci mak Lusi ada tiga?*ini gagal fokus beud..

    ReplyDelete
  12. sekarang mencuci bisa sambil bw mbak hahaha. btw sama mesin cucinya

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.